965,375 research outputs found

    SPIDA: Abstracting and generalizing layout design cases

    Get PDF
    Abstraction and generalization of layout design cases generate new knowledge that is more widely applicable to use than specific design cases. The abstraction and generalization of design cases into hierarchical levels of abstractions provide the designer with the flexibility to apply any level of abstract and generalized knowledge for a new layout design problem. Existing case-based layout learning (CBLL) systems abstract and generalize cases into single levels of abstractions, but not into a hierarchy. In this paper, we propose a new approach, termed customized viewpoint - spatial (CV-S), which supports the generalization and abstraction of spatial layouts into hierarchies along with a supporting system, SPIDA (SPatial Intelligent Design Assistant)

    ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIK SISWA DENGAN MENGGUNAKAN GRADED RESPONSE MODELS (GRM)

    Get PDF
    Salah satu kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh siswa melalui pembelajaran matematika adalah kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, dalam assesmen hasil belajar matematika siswa, seharusnya memuat butir-butir soal yang ditujukan untuk mengukur kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan teori respon butir (Item Response Theory, IRT), dengan pendekatan Graded Response Models (GRM). GRM dipilih karena sesuai dengan karakteristik dari respon tes, yaitu berupa politomus ordinal. Subjek penelitian adalah 160 siswa berasal dari dua sekolah di Cirebon, yaitu 70 siswa dari MTs Al-Ishlah Bobos dan 90 siswa dari SMPN 1 Dukupuntang. Hasil estimasi parameter kemampuan berpikir kritis matematik siswa menunjukkan bahwa 4,2% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis matematik sangat tinggi, 16,4% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis matematik tinggi, 65,7% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis matematik rata-rata, 13,5% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis matematik rendah, dan tidak ada siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis matematik sangat rendah. Katakunci: berpikir kritis, graded response models, teori respon buti

    Pengaruh Emotional Quotient (Eq) Terhadap Kreativitas Berpikir Matematika Siswa (Studi Kasus Di Kelas VIII SMPN 4 Kota Cirebon)

    Full text link
    Berpikir adalah proses mental seseorang yang lebih dari sekedar mengingat dan memahami. Dengan berpikir, maka kita akan menemukan pemahaman yang kita kehendaki. Prosespembelajaran yang terjadi saat ini di sekolah cenderung monoton dan hanya mengandalkankecerdasan intelektual saja. Kecenderungan orang berpendapat bahwa Matematika ituhanya dapat diselesaikan dengan menggunakan IQ saja, padahal dalam memecahkan permasalahan matematika juga diperlukan kesabaran, ketelitian dan kestabilan emosi. Ini berarti, semakin siswa dapat mengelola emosinya dengan baik maka semakin dapatmemunculkan ide-ide kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan. Berdasarkan studipendahuluan penulis di SMP Negeri 4 Kota Cirebon, ada beberapa siswa yang tergolongcerdas secara emosi, ia mampu memecahkan suatu permasalahan belajar dengan sesuatuyang baru. Padahal mayoritas mereka tinggal di daerah perkotaan yang rentan akanlabilnya emosi. Sehingga ini adalah hal yang menjadi permasalahan dalam penelitianpenulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi Emotional Quotient (EQ)siswa dalam pembelajaran matematika, seberapa tinggi kreativitas berpikir matematikasiswa dalam menyelesaikan soal dan untuk mengetahui besarnya pengaruh EmotionalQuotient (EQ) terhadap kreativitas berpikir matematika siswa kelas VIII. Semakin tinggi IQseseorang, semakin penting Emotional Quotient (EQ) berperan bagi orang tersebut karenaIQ tidaklah berarti tanpa disertai dengan EQ. Sehingga keduanya pun akan berfungsi secaraseimbang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif,sedangkan metode penelitiannya menggunakan metode expostfacto. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Kota Cirebon yang berjumlah 398siswa, sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling denganmengambil satu kelas dari sembilan kelas yaitu kelas VIII D yang berjumlah 44 siswa.Variabel dalam penelitian ini adalah Emotional Quotient dan kreativitas berpikir matematikasiswa. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Setelah data diperoleh, kemudian data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan pengujian statistikberupa uji regresi. Setelah diadakan penelitian dan pengolahan data berdasarkan SPSS 15for windows dan minitab, maka hasil penelitian yang diperoleh dari Emotional Quotient(EQ) siswa menunjukkan kriteria baik (64,5%), dengan rata-rata skor angket 90,43 dansimpangan baku 15,284. Kreativitas berpikir matematika siswa memiliki persentase sebesar72%, dengan rata-rata nilai tes sebesar 71,55 dan simpangan baku 16,353. Persamaan regresi yang dihasilkan yaitu ^dengan nilai koefisien determinasiyaitu sebesar 80,9%. Hal ini dapat diartikan bahwa pengaruh Emotional Quotient (EQ) Y962,0491,15+-=Xterhadap kreativitas berpikir matematika siswa sebesar 80,9%, sedangkan sisanya19,1%dipengaruhi oleh faktor lain selain Emotional Quotient (EQ)

    An Interesting Study of Capacity Improvement of a Shipyard in Myanmar

    Full text link
    ¾ Six shipyards are in operation under control of Engineering Department of Inland Water Transport. Among them, Dalla shipyard currently accounts for about 50 percent of repair work on ships owned by the Inland Water Transport (IWT). The efficiency of the shipyard, which is about 164 years old, is hampered by old equipment, including some from the WWII-era (Word War II). Now the shipyard needs to be upgraded to improve its current capacity in ship repair. In this study, we proposed two ways which are supporting facilities and re-layout shipyard to increase ship repair. This paper obtains two alternative layouts of shipyard. The first alternative layout does not change the existing layout of shipyard but steel plate warehouse are built. The second alternative changes the existing layout because machine shop and steel plate warehouse is too far from the slipways. The first and second alternatives renovate zone 5 shop, carpenter shop, pipe and boiler shop and repair slipways. The two alternatives have steel plate warehouse as well as the addition of two material handling equipment mobile crane and forklift. The second alternative re-locates new machine shop near the slip ways for better material handling and time consuming. The second alternative is the best alternative in terms of economically feasible, good flow of material and perfect of technical term and the most number of ship repairs. Then it can be improved capacity amount 1.43 times and docking time can be reduced from average 33 days to 27 days

    Perancangan Self Propelled Container Barge (SPCB) Sebagai Alternatif Angkutan Container Pelayaran Pantura Untuk Daerah Jawa Timur

    Full text link
    Pengangkutan kontainer melalui media transportasi darat pada jalur utara pada dewasa ini sudah sangat padat. Dengan kondisi insfrastruktur transportasi darat yang ada, beban yang diberikan oleh moda transportasi kontainer melebihi kekuatan yang dimiliki oleh insfrastuktur. Hal ini menyebabkan kerusakan dari insfrastruktur transportasi darat tersebut. Dampak yang paling terlihat dari kerusakan insfrastruktur transportasi darat ini adalah terjadi banyak kemacetan yang merugikan semua pengguna dari transportasi darat, termasuk pengangkutan kontainer. Pemindahan moda transportasi container darat ke laut adalah salah satu alternatif yang sangat baik mengingat jalur laut sepanjang pantura masih sepi. Jalur laut sangat minim akan terjadi kerusakan sehingga kemungkinan terjadi kemacetan kecil. Dalam tugas akhir ini dilakukan perancangan moda transportasi container lewat laut yang efektif yaitu Self Container Barge atau disingkat SPCB untuk beberapa daerah tujuan yang sudah ditentukan berdasar permintaan transportasi container ini

    Manfaat-manfaat Bersih Sistem Informasi Akademik Di Fakultas Ilmu Adminitrasi Universitas Brawijaya (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya)

    Full text link
    This research uses the concept model Delone and mclean updated. The research variables include system quality, information quality, service quality, use, student satisfaction and net benefits. The research method used type of explanatory research. The location of research in the Faculty of Administrative Sciences UB Malang. The object of research is the student of 2011 and 2012 majoring in Business Administration. Intake of sample size using Slovin formula, obtained a sample of 108 respondents in 1600 the population of students. instrument data collection using the questionnaire. Data analysis using path analysis. The hypothesis of this study: (1) quality system significantly affect use. (2) information quality significantly affect use. (3) service quality significantly affect use. (4) quality system significantly affect user satisfaction. (5) information quality significantly affect user satisfaction. (6) service quality significantly affect user satisfaction. (7) use significantly affect user satisfaction. (8) use significantly affect net benefits. (9) user satisfaction significantly affect net benefits. The results of study there were eights hypothesis is accepted and one hypothesis is rejected, namely the hypothesis to 3. For Developers UB\u27s Academic Information System should improve service quality that has the lowest value of the quality of the others. Improvement of service quality variables to increase the net benefits of academic information system UB

    Pengembangan Instrumen Tes Untuk Mengukur Kemampuan Penalaran Statistik Mahasiswa Tadris Matematika

    Full text link
    Evaluasi pembelajaran tidak lepas dari penggunaan instrumen. Instrumen ini mempunyai peranan yang penting dalam mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didik dalam memahami materi. Instrumen yang sering diberikan dosen pada pembelajaran statistika berbentuk tes essay. Instrumen ini sesuai untuk mengukur kemampuan penalaran statistik, akan tetapi memiliki unsur subjektivitas yang tinggi. Sementara untuk bentuk pilihan ganda memiliki unsur objektivitas yang tinggi, tetapi unsur menebak jawaban peserta didik juga tinggi dan kurang dapat mengukur kemampuan peserta. Oleh karena itu perlu dikembangkan bentuk tes pilihan ganda yang memiliki kualitas baik dan dapat mengukur kemampuan penalaran statistik mahasiswa.Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk menemukan instrumen yang dapat mengukur kemampuan penalaran statistik mahasiswa ditinjau dari karakteristik instrumen yang baik. (2) Untuk mengetahui hasil analisis kemampuan penalaran statistik dengan menggunakan instrumen yang telah dikembangkan. Instrumen tes untuk mengukur kemampuan penalaran statistik adalah instrumen tes yang meliputi aspek penalaran terhadap ukuran pemusatan, penalaran terhadap ketidakpastian, penalaran tehadap sampel, dan penalaran terhadap perkumpulan. Instrumen tes tersebut berupa pilihan ganda yang memiliki tingkatan soal analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6).Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research & Development). Adapun tahapannya meliputi studi pendahuluan dan pengembangan model. Pada tahap pengembangan model melalui tahap validasi isi, uji coba terbatas (dengan 30 mahasiswa dari semester II, IV dan VI), dan uji coba luas (dengan 171 mahasiswa dari semester II, IV dan VI). Semua mahasiwa dipilih secara random.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Instrumen yang dikembangkan memiliki karakteristik yang baik dari segi validitas dengan indeks validitas isi (CVI) sebesar 0,94 dan koefisisen reliabilitas sebesar 0,68. Adapun dari segi daya pembeda, butir yang berkategori sangat baik sebanyak 11 butir dan yang baik sebanyak 3 butir, dari segi tingkat kesukaran semua butir berkategori sedang, dari segi korelasi skor butir dengan skor total yang signifikan sebanyak 12 butir, dan dari kualitas distraktor yang efektif sebanyak 13 butir. (2) Hasil analisis kemampuan penalaran statistik dengan menggunakan instrumen yang telah dikembangkan menunjukkan bahwa 99% peserta tes memiliki nilai estimasi kemampuan/ability yang berkategori cukup yaitu antara -1,5 sampai dengan kurang dari 1,5, sementara hanya 1% peserta tes yang memiliki nilai estimasi kemampuan/ability dengan kategori baik yaitu antara 1,5 sampai dengan kurang dari 3

    Konsep Nilai Ekonomi Total dan Metode Penilaian Sumberdaya Hutan

    Full text link
    Sumberdaya hutan (SDH) menghasilkan manfaat yang menyeluruh baik manfaat tangible maupun manfaat intangible. Saat ini berbagai manfaat yang dihasilkan tersebut masih dinilai rendah, atau belum diketahui, sehingga menimbulkan terjadinya eksploitasi manfaat-manfaat yang telah dikenal dari SDH secara berlebihan. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak pihak yang belum memahami konsep nilai dari berbagai manfaat SDH secara komperehensif, khususnya untuk manfaat intangible yang tidak memiliki harga pasar. Untuk memahami manfaat dari SDH tersebut perlu dilakukan penilaian terhadap semua manfaat yang dihasilkan SDH ini. Berbagai teknik dan metode penilaian ekonomi sumberdaya alam (SDA) telah dikembangkan untuk menghitung nilai ekonomi SDA yang memiliki harga pasar ataupun tidak. Dengan diketahuinya manfaat dari SDH ini maka hal tersebut dapat dijadikan rekomendasi bagi para pengambil kebijakan untuk mengalokasikan sumberdaya alam (SDA) yang semakin langka dan melakukan distribusi manfaat SDA yang adil, untuk mendapatkan total kesejahteraan masyarakat yang maksimal. Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk menjelaskan konsep nilai ekonomi total dan berbagai metode yang digunakan untuk menilai manfaat SDH dan lingkungan
    corecore