726,284 research outputs found
IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DENGAN STANDAR OHSAS 18001 DI PT BINA GUNA KIMIA (AN FMC JOINT VENTURE COMPANY) UNGARAN
OHSAS 18001 merupakan standar internasional SMK3 yang dipublikasikan oleh BSI bekerjasama dengan lembaga sertifikasi internasional lainnya pada tahun 1999.
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui implementasi SMK3 dengan standar OHSAS 18001 di PT Bina Guna Kimia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan observasional. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan implementasi SMK3 PT Bina Guna Kimia (standar FMC Occupational Health & Safety Manual)dengan standar OHSAS 18001. Melalui 118 kriteria yang dikembangkan dari OHSAS 18001, tingkat pencapaian implementasi SMK3 dengan standar OHSAS 18001 adalah 88 %.
Kata Kunci: Implementasi SMK3, OHSAS 18001
IMPLEMENTED OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH MANAGEMENT SYSTEM COMPARED TO OHSAS 18001 STANDARD AT PT BINA GUNA KIMIA (AN FMC JOINT VENTURE COMPANY) UNGARAN
OHSAS 18001 as international standard of Occupational Safety & Health (OSH) Management System was establish at 1999 by BSI cooperated with the other international certification institution.
The purpose of this research was compare existing OSH management system with OHSAS 18001 standard. Observasional approach was used in this research. The research had compared the implementation of OSH Management System PT Bina Guna Kimia (FMC Occupational Health & Safety Manual Standard) and OHSAS 18001. By 118 criteria which developed from OHSAS 18001, the reaching grade of the OSH Management System implementation with OHSAS 18001 standard is 88 %
Keyword: Implementation of OSH Ma
EVALUASI EFEKTIFITAS IMPLEMENTASI ERP PADA PT MANDIRI INTI PERKASA DENGAN PENDEKATAN INFORMATION ECONOMICS DAN METODOLOGI ACCELERATEED-SAP
EVALUASI EFEKTIFITAS IMPLEMENTASI ERP PADA PT MANDIRI INTI PERKASA DENGAN PENDEKATAN INFORMATION ECONOMICS DAN METODOLOGI ACCELERATEED-SAP - evaluasi, information economics,ASAP, efektivita
Model Implementasi Strategi Sebagai Determinan Kinerja Perusahaan
Berbagai studi menunjukkan bahwa implementasi strategi jauh lebih penting daripada formulasi strategi. Namun demikian, masih sedikit penelitian mengenai kerangka implementasi strategi untuk meningkatkan kesuksesan organisasi. Penelitian ini mengembangkan model implementasi strategi yang berperan meningkatkan kualitas implementasi strategi Perusahaan. Studi menganalisis pengaruh kualitas implementasi strategi terhadap kesuksesan implementasi strategi dan kinerja Perusahaan. Survei dilaksanakan pada 62 Perusahaan Indonesia dari berbagai bidang industri. Data dianalisis secara statistik dengan Structural Equation Modeling (SEM). Penelitian menemukan pengaruh signifikan tujuh faktor tahapan implementasi dan sembilan faktor kapabilitas pendukung implementasi strategi terhadap kesuksesan implementasi strategi. Selanjutnya kesuksesan implementasi strategi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja Perusahaan
Seleksi Produk Erp Open Source Menggunakan Ahp: Studi Kasus UKM Pengembang Perangkat Lunak
Tingkat kegagalan proyek implementasi ERP masih tinggi. Bagaimanapun ERP memungkinkan organisasi mencapai keunggulan kompetitif organisasi. Untuk alasan ini, perencanaan implementasi ERP harus dilaksanakan dengan tepat dan menyeluruh untuk pra-implementasi, implementasi, dan pasca-implementasi. Penelitian ini menyajikan sebuah studi kasus terhadap sebuah UKM di Indonesia yang berencana mengadopsisistem ERP. Penelitian dilakukan pada inisial proyek (pra-implementasi ERP), bertujuan untuk memilih paket ERP yang sesuai untuk Perusahaan. Seleksi paket ERP dibatasi pada open source system yang sesuai bagi organisasi dengan metode pengambilan keputusan menggunakan AHP. Penelitian ini merekomendasikan produk OpenERP untuk diimplementasikan di Perusahaan
Pengembangan Model Penilaian Kesiapan Implementasi Erp Di Pendidikan Tinggi
—Sukses implementasi ERP di sektor industri dalam satu dekade ini telah mempunyai banyak manfaat yang mendorong sektor pendidikan khususnya pendidikan tinggi untuk mengikuti keberhasilan implementasi ERP.Implementasi ERP sangat kompleks, membutuhkan waktu lama, dan mahal yang biasanya dihadapkan dengan tantangan serius.Kegagalan implementasi ERP adalah kurangnya kesiapan organisasi dalam hal kematangan aspek organisasi, bisnis proses, kultur dan teknologi dan pemilihan vendor yang tepat. Banyak penelitian dilakukan untuk pengembangkan model penilaian kesiapan implementasi ERP di sektor idustri tetapi beberapa penelitian menunjukan bahwa model/praktek terbaik dalam implementasi ERP di sektor industri tidak sesuai untuk pendidikan tinggi.penelitian ini mengusulkan sebuah pengembangan model penilaian kesiapan implementasi ERP untuk menilai kesiapan organisasi khusus di sektor pendidikan tinggi, pemilihan model yang akan dikembangkan dipilih sesuai dengan tatakelola pendidikan tinggi lalu critical success factor sebagai indikator pembentuk dari kausal model. Validsi SEM Confirmatory Factor Analysis terhadap model yang diusulkan. Penelitian ini dapat menunjukan bukti bahwa model penilaian kesiapan implementasi ERP di sektor pendidikan tinggi berbeda dengan model kesiapan ERP di sektor industri
Implementasi Inovasi Pendidikan dan Kompetensi Guru Serta Pengaruhnya terhadap Produktivitas Sekolah
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui implementasi inovasi pendidikan dan kompetensi guru serta pengaruhnya terhadap produktivitas sekolah. Penulisan makalah ini menggunakan metode tinjauan literatur (library research). Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa implementasi inovasi pendidikan memiliki hubungan yang positif dengan produktivitas sekolah. Artinya semakin baik implementasi inovasi pendidikan, maka akan semakin baik produktivitas sekolah. Kompetensi guru memiliki hubungan yang positif terhadap produktivitas sekolah. Artinya semakin baik kompetensi guru, maka akan semakin baik produktivitas sekolah. Implementasi inovasi pendidikan dan kompetensi guru memiliki hubungan yang positif dengan produktivitas sekolah. Artinya semakin baik implementasi inovasi pendidikan dan kompetensi guru, maka akan semakin baik produktivitas sekolah
Diskrepansi Program Layanan Lanjut Usia Muhammadiyah Senior Care (MSC) Di Kota Probolinggo: Antara Idealistis dan Praktis
Pelayanan terhadap kalangan lanjut usia yang dilakukan oleh Muhammadiyah Senior Care (MSC) terimplementasi dalam beragama kegiatan yang dievaluasi secara berkala. Standar kegiatan yang dilakukan mengacu pada ketetapan pelayanan yang dicanangkan oleh pemerintah melalui undang-undang. Penilaian terhadap kegiatan dan evaluasi pasca implementasi menjadi tujuan dari penelitian ini. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan post implementation review. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari kegiatan pelayanan lanjut usia dan evaluasi yang dilakukan oleh MSC Kota Probolinggo. Penelitian ini menemukan implementasi pelayanan mengacu pada prosedur operasional dalam bentuk pemeriksaan kesehatan, kerohanian, konseling, usaha kreatif, dan rekreasi. Sedangkan evaluasi diarahkan pada laporan kegiatan dan keuangan. Kegiatan yang bersifat terpusat dengan mengabaikan pada kebutuhan lokal lansia berdampak kurang efektifnya proses
pelayanan. Beberapa kegiatan dinilai tidak berjalan yang diakibatkan ketidaksesuaian fisik dan usia. Hambatan ini justru tidak ditemukan dalam proses evaluasi yang hanya memfokuskan pada penyerapan
anggaran. Fenomena ini menjadi temuan penting yang dihasilkan penelitian ini yang menunjukkan ketimpangan gagasan pelayanan terhadap lansia dengan realitas yang berlangsung di lapangan. Upaya
perbaikan dengan melibatkan pimpinan lokal dan evaluasi yang mengacu pada kebutuhan lansia menjadi rekomendasi yang dihadirkan dalam penelitian ini. Temuan ini menjadi urgen untuk mengatasi problem mendasar lansia yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, sehingga program yang bersifat
sentralistis terbukti tidak sesuai
Implementasi Peraturan Perundang-Undangan Penyusunan Dan Pengelolaan Keuangan Daerah Di Kabupaten Wonogiri
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi peraturan perundangundangan penyusunan dan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wawasan pengetahuan yang berhubungan dengan Implementasi Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri dalam Penyusunan dan Pengelolaan Keuangan Daerah. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan alat analisis regresi moderating dengan uji t, uji F dan koefisien determinasi (R2). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri yang ada dalam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), sekretaris SKPD, dan kepala bagian yang bertugas di sekretaris daerah, dinas-dinas, dan lembaga teknis daerah yang terdapat di Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri yang berjumlah 120 orang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengaruh sikap aparat pemerintah terhadap Implementasi Pemerintah Daerah dalam Penyusunan dan Pengelolaan Keuangan Daerah diperoleh nilai p= 0,000 < 0,05; artinya sikap aparat pemerintah berpengaruh meningkatkan Implementasi Pemerintah Daerah. Pengaruh kebingungan aparat pemerintah terhadap Implementasi Pemerintah Daerah dalam Penyusunan dan Pengelolaan Keuangan Daerah diperoleh nilai p= 0,039 < 0,05; artinya kebingungan aparat pemerintah berpengaruh menurunkan Implementasi Pemerintah Daerah.Pengaruh kemudahan penggunaan aturan terhadap ImplementasiPemerintah Daerah dalam Penyusunan dan Pengelolaan Keuangan Daerah diperoleh nilai p= 0,036 < 0,05; artinya kemudahaan penggunaan aturan berpengaruh meningkatkan Implementasi Pemerintah Daerah. Pengaruh kegunaan aturan terhadap ImplementasiPemerintah Daerah dalam Penyusunan dan Pengelolaan Keuangan Daerah
diperoleh nilai p= 0,000 < 0,05; artinya kegunaan aturan berpengaruh positif meningkatkan Implementasi Pemerintah Daerah. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap
implementasi peraturan perundang-undangan dalam penyusunan dan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Wonogiri adalah kegunaan
- …
