673,631 research outputs found

    Cabaran pelajar antarabangsa di Kolej Kediaman UTHM

    Get PDF
    Setiap pelajar mempunyai pelbagai cabaran tersendiri semasa mereka mengikuti pengajian di peringkat universiti. Cabaran ini terpaksa dilalui oleh mereka dan besar kemungkinan ianya akan mempengaruhi pencapaian akademik pelajar. Oleh sebab itu, kajian ini dilakukan untuk mengenal pasti masalah dominan yang dihadapi oleh pelajar antarabangsa yang tinggal di Kolej Kediaman UTHM. Masalah penyesuaian yang dikaji meliputi akademik, sosial dan peribadi-emosi. Selain itu, kajian ini dijalankan untuk mengenal pasti tahap keselesaan interaksi dalam kalangan pelajar antarabangsa. Perbezaan antara masalah yang dihadapi dengan ciri-ciri demografi juga turut dikaji. Kajian berbentuk tinjauan deskriptif dan inferensi ini menggunakan borang soal selidik sebagai instrumen di mana ia melibatkan 98 orang pelajar antarabangsa yang tinggal di Kolej Kediaman UTHM. Data yang diperoleh telah dianalisis menggunakan pendekatan Rasch Model melalui perisian Winstep versi 3.69. Hasil kajian mendapati (i) masalah penyesuaian sosial dilihat sebagai masalah dominan yang dihadapi oleh pelajar antarabangsa dengan nilai mean measure 0.18 logit; (ii) tahap keselesaan interaksi dalam kalangan pelajar antarabangsa pula berada pada tahap sederhana dengan nilai skor min 2.70; (iii) tiada perbezaan yang signifikan antara masalah penyesuaian akademik dengan CPA; (iv) tiada perbezaan yang signifikan antara masalah penyesuaian sosial dengan CPA; (v) tiada perbezaan yang signifikan antara masalah penyesuaian peribadi-emosi dengan CPA; (vi) tiada perbezaan yang signifikan antara masalah penyesuaian akademik dengan negara; (vii) tiada perbezaan yang signifikan antara masalah penyesuaian sosial dengan negara; (viii) terdapat perbezaan yang signifikan antara masalah penyesuaian peribadi-emosi dengan negara. Diharap maklumat daripada tulisan ini akan memberikan kesedaran dan manfaat bagi semua mengenai isu berkaitan dengan cabaran pelajar antarabangsa untuk kesejahteraan warga dan organisasi

    Agama dan masalah-masalah sosial

    Get PDF

    KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL TANAH SURGA MERAH KARYA ARAFAT NUR KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL TANAH SURGA MERAH KARYA ARAFAT NUR

    Get PDF
    ABSTRAKPratiwi, Yulis Indah. 2018. Kritik Sosial dalam Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1) Dr. Mohd. Harun, M.Pd., (2) Herman R, S.Pd., M.Pd.Kata kunci: kritik sosial, masyarakat, novel tanah surga merah.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kritik sosial dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur; (2) mendeskripsikan bentuk penyampaian kritik sosial dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kajian pustaka Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur terdapat sepuluh jenis kritik sosial, yaitu: (1) kritik sosial masalah ekonomi, (2) kritik sosial masalah moral, (3) kritik sosial masalah pendidikan, (4) kritik sosial masalah teknologi, (5) kritik sosial masalah agama, (6) kritik sosial masalah politik, (7) kritik sosial masalah gender, (8) kritik sosial masalah kekerasan, (9) kritik sosial masalah narkoba, dan (10) kritik sosial masalah seks di luar nikah. Kritik sosial yang paling sering muncul adalah kritik sosial masalah moral, kritik sosial masalah politik, dan kritik sosial masalah pendidikan, sedangkan kritik sosial yang paling sedikit muncul adalah kritik sosial masalah teknologi dan kritik sosial masalah gender. Bentuk penyampaian kritik sosial dalam novel Tanah Surga Merah dilakukan pengarang dengan teknik langsung dan teknik tidak langsung. Bentuk penyampaian langsung lebih dominan digunakan oleh pengarang karena terdapat sebanyak 50 kutipan menggunakan bentuk penyampaian langsung, sedanglan bentuk penyampaian tidak langsung terdapat sebanyak 5 kutipan

    PROBLEMATIKA SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA MARIA MAGDALENA KARYA FRIEDRICH HEBBEL: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) masalah-masalah sosial yang terjadi dalam drama Maria Magdalena, (2) penyebab masalah sosial yang terjadi dalam drama Maria Magdalena. Objek penelitian ini adalah drama Maria Magdalena karya Friedrich Hebbel. Data diperoleh dengan teknik membaca dan mencatat. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan validitas semantis dan expertjudgement dan reliabilitas yang digunakan adalah reliabilitas intrarater dan interrater. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) masalah-masalah sosial dalam drama ini terdiri dari tiga macam yaitu (a) konflik dan kesenjangan, (b) perilaku menyimpang, dan (c) perkembangan manusia. (a) konflik dan kesenjangan meliputi kemiskinan dan pelecehan seksual, (b) perilaku menyimpang meliputi gangguan mental dan kejahatan, dan (c) perkembangan manusia meliputi masalah keluarga. (2) Penyebab masalah sosial dalam drama ini dipengaruhi oleh empat faktor yaitu (a) kemiskinan sebagai faktor ekonomis penyebab masalah sosial, (b) penyakit sebagai faktor biologis penyebab masalah sosial, (c) masalah sosial sebagai penyebab faktor psikologis bunuh diri, dan (d) kejahatan dan konflik sebagai faktor kebudayaan penyebab masalah sosial

    KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN PEMBUNUH KETUJUH KARYA HERMAN RN

    Get PDF
    ABSTRAKKata Kunci : Kritik Sosial, Cerpen Penelitian yang berjudul Kritik Sosial dalam Kumpulan Cerpen Pembunuh Ketujuh Karya Herman RN ini membahas tentang kritikyang terdapat dalam kumpulan cerpen Pembunuh Ketujuh karya Herman R.N serta bagaimana bentuk penyampaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kritik sosial dan bentuk penyampaian kritik sosial dalam kumpulan cerpen Pembunuh Ketujuh karya Herman RN.Penelitian kritik sosial ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologisastra. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik analisis isi, yaitu dengan tahapan menandai bagian-bagian teks dalam kumpulan cerpen yang memiliki unsur kritik sosial, mengelompokkan data yang telah diperoleh ke dalam tabel khusus yang memuat data dari kumpulan cerpen Pembunuh Ketujuh sesuai dengan jenis-jenis kritik sosial dan bentuk penyampaiannya, mengelompokkan data berdasarkan kriteria yang sesuai, menyajikan data dalam bentuk deskriptif ke dalam laporan penelitian, dan menganalisis data. Analisis data dilakukan dengan tahapan menguraikan suatu pokok atas berbagai bagiannya, menelaah bagian-bagian yang ditandai serta melihat hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik sosial dalam kumpulan cerpen Pembunuh Ketujuh karya Herman RNmeliputi: kritik sosial masalah moral, kritik sosial masalah gender, kritik sosial masalah ekonomi, kritik sosial masalah pendidikan, kritik sosial masalah politik, kritik sosial masalah keluarga, dan kritik sosial masalah agama sedangkan bentuk penyampaian kritiknya, pengarang menggunakan bentuk penyampaian langsung dan tidak langsung

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAAH

    Get PDF
    Permasalahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, begitu juga mahasiswa. Permasalahan yang terjadi dapat memunculkan ketegangan-ketegangan apabila tidak terselesaikan dengan baik. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah adalah dukungan sosial. Dukungan sosial yaitu interaksi sosial atau hubungan sosial yang diberikan kepada individu berupa informasi, saran, perhatian, kasih sayang dan kepercayaan yang berasal dari lingkungan sosialnya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan pemecahan masalah pada individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) hubungan dukungan sosial dengan kemampuan pemecahan masalah, 2) tingkat dukungan sosial, 3) tingkat kemampuan pemecahan masalah. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat I dan II Universitas Nusantara PGRI Kediri, berusia antara 18 – 23 tahun. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan studi populasi. Pengumpulan datanya menggunakan skala dukungan sosial dan skala kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik analisis product moment diperoleh nilai koefisien (r) sebesar 0, 442 dengan p < 0,01. Hal ini berarti hipotesis yang penulis ajukan terbukti yaitu ada hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dengan kemampuan pemecahan masalah. Ketika seseorang mendapatkan dukungan sosial yang tinggi maka kemampuan pemecahan masalah yang diperoleh akan tinggi pula. Sebaliknya ketika seseorang mendapatkan dukungan sosial yang rendah maka kemampuan pemecahan masalah yang dimilki juga akan rendah. Variabel dukungan sosial mempunyai rerata empirik (RE) sebesar 108,290 dengan rerata hipotetik (RH) sebesar 87,5. Variabel kemampuan pemecahan masalah mempunyai rerata empirik (RE) sebesar 111,220 dengan rerata hipotetik (RH) sebesar 92,5. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial dengan kemampuan pemecahan masalah pada subjek penelitian tergolong tinggi

    Masalah sosial: Apa peranan komuniti?

    Get PDF
    Hampir setiap hari masyarakat di negara ini didedahkan dengan pelbagai masalah sosial. Masalah yang berlaku pada hari ini tidak mengira bangsa, agama, keturunan, dan umur. Keadaan menjadi lebih serius lagi apabila kebanyakkan mereka yang terlibat dengan pelbagai masalah sosial ini adalah dikalangan remaja. Senario ini tidak boleh dibiarkan berlarutan kerana ia akan memberikan kesan yang amat ketara kepada pembangunan dan kestabilan negara pada masa hadapan. Justeru itu pelbagai langkah drastik perlu dilaksanakan sebelum masalah sosial yang berlaku di negara ini terutamanya di kalangan remaja menjadi lebih serius lagi. Pelbagai pihak perlulah berganding bahu untuk memastikan masalah sosial yang berlaku pada hari dapat diselesaikan dengan secepat mungkin sebelum terlambat. Sebelum nasi menjadi bubur, pihak-pihak yang terlibat perlulah melangsanakan pelbagai langkah yang perlu untuk membenteras masalah sosial ini. Kertas kerja ini akan membincangkan peranan yang perlu dimainkan oleh komuniti untuk memastikan masalah sosial yang berlaku pada hari dapat dibendung dengan berkesan. Pendekatan yang dikenali sebagai Community Centered Model (CCM), akan membincangkan dengan terperinci apakah peranan yang perlu dimainkan oleh komuniti yang terlibat untuk menyelesaikan masalah sosial yang berlaku pada hari ini. Strategi dan kaedah yang dicadangkan oleh model ini akan dapat membantu setiap komuniti yang terlibat untuk menyelesaikan sebarang masalah sosial yang berlaku. Adalah diharapkan melalui cadangan yang dikemukan oleh CCM ini, komuniti di negara ini bukan sahaja mampu untuk membenteras masalah sosial yang berlaku dengan lebih berkesan, malah ia juga dapat membawa masyarakat yang terlibat ke arah kemajuan yang membanggakan di masa yang akan datang

    KRITIK SOSIAL PADA ISU LOKAL (Analisis Wacana Kritis Rubrik Ngenjungak Kolom Budaya Harian Pos Belitung Edisi Januari 2010)

    Get PDF
    Studi ini menganalisis kritik sosial yang terkandung dalam tulisan-tulisan Ngenjungak di kolom budaya Pos Belitung edisi Januari 2010. Tujuan analisis ini adalah untuk melihat bagaimana suatu kritik disajikan dalam tulisan Ngenjungak edisi Januari 2010. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kritis model Norman Fairclough dengan pendekatan kualitatif. Objek yang digunakan yaitu Rubrik Ngenjungak di Harian Pos Belitung edisi Januari 2010, sebanyak 5 judul tulisan, yaitu : Bajuk Sapari Kik Gani, Debelit Sare Sampai Ke Tue, Nyemperak Deterepak Sinyal, Sang Pengupi, dan Lubang Kijing. Kritik sosial yang terdapat dalam tulisan dibagi kedalam dua kategori, pertama berupa kritik sosial terhadap politik dan pemerintahan yang meliputi masalah pembangunan yang belum merata (listrik di Selat Nasik), masalah politik (politik habis-habisan dalam kampanye), peradilan dan mafia kasus (kasus Century yang belum tuntas), masalah BBM. Kedua, kritik sosial terhadap masalah sosial dan budaya masyarakat, meliputi masalah kehidupan anak muda yang sulit diatur, masalah penggunaan handphone tidak pada tempatnya yang mengakibatkan kerugian, masalah masyarakat yang saat ini kurang untuk beribadah di masjid, namun lebih mudah untuk datang ke tempat hiburan. Kemudian masalah kawin cerai, dan masalah masyarakat yang banyak membicarakan orang lain di warung kopi. Dari kritik-kritik yang disajikan, hampir semua tulisan memuat kritik sosial, baik terhadap pemerintah maupun terhadap masyarakat. Untuk edisi Januari 2010, kritik sosial terhadap politik dan pemerintahan terdapat pada 4 dari 5 judul tulisan. Sedangkan kritik sosial terhadap masalah sosial budaya terdapat di semua judul

    Masalah-masalah sosial dalam masyarakat multietnik

    Get PDF
    Menurut estimasi Juli 2003, Penduduk Indonesia berjumlah 234.893.453 orang dan tersebar di 17.000 pulau (Taum, 2006). Indonesia merupakan salah satu di antara sedikit negara di dunia yang memiliki karakteristik sebagai negara multietnik. Di Indonesia diperkirakan terdapat 931 etnik dengan 731 bahasa. Ada etnis yang besar dan ada yang kecil (lihat Lampiran 1). Etnis besar di Indonesia antara lain: Jawa, Sunda, Madura, Melayu, Bali, Minangkabau, Batak, Dayak, Bugis, dan Cina. Sebagai negara yang multietnis, tidak hanya bentuk fisik melainkan juga sistem religi, hukum, arsitektur, obat-obatan, makanan, dan kesenian orang Indonesia pun berbeda-beda menurut etnisnya. Indonesia juga merupakan sebuah negara yang mempunyai tradisi religi atau agama yang cukup kuat. Ada lima agama besar di Indonesia, yakni Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha. Dalam beberapa tahun ini, setelah tahun 1998, Kong Hu Cu juga mulai kembali berpengaruh di Indonesia. Indonesia ibarat sebuah taman yang ditumbuhi aneka bunga berwarna-warni. Akan tetapi, jika keragaman itu tidak dikelola dengan baik, konflik akan mudah pecah. Futurolog terkemuka seperti John Naisbitt dan Alfin Toffler juga memprediksikan tentang menguatnya kesadaran etnik (ethnic consciousnes) di banyak negara pada abad ke-21. Berbagai peristiwa pada dua dasawarsa terkahir abad ke-20 memang perlawanan terhadap dominasi negara ataupun kelompok-kelompok etnik lain. Berjuta-juta nyawa telah melayang dan banyak orang menderita akibat pertarungan-pertarungan itu. Samuel Huntington (1997) merupakan futurolog yang pertama kali mensinyalir bakal munculnya perbenturan antar masyarakat "di masa depan" yang akan banyak terjadi dalam bentuk perbenturan peradaban “clash of civilisation.” Sentimen ideologis yang selama ini dominan dalam perang dingin, berubah dengan sentimen agama dan budaya. Blok-blok dunia juga akan banyak ditentukan oleh kepemihakan terhadap agama dan kebudayaan

    Efektivitas Kebijakan Sosial dalam Pemecahan Masalah Sosial

    Full text link
    Social policy was understood as a response of government toward social problems steam from individuals and systems, as well as social structures and social institutions. Thus the effectiveness of social policies in solving social problems will only be achieved if social policies not only general in changes and improvements at the individual level, but also able to promote social change through institutional and structural transformation. While not ignoring government's role as the main actor, this paper emphasizes the importance of society in fostering social transformation
    corecore