58,725 research outputs found
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR MUSEUM GEOLOGI BLORA
Secara umum wilayah Blora terkenal karena potensinya akan tambang minyak dan gas bumi (migas). Hal itu menandakan bahwa Blora memiliki potensi besar di bidang Geologi. Namun selain potensi Geologi di bidang tambang migas, ternyata Kabupaten yang termasuk kedalam blok Cepu tersebut juga memiliki beberapa lokasi yang memiliki potensi Geologi untuk riset atau penelitian. Salah satu lokasi yang memiliki potensi tersebut ialah daerah Sendangharjo, Kecamatan Blora Kota.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di lokasi tersebut, daerah Sendangharjo memiliki singkapan-singkapan formasi batuan. Namun saat ini kondisi kawasan tersebut sudah semakin kritis akibat adanya aktivitas penambangan terbuka yang dilakukan oleh warga setempat.
Oleh karena itu, yang ingin dicapai dalam proyek ini ialah menyelamatkan dan melestarikan situs geologi Sendangharjo, Kab. Blora dari kepunahan melalui pendirian suatu bangunan Museum Geologi
Overspeed correction scheme for dc motor using artifical intelligent approach
The conventional PI, PD and PID controllers were used as a control strategy for
various industrial processes from many years due to their simplicity in operation.
They used mathematical models to control the plant for different process control
applications. A fuzzy controller for DC speed motor fed by DC Chopper, H-Bridge
converter is developed and presented in this paper. Fuzzy logic based control
systems were introduced by Lotfi Zadeh to optimize the speed and process control
parameters in better way. During implement this project, we have an experienced in
modeling the physical quantities such as dc motor, and modeling a mathematical
equations for dc motor, develop simulink block for PI controller and then develop
fuzzy logic speed controller using MATLAB Simulink blocks
Desain Geosite sebagai Dasar Pengembangan Kawasan Geowisata Bukit Pajangan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah
Wilayah Bukit Pajangan merupakan kawasan yang baru ditemukan oleh masyarakat setempat pada bulan Juli 2016 akibat adanya longsor besar di wilayah itu sehingga tersingkap morfologi kekar-kekar tiang. Bentukan morfologi yang unik seperti susunan anak tangga tersusun rapi dengan kemiringan relatif horizontal. Hasil bentukan kekar tiang tersebut membentuk persepsi masyarakat bahwa Bukit Pajangan merupakan candi purbakala yang dapat dijadikan aset wisata daerah setempat. Belum adanya penelitian ilmiah mengenai studi geowisata daerah Bukit Pajangan membuat penulis tertarik untuk melakukan studi mengenai desain geosite situs geologi Bukit Pajangan sebagai potensi geowisata daerah Bukit Pajangan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data serta mengidentifikasi aspek keanekaragaman situs geologi, mengetahui data pengelolaan fasilitas wisata, dan membuat desain peta destinasi geowisata terintegrasi dengan wisata alam di wilayah Bukit Pajangan dan sekitarnya.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi pustaka dan observasi lapangan geologi. Pada metode studi pustaka, data yang dapat diambil seperti informasi-informasi yang berkaitan dengan kondisi geologi regional, struktur geologi, serta akses jalan yang biasanya terlihat dari peta. Sementara pada metode observasi lapangan geologi, data yang diambil berupa jenis litologi, struktur geologi, bentuk lahan, sampel batuan, koordinat, dokumentasi daerah penelitian, dan kondisi akses menuju ke lokasi pengamatan.
Berdasarkan metode studi pustaka dan observasi lapangan geologi, didapatkan hasil data bahwa Bukit Pajangan merupakan struktur primer batuan beku dengan komposisi batuan basaltis. Kekar tiang ini diinterpretasikan sebagai hasil dari vulkanisme Gunung Gajah Purba. Terdapat 4 titik kawasan geologi yang memiliki morfologi unik direncanakan sebagai potensi geowisata. Kawasan tersebut meliputi Situs Utama Pajangan, Singkapan Watu Kapal, Singkapan Kekar Kolom, dan Singkapan Sisik Ular. Hasil penelitian ini diaplikasikan pada sebuah Peta Desain Geosite dan Peta Geowisata dari 4 titik rencana kawasan geowisata yang ditemukan di Bukit Pajangan. Peta tersebut dihadirkan guna menambah daya tarik masyarakat, sarana edukasi masyarakat, dan sudah terintegrasi dengan kondisi alam di sekitar kawasan geowisata Bukit Pajangan, Desa Sidomulyo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Kata kunci: Kawasan Bukit Pajangan, kekar tiang, bentuk morfologi, desain geosite, geowisat
Identifikasi Penyebab Gerakantanah dengan Penyelidikan Geologi Teknik dan Pengukuran Geolistrik Metode Wenner pada Perumahan Taman Sentosa dan Sekitarnya Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang
Salah satu permasalahan yang terjadi di Perumahan Taman Sentosa,Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang dan sekitarnya adalah gerakantanahyang terjadi pada lokasi tersebut yang menjadi lokasi penelitian. Kejadiangerakantanah yang terjadi cukup mengganggu aktifitas masyarakat dan merusakinfrastruktur bangunan serta jalan yang ada. Penyebab dan klasifikasigerakantanah tersebut perlu diketahui secara baik sehingga dapat dilakukanpenanggulangan gerakantanah yang tepat terhadap lokasi penelitian. Tujuan daripenelitian ini adalah menentukan litologi lokasi penelitian, klasifikasigerakantanah, dan penyebab gerakantanah yang terjadi berdasarkan analisispengukuran geolistrik metode Wenner dan pemetaan geologi teknik. Geolistrik merupakan metode geofisika yang digunakan untuk mengetahuikondisi geologi bawah permukaan berdasarkan variasi nilai resistivitas jenisbatuannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah geolistrik metodeWenner, dengan 4 titik pengukuran geolistrik yang tersebar di sekitar lokasipenelitian. Proses pengolahan data dilakukan menggunakan software IPI2winuntuk mengetahui nilai resistivitas batuan. Sedangkan pemetaan geologi teknikadalah penyelidikan material permukaan menggunakan peta kontur denganmemperhatikan sifat geologi teknik material dengan hasil akhir berupa petageologi teknik. Hasil interpretasi litologi berdasarkan nilai resistivitas batuan, dapatdikelompokkan menjadi batulempung (< 10 Ωm) dan batupasir (10-100 Ωm) dantidak ditemukan adanya ketidakmenerusan litologi yang menjadi pencirikeberadaan struktur geologi. Sedangkan hasil penyelidikan geologi teknikpermukaan ditemukan pada lokasi penelitian batulempung sisipan batupasir danlempung kepasiran dan tidak ditemukan adanya struktur geologi. Batulempungsisipan batupasir 75% komposisinya memiliki ukuran butir 0,06 mm dan 25%dibawah 0,02 mm. Sedangkan lempung kepasiran terdiri dari 90% komposisilempung dengan ukuran butir dibawah 0,02 mm dan 10% pasir dengan ukuranbutir 0,06 mm.Setelah dilakukan analisis terhadap data-data geolistrik dan geologi teknik yang didapat diketahui bahwa jenis gerakantanah yang terjadi pada lokasipenelitian adalah rayapan (creep) yang disebabkan oleh keberadaan materiallempung pada lokasi penelitian
Konsep Ruang Publik Warga Sebagai Fasilitas Taman Geologi Lumpur Sidoarjo
Rencana pemerintah untuk mengubah kawasan bencana Lumpur Sidoarjo menjadi sebuah taman geologi memerlukan beberapa pemenuhan syarat yang diajukan oleh organisasi dunia. Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah taman geologi adalah mengakomodir kegiatan edukasi, pelestarian budaya lokal, mendukung ekonomi sekitar, dan membangun sarana rekreasi. Taman geologi juga diwajibkan untuk memperbaiki lingkungan baik lingkungan hidup maupun lingkungan warga. Untuk lingkungan warga di sekitar kawasan kondisinya tidak seramai sebelum munculnya bencana, ini dikarenakan sebagain besar pemukiman dan pusat keramaian sudah tenggelam oleh lumpur. Hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk menciptakan sebuah ruang yang bertujuan untuk mengembalikan aktivitas masyarakat. Selain itu ruang publik juga menjadi salah satu komponen penting dari fasilitas terbangun yang dimiliki oleh taman geologi. Perancang menerapkan konsep pembentukan lansekap yang dikembangkan oleh Tadao Ando mengenai hubungan pengguna dengan alam sekitar. Dengan konsep tersebut diharapkan suasana dari taman geologi dirasakan oleh pengunjung selagi melakukan kegiatan tertentu pada ruang publik
Taman Geologi (Geopark) Sidoarjo Dengan Pemanfaatan Material Lumpur Sidoarjo
Fenomena semburan lumpur Sidoarjo merupakan fenomena yang menyebabkanbanyak kerugian diberbagai aspek terutama lingkungan yang menenggelamkanbeberapa desa di beberapa kecamatan di Sidoarjo. Pada tahun 2012, BadanPenanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) selaku pengelola area lumpur Sidoarjomerencanakan masterplan area luar terdampak Lumpur Sidoarjo yang digunakansebagai pengembangan wisata, salah satunya taman geologi (geopark). Sementara itulumpur Sidoarjo memiliki potensi yang telah dikembangkan sebagai material bangunan.Meski telah memenuhi persyaratan fisik rancangan taman geologi (geopark) Sidoarjoperlu adanya kajian bagaimanakah pemanfaatan material lumpur Sidoarjo padarancangan taman geologi (geopark) Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam kajian iniantara lain metode programatik, pragmatis dan kanonik. Hasil desain rancangan tamangeologi (geopark) yang didesain mengikuti kriteria geopark berupa bangunan tidakmasif yang ditunjukkan dengan pemanfaatan sistem panggung dan pemanfaatanmaterial ringan lumpur Sidoarjo sebagai material pengisi sebagai elemen dinding atapdan lantai pada bangunan taman geologi ini
PENGARUH KINERJA WIDYAISWARA TERHADAP KEPUASAN PARA PESERTA DIKLAT DI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN GEOLOGI BANDUNG SKRIPSI
Penelitian ini berjudul ”Pengaruh Kinerja Widyaiswara terhadap Kepuasan
Para Peserta Diklat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Bandung”.
Masalah yang penulis kemukakan dalam penelitian ini adalah mengenai kinerja
widyiswara pada saat pelaksanaan diklat dan berhubungan dengan peserta diklat.
Penelitian ini dilakukan di Pusat Pendidikan dan Latihan Geologi dan sumbernya
adalah peserta diklat dan juga widyaiswara. Peneliti mendapatkan data terkait
kinerja widyaiswara dari tim evaluasi yang menjelaskan bahwa beberapa indikator
kinerja widyaiswara tidak mencapai target atau kurang tercapai yang dinilai juga
oleh peserta diklat. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran mengenai kinerja
widyaiswara di Pusdiklat Geologi. Mengetahui gambaran mengenai kepuasan
peserta diklat di Pusdiklat Geologi. Memperoleh gambaran apakah ada hubungan
antara kinerja widyaiswara dengan kepuasan peserta diklat di Pusdiklat Geologi.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deksriptif dan pendekatan
kuantitatif, serta didukung dengan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data
dengan menggunakan angket, yang menjadi populasi adalah peserta diklat di
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Bandung dengan sampel sebanyak 64
responden yang diambil dari seluruh populasi. Analisis perhitungan dalam
penelitian ini menggunakan bantuan program Microsoft Excel 2007 dan SPSS
versi 22.0 for Windows. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan
rumus Weight Means Score (WMS), gambaran umum variabel X (Kinerja
Widyaiswara) berada pada kategori sangat baik dengan total rata-rata 4,49
sedangkan gambaran umum variabel Y (Kepuasan Peserta Diklat) berada pada
kategori sangat baik dengan skor 4,48. Korelasi variabel X dan variabel Y
memiliki hubungan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil koefisien
korelasi sebesar 0,637 yang ada pada kategori kuat dan signifikan, dengan
koefisien determinasi sebesar 46,6% serta hasil analisis regresi yaitu Y=
13,973+0,683X yang bersifat signifikan dan linier. Dapat disimpulkan bahwa
kinerja widyaiwara signifikan dan berkategori kuat terhadap kepuasan peserta
diklat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Bandung. Berdasarkan hasil
penelitian Kinerja widyaiswara di Pusdiklat Geologi sudah tergolong baik, hal ini
ditunjukkan dari kepuasan dari peserta diklat terhadap kinerja widyaiswara pada
saat pelaksanaan diklat. Peneliti memberikan rekomendasi kepada lembaga untuk
memperbaiki sarana prasarana dan juga melengkapi alat peraga yang ada di
Pusdiklat Geologi, sehingga widyaiswara dapat maksimal dalam pembelajaran.
Selain itu juga memberikan pelatihan ICT yang baik sehingga media pembelajaran
lebih bervariasi.----------The subject of this research is about “An Effect the Performance of
Instructor with respect to Customer Satisfaction in Education and Training
Center for Geologi Bandung. The problems that discussed in this research is
about the performance of instructor while operating education training and to
pertain to participant of education training. This research did in Education and
Training Center for Geologi Bandung and the resource is participants of
educational training and instructors. Researcher get the information about the
performance of instructor by the evaluator team who explain that the some
indicators performance of instructor not achieve the goal which appraised by the
participants of education training. Because of it researcher interested for
analyzed it. The purpose of this research is: 1) to know the depiction about
performance of instructor in Education and Training Center for Geologi, 2) to
know the depiction of customer satisfaction in Education and Training Center for
Geologi, 3) to get the depiction a connection between the performance of
instructor with respect to customer satisfaction in Education and Training Center
for Geologi. The research method that used in this research is descriptive method
with quantitative approach, and supported with bibliography. Information
collected used the questionnaire technique, the population is participant of
education and training in Education and Training Center for Geologi with 64
samples which taken from all population. The analyzed of this research
calculation used Microsoft Excel 2007 and SPSS version 22.0 for windows
program. Based on this calculation with the Weight Means Score (WMS) formula
that the performance of instructor in Education and Training Center for Geologi
Bandung to have marvelously category with 4,49 score, while the customer
satisfaction to have marvelously category with 4,48 score. About correlation of
variabel X and variabel Y have a significant correlation. In here can be seen from
output of coefficient correlation with 0,637 score and have a strong and
significant category, with score of coefficient determination 46,6% and ouput of
the regression analyzed is Y= 13,973+0,683X that is to have a characteristic
significant and linier. Can be concluded, actually the performance of instructor
have a significant and have a strong category applicable to customer satisfaction
in Education and Training Center for Geologi Bandung. Based on the output in
this research, the performance of instructor in Education and Training Center for
Geologi Bandung already good category, this is shown of from customer
satisfaction with the performance of instructor even the operating of training. Researcher give a recommendation to institute for repair the facility and infrastructure and than complete the display items in Education and Training Center for Geologi Bandung, so that the instructor can maximal in the learning process. Other than that to give a ICT training for instructor, so that the media of learning can be variation
- …
