3,374 research outputs found

    The regulation, assessment, and management of medical devices in Mexico: How do they shape the quality of delivered healthcare?

    Get PDF
    Background: Policies for health technologies such as medical devices are essential and contribute to improved quality of healthcare. The regulation, assessment, and management represent important functions of medical devices. Insufficiently developed interactions between these functions impact the quality of delivered healthcare. To date studies lack to analyse these functions in a broad way. The aim of this study is to analyse the regulation, assessment, and management of orthopaedic medical devices in Mexico and how they shape healthcare. Methods: This qualitative study included 42 stakeholders involved directly or indirectly in the regulation, assessment, or management for orthopaedic medical devices in Mexico. Results: The fragmentation of responsibilities for medical device functions may be a central aspect of our findings concerning challenges reported by interviewees. Strengthening technovigilance based on improved reporting across health care institutions emerged as pathway to improve medical device regulation. With regard to improving the medical device assessment, a comprehensive update of the standard list represents a relevant opportunity. Integrating advanced quality attributes into procurement processes regarding decision-making, purchasing strategy, and procurement agent is needed to fostering the management. Conclusions: This study provides a broad analysis of medical device functions within a health system and highlights in this specific context how improvements might be achieved. It addresses a broad range of interest groups represented by policy makers, health service providers, managers and administrators of healthcare facilities, and doctors with an interest in health technologies. In this paper we highlight important themes that influence outputs and outcomes of the regulation, assessment, and management and discuss strategies in fostering these areas. To date, the regulation, assessment, and management of medical devices are rarely analysed in a broad way, even though these functions importantly contribute to the successful implementation of health technology policies. The quality of delivered healthcare is influenced by the performance between and within these functions. In Mexico, little discussion has been raised on challenges of the regulation, assessment, and management of medical devices. Changes to current processes and practices can improve outputs and outcomes of these functions and positively influence the quality of delivered healthcare. Stakeholder involvement and commitment is essential to this

    embangunan Aplikasi Pembelajaran Pengenalan Hewan Menggunakan Teknologi Augmented Reality (Studi Kasus: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Insan Cendikia Cianjur)

    Get PDF
    Perkembangan dibidang teknologi informasi sangat pesat hingga saat ini telah merambah pada konsep ponsel cerdas atau smatrphone. Salah satu gagasan untuk mengoptimalkan kegunaan smartphone khususnya bagi anak usia dini adalah penerapan teknologi Augmented Reality, yaitu teknologi yang menggabungkan objek dunia maya dengan dunia nyata secara realtime Pengenalan Hewan ) Cendikia CIanjur Jawa Barat yang bertujuan untuk memanfaatkan fasilitas smartphone android dalam pembelajaran.Pembangunan aplikasi menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC ) yaitu membuat rancangan aplikasi (design ), pengumpulan bahan (material collecting ), pembagunan (assembly ), pengujian (testing ) serta pendistribusian (distribution ) dan diakhiri dengan menentukan kesimpulan serta saran dari pembangunan aplikasi. Aplikasi didistribusikan kepada pengguna akhir (end user ) yaitu anak-anak peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cendikia Cianjur dengan didampingi oleh pengajar yang dipasang pada smartphone berbasis android dan hanya disimpan oleh pengajar sebagai salah satu bahan ajar dan mendampingi anak-anak dalam mengenal hewan. Cara penggunaannya dengan melakukan pemindaian marker dalam bentuk kartu yang telah diberikan kepada pengajar, lalu digunakan dalam suasana belajar bermain. Kata Kunci : Augmented Reality, Smarthphone berbasis Android, MDLC, Aplikasi pembelajaran, Pengenalan Hewan, PAUD Cendikia Cianju

    Pembuatan Aplikasi Permainan “Jakarta Bersih” Berbasis Unity

    Get PDF
    Kebersihan merupakan salah satu syarat hidup sehat yang diimpikan oleh masyarakat luas. Namun pada Kenyataannya, tidak semua masyarakat memiliki sikap menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Zaman sekarang, sudah ada smartphone atau bisa disebut dengan telpon pintar yang sudah menjadi kebutuhan bagi sekian banyak orang di dunia ini. Banyak aplikasi pada smartphone yang mampu menunjang produktivitas masyarakat luas, bahkan sekalipun dengan permainan. Permainan merupakan sebuah sistem dimana pemainnya terlibat dalam suatu konflik buatan, ditentukan oleh aturan, yang menghasilkan keluaran atau hasil yang dapat diukur. Dengan adanya permainan yang interaktif mampu membuat pengguna memahami isi konten yang ada didalam permainan. Maka dari itu dibutuhkanlah aplikasi permainan pada smartphone yang mampu mengenalkan tentang kebersihan di lingkungan sekitar. Aplikasi permainan 'Jakarta Bersih' dibuat menggunakan perangkat lunak Unity versi 5. Pengembangan multimedia yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang memiliki enam tahap, yaitu tahap konsep (Concept), tahap perancangan (Design), tahap pengumpulan materi (Material Collecting), tahap pembuatan (Assembly), tahap pengujian (testing), dan tahap distribusi (Distribution). Pengujian black-box juga digunakan pada aplikasi ini. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan metode black-box, fungsi dan tampilan aplikasi permainan Jakarta Bersih sudah berhasil dengan baik dan dapat disebarkan ke masyarakat luas. Aplikasi ini bisa dijadikan cara alternatif untuk dapat memperkenalkan dan mengingatkan akan kepentingan kebersihan dan kesehatan lingkungan pada masyarakat luas

    Pemanfaatan Teknologi Adobe Flash Dan Mdlc Untuk Animasi Pengenalan Pakaian Tradisional Indonesia

    Full text link
    Negara Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kondisi geogerafis yang luas dan beragam. Hal tersebut yang menjadikan Indonesia banyak sekali kebudayaan. Pada era teknologi jaman sekarang, teknologi digital terus berkembang dengan berbagai media informasi yang dapat di akses dengan mudah. Salah satu contoh pembelajaran media animasi interaktif yang dapat mempermudah dalm proses belajar mengajar, dimana pengguna tidak hanya di berikan materi saja, tetapi bisa berinteraksi dengan fitur pembelajaran tersebut. Pengenalan pakaian adat tradisional masih kurang diminati oleh sebagian masyarakat. Terutama bagi anak-anak dan perlu adanya pengenalan mengenai pelajaran budaya tersebut. Dengan adanya media animasi interaktif pengenalan pakaian tradisional ini dapat dapat membantu mengenalkan pakaian tradisional. Animasi ini berbasis desktop dengan metode Multimeida Development Life Cycle (MDLC) sebagai proses pengembangan perangakat lunak yang secara berurutan dimulai dari konsep, desain, mendapatkan materi konten, Pemasangan, pengujian, dan dokumentasi. Aniamasi ini dapat menunjang proses pengenalan pakaian tradisional Indonesia dengan cara bermain sambil belajar.Katakunci: Animasi Interaktif, Pakaian Adat Tradisional Indonesia, Multimeida Development Life Cycle (MDLC)

    Jolly Good Fellows

    Get PDF
    Two recent graduates, who received prestigious national fellowships, are following in Professor Stan Herr\u27s footsteps. Their work at the Maryland Disability Law Center will benefit Baltimore\u27s handicapped community

    Perancangan Model Materi Pembelajaran Berbasis Multimedia di Lingkungan Teknik Informatika Universitas Pasundan Bandung

    Get PDF
    Di Fakultas Teknik Universitas Pasundan Bandung, khususnya di program studi Teknik Informatika, hampir seluruh materi dan bahan pengajaran masih berupa slide presentasi, modul, dan buku literatur. Menggunakan bahan pengajaran tersebut dirasa masih belum cukup untuk menyampaikan materi yang membutuhkan visualisasi dan simulasi. Begitu pula dengan mata kuliah – mata kuliah pemrograman, dimana mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dengen menggunakan pola pikir komputasi dan secara teknis menulis baris-baris program dengan baik. Masalah lain juga timbul ketika mahasiswa ingin mempelajari lagi materi yang sudah didapatkan di kelas ketika dia berada di rumah. Pemahaman yang didapat tentu saja akan berbeda dengan pemahaman ketika menyimak pengajar atau dosen yang sedang menjelaskan di kelas, karena sekarang hanya membaca dan mengulang kembali materi tersebut. Penelitian ini fokus pada bagaimana merancang model materi pembelajaran berbasis multimedia sesuai dengan gaya pembelajaran dan preferensi teknologi dari mahasiswa, setelah itu akan ditentukan mata kuliah mana saja yang akan dibuatkan materi ajarnya sesuai dengan deskripsi dan model pembelajarannya masing-masing. Materi ajar berbasis multimedia nantinya akan dibuat dengan menerapkan konsep CAI (Computer Assisted Instruction) dan menggunakan metode MDLC (Multimedia Development Life Cycle) dalam proses pengembangannya. Kata kunci: Materi ajar, Multimedia, Gaya Pembelajaran, CAI, MDL

    PEMBUATAN VISUALISASI BERBASIS MULTIMEDIA MANFAAT DONOR DARAH BAGI TUBUH MANUSIA

    Get PDF
    Kebutuhan akan darah dalam beberapa tahun terakhir ini terus meningkat, baik untuk tindakan operasi kasus kecelakaan ataupun kasus persalinan, di negara Indonesia sendiri masih kekurangan sekitar 1,3 juta kantong darah pertahun dengan tingkat kebutuhan mencapai 4,8 juta kantong dan baru terpenuhi 3,5 juta kantong darah kekurangan darah ini dikarenakan karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjadi donor sukarela, untuk mencukupi kebutuhan darah banyak yang menyampaian informasi manfaat donor darah bagi tubuh manusia, akan tetapi dalam penyampaian sebuah informasi masih menggunakan media cetak, ada juga yang menggunakan media digital akan tetapi masih dalam media teks sehingga memiliki keterbatasan ruang. Visualisasi manfaat donor darah bagi tubuh manusia berbasis multimedia merupakan media untuk membantu menyampaikan informasi mengenai manfaat yang terjadi pada tubuh manusia ketika melakukan donor darah secara visual, visualisasi manfaat donor darah ini dikembangkan menggunakan metode pengembangan media interaktif diantaranya concept, design, materil collecting, assembly, testing, distribution. Visualisasi ini mampu memperlihatkan manfaat yang terdapat pada tubuh manusia ketika mendonorkan darah, manfaat dari mendonorkan darah yang dapat diperlihatkan ialah manfaat donor darah untuk kesehatan jantung pendonor dan bukan pendonor, serta manfaat donor darah untuk berat badan pendonor dan bukan pendonor
    corecore