300,145 research outputs found
PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA ATAS KARYA MUSIK DAN LAGU YANG DIGUNAKAN UNTUK KEPENTINGAN KOMERSIAL (Studi pada TVRI Semarang)
Karya cipta lagu atau musik adalah salah satu karya cipta yang merupakan
salah satu dari bentuk hak cipta yang memiliki hak moral dan hak ekonomi sehingga
perlu mendapatkan perlindungan dari undang-undang. Hak cipta tersebut dapat
dikomersilkan oleh pihak lain (pengguna/user) melalui jalur lisensi dari pihak
pencipta melalui kuasa kepada Lembaga Manajemen Kolektif Nasional misalnya
KCI.
Permasalahan dalam tesis ini adalah Bagaimanakah mekanisme pemungutan
royalti lagu atau musik untuk kepentingan komersial. Bagaimanakah implementasi
pemungutan royalti lagu atau musik untuk kepentingan komersial khususnya pada
Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Semarang . Bagaimanakah perlindungan
hukum tentang hak cipta karya musik dan lagu di Stasiun Televisi Republik Indonesia
(TVRI) Semarang.
Penulisan tesis menggunakan metode yuridis empiris, spesifikasi penelitian
dengan deskriptif analitis serta teknik analisis data secara kualitatif. Data primer
diperoleh melalui studi lapangan dengan wawancara kepada nara sumber, pihak KCI
Jawa Tengah, Pimpinan Stasiun TVRI Semarang, dan Pihak Direktorat Jenderal Hak
Kekayaan Intelektual Semarang. Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka.
Hasil penelitian tesis ini diketahui mekanisme pemungutan besaran royalti
lagu atau musik belum diatur dalam UU No. 28/2014 tentang Hak Cipta. Dalam
pelaksanaannya, pemungutan royalti mengacu pada standar baku yang dibuat
Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) salah satu bentuk Lembaga Manajemen
Kolektif Nasional di Indonesia (LKMN). Standar baku berawal dari pemberian kuasa
oleh para pencipta/pemegang hak cipta lagu kepada KCI kemudian melakukan
pendataan dan sosialisasi kepada pengguna. Untuk memperoleh izin KCI, para
pengguna membayar royalti untuk penggunaan satu tahun dimuka. KCI memberikan
Sertifikat Lisensi Pengumuman Musik (SLPM) yang berlaku dalam jangka waktu
satu tahun kedepan yang memperbolehkan menggunakan lagu dalam kegiatan
usahanya dan membebaskan pengguna dari segala tuntutan/gugatan dari pencipta
yang tergabung dalam organisasi KCI. Setelah satu tahun dan habisnya jangka waktu
SLPM, maka KCI melakukan konfirmasi kepada pengguna dan menanyakan apakah
ada perubahan data.
Implementasi pemungutan royalti lagu atau musik, KCI tidak serta merta
menerapkan standart baku perhitungan royalti. Standar baku prosentase lisensi tarif
0,5%, bergeser menjadi variabel bebas. Tahap negosiasi untuk penentuan besarnya
royalti/biaya lisensi yang dibayarkan. Pada pelaksanaannya, stasiun televisi lokal
Semarang termasuk Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Semarang, besarnya
tarif/biaya lisensi yang harus dibayar disamaratakan dengan TV swasta lokal lainnya.
Perlindungan tentang hak cipta karya musik dan lagu dilakukan melalui
tindakan preventif dan tindakan hukum. Tindakan preventif melalui pendaftaran,
perjanjian lisensi, seperti tertuang dalam Pasal 80 s/d 86 UU No. 28/2014 tentang
Hak Cipta
Music and Political Space in Ancient Egypt
Im alten Ägypten nahm Musik durch die Strukturierung von militärischen Paraden, könig-lichen Festen und religiösen Prozessionen eine wichtige Rolle im öffentlichen Raum ein. Alle diese Situationen können gleichzeitig auch als politische Räume verstanden werden, da sie immer auch zur politischen Kommunikation dienten. Der vorliegende Artikel un-tersucht, wie Musik und Musikinstrumente zu diesem Zweck verwendet wurden und wie politische Wirklichkeit sowie ihre Veränderungen sich in deren Auswahl widerspiegel
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK GENERATOR GAMBAR DAN MUSIK FRAKTAL DENGAN METODE ITERATED FUNCTION SYSTEM
Artikel menjelaskan analisis dan perancangan perangkat lunak yang dapat memanfaatkan geometri fraktal,
khususnya fraktal iterated function system, sebagai seni. Metode digunakan dalam penelitian adalah studi pustaka
dan studi laboratorium dengan menguji kinerja perangkat lunak tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
musik yang dikonversi dari geometri fraktal sangat bervariasi tergantung parameter dan jenis geometri gambar
fraktal yang dihasilkan. Disimpulkan, penggunaan jumlah iterasi fraktal yang berjumlah besar menghasilkan
gambar fraktal yang jelas dan musik fraktal yang rumit
Introduction: Music, Social Identity, Political Cohesion
Zwischen dem 5. und 1. Jhdt. v. Chr. betrachteten politische Theoretiker in China und Europa Musik als nützlichen Maßstab für den politischen Charakter und Zustand von Gesellschaften und ihren Machthabern. Auch wenn ihre Ansichten keiner wissenschaftlichen Basis entsprangen, können schriftliche Überlieferungen und archäologische Quellen heute herangezogen werden, um Musik und damit zusammenhängende kulturelle Äußerungen im Umfeld der Macht und ihren unmittelbaren Einflussbereichen zu verorten. Sie können so über Identität, Selbstverständnis, Ansehen und Status informieren: vom Haushalt über den Staat, bei Eroberungen und Machtausübung, im Fall von Widerständen und Rebellionen sowie in der Rechtsprechung, Diplomatie und Schlichtung. Allem Anschein nach können diese Quellen in der Tat etwas Neues über Machtbeziehungen, Ideologie und politischen Wandel in der antiken Welt vermitteln. Sie dienen zudem als indirekter Indikator für politische agency in schriftlosem Umfeld
Religiusitas Pada Remaja Ditinjau Dari Minat Terhadap Musik Islami, Pop, Dan Musik Metal
Religiusitas merupakan salah satu faktor utama dalam kehidupan manusia. Religiusitas yang tinggi ditandai dengan adanya keyakinan akan adanya Tuhan yang dimanivestasikan dalam proses individu mempelajari pengetahuan mengenai ajaran yang diyakininya dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agamanya. Perilaku menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang oleh agama akan memberikan rasa dekat dengan Tuhan, rasa bahwa doa-doa yang dipanjatkan selalu dikabulkan, rasa tenang, dan sebagainya. Sehingga perilaku keseharian individu benar-benar mencerminkan ajaran agamanya. Tujuan penelitian, yaitu ingin mengetahui bagaimana perbedaan religiusitas pada remaja ditinjau dari minat terhadap musik Islami, musik Pop, dan musik Metal di SMA Negeri I Tahunan Jepara.
Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa dari SMA Negeri I Tahunan, Jepara. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 117 siswa yang terbagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok peminat musik Islami, kelompok peminat musik Pop, dan kelompok peminat musik Metal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan cluster random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala religiusitas. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui perbedaan religiusitas antara ketiga kelompok tersebut adalah Statistic Non-Parametric.
Hasil penelitian menunjukkan remaja peminat musik Islami dengan remaja peminat musik Pop memiliki tingkat religiusitas yang sama, ditunjukkan oleh nilai p= 0,224 (p > 0,005). Selanjutnya, antara remaja peminat musik Pop dengan remaja peminat musik Metal memiliki religiusitas yang tampak sama, dilihat dari nilai p= 0,059 (p > 0,005). Sedangkan untuk remaja peminat musik Pop dengan remaja peminat musik Metal memiliki religiusitas yang berbeda, dilihat dari nilai p= 0,001 (p < 0,005). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu : (1) Tidak terdapat perbedaan religiusitas antara remaja peminat musik Islami dengan remaja peminat musik Pop; (2) Tidak terdapat perbedaan religiusitas antara remaja peminat musik Pop dengan remaja peminat musik Metal; (3) Terdapat perbedaan religiusitas antara remaja peminat musik Islami dengan remaja peminat musik Metal; (4) Remaja dengan minat terhadap musik Islami memiliki religiusitas yang paling tinggi dibandingkan remaja dengan minat terhadap musik Pop maupun musik Metal; (5) Remaja dengan minat terhadap musik Metal memiliki religiusitas yang paling rendah dibandingkan remaja dengan minat terhadap musik Islami dan musik Pop
Tvri Medan, Rri Medan Dan Taman Budaya Medan Sebagai Wadah Musik Orkestra Di Kota Medan
Mendengar kata musik orkestra bagi orang yang menggeluti dunia musik klasik memang sudah tidak asing lagi, tetapi bagi masyarakat awam tentu kata musik orkestra jarang mereka dengar bahkan ada yang tidak pernah mendengar. Penulis tertarik ingin menuliskan bagaimana masa-masa kejayaan musik orkestra di kota Medan. Seiring dengan berjalannya waktu kejayaan musik orkestra memudar bahkan menghilang digantikan oleh kelompok band, keyboard tunggal, duet, trio, perkusi, dan berbagai jenis aliran musik lainnya yang lebih easy listening. Mempersiapkan kelompok musik orkestra bukanlah hal yang mudah, disamping membutuhkan banyak pemain, banyak alat musik, banyak dana, kedisiplinan pemain musik dan waktu latihan yang ketat, belum lagi berkurangnya pemain musik disebabkan meninggal dunia atau pindah rumah beberapa hal inilah yang menjadi kendala menghilangnya musik orkestra di kota Medan yang dahulunya pernah mencapai puncak kejayaannya. TVRI, RRI dan Taman Budaya Medan adalah wadah yang sangat berjasa bagi perkembangan musik orkestra di Kota Medan. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan kemajuan zaman kini musik orkestra yang ada di TVRI, RRI dan Taman Budaya Medan sudah sangat berkurang keberadaannya bahkan bisa dikatakan menghilang. Sungguh sangat di sayangkan
Inkulturasi Musik Gereja Di Batak Toba Dan Simalungun (Inculturation of Church Music in Batak Toba and Batak Simalungun)
Musik ibadat Gereja sangat besar peranannya untuk mendukung terciptanya suasanaperibadatan. Nyanyian musik ibadat Gereja menjadi bersuasana lebih khidmat, terutamamembantu umat dalam berdoa, karena dengan nyanyian, doa dapat diungkapkan secara lebihmendalam. Penelitian ini mengetengahkan analisis hasil Lokakarya Musik Liturgi sebagaiproses Inkulturasi Musik Gereja di Batak Toba dan Simalungun dalam suatu kajian pustakapada tahun 1986 sampai tahun 1995, dengan tujuan realisasi dinamis dari kepentingan musikLiturgi dan suatu perembesan hidup Katolik ke dalam unsur-unsur budaya musik Batak Tobadan Simalungun pada khususnya serta untuk memperkaya musik Gereja Katolik. Penyesuaianmusik Gereja terhadap unsur musik daerah Batak Toba dan Simalungun terlihat jelas padahasil Lokakarya Musik Liturgi tersebut. Musik Batak Toba pada umumnya bersifat kuat danmegah. Musik Batak Simalungun bersifat tenang, mengalir. Maka dua corak musik Batak inidapat memperkaya khasanah musik Gereja
Lomba Musik Dalam Kontekstual Apresiasi Umum (Music Contest in General Appreciation Context)
Musik hidup dalam komunikasi pencipta dan penikmatnya, ia hadirsebagai sebuah bentuk seni dengan medium audio (pendengaran).Keberdayaannya di masyarakat tidak lepas dari suasanakeuniversalannya. Upaya-upaya memahami musik dengan lebih seriuskadang-kadang kurang begitu diperhatikan. Bentuk apresiasi musik yanglebih serius kurang mendapat tempat. Salah satu bentuk apresiasi musiksebenarnya sudah menggejala di masyarakat sejak tahun 70-an ialahlomba musik. Dengan adanya lomba musik diharapkan masyarakat dapatmemahami musik dengan lebih baik. Apresiasi musik denganmenggunakan metode lomba musik bersifat sederhana namun berdayajangkauluas, serta ekonomis
- …
