167,468 research outputs found
Analisis Intervensi Kebijakan Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) Tahun 2017 terhadap Pemakaian Listrik di Wilayah SULSELRABAR
Penelitian ini merupakan penelitian terapan mengenai analisis intervensi yang memodelkan
data time series yang dipengaruhi oleh adanya suatu kejadian atau intervensi Penelitian ini
bertujuan untuk menentukan model intervensi fungsi step dengan waktu intervensi T (mei
2017) yang didapatkan dari proses pemodelan ARIMA preintervensi, identifikasi respon
intervensi, estimasi parameter intervensi dan pemeriksaan diagnosis model intervensi. Adapun
data yang digunakan adalah data pemakaian listrik (dalam KWh), kategori rumah tangga
dengan daya 900 VA Wilayah SULSELRABAR periode Januari 2016 sampai dengan
Desember 2017 yang diperoleh dari PT. PLN Persero Wilayah SULSELRABAR Makassar.
Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terjadi penurunan terhadap pemakaian listrik pada
bulan setelah terjadinya intervensi sebagai dampak dari kebijakan pemerintah yang menaikkan
tarif dasar listrik (didefinisikan sebagai intervensi).
Kata kunci: Analisis intervensi, fungsi step, ARIMA, time serie
LEGITIMASI INTERVENSI RUSIA TERHADAP UKRAINA (STUDI KASUS KRIMEA)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Legitimasi tindakan intervensi menurut Hukum Internasional. Serta menganalisis apakah tindakan intervensi yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina legal menurut hukum internasional. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif atau doktrinal yang bersifat preskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kasus dan pendekatan konsep.
Bahan hukum primer yang digunakan yakni Piagam PBB, adapun bahan hukum sekunder terdiri dari buku-buku referensi, pendapat para ahli, dan jurnal-jurnal hukum serta makalah yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan bahan hukum menggunakan studi kepustakaan yang dianalisis secara deduktif dan secara kualitatif serta dengan interpretasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi memperoleh legitimasi menurut hukum internasional denganmengacu pada 5 kriteria yakni : intervensi secara kolektif yang ditentukan piagam PBB, intervensi untuk melindungi kepentingan dan hak warga negara yang berada di negara lain, intervensi atas dasar pembelaan diri, intervensi negaraprotektorat atas dominionnya, serta intervensi yang dilakukan apabila suatu negara melakukan pelanggaran berat.
Tindakan intervensi yang dilakukan Rusia atas wilayah Krimea di Ukrainatelah melanggar ketentuan hukum internasional,karena tindakan intervensi tersebut tidak memenuhi 5 kriteria intervensi yang diperbolehkan dalam hukum internasional.
Kata kunci : Legitimasi, Intervensi, Konflik Internasional, Intervensi Rusia di Krime
Karakteristik Dan Kebutuhan Pasien Diabetes Mellitus Tipe Ii Di Apotek Ubaya Terhadap Layanan Residensial (Home Care) Serta Pengaruh Layanan Tersebut Pada Penatalaksanaan Penyakit Diabetes Mellitus
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang treatable dan penatalaksanaannya membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak (dokter, farmasis, perawat dan penderita/ keluarganya). Farmasis di apotek memiliki kesempatan lebih besar karena penderita diabetes merupakan pelanggan tetap di apotek. Pelayanan kefarmasian dengan acuan Pharmaceutical Care memberikan kesempatan kepada farmasis untuk berperan dalam penatalaksanaan diabetes mellitus sesuai Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Pada kelompok pasien tertentu, akses dengan farmasis di apotek terhambat antara lain karena faktor usia, progresivitas penyakit, regimen terapi yang kompleks dan tidak patuh terhadap pengobatan. Hal ini menjadi tantangan atas tersedianya layanan residensial (home care) sebagai bentuk layanan Pharmaceutical Care dalam penatalaksanaan DM. Penelitian ini dilakukan secara sequential dengan menggunakan metode penelitian kualitatif kemudian dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif yang dilakukan pada setting di komunitas yaitu Apotek Ubaya dengan purposive sampling berdasarkan data Patient Medication Records (PMRs). Partisipan dibagi dalam dua kelompok secara acak, yaitu kelompok treatment yang mendapat intervensi dan kelompok control yang tidak mendapat intervensi. Intervensi yang diberikan adalah layanan residensial (home care). Dalam penatalaksanaan DM, pasien dipengaruhi oleh kemampuannya (mandiri, mandiri tapi bergantung pada orang lain, tidak mandiri), harapannya (mampu mengontrol gula darah dan mencegah komplikasi), ketakutannya (bergantung obat, butuh biaya, dan komplikasi penyakitnya). Penelitian ini memberikan hasil bahwa layanan residensial memberikan peningkatan knowledge yang signifikan pada kelompok treatment dibandingkan terhadap kelompok control dengan p value= 0,003 dan penurunan level HbA1c yang signifikan dengan p value= 0,025. Layanan residensial meningkatkan kemampuan penderita terhadap penatalaksanaan penyakitnya, sehingga berdampak tercapainya kontrol gula darah yang optimal, mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penderita
Pengaruh Teknik Bernyanyi dan Permainan Kartu Bergambar terhadap Sikap dan Perilaku Gizi pada Anak Taman Kanak-Kanak
Pendidikan gizi pada anak taman kanak-kanak merupakan upaya meningkatkan kesadaran berperilaku hidup sehat dalam konsumsi buah dan sayuran melalui Komunikasi, Informai dan Edukasi (KIE). Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan gizi melalui teknik bernyanyi dan permainan kartu bergambar terhadap sikap dan perilaku gizi anak taman kanak-kanak. Desain dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental, dengan rancangan penelitian pre-post test with control group design. Subjek penelitian ini berjumlah 68 siswa dari 4 sekolah taman kanak-kanak yang ada di Kecamatan Tempilang, penelitian dilakukan pada bulan Januari - Maret 2018. Pendidikan gizi yang digunakan adalah teknik bernyanyi, permainan kartu dan intervensi gabungan. Hasil menunjukkan ada perbedaan sikap dan perilaku gizi pada pendidikan gizi. Intervensi gabungan mempunyai nilai tertinggi pada sikap dan perilaku gizi masing-masing sebesar 7.38±0.98 dan 49.06 berbeda nyata dengan media intervensi lainnya. Terdapat Perubahan sikap gizi baik yang meningkat sesudah intervensi (97,1%) dari sebelum intervensi (95,6%) dan Perubahan perilaku gizi baik yang meningkat sesudah intervensi (45,6%) dari sebelum intervensi (79,4%). Pendidikan gizi melalui intervensi gabungan memberikan Perubahan peningkatan sikap dan perilaku gizi pada anak taman kanak-kanak
Pelanggaran Prinsip Non-intervensi oleh Negara Perancis pada Kasus Mali dalam Hukum Internasional
Prinsip Non-intervensi merupakan prinsip yang melindungi suatu negara dari campur tangan negara lain. Ada beberapa peraturan internasional yang mengatur mengenai prinsip non-intervensi, seperti Charter of the United Nations 1945, The Geneva Convention relative to the Protection of Civilian Persons in Time of War 1949, dan Protocol I (1977) relating to the Protection of Victims of International Armed Conflicts. Peraturan tersebut yang menjadi landasan utama suatu negara untuk melindungi kedaulatan dan yurisdiksi negaranya masing-masing. Namun, peraturan internasional tadi masih belum secara jelas mengatur mengenai prinsip non-intervensi, banyak celah yang bisa dilanggar oleh suatu negara. Kasus pelanggaran prinsip non-intervensi beberapa kali terjadi; salah satunya adalah intervensi Perancis dalam konflik di Mali, dimana Perancis melakukan intervensi tanpa ada legitimasi dari PBB, lalu adanya pelanggaran HAM oleh Perancis, yaitu melakukan serangan udara didaerah Mali Utara yang menyebabkan lima warga sipil termasuk anak-anak tewas. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pelanggaran prinsip non-intervensi apa saja yang telah dilakukan Perancis dan bagaimana tanggung jawab yang bisa diberikan oleh Perancis yang berpedoman pada Hukum Internasional dan Hukum Humaniter Internasional (HHI). Hasil dari penelitian ini akan memberikan suatu penjelasan tentang pelanggaran prinsip non-intervensi yang dilakukan Perancis dalam konflik Mali dan bagaimana tanggung jawabnya.Kata kunci: Prinsip Non-intervensi, Pelanggaran HAM, Tanggung Jawab Negar
PENGARUH PEMBERIAN SALEP KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA)UNTUK MENGURANGI STRIAE GRAVIDARUM : Studi Ibu Hamil Trimester II pada Bidan Praktik Mandiri Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bukit Hindu Kota Palangka Raya
Latar Belakang : Striae Gravidarum (SG) adalah garis yang terlihat pada kulit perut wanita hamil akibat peregangan kulit sejalan dengan membesarnya rahim dan dinding perut. SG dapat menyebabkan rasa gatal, panas pada guratan dan sekitarnya. Walaupun tidak dapat dihilangkan penuh, keadaannya dapat diminimalisir dengan perawatan kulit. Pada penelitian ini melakukan terapi herbal yang merupakan salah satu metode pengobatan komplementer dan alternatif, lebih disukai karena komplikasinya lebih sedikit dan biaya lebih murah dibandingkan dengan prosedur invasif seperti terapi laser dan bedah kosmetik. Pencegahan Striae Gravidarum (SG)sama dengan penyembuhan luka dan bekas luka.
Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis pengaruh pemberian salep kunyit (Curcuma Domestica)untuk mengurangi Striae Gravidarum.
Metode : Penelitian Eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest with Control Group Design. Pada desain penelitian ini terdapat 2 (Dua) kelompok, yaitu 1 (Satu)kelompok intervensi dan 1 kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan salep Kunyit dan kelompok kontrol diberikan salep Placebo.
Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukkan ada pengaruh yang bermakna secara statistik pada kelompok intervensi (Salep Kunyit) untuk mengurangi garis Striae Gravidarum dengan nilai p-value = 0,004, sebaliknya tidak ada pengaruh yang bermakna secara statistik untuk mengurangi warna SG dengan nilai p-value = 0,510.
Simpulan : Pemberian intervensi salep Kunyit (Curcuma Domestica) dapat mengurangi garis Striae Gravidarum (SG), tetapi tidak dapat mengurangi warna SG.
Kata Kunci : Striae Gravidarum, Salep Kunyit.
Introduction : Striae Gravidarum (SG) is a scratch on the stomach skin of pregnant women caused by the stretching skin as the uterus and abdominal wall are getting bigger. Sometimes woman experiences itchy and hot around the scratch. Eventhough, the scratch can not be diminished totally, it still can be minimized by skin care. Herbal therapy is one of alternative and complementer cures. It gives less complication and is cheaper than the invasive procedure, such as laser and cosmetic surgery. The prevention of SG is similar as curing of wound or scars.
Objectives : The objective of this research is to analyse the influence of turmeric ointment in minimizing the Striae Gravidarum (SG).
Method : The method of this research is an experiment with Pretest-Posttest with Control Group Design. In this design, there are two groups of experiment, namely one group of intervention and one group of controll. The respondents of intervention group are given turmeric ointment and the controll group is given Placebo ointment.
Result : The bi-variat analysis result shows the score P-Value = 0,004 and the score of P is P0,05
Conclusion : The giving of given turmeric ointment enables to reduce the scratch of Striae Gravidarum (SG), but it can not reduce the its color.
Key words : Striae Gravidarum, turmeric ointment (Curcuma Domestica)
Solution Focused Brief Therapy: Mengatasi Ketakutan Pengambilan Keputusan untuk Menikah Akibat Trauma Perceraian Orangtua dan Mayer- Rokitansky-Kuster Haüster (MRKH) Syndrome
Solution Focused Brief Therapy (SFBT) digunakan dalam intervensi psikologi ini
untuk mengatasi ketakutan pengambilan keputusan untuk menikah. Partisipan (N=1) adalah
kasus yang mengalami trauma perceraian dan penderita Mayer-Rokitansky-Kuster Haüster
(MRKH) syndrome. Teknik pemilihan partisipan dalam intervensi psikologi ini ialah
accidental sampling. Desain intervensi psikologi ini ialah single case subject design.
Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara, asesmen analisis fungsional
terhadap proses kognitif pada sebelum dan sesudah intervensi diberikan. Hasil intervensi
menunjukkan bahwa SFBT dapat diandalkan perannya dalam mengatasi ketakutan
pengambilan keputusan untuk menikah
PENERAPAN MENDENGARKAN ASMAUL HUSNA PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN MASALAH KEPERAWATAN CEMAS DI RUANG AZZAHRA 2 RUMAH SAKIT ISLAM JEMURSARI SURABAYA
Penyakit tuberkulosis menjadi ancaman bagi masyarakat, karena jika salah satu anggota keluarga ada yang menderita tuberkolosis maka akan sangat berpengaruh terhadap anggota keluarga terhadap adanya penularan. Salah satu masalah pasien TB yang dirawat di rumah sakit adalah kecemasan. Intervensi terhadap kecemasan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan psikologi dan spiritual masih sangat terbatas. Intervensi yang dapat diberikan untuk menurunkan kecemasan adalah Mendengarkan Asmaul Husna. Penerapan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Mendengarkan Asmaul Husna terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien TB di Ruang Azzahra 2 RSI Jemursari Surabaya.
Metode penelitian yaitu studi kasus dengan melakukan intervensi selama 3 hari, di berikan menggunakan media handphone selama 30 menit. Besar sampel sebanyak 1 orang, Pengukuran kecemasan menggunakan Hamilton Rating Scale Anxiety (HARS).
Hasil penelitian didapatkan skor tingkat kecemasan sebelum diberikan intervensi mendengarkan Asmaul Husna yaitu 25 (kecemasan sedang) dan sesudah diberikan intervensi mendengarkan Asmaul Husna yaitu 18 (kecemasan ringan) disamping itu keadaan umum pasien tampak rileks dan tenang.
Simpulan bahwa mendengarkan Asmaul husna berpengaruh terhadap penurunan kecemasan pada pasien TB. Dzikir Asmaul Husna dapat di pertimbangkan dan dipergunakan sebagai terapi komplementer untuk menurunkan kecemasan pasien, khususnya pasien TB. Intervensi ini juga dapat digunakan sebagai alternatif intervensi pada penelitian lanjutan untuk mengatasi masalah kesehatan seperti kecemasan dan nyeri
Pengaruh Penambahan Mobilisasi Saraf Dan Static Stretching Setelah Intervensi Short Wave Diathermy (Swd) Untuk Mengurangi Nyeri Akibat Ischialgia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan pengaruh penambahan mobilisasi saraf dan static stretching pada intervensi Short Wave Diathermy (SWD) untuk mengurangi nyeri akibat ischialgia. Penelitian ini dilakukan
di RST.Dr.Soedjono Magelang selama 3 minggu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan quasi eksperimen dan desain penelitian pre and post test two group design. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 10 sampel yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok A terdiri dari 5 subyek perlakuan dengan penambahan mobilisasi saraf pada intervensi SWD dan kelompok B terdiri dari 5 subyek perlakuan dengan penambahan static stretching pada intervensi SWD. Hasil uji statistik menggunakan wilcoxon test kelompok A didapatkan hasil 0,043 (p < 0,05), berarti ada pengaruh penambahan mobilisasi saraf pada intervensi SWD untuk mengurangi nyeri akibat ischialgia. Sedangkan pada kelompok B didapatkan hasil 0,042 (p < 0,05), berarti ada pengaruh penambahan static stretching pada intervensi
SWD untuk mengurangi nyeri akibat ischialgia. Berdasarkan uji Mann-Whitney didapatkan hasil 0,032 (p < 0,05), berarti ada perbedaan pengaruh penambahan mobilisasi saraf dan static stretching pada intervensi SWD untuk mengurangi nyeri
akibat ischialgia
Model Konkordansi : Alternatif Model Peningkatan Kepatuhan Minum Obat Arv Pada Odha Di Kota Bandung Tahun 2012
Latar Belakang. Kasus HIV-AIDS telah menjadi pandemi.Secara kumulatif, jumlah kasus Acquired Immune Deficiency Syndromes(AIDS) yang dilaporkan sejak 1 April 1987 sampai dengan 31 Maret 2013 sebanyak 103.759 kasus Human Immunodeficiency Virus(HIV), 43.347 kasus AIDS, dan dengan 8.288 kematian. Kualitas hidup Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) dapat meningkat apabila mereka rutin meminum obat Anti Retroviral (ARV). Tujuan. Riset operasional ini bertujuan untuk mendapatkan model intervensi dalam meningkatkan kepatuhan minum obat ARV bagi ODHA di Kota Bandung. Metode. Digunakan metode penelitian kualitatif, dan dinilai kepatuhan berobat ODHA sebelum dan sesudah intervensi. Penelitian ini melibatkan 20 ODHA dalam proses intervensi selama tiga bulan dan didampingi oleh keluarga para ODHA sebagai pendamping minum obat, dua orang manajer kasus sebagai agent of change, serta dukungan rumah sakit, puskesmas, dan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD). Hasil. Intervensi menggunakan Model Konkordansi secara terintegerasi terbukti secara optimal dapat efektif meningkatkan kepatuhan ODHA dalam mengkonsumsi obat ARV. Intervensi Model Konkordansi dijalankan melalui 5 moda intervensi, yaitu intervensi terhadap Pemerintah Kota, Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS, Rumah Sakit, serta Agent of Change, ODHA, keluarga, dan Kelompok Dukungan Sebaya. Kesimpulan. Perlu dilakukan sosialisasi model konkordansi kepatuhan ODHA minum obat ARV di berbagai daerah untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan ARV, dan memperoleh masukan demi perbaikan model intervensi yang sudah dibuat
- …
