49,840 research outputs found
Common Interests or Common Polities? Reinterpreting the Democratic Peace
The central claim of a rapidly growing literature in international relations is that members of pairs of democratic states are much less likely to engage each other in war or in serious disputes short of war than are members of other pairs of states. Our analysis does not support this claim. Instead, we find that the dispute rate between democracies is lower than is that of other country pairs only after World War II. Before 1914 and between the World Wars, there is no difference between the war rates of members of democratic pairs of states and those of members of other pairs of states. We also find that there is a higher incidence of serious disputes short of war between democracies than between nondemocracies before 1914. We attribute this cross-temporal variation in dispute rates to changes in patterns of common and conflicting interests across time. We use alliances as an indicator of common interests to show that cross-temporal variation in dispute rates conforms to variations in interest patterns for two of the three time periods in our sample.
Analysis of Tumpang Sari Horticulture Farming in Pattappang Village, Gowa Regency
This research was prepared aiming to determine the amount of cost, income, and efficiency of vegetable farming in the Buluballea Environment, Pattappang Village, Tinggimoncong District, Gowa Regency. Besides this research is also to determine the effect of factors such as land area, labor, manure, urea fertilizer, KCl fertilizer, ZA fertilizer, and cropping patterns on costs and income. Tumpangsari Farming is planting in almost the same time for the same two types of crops. The basic method used in this research is descriptive study and is done by interview technique. The selection of sample farmers uses a stratified random sampling method with a total of 5 (five) people. The type of data used in the study is primary data and secondary data collected by interview, note-taking, and observation technique
PENYERANGAN KERAJAAN GOWA TERHADAP KERAJAAN SOPPENG TAHUN 1609
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tiga permasalahan pokok yaitu latar belakang invasi Kerajaan Gowa, proses invasi dan pengaruh invasi Kerajaan Gowa terhadap Kerajaan Soppeng tahun 1609. Jenis penelitian ini adalah penelitian sejarah yang bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa latar belakang invasi Kerajaan Gowa terhadap Kerajaan Soppeng yaitu adanya Perjanjian TellupoccoE, masuknya bangsa-bangsa Barat, dan penolakan ajaran Islam oleh datu Soppeng. Proses invasi dilakukan selama tiga tahap mulai tahun 1607 sampai 1609 dari berbagai arah. Pengaruh invasi tersebut bagi Kerajaan Soppeng adalah perubahan keyakinan masyarakat menjadi Islam dan perubahan terhadap struktur kerajaan, sedangkan dampak bagi Kerajaan Gowa adalah adanya ikatan emosional yaitu ikatan keagamaan antara Kerajaan Gowa dengan kerajaan-kerajaan Bugis, dan terwujudnya Pax Sulawesiana serta Somba Opu dapat menjadi pelabuhan internasional.
Kata kunci : invasi, Kerajaan Gowa, Kerajaan Soppeng
Tidal Polarization in Elite Ethnic and Makassar Bugis
Pada fase tradisional, elit etnis Bugis dan Makassar sama-sama mengembangkan konsep politik simbol. Tradisi politik simbolik itu tertuang dalam naskah imajinatif; tomanurung dan kalompoang. Sebuah konsep untuk melegitimasi kekuasaan sang penguasa. Secara sosial, konsep tomanurung kemudian diterjemahkan oleh elit dan massa sebagai pola hubungan yang bersifat saling melindungi; patron-client. Dalam perjalanan politik orang Bugis dan Makassar, konsep tomanurung kian melemah, diawali dengan kehadiran Islam di Istana Gowa, dan meningkatnya birahi politik para penguasa kerajaan. Perebutan wilayah kekuasaan dan polarisasi politik antara etnis Bugis dan Makassar terus mengalami eskalasi, puncaknya pada abad 17, ketika VOC dan Arung Palakka dari Bone berhasil menaklukan kesultanan Gowa. Sejak kemenangan VOC terhadap Kesultanan Gowa, etnis Bugis menjadi etnis yang dominan dalam struktur kekuasaan formal. Peranan etnis Bugis agak berkurang ketika VOC Balik memusuhi kerajaan Bone pada 1905. Struktur kekuasaan kemudian dikuasai kembali oleh istana Gowa hingga fase awal kemerdekaan RI. Pertengahan Orde Lama hingga awal reformasi, etnis Bugis kembali memanggul kekuasaan. Kini melalui pemilihan langsung pemimpin (gubernur) secara langsung (pada era otonomi daerah), panggung kekuasaan di Sulsel direbut kembali oleh etnis Makassar Gowa
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MIA 1 SMA Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) seberapa besar keterampilan berpikir kritis siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah dan (2) Apakah nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa dapat mencapai 70% dari nilai ideal. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen menggunakan desain One-Shot Case Study dengan melibatkan satu variabel bebas yaitu model pembelajaran berbasis masalah dan satu variabel terikat yaitu keterampilan berpikir kritis siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa sebanyak 36 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan berpikir kritis adalah multiple choice test (tes pilihan ganda) sebanyak 60 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa sebesar 77,83. Kemudian, dari hasil analisis dengan uji t diperoleh thitung sebesar 8,798 lebih besar dari setelah ttabel = 1,864 yang berarti nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa dapat mencapai 70% dari nilai ideal.Kata kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Keterampilan Berpikir Kritis, Penelitian Pra Eksperimen, nilai rata-rata, dan nilai ideal.This research aims to determine (1) how much critical thinking skills of student the tenth grade MIA first of second Sungguminasa Senior High School Gowa District after application of problem-based learning model and (2) whether the average value of the critical thinking skills of student the tenth grade MIA first of second Sungguminasa Senior high School Gowa District can reach 70% of the ideal value. This research is a pre-experimental design using One-Shot Case Study involving one independent variable is the problem-based learning model and the dependent variable is the crtical thinking skills of student's. This research subjects are student of the tenth grade MIA first of second Sungguminasa Senior High Schoool Gowa District as many as 36 students. The instrument used is the critical thinking skills test is a multiple choice test of 60 questioning. The results showed that the average value of the critical thinking skills of student the tenth grade MIA first of second Sungguminasa Senior High School Gowa District at 77,83. Then, from the results of the analysis of the obtained ttest for 8,798 is greater than ttable = 1,864 which means the average value of the critical thinking skills of student the tenth grade MIA first of Second Sungguminasa Senior High School Gowa District can reach 70% of the ideal value
- …
