33,028 research outputs found
Flash aplikace komunikující s LMS MOODLE
To, že se ve vývojovém prostředí Adobe Flash dají vytvářet kvalitní výukové materiály od animací až po výukové programy, není žádnou novinkou. Studijní materiály musíme samozřejmě někde zpřístupnit studentům, k čemuž je velmi hojně využíván LMS Moodle, který je uživatelsky přívětivý a i méně technicky zdatní pedagogové jsou schopni v něm vytvářet kurzy pro svoje studenty. Nicméně LMS Moodle na vše sám nestačí a někdy je nutné pro tvorbu specifických studijních materiálů sáhnout po něčem jiném – například po Adobe Flash. Naštěstí je možné aplikace vytvořené v Adobe Flash vložit do LMS Moodle a docílit i toho, že Flash aplikace a LMS Moodle spolu budou komunikovat. Tento příspěvek si klade za cíl poskytnout návod, jak je možné této vzájemné komunikace docílit.The fact that in Adobe Flash can create high-quality educational materials from animations to tutorials, is not new. Study materials we obviously somewhere to make students, which is very widely used LMS Moodle, which is user friendly and even less technically savvy educators are able to create it in courses for their students. However, LMS Moodle itself is not enough for everything, and sometimes it is necessary for the formation of specific learning materials to reach for something else - for example, Adobe Flash. Fortunately, applications created with Adobe Flash embed into Moodle LMS and achieve that and that Flash applications and LMS Moodle will communicate. This paper aims to provide guidance on how to achieve this mutual communication
EVALUASI PELAKSANAAN UJIAN ONLINE DENGAN MENGGUNAKAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM MOODLE PADA MATA KULIAH PNEUMATIK HIDROLIK
Aris Puja Widikda. EVALUASI PELAKSANAAN UJIAN ONLINE DENGAN
MENGGUNAKAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM MOODLE PADA MATA
KULIAH PNEUMATIK HIDROLIK. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari : 2013.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang: (1) Faktor-faktor
yang mendukung pelaksanaan ujian online menggunakan LMS Moodle,(2) Faktor -faktor
yang menghambat pelaksanaan ujian online menggunakan LMS Moodle, (3) Kualitas ujian
online menggunakan LMS Moodle, (4) Manfaat ujian online menggunakan LMS Moodle.
Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Teknik Mesin FKIP UNS
Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif evaluatif model CIPP
(Context, Input, Process, dan Product). Populasi penelitian ini adalah populasi yang
terjangkau, yaitu 58 peserta ujian online Uji Kompetensi ke-4 mata kuliah pneumatik hidrolik
semester tiga tahun angkatan 2012. Teknik pengumpulan data dengan angket, wawancara, dan
dokumentasi. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi. Teknik
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui analisis rata-rata yang dinilai
berdasarkan kriteria evaluasi.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan ujian
online menggunakan LMS Moodle yaitu; (a) pada aspek konteks; kemampuan peserta dalam
menggunakan aplikasi moodle cukup tinggi, sarana yang dimiliki mahasiswa untuk
mengoprasikan aplikasi moodle cukup memadai, grafis/ tampilan aplikasi moodle cukup
menarik, konten aplikasi moodle dalam ujian online cukup lengkap. (b) pada aspek input;
upaya yang dilakukan peserta dalam meningkatkan kemampuan menggunakan aplikasi
moodle cukup memadai, upaya yang dilakukan peserta dalam menyediakan sarana yang
digunakan untuk mengoprasikan aplikasi moodle memadai, upaya yang dilakukan peserta
dalam meningkatkan kemampuan penggunaan kontent aplikasi moodle memadai. (c) pada
aspek proses; penggunaan sarana aplikasi moodle dalam pelaksanaan ujian online memadai,
pemanfaatan konten aplikasi moodle dalam proses ujian online cukup mudah. (d) pada aspek
produk; kualitas penilaian cukup tinggi, dan manfaat penilain tinggi. (2) Faktor-faktor yang
menghambat ujian online menggunakan LMS Moodle adalah waktu pelaksanaan ujian online
dan durasi waktu pelaksanaan ujian online. (3) Kualitas ujian online cukup tinggi.
(4) Manfaat ujian online yang tinggi meliputi; kecermatan penilaian cukup tinggi, efisiensi
waktu penilaian cukup tinggi, keefektifan penilaian cukup tinggi, kepraktisan pengerjaan
cukup tinggi, aksessibilitas penilaian tinggi, kerahasiaan soal tinggi, pengamanan jawaban
tinggi, pengamanan hasil penilaian tinggi.
Kata Kunci: Evaluasi, Ujian Online, LMS Moodl
PROTOTYPE MATERI E-LEARNING JARINGAN KOMPUTER MENGACU SCORM (Sharable Content Object Reference Model) DILENGKAPI DENGAN TINCAN API
Manfaat e-learning akan semakin terasa apabila kita dapat saling berbagi konten tanpa dibatasi oleh sistem/platform LMS yang dipergunakan, sehingga kita bisa mendapatkan banyak keuntungan jika kita dapat leluasa berbagi konten, selain itu peran guru pada pembelajaran e-learning bukan hanya membuat materi ajar, tetapi juga memperhatikan dan mengikuti perkembangan kegiatan pembelajaran serta perilaku peserta didik dalam mengakses bahan ajar yang tersedia agar dapat melakukan penilaian khususnya penilaian afektif peserta didik. Untuk itu mengoptimalkan fungsi e-learning menjadi hal yang harus dilakukan yaitu dengan mengembangkan materi/konten e-learning pada LMS agar dapat digunakan pada berbagai LMS, menerapkan fitur SCORM yang dapat mengetahui perilaku peserta didik secara lebih optimal pada LMS yang ada khususnya moodle, mengetahui usability sistem (LMS) yang diintegrasikan dengan SCORM dan mengetahui potensi adanya kemungkinan evaluasi ranah afektif yang dapat dilakukan pada LMS yang dilengkapi fitur SCORM. Metode yang dugunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode penelitian pengembangan (Development Research, DR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi LMS moodle pada saat ini sudah memiliki fitur pelacak waktu dan komunikasi online sehingga dapat dinilai bahwa LMS moodle sudah cukup optimal untuk dapat menerapkan evaluasi ranah afektif, untuk membuat materi/konten pada LMS yang dapat digunakan oleh berbagai LMS adalah dengan mengemas (packaging) konten menggunakan authoring tools seperti Ispring, untuk menerapkan fitur SCORM agar dapat mengetahui perilaku peserta didik secara lebih lengkap adalah dengan menggunakan konten yang telah di kemas kedalam SCORM kemudian mengintegrasikan LMS moodle dengan scorm-cloud yang disediakan oleh SCORM untuk digunakan secara free, dari hasil pengukuran usability menggunakan kuisioner USE pada LMS moodle yang telah menerapkan SCORM menunjukkan bahwa LMS Moodle lebih optimal dalam melakukan evaluasi, dan evaluasi ranah afektif dapat dilakukan pada LMS yang menggunakan SCORM yaitu dengan memanfaatkan fitur pelacak keterselesaian, pelacak waktu, komunikasi online dan laporan skor
Обеспечение самостоятельной работы студентов средствами Learning Management System
In the article application of remote technologies for maintenance of independent work of students at the subject «Resistance of materials» in LMS Moodle is considered.В статье рассматривается применение дистанционных технологий для обеспечения самостоятельной работы студентов по курсу «Сопротивление материалов» в среде LMS Moodle
FRONT-END WEBSITE SYSTEM UNTUK MENINGKATKAN USABILITY LMS MOODLE DENGAN MENGGUNAKAN METODE HUMAN-CENTERED SOFTWARE ENGINEERING
Dalam menjalankan elearning, dibutuhkan platform atau alat, salah satunya adalah dengan menggunakan Learning Management System (LMS) Moodle. Kendala yang dihadapi dalam lingkungan korporasi adalah kurangnnya motivasi dari pengguna yang disebabkan kurangnya daya guna (usability) LMS Moodle itu sendiri. Usability menurut ISO 9241-11 adalah tingkat di mana sebuah produk digunakan oleh pengguna tertentu untuk mencapai tujuan tertentu dengan efektif, efisien, dan memperoleh kepuasan dalam lingkup penggunaannya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan LMS Moodle dari sisi usability dengan studi kasus pada perusahaan Comlabs USDI ITB dan PT Bank Internasional Indonesia (BII). Diharapkan pengguna elearning dapat lebih fokus untuk mempelajari konten yang terdapat di dalam elearning tanpa harus terganggu dengan antarmuka yang kurang userfriendly. Penelitian ini menggunakan metode Human-Centered Software Engineering yang di dalamnya terdapat dua tahapan. Pada tahap pengukuran, metode yang digunakan adalah pendekatan Usability Engineering dengan teknik query. Teknik query ini menggunakan butir-butir pernyataan yang sudah dipakai sebagai standar pengujian usability yaitu CSUQ (Computer Study Usability Questionnaire). Setelah itu untuk mengembangkan perangkat lunak yang dapat meningkatkan tingkat usability dari LMS Moodle digunakan metode Rational Unified Prosess (RUP). Dari hasil pengujian didapatkan bahwa perangkat lunak yang dikembangkan dengan nama Front-End Website System (FEW) dapat meningkatkan penggunaan LMS Moodle dengan tingkat usability mencapai kenaikan sebesar 20%.
Kata Kunci: Front-End Website System, Human-Centered Software Engineering, Usability Engineering, Rational Unified Process, Moodle, Elearning, CSUQ
In order to run an elearning system, the user need a tools or platform, one of them is Moodle as Learning Management System (LMS). In corporate environments the obstacle when a company use an elearning system is the less motivated employee due to bad usability of the LMS itself. From ISO 9241-11 usability is the extent to which a product can be used by specified users to achieve specified goals with effectiveness, efficiency and satisfaction in a specified context of use. Therefore, this study aims to improve the Moodle LMS in terms of usability with a case study on the company Comlabs USDI ITB and PT Bank Internasional Indonesia (BII). The expected result from this research is to make user of the elearning become more focus to learn the content without disturbed by not user friendly interface. This research using Human-Centered Software Engineering method which is have two steps in its development. Usability Engineering method with query technique was used when measure usability level. Query technique consist of questions based on Computer Study Usability Questionnaire (CSUQ) that has been standard for evaluating usability. Rational Unified Process (RUP) has been chosen as software engineering method for developing system which can improve usability Moodle LMS. In this research the result showed that the system which has been developed and called Front-End Website System (FEW) can improve Moodle LMS usability and reached 20% increments.
Keywords: Front-End Website System, Human-Centered Software Engineering, Usability Engineering, Rational Unified Process, Moodle, Elearning, CSU
Опыт использования облачного хостинга MoodleCloud
Рассматриваются виды выделяемых облачных вычислений и подходы одного из вузов к перемещению в «облако» такой системы управления обучением (Learning Management Systems – LMS), как Moodle, направленные на поддержку электронного (дистанционного) и смешанного обучения. На основе нашего небольшого опыта использования этой облачной учебной среды можно сделать выводы: облачный хостинг поддерживает полную версию LMS Moodle с минимальными ограничениями, обеспечивает проведение видеоконференций или вебинаров, позволяет настроить сайт под определенные потребности вуза, применять мобильное приложение для полной поддержки Moodle
ANALISIS BEHAVIORAL TRACKING PADA LEARNING MANAGEMENT SYSTEM DENGAN ALGORITMA ASSOCIATION RULES APRIORI
Pembelajaran online yang sudah banyak diterapkan di berbagai institusi pendidikan memberikan banyak kemudahn, dan efek positif pada pembelajaran, apalagi jika dilakukan beriringan dengan pembelajaran konvensional. Pembelajaran online membantu kesulitan pengajar pada pembelajaran konvensional dimana proses pembelajaran setiap individu siswa sulit diketahui secara mendetail oleh pengajar karena banyaknya siswa yang ada. Dengan pembelajaran online berbantu Learning Management System (LMS), pengajar dapat mengetahui proses pembelajaran tiap individu siswa dengan cara menganalisis log aktivitas siswa pada LMS yang sering disebut dengan behavioral tracking. LMS yang dijadikan bahan penelitian ini adalah Moodle yang telah diaplikasikan pada ¬e-learning Departemen Pendidikan Ilmu Komputer UPI. Salah satu model behavioral tracking yang mampu membantu pengajar dalam mengetahui status pembelajaran siswa secara detail adalah Monitoring Online Course with Log Data (MOCLog) model. Dengan menggabungkan concept map, dan solution map, model ini dapat menganalisis log data pada LMS Moodle, dan menghasilkan status pembelajaran untuk tiap individu siswa. Kemudian pengajar juga dapat mengetahui ciri perilaku apa yang dominan, dan paling berpengaruh pada status pembelajaran siswa dengan teknik association rule data mining dengan algoritma apriori. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa status pembelajaran dominan pada course ‘Jaringan Komputer’ adalah 84.,75% siswa berstatus Pembelajaran Sedang (Rerata Siswa Rajin)’ sedangkan aktivitas ‘Rajin Mengakses Course’ menjadi aktivitas yang sangat mempengaruhi status belajar siswa pada course LMS Moodle dengan 48 kali.;---Online learning has been applied in various educational institutions, and have some positive effects on the conventional learning, especially if both learning si collaborated. Online learning helps teaching difficulties in conventional learning where each individual student learning process is hard to know in detailed by the teacher because of the large number of students. With online learning assisted by Learning Management System (LMS) teachers can know each individual student learning process by analyzing student log activity on the LMS which is often called by behavioral tracking. LMS used as research material is Moodle that has been applied to the Deparyemen Pendidikan Ilmu Komputer UPI. One of behavioral tracking model that can help determine the student’s learning status is Monitoring Online Course with Log Data (MOCLog) model. By combining the concept map, and solution map, this model can analyze log data on Moodle LMS, and generate learning status of each individual student. Then the teacher can determine what behavioral traits are dominant, and most influential on learning with association rule data mining technique with apriori algorithms. This study provide that dominant learning status on the course ‘Jaringan Komputer’ with 84,75 % students is ‘Status Pembelajaran Sedang (Rerata Siswa Rajin)’ while ‘Rajin Mengakses Course' to be an avtivity thet greatly affect the student's learning status in the Moodle LMS course with 48 times
The use of learning management platforms in school context - a national study
This report results from a national study carried out under the Project “Educational application of learning management platforms”, supported and funded by the Computers, Networks, and Internet in Schools department of the Portuguese Ministry of Education- General Directorate for Innovation and Educational Development. This report has been developed by the ICT Competence Centre of the Faculty of Sciences- University of Lisbon, during the school year 2007/2008
Дистанционное обучение теоретическим основам химии и неорганической химии с использованием системы MOODLE
В статье анализируются возможности эффективного применения элементов интерактивного обучения с помощью LMS MOODLE на кафедре общей и неорганической химии Белорусского государственного технологического университета. MOODLE является обучающей платформой, предназначенной для обеспечения педагогов, администраторов и учащихся надежной, безопасной и комплексной системой для создания персонализированной среды обучения. MOODLE построен по проекту MOODLE, который возглавляет и координирует австралийская компания MOODLE HQ при финансовой поддержке партнеров сети MOODLE по всему миру. Отмечено, что использование электронных материалов и средств обучения эффективно для достижения образовательных целей при изучении дисциплин «Теоретические основы химии» и «Неорганическая химия», которые реализуются с помощью компьютерных сетей. / The opportunities of effective application of interactive learning elements based on LMS MOODLE at the Belarusian State Technological University аt the Department of General and Inorganic Chemistry are analyzed. MOODLE is a learning platform designed to provide educators, administrators and students with a reliable, secure and complex system to create personalized learning environment. MOODLE is built by the MOODLE project headed and coordinated by the MOODLE HQ Australian Company which is worldwide financially supported by a MOODLE partner companies’ network. The electronic material and teaching facilities employment is supposed to be effective for educational goals achievement in the study “Theoretical Foundations of Chemistry” and “Inorganic Chemistry”, that are realized through computer networks
A case study for measuring informal learning in PLEs
The technological support for learning and teaching processes is constantly changing. Information and Communication Technologies (ICT) applied to education, cause changes that affect the way in which people learn. This application introduces new software systems and solutions to carry out teaching and learning activities. Connected
to ICT application, the emergence of Web 2.0 and its use in learning contexts enables an online implementation of the student-centred learning paradigm. In addition, 2.0 trends provide “new” ways to exchange, making easier for informal learning to become patent.
Given this context, open and user-centered learning environments
are needed to integrate such kinds of tools and trends and are commonly described as Personal Learning Environments. Such environments coexist with the institutional learning management systems and they should interact and exchange information between them. This interaction would allow the assessment of what happens in the personal environment from the institutional side.
This article describes a solution to make the interoperability possible between these systems. It is based on a set of interoperability scenarios and some components and communication channels. In order to test the solution it is implemented as a proof of concept and the scenarios are validated through several pilot experiences. In this article one of such scenarios and its evaluation experiment is described to conclude that functionalities from the institutional environments and the personal ones can be combined and it is possible to assess what happens in the activities based on them.Peer ReviewedPostprint (published version
- …
