2,404 research outputs found
Pengujian Autokorelasi terhadap Sisaan Model Spatial Logistik
Pemodelan dengan basis ruang (spatial) perlu memerhatikan pengaruh antar ruang tersebut. Pemodelan klasik yang mengasumsikan bahwa antar ruang saling bebas menjadi kurang relevan. Pemodelan regresi logistik spatial memasukkan pengaruh spatial ke dalam model regresi logistik dengan harapan bahwa sisaan yang dihasilkan dari model tersebut sudah saling bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengujian autokorelasi spatial terhadap sisaan dari model regresi logistik spatial. Uji autokorelasi yang digunakan adalah indeks moran dan indeks geary.
Distribusi desa pada wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor berdasarkan status kemiskinannya mempunyai autokorelasi yang positif. Sehingga dalam pemodelan untuk memprediksi apakah desa tersebut miskin atau tidak berdasarkan potensi desanya perlu memperhatikan pengaruh spatial tersebut. Model logistik spatial dengan pendekatan matriks contiguity telah mampu mengakomodir pengaruh spatial tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya autokorelasi pada sisaan model regresi logistik spatial tersebut.
Kata kunci : regresi logistik spatial, autokorelasi spatial, indeks moran, indeks gear
Analisis Spasial Kasus Demam Berdarah di Sukoharjo Jawa Tengah dengan Menggunakan Indeks Moran
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus
dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina dan beberapa spesies Aedes lainnya.
Sebagian besar kecamatan di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah merupakan daerah endemis demam
berdarah dengan jumlah penderita hampir meningkat setiap tahunnya. Melihat tingginya angka kasus
DBD di Kabupaten Sukoharjo, maka perlu dilakukan penelitian yang mengkaji pola penyebaran kasus
demam berdarah. Penyebaran penyakit demam berdarah bervariasi dari satu tempat ke tempat lain,
sehingga komponen ruang atau spasial merupakan bagian yang berpengaruh dalam proses penyebaran.
Penelitian bertujuan untuk menganalisis pola penyebaran penyakit demam berdarah secara
spasial. Keterkaitan secara spasial dalam penyebaran penyakit demam berdarah diukur melalui
autokorelasi spasial dengan menggunakan indeks Moran. Pola kejadian demam berdarah dikaji dengan
menggunakan ANN (Average Nearest Neighbour), sedangkan pemetaan untuk menunjukkan daerah yang
mempunyai resiko tinggi dalam penyebaran penyakit demam berdarah dilakukan dengan menggunakan
estimasi densitas Kernel.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat autokorelasi spasial dalam penyebaran
penyakit demam berdarah yang terjadi di Sukoharjo dan pola kejadian demam berdarah mempunyai pola
clustered (berkerumun). Selanjutnya dengan menggunakan estimasi densitas Kernel dapat ditunjukkan
daerah–daerah yang mempunyai resiko tinggi dalam penyebaran penyakit demam berdarah di Sukoharjo.
Kata kunci : demam berdarah, autokorelasi spasial, indeks Moran, ANN, estimasi densitas Kernel
ANALISIS WILAYAH GEMPA BUMI DI PROVINSI ACEH BERDASARKAN TINGKAT KEAKTIFAN GEMPA TAHUN 1921-2014
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan analisis pola spasial gempa bumi di Provinsi Aceh dengan cara mendeteksi cluster dan mencari pola spasial secara global dan local selama periode tahun 1921-2014 dengan menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis). Teknik-teknik yang dipilih antara lain Average Nearest Neighbor, Indeks Global Moran, Getis-Ord General G, Indeks Anselin Lokal Moran, Getis-Ord Gi*, dan Kernel Density Estimamation. Masing-masing teknik dilaksanakan dengan menggunakan SIG sehingga perhitungan dapat dilakukan dengan efisien dan cepat. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan (1) Teknik-teknik tersebut dapat mendeteksi titik-titik kluster pada pola spasial gempa bumi; (2) Baik secara global dan lokal menunjukkan gempa bumi berkelompok di daerah barat daya menuju ke bagian utara Provinsi Aceh; (3) Gempa bumi dengan magnitudo lebih besar umumnya terkonsentrasi di Kabupaten Simeulu, bagian barat Kabupaten Aceh Besar dan barat laut Sabang. Kata kunci: gempa bumi, kluster, analisis pola spasial, SIG, Provinsi Aceh ?ABSTRACTThe purpose of this study is to apply the analysis of the spatial patterns of earthquakes in the Province of Aceh by detecting clusters and look for spatial patterns of global and local during the period 1921-2014 using GIS (Geographic Information System). The techniques selected among others Average Nearest Neighbor, Moran Global Index, Getis-Ord General G, Anselin Local Moran Index, Getis-Ord Gi *, and Kernel Density Estimation. Each technique is implemented using GIS so that the calculations can be done efficiently and quickly. The results of these studies indicate (1) The techniques can detect clusters of points on the spatial pattern of earthquakes; (2) Both global and local shows earthquakes clustered in the southwestern heading to the northern part of the Province of Aceh; (3) An earthquake with a magnitude greater generally concentrated in the district of Simeulu, the western part in the district of Aceh Besar and northwest of Sabang island.Keywords: earthquake, clusters, spatial pattern analysis, GIS, the Province of Ace
PERBANDINGAN MATRIKS PEMBOBOT SPASIAL OPTIMUM DALAM SPATIAL ERROR MODEL (SEM)
Matriks pembobot spasial merupakan komponen penting dalam kebanyakan model ketika representasi struktur spasial dibutuhkan. Karena hasil analisis sensitif terhadap spesifikasi matriks pembobot (W). Maka matriks bobot spasial yang berbeda mungkin diperlukan untuk berbagai jenis studi. Pada penelitian ini, peneliti melihat matriks pembobot optimum pada model SEM dengan menggunakan beberapa tipe matriks pembobot, di
antaranya W Queen tidak terbakukan, W Queen terbakukan, W Rook, dan W Bishop.
Dengan cara mngevaluasi nilai Akaike Information Criterion (AIC) terbaik dari dugaan
model-model yang dihasilkan dari data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang selanjutnya diperoleh pendekatan W terbaik dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa matriks pembobot tipe W Queen terbakukan merupakan model yang lebih baik dalam menjelaskan peubah respon karena memiliki nilai AIC yang terbaik bila dibandingkan dengan Matriks pembobot lainnya.
Kata kunci : IPM, Analisis Regresi Spasial, SEM
Analisis Indeks Pembangunan Manusia Provinsi-Provinsi di Indonesia Menggunakan Indeks Baru Berdasarkan Metode Resampling
Pada penelitian ini dibahas tentang penggunaan Indeks Baru untuk mengukur autokorelasi spasial secara global. Kontribusi utama dari karya ini adalah untuk mengetahui korelasi antara Indeks Geary dan Indeks Moran. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh spasial terhadap IPM Provinsi-Provinsi di Indonesia. Data yang digunakan adalah data IPM provinsi-provinsi di Indonesia tahun 2010 – 2018. Prosedur yang dilakukan adalah dengan mengukur data IPM menggunakan Indeks Geary dan Indeks Moran. Selanjutnya nilai Indeks Geary dan Indeks Moran digunakan untuk mencari korelasi yang terjadi antara Indeks Geary dan Indeks Moran. Korelasi yang terbentuk antara Indeks Geary dan Indeks Moran sangat kuat sehingga Indeks Baru dapat dirumuskan. Untuk memvalidasi keakuratan Indeks Baru dilakukan uji autokorelasi spasial terhadap Indeks Baru menggunakan Metode Bootstrap dan resampling berdasarkan estimasi densitas Kernel. Berdasarkan hasil resampling menggunakan metode bootstrap dan resampling berdasarkan estimasi densitas Kernel dengan pengulangan sebanyak 10000 kali ditemukan bahwa nilai-p tahun 2010 – 2018 berkisar antara 0,001 – 0,006 yang berarti terdapat autokorelasi spasial atau terdapat keterkaitan erat antara IPM provinsi dengan IPM provinsi-provinsi yang bertetangga. Dengan kata lain, bahwa antar provinsi satu dengan provinsi yang berbatasan memiliki kemiripan nilai IPM atau saling berkorelasi. Dengan didapatkannya hasil analisis ini, maka dapat menjadi acuan pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan disetiap provinsi di Indonesia dengan mempertimbangkan keterkaitan antar provinsi di Indonesia
Pola Keterkaitan Spasial Kabupaten/Kota Di Jawa Timur Berdasarkan Sektor Unggulannya
Salah satu indikator tercapainya tujuan pembangunan ialah terciptanya pertumbuhan ekonomi wilayah. Pertumbuhan ekonomi wilayah ini didorongmelalui sektor unggulannya. Jawa Timur memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi; bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan nasional. Namun, tingginya pertumbuhan ekonomi wilayah dibarengi oleh tingginya tingkat kesenjangan wilayah, dimana hal ini menjadi suatu masalah penting dalam pembangunan Jawa Timur. Salah satu upaya mengurangi kesenjangan wilayah ialah dengan membangun keterkaitan antar wilayah (spasial). Namun sebelum itu, diperlukan kajian khusus mengenai keterkaitan antar wilayah Jawa Timur dengan didasarkan pada sektor unggulannya. Hal ini bertujuan untuk memberikan suatu gambaran (diagnosis) dalam membangun keterkaitan antar wilayah di masa yang akan datang Setelah melalui analisis SLQ (Static Location Quotient) dan DLQ (Dynamic Location Quotient), maka didapat hasil bahwa sektor unggulan Jawa Timur meliputi; (1) sektor pertanian, (2) sektor industri pengolahan dan(3) sektor perdagangan, hotel & restoran. Kemudianuntuk melihat keterkaitan antar wilayahnya maka tiga sektor unggulan tersebut dianalisis kembali melalui analisis Spatial Autocorrelation, dimanahasilnya menunjukkan rendahnya tingkat keterkaitan wilayah Jawa Timur. Keterkaitan yang terjadihanya terdapat pada sektor pertanian dan sektor industri.Oleh karena itu, pola keterkaitan wilayah yang ditunjukkan pun hanya terdapat di beberapa kawasan saja. Artinya, masih sedikit wilayah kabupaten/kota yang memiliki hubungan keterkaitan wilayah menurut sektor unggulannya
Analisis Konvergensi Dan Keterkaitan Spasial Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/kota Di Sulawesi Tengah
This research aims to analyze the economic growth convergence and spatial dependency in the districts/municipality in Central Sulawesi Province 2010-2014 period. The analysis used panel data regression with Fixed Effect Model and Moran Statistics approach. The results show, firstly no σ-convergence of economic growth in the districts/municipality in Central Sulawesi over the period. These result indicated by the standard deviation and coefficient of variation per capita GRDP is increasing. Second, there is β-convergence conducted by absolute convergence and conditional convergence on economic growth in all district/municipality in Central Sulawesi. Third, life expectancy, mean years of schooling and roads have significant impact on economic growth in the districts/municipality in Central Sulawesi. Fourth, there is no spatial dependency on economic growth among districts/municipality in Central Sulawesi Province
Interaksi Spasial Perekonomian Dan Ketenagakerjaan Antar Kabupaten/Kota Di Provinsi Jambi
An analysis of the regional development needs to take into account the problems within regions (intraregional) and the balance of development between regions (interregional). Interregional problems such as influence which comes from the outside of the region will create spatial interaction and linkages between regions (spatial dependence). Therefore, it becomes important to know the real effect of spatial interaction toward the development of regional economy in term of GDRP and labor of regencies and municipalities in Jambi Province. Morans'I index that is used to describe the linkages between regions indicates that a regency or municipality can not be independent in establishing its economy, but affected by economic activity in the surrounding areas. By using Moran scatterplot, Jambi Municipality being the only region with high economic surrounded by high economic regions. While most of the regencies and municipality in Jambi Province are on the group areas with low economic which surrounded by low economic regions
- …
