19,845 research outputs found

    Resepsi Hermeneutika dalam Penafsiran Al-qur\u27an oleh M. Quraish Shihab: Upaya Negosiasi antara Hermeneutika dan Tafsir Al-qur\u27anuntuk Menemukan Titik Persamaan dan Perbedaan.

    Full text link
    PosisiQuraish Shibah dalam merespon perdebatan hermeneutika beradadi antara dua kubu mereka yang menolak hermeneutika secarakeseluruhan dan kubu yang menerima hermeneutika secara totalitas.Sebagaimana diakui oleh Shihab tidak semua ide yang diketengahkanoleh berbagai aliran dan pakar hermeneutika merupakanide yangkeliru atau negatif.Pasti ada di antaranya yang baik dan baru serta dapatdimanfaatkan untuk memperluas wawasan, bahkan memperkayapenafsiran, termasuk penafsiran al-Qur\u27an. Hermeneutika danTafsir, keduanya sama-sama sebagai kaidah penafsiran. Terlepasdari perbedaan pada segi objek (al-Qur\u27an sebagai kalam Allah,Sedangkan Bibel hasil karya manusia)

    Implikasi Hermeneutika Al-qur`an Fazlurrahman Dan Hasan Hanafi Terhadap Penetapan Hukum Islam

    Full text link
    Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai model pemahaman atau hermeneutika Al-Qur`an menurut Fazlurrahman dan Hasan Hanafi serta relevansinya dengan penetapan hukum Islam. Hermeneutika Al-Qur`an dalam penetapan hukum Islam mempunyai posisi yang penting, sebab menjadi dasar pijakan yang pertama dan utama, sehingga dalam menetapkan sebuah hukum Islam tidak secara sporadis. Hal itu, yang ingin ditampilkan dari sosok Fazlurrahman dan Hasan Hanafi. Fazlurrahman, adalah salah satu dari sekian pemikir muslim yang sadar akan keadaan tersebut. Dengan pendekatan hermeneutika kritis dan dialektis ia berusaha membangkitkan kembali kejayaan Islam yang pernah diraih. Dengan double movement sebagai metode penafsiran Al-Qur`an, serta berdampak pada eksistensi Hukum Islam, yakni terjadinya rasionalisasi Hukum Islam. Sedangkan Hasan Hanafi menyarankan agar menerapkan hermeneutika pembebasan terhadap Al-Qur`an. Wacana turâṡ watajdîd dijadikan sebagai dasar hermeneutika Al-Qur`an, sehingga berdampak pada penentuan formalisasi maqâṣid asy-syarî'ah yang sesuai dengan kondisi sosial, budaya dan realitas saat ini

    Menimbang Hermeneutika Dalam Studi Hukum Islam

    Full text link
    Selama ini metode yang dipakai oleh para ulama dalam memahami dan menjelaskan maksud ayat-ayat Al-Qur\u27an adalah metode tafsir, baik yang bi al-ma\u27tsûr maupun yang bi ar-ra\u27yi. Tetapi beberapa tahun belakangan ini, mulai ditawarkan metode lain yang diklaim lebih sesuai untuk menjawab tantangan zaman sekarang ini, yaitu metode hermeneutika yang berasal dari tradisi Barat dalam memahami Alkitab. Ada yang hanya menggunakan metode hermeneutika sekadar sebagai pelengkap atau pendamping metode tafsir yang sudah dikenal selama ini, tetapi ada juga yang bersemangat ingin mengganti metode tafsir dengan hermeneutika. Makalah ini mencoba menggambarkan secara ringkas kedua metode tersebut dengan sebuah sikap, jika memang ada yang baik dari hermeneutika dan dapat membantu kita memahami Al-Qur\u27an dan as-Sunnah dengan lebih baik, kenapa tidak kita ambil. Sebaliknya kita juga tidak akan mengalami kesulitan apa-apa meninggalkannya jika tenyata tidak ada manfaatnya. Sikap kritis dan selektif itulah yang harus selalu dipelihara

    Pengaruh Model Pembelajaran Hermeneutika Terhadap Kemampuan Pemahaman Matematika Ditinjau Dari Keaktifan Belajar Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 01 Sukoharjo

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh antara model Hermeneutika dan Make a Match terhadap pemahaman matematika, (2) pengaruh keaktifan siswa terhadap pemahaman matematika, (3) interaksi antara model pembelajaran dan keaktifan siswa terhadap pemahaman matematika. Sampel penelitian ini sebanyak 55 siswa dari 2 kelas yang diperoleh dengan teknik random sampling dan dikelompokkan menjadi kelas eksperimen (VIII E) dan kelas kontrol (VIII C). Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, metode angket dan metode tes. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan frekuensi sel tak sama, sebelum data dianalisis dilakukan uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemahaman matematika siswa yang dikenai model Hermeneutika lebih baik dari pada pemahaman matematika siswa yang dikenai model Make a Match, dengan statistik uji Fa > Ftabel, yaitu 4,0998 > 4,04 dan rata-rata nilai pemahaman matematika siswa yang dikenai model Hermeneutika lebih besar dari model Make a Match, yaitu 80,071 > 70,407 (2) Tidak ada pengaruh yang signifikan keaktifan siswa terhadap pemahaman matematika, dengan statistik uji Fb < Ftabel, yaitu 1,5911 < 3,19. (3) Tidak ada efek interaksi antara model Hermeneutika dan Make a Match ditinjau dari keaktifan siswa terhadap pemahaman matematika, dengan statistik uji Fab < Ftabel, yaitu 0,7127 < 3,19

    Memahami Konsep Hermeneutika Kritis Habermas

    Full text link
    Artikel ini coba menguak tentang teori hermeneutika kritis Habermas. Teori hermeneutika kritis Habermas merupakan sebuah terobosan baru untuk menjembatani ketegangan antara obyektifitas dengan subyektifitas, antara yang idealitas dengan realitas, antara yang teoritis dengan yang praktis. Dan inilah sebuah prestasi Habermas dalam disiplin hermeneutika. Hermeneutika yang awal mulanya berkutat pada wilayah idealisme, oleh Habermas telah ditarik secara paksa turun untuk bisa memahami lapangan realisme-empiris. Pada era ini aspek subyektifitas dan obyektifitas sudah mulai diperhitungkan untuk menafsirkan tek dan realitas sosial. Hal ini sebagai upaya untuk mengcounter balik terhadap arogansi ilmu eksakta yang mulai mendominasi wilayah ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Kata Kunci: Hermeneutika, Kritis, Haberma

    Humanista hermeneutika

    Get PDF

    „Hermeneutika, nyelviség, szabadság”

    Get PDF
    „Hermeneutika, nyelviség, szabadság” című tanulmányomban elsősorban a nyelviség fogalmát vizsgálom, abból a szempontból, hogy konkrétan miként képes betölteni azt az a priori funkciót, amelyet valamennyi létező nyelv, s egyáltalán minden emberi világviszony vonatkozásában – heideggeri útmutatásokat követve, ám elsődlegesen Arisztotelész megfontolásaihoz kapcsolódva – Gadamer neki tulajdonít. A beszédnek mint szavakkal történő rámutatásnak a hasznos, az igazságos, egyáltalán a jó, valamint az idő iránti érzékkel való összefüggései, ezekhez kapcsolódóan az emberek közti, a nyelviség tekintetében konstitutív „megegyezésnek” a gadameri értelmezése, s a rituális cselekvésekben való kifejeződése, egyáltalán az embert Gadamer szerint kitüntető egymással-[lét] (Miteinander) sajátosságainak a rekonstruálása képezik azokat a lépéseket, amelyek révén a nyelviség a prioritása igazolódik. A hermeneutikai filozófia pozicionálása tekintetében végül rámutatok arra, hogy a nyelviség világfeltáró teljesítményének rekonstruált a prioritása teszi először beláthatóvá, milyen értelemben jelenti az természet és szabadság kanti megkülönböztetésének a meghaladását

    Hermeneutika sebagai Metode Baru dalam Menafsirkan Alquran

    Full text link
    This article will discuss hermeneutics as a new method of interpreting the Qur\u27an.The use of hermeneutics is a new thingin the world of interpretation. Some support and some reject it.The results of this study show that the use of hermeneutics in interpreting the Qur\u27an must be careful.In addition, This science should be placed as a complement, not as a subdivision of the science of interpretation. On the other hand, hermeneutics paves the way to contextualize the scriptures, so that they can dialogue in different spaces and times, as apologically desirable and held by many religious groups to their respective scriptures

    Hermeneutika Heidegger dan Relevansinya terhadap Kajian Al-qur'an

    Full text link
    Ange-newline"> </The integration of hermeneutics and the study of Qur'anic interpretation is still considered as a taboo. This article reviewes the hermeneutic conception of Heidegger's Dasein and looks for its relevance to the study of Qur'anic interpretation. Theories within Heidegger's Dasein that can be used tostrengthen Qur'anic studies are theory of facticity, temporality, and theontological-existential. In the midst of the development of contemporarysciences such as hermeneutics on the one hand, and the widespread ofexclusive interpretation of the Qur'an on the other, integration of Westernhermeneutics to the fild of Qur'anic studies is necessar
    corecore