128 research outputs found

    Kepemimpinan Pada Ex Sekjend Ilmpi: Sebuah Studi Kualitatif Deskriptif

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pengalaman menjadi seorang Sekjend ILMPI. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Tujuan dari pendekatan deskriptif adalah membuat gambaran atau deskripsi secara objektif tentang suatu keadaan. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap subjek dan dianalisis dengan metode eksplikasi data. Subjek berjumlah tiga orang yang merupakan demisioner atau yang pernah menjadi Sekjend namun sudah tidak menjabat lagi karena periode kepengurusan telah berakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek sama-sama mengenal ILMPI sejak diadakannya Musnas pertama ILMPI di Jakarta. MS dicalonkan pada saat Munas tiga di Yogyakarta, YS mencalonkan diri pada saat Munas empat di Makassar, dan MA dicalonkan pada saat Munas dua di Padang. Ketiga subjek memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. MS dengan gaya kepemimpinan yang tidak suka menyuruh, saling mengingatkan, dan saling membantu, YS dengan gaya kepemimpinan otoriter semi demokratis dengan visi dan misi untuk ILMPI lebih baik, dan MA dengan gaya kepemimpinan demokratis dan suka membaur. Ketiga subjek berusaha untuk selalu menjaga hubungan komunikasi di dalam ILMPI walaupun memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda

    PENGARUH PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASI TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA PENGURUS IKATAN LEMBAGA MAHASISWA PSIKOLOGI INDONESIA (ILMPI)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku kewargaan organisasi terhadap kesejahteraan subjektif pada Pengurus Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) dan untuk mengetahui manakah dimensi dari perilaku kewargaan organisasi yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kesejahteraan subjektif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif ex-post facto. Responden dalam penelitian ini adalah 106 pengurus ILMPI. Analisis data menggunakan metode regresi linier ganda untuk menemukan dimensi mana yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kesejahteraan subjektif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan perilaku kewargaan organisasi terhadap kesejahteraan subjektif pada Pengurus ILMPI. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa courtesy merupakan dimensi perilaku kewargaan organisasi yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kesejahteraan subjektif *********** The purpose of this study was to find the effect of organizational citizenship behavior toward subjective well-being in member of “Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia” (ILMPI), and also to find which dimension of organizational citizenship behavior that have the most influence to subjective well-being. This study used quantitave ex-post facto method. The participants in this study were 106 member of ILMPI. Statistical analysis used the multiple regression analysis to find which dimension that have the most influence to subjective well-being. The result showed that there were significant effect of organizational citizenship behavior toward subjective well-being in member of ILMPI. The result also showed that courtesy was the most influence dimension of organizational citizenship behavior to subjective well-being

    PENGARUH MODAL PSIKOLOGIS TERHADAP PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASI PADA PENGURUS IKATAN LEMBAGA MAHASISWA PSIKOLOGI INDONESIA (ILMPI)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal psikologis terhadap perilaku kewargaan organisasi pada pengurus Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan sampel 106 pengurus dengan kriteria yang telah ditentukan. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Data diperoleh menggunakan Skala modal psikologis yang dirancang oleh Luthans dan skala perilaku kewargaan organisasi. Diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 83,413 (F hitung > F tabel 3,93) dan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Persamaan regresi, Y = 22,149 + 1,656X dan besar pengaruh yang dihasilkan modal psikologis terhadap perilaku kewargaan organisasi adalah 0,445 (44,5%) dan sisanya 55,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan modal psikologis terhadap perilaku kewargaan organisasi pada pengurus Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia. The purpose of study was find out the effect of psychological capital toward organizational citizenship behavior on board Indonesian Psychology Student Assosiation. The study use quantitative research, subject numbered 106 board with pre-defined criteria. The sampling technique used in this research is purposive sampling. Data obtained using Psychological Capital Questionnaire designed by Luthans and Organizational Citizenship Behavior Scale. it’s known that F value is 83,413 (F value > F table 3,93) and significance level is 0,000 (p < 0,05). Regression equation, Y = 22,149 + 1,656X and Psychological capital have an effect to organizational citizenship behavior by 44,5 % and the remaining 55,5 % influenced by the other factors. Based on these results, this means that there is a significant effect of psychological capital toward organizational citizenship behavior on board Indonesian Psychology Student Assosiatio

    HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN KECEMASAN PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN DALAM MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Abstrak Mahasiswa semester akhir umumnya memiliki kegamangan atas masa depan yang akan mereka lalui setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Di masa pandemi covid-19, banyak perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dan menuntut masyarakat untuk siap atas perubahan itu, tidak terkecuali bagi mahasiswa. Dalam bidang pendidikan, sistem pembelajaran bergeser dari pembelajaran secara tatap muka menjadi pembelajaran online, hal ini tentu dapat berpengaruh pada kesempatan pembelajaran yang harusnya bisa di dapatkan mahasiswa ketika pembelajaran dilakukan secara tatap muka, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan yang perlu melakukan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Selain itu juga banyak perusahaan yang gulung tikar dan melakukan PHK sehingga secara tidak langsung memicu kecemasan bagi mahasiswa untuk dapat lebih ketat dalam bersaing di duna kerja. Fenomena yang terjadi selama pandemi covid-19 seperti yang dijelaskan diatas secara tidak langsung memicu adanya kecemasan pada mahasiswa semester akhir, sehingga perlu adanya sarana reduksi kecemasan dengan melakukan penilaian dan perubahan perilaku yang disebut regulasi diri. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan mengetahui lebih lanjut hubungan atara regulasi diri dengan kecemasan pada mahasiswa akhir Fakultas Ilmu Pendidikan dalam masa pandemi yang di analisis menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek penelitian merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya yang memasuki semester delapan ke atas. Hasil berdasarkan perhitungan analisis pearson product moment memeperoleh nilai analisis korelasi sebesar -0, 634 dengan nilai signifikansi 0,000. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa apabila individu memiliki skor regulasi diri yang tinggi maka semakin rendah kecemasan yang di alami mahasiswa semester akhir di tengah kondisi pandemi Covid-19. Sebaliknya, apabila skor regulasi diri individu rendah maka semakin tinggi tingkat kecemasan yang dimiliki. Kata kunci: Regulasi diri, kecemasan, mahasiswa &nbsp; Abstract Final semester students generally have uncertainty about the future they will go through after completing their education in college. During the COVID-19 pandemic, many changes occurred suddenly and required the public to be ready for these changes, including students. In the field of education, the learning system is shifting from face-to-face learning to online learning, of course, can affect the learning opportunities that students should be able to get when learning is done face-to-face, especially for students of the Faculty of Education who need to do an Introduction to the School Field. PLP). In addition, many companies have gone out of business and laid-off workers, thus indirectly triggering anxiety for students to be more competitive in the world of work. The phenomenon that occurred during the COVID-19 pandemic, as described above, indirectly triggers anxiety in final semester students, so it is necessary to have a means of reducing stress by conducting assessments and behavioral changes called self-regulation. Therefore, this study was conducted to learn more about the relationship between self-regulation and anxiety in final students of the Faculty of Education during a pandemic which was analyzed using quantitative correlational methods. The research subjects are students of the Faculty of Education, State University of Surabaya, who is entering the eighth semester and above. The results based on the Pearson product-moment analysis calculation obtained a correlation analysis value of -0.634 with a significance value of 0.000. Therefore, it can be concluded that if the individual has a high self-regulation score, the lower the anxiety experienced by final semester students in the midst of the Covid-19 pandemic. Conversely, if the individual's self-regulation score is low, the higher the level of anxiety he has. Keyword: Self-regulation, anxiety, students &nbsp; &nbsp

    Hubungan Antara Bersyukur dengan Kesehatan Mental pada Mahasiswa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara bersyukur dengan kesehatan mental pada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 116 mahasiswa. Alat pengumpulan data berupa skala bersyukur dan skala kesehatan mental. Uji validitas instrumen menggunakan validitas isi dengan expert judgment, sedangkan reliabilitas dihitung dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach, dan diperoleh nilai koefisien α 0,951 pada instrumen bersyukur dan 0,946 pada instrumen kesehatan mental. Analisis data menggunakan Pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif bersyukur dengan kesehatan mental pada mahasiswa secara signifikan (p=0,564). Artinya, ada keterkaitan skor variabel bersyukur dengan variabel kesehatan mental. Kenaikan skor bersyukur bisa dikorelasikan dengan kenaikan pada skor kesehatan mental, begitu juga sebaliknya. Secara keseluruhan mahasiswa yang menjadi sampel memiliki tingkat bersyukur dan kesehaatan mental yang baik

    HUBUNGAN ANTARA GRATITUDE DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA PENERIMA BEASISWA UNIVERSITAS X DI PRINGSEWU

    Get PDF
    Psychological well-being is the state of an individual who is physically and mentally healthy. A form of psychological well-being is a feeling of happiness or satisfaction where the individual can feel that their psychological condition is in good condition. The research objective was to determine the correlation between gratitude and psychological well-being in scholarship students at the X University of Pringsewu. This research employed a quantitative approach and a purposive sampling technique. The sample in this study was 125 students who received scholarships. This research data uses product moment analysis techniques using the Statistical Product and Service Solution (SPSS) 25.0 for Windows program. Based on the results of the product moment analysis (r = 0.773; P = 0.000), this data analysis shows that there is a significant correlation between gratitude and psychological well-being in scholarship students at the X University of Pringsewu. This means that the higher the gratitude towards students, the higher the level of psychological well-being they have. Conversely, students who are less grateful also tend to be less psychologically well-off. Gratitude has a 59,7% coefficient of determination when it comes to psychological well-being

    Hubungan antara dukungan sosial dan regulasi diri dengan kecemasan saat melakukan pertunjukan musik pada mahasiswa UKM musik UIN Walisongo Semarang

    Get PDF
    This study aims to empirically examine the relationship between social support and self-regulation with anxiety during music performances among students of the Music UKM at Uin Walisongo Semarang. This research employs a quantitative approach with correlational analysis techniques. The hypothesis of this study is that there is an influence of the relationship between social support and self- regulation with anxiety during music performances among students of the Music UKM at Uin Walisongo Semarang. The sample size used in this study is 62 subjects taken using a non-probability sampling technique with a saturated sampling type with a population of 62 subjects. This study utilizes measurement instruments of social support scale, self-regulation, and anxiety made by the researcher. Data analysis methods employ simple correlation tests and multiple correlation tests. The results of the first hypothesis indicate that there is a relationship between social support and anxiety evidenced by the significance value of 0.021 with a correlation coefficient value of -0.292. Thus, it can be interpreted that the higher the social support, the lower the anxiety of subjects during music performances among students of the Music UKM at Uin Walisongo Semarang and vice versa, the lower the social support, the anxiety of subjects during music performances among students of the Music UKM at Uin Walisongo Semarang. The results of the second hypothesis show a relationship between self- regulation and anxiety evidenced by the significance value of 0.025 with a correlation coefficient value of -0.284. Thus, it can be interpreted that the higher the self-regulation, the lower the anxiety of subjects during music performances among students of the Music UKM at Uin Walisongo Semarang and vice versa, the lower the regulation, the anxiety of subjects during music performances among students of the Music UKM at Uin Walisongo Semarang. The results of the third hypothesis indicate a significance value of 0.039 < 0.05 with a correlation coefficient value of 0.323 in the low category. Thus, it can be stated that there is a relationship between social support and self-regulation with anxiety during music performances among students of the Music UKM at UIN Walisongo Semarang. Keywords: Social Support, Self-Regulation, and Anxiety ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara dukungan sosial dan regulasi diri dengan kecemasan saat melakukan pertunjukan musik pada mahasiswa UKM Musik Uin Walisongo Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis korelasional. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh hubungan antara dukungan sosial dan regulasi diri dengan kecemasan saat melakukan pertunjukan musik pada mahasiswa UKM Musik Uin Walisongo Semarang. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 62 subjek yang diambil dengan teknik non- probability sampling dengan jenis sampling jenuh dengan populasi 62 subjek. Penelitian ini menggunakan alat ukur skala dukungan sosial, regulasi diri, dan kecemasan yang dibuat oleh peneliti. Metode analisis data menggunakan uji korelasi sederhana dan uji korelasi berganda. Hasil hipotesis pertama menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan dibuktikan nilai signifikansi sebesar 0,021 dngan nilai koefisien korelasi sebesar -0,292. Sehingga dapat diartikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah kecemasan subjek saat melakukan pertunjukan musik pada mahasiswa UKM Musik Uin Walisongo Semarang dan sebaliknya semakin rendah dukungan sosial maka kecemasan subjek saat melakukan pertunjukan musik pada mahasiswa UKM Musik Uin Walisongo Semarang. Hasil hipotesis kedua terdapat hubungan antara regulasi diri dengan kecemasan dibuktikan nilai signifikansi sebesar 0,025 dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,284. Sehingga dapat diartikan bahwa semakin tinggi regulasi diri maka semakin rendah kecemasan subjek saat melakukan pertunjukan musik pada mahasiswa UKM Musik Uin Walisongo Semarang dan sebaliknya semakin rendah regulasi maka kecemasan subjek saat melakukan pertunjukan musik pada mahasiswa UKM Musik Uin Walisongo Semarang. Hasil hipotesis ketiga menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,039 < 0,05 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,323 dalam kategori rendah. Sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dan regulasi diri dengan kecemasan saat melakukan pertunjukan musik pada mahasiswa UKM Musik Uin Walisongo Semarang. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Regulasi Diri, dan Kecemasa

    SELF-COMPASSION DAN SELF-EFFICACY DENGAN FLOURISHING PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR

    Get PDF
    This research aims to determine the relationship between selfcompassion, self-efficacy and flourishing in final year students, and flourishing in final year students. This research is a correlational quantitative research. The subjects of this research were students the total sample was 263 students taken using purposive sampling. The measurement instrument uses a psychological scale consisting of a self-compassion, a self-efficacy, and a flourishing using a Likert scale. Reliability uses the Cronbach\u27s Apha formula for the self-compassion scale and the value obtained is ralpha = 0.906, the self-efficacy scale ralpha = 0.913, the flourishing scale ralpha = 0.928. The Spearman rank correlation test of self-compassion and flourishing a correlation of 0.400, so there is a significant relationship between self-compassion and flourishing in the medium category. The Spearman rank correlation test of academic self-efficacy and flourishing obtained a correlation coefficient value of 0.283, so there is a significant relationship between self-efficacy with flourishing is in the low category. The multiple regression test of self-compassion and self-efficacy with flourishing shows that the probability level results show a value of sig (p) = 0.000 (p &lt; 0.05), so it can be concluded that there is a relationship between selfcompassion, self-efficacy and flourishing of students class of 2017 who are writing their theses. The correlation between the variables is large and flourishing is 0.466. The coefficient of determination (R2) = 0.217 which means that the variable self-compassion, selfefficacy contributes to the influence on flourishing by 21.7% and 78.3% by other variables

    HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL PADA SISWA KELAS IX DI SMP N 9 SEMARANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dan dukungan sosial keluarga dengan kecemasan menghadapi ujian nasional pada siswa kelas IX di SMP N 9 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX di SMP N 9 Semarang. Sampel penelitian ini bejumlah 154 siswa kelas IX di SMP N 9 Semarang. Metode pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga skala. Skala kecemasan menghadapi ujian berisi 29 aitem memiliki koefisien reliabilitas = 0,912 dengan indeks daya beda aitem bergerak antara 0,256 sampai 0,660. Skala regulasi diri terdiri dari 38 aitem memiliki koefisien reliabilitas = 0,921 dengan indeks daya beda aitem bergerak antara 0,348 sampai 0,612. Serta skala dukungan sosial keluarga dengan 37 aitem memiliki koefisien reliabilitas = 0,943 dengan indeks daya beda aitem bergerak antara 0,310 sampai 0,778. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi ganda dan korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara regulasi diri dan dukungan sosial keluarga dengan kecemasan menghadapi ujian nasional diperoleh skor R = 0,706 dan Fhitung = 74,983 dengan signifikan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil uji korelasi parsial antara regulasi diri dengan kecemasan menghadapi ujian nasional dengan mengontrol dukungan sosial keluarga diperoleh skor rx1y = -0,512 dengan signifikan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil menunjukan adanya hubungan negatif yang signifikan antara regulasi diri dengan kecemasan menghadapi ujian nasional. Hasil uji korelasi parsial antara dukungan sosial keluarga dengan kecemasan menghadapi ujian nasional dengan mengontrol regulasi diri diperoleh skor rx2y = -0,160 dengan signifikan p = 0,048 (p < 0,05). Hasil menunjukan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan kecemasan menghadapi ujian nasional. Kata kunci : kecemasan menghadapi ujian nasional, regulasi diri, dukungan sosial keluarg
    corecore