63,062 research outputs found

    THE PHONOLOGICAL PROCESSES OF METATHESIS WORDS IN INDONESIAN SLANG LANGUAGEUSED BY JABOTABEK TEENAGERS

    Get PDF
    Remaja Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama mereka untuk percakapan sehari-hari, memodifikasi bahasa Indonesia menjadi bahasa yang dikenal dengan sebutan bahasa gaul. Bentuk dan variasi bahasa gaul ini bermacam-macam, salah satunya adalah bahasa Indonesia yang mengalami proses metatesis. Metatesis adalah proses fonologis dimana penutur mengubah posisi huruf dalam sebuah kata. Dalam hal ini, penulis tertarik untuk menganalisis fenomena metatesis yang terjadi pada bahasa Indonesia yang digunakan oleh remaja JABOTABEK. Hal yang menjadi fokus dalam skripsi ini adalah munculnya proses fonologis lainnya ketika kata-kata dalam bahasagaul tersebut mengalami proses metatesis. Tujuan penulisan skripsi ini tidak hanya sekedar untuk mengetahui tipe-tipe metatesis dan proses fonologi yang terjadi pada bahasa gaul, namun juga untuk mengetahui alasan remaja-remaja JABOTABEK menggunakan variasi bahasa ini dalam berkomunikasi. Data yang digunakan merupakan kata yang mengalami proses metatesis. Metode pengambilan data menggunakan purposive sampling dan teori Sudaryanto metode simak yaitu observasi dan cakap.Dalam menganalisis data, penulis menggunakan teori dari Schane. Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat 2 tipe metatesis yang ditemukan dalam bahasa gaul yaitu metatesis dengan membalikkan seluruh bunyiyang ada dalam satu kata yaitu dari belakang ke depan dan metatesis yang hanya memindahkan beberapa bunyi saja. Adapun prediksi sistem bahasa tentang bagaimana seseorang membentuk kata baru dengan cara metatesis. Proses fonologis yang muncul setelah kata-kata dalam bahasa Indonesia tersebut mengalami proses metatesis adalah proses menghilangan konsonan, menambahan konsonan, penghilangan bunyi vokal, penurunan bunyi vokal, dan netralisasi. Alasan remaja JABOTABEK menggunakan kata-kata metatesis ini adalah karena mereka tinggal di lingkungan yang juga menggunakan kata-kata tersebut dalam berkomunikasi, membuat suatu kode agar orang lain yang tidak termasuk dalam remaja JABOTABEK tidak mengerti apa yang mereka katakan dan untuk meningkatkan derajat sosial mereka menjadi remaja yang gaul

    Decoding transcription and microRNA-mediated translation control in Drosophila development

    Get PDF
    The spatio-temporal regulation of gene expression lies at the heart of animal development. In this article we present an overview of our recent work to apply systems biological approaches to the study of transcription and microRNA-mediated translation control in Drosophila development. We have identified many new cis-regulatory elements within the segmentation gene network, a transcriptional hierarchy governing pattern formation along the antero-posterior axis of the embryo, and developed a novel thermodynamic model to predict their expression. A similar thermodynamic approach that takes into account the secondary structure of the target mRNA significantly improves the prediction of microRNA binding sites

    Bahasa Gaul dan Eksistensi Diri

    Full text link
    Pemakaian bahasa gaul saat ini sudah menjadi pemakaian sehari-hari, adanyakebutuhan akan penggakuan ini menjadikan anak muda berperan pada lingkungannyauntuk membuat suatu kesan yang ditampilkan didepan orang-orang. Hal inilah yangdidapat pada teori Dramaturgi Sosial oleh Erving Goffman yaitu bagaimana orangberperan di depan penonton untuk menampilkan suatu kesan yang merupakan tujuandari pertunjukan tersebut. Didalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui danmenjelaskan pengalaman dari individu-individu dalam penggunaan bahasa gaul untukberinteraksi. Hasil dari wawancara yang mendalam didapatkan dari informan yaituanak muda yang memakai bahasa gaul secara intens. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologi.Pada penelitian ini mendapatkan suatu hasil yaitu bahasa gaul yang digunakanoleh anak muda saat berinteraki satu dengan yang lainnya merupakan sarana atau alatpenunjukan eksistensi didepan penonton yang menjadi bagian pertunjukan.Penggunaan bahasa gaul ini merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan darikeseharian anak muda. Kemudahan untuk berkomunikasi yaitu menjadikanpemakaian bahasa gaul lebih mengakrabkan. Penampilan didepan lingkungannya saatmenggunakan bahasa gaul (frontstage) akan berupa sebuah penampilan yang sudahdiatur tujuannya yaitu menampilkan sebuah kesan yang sama dengan yangdiinginkan. Berbeda dengan kondisi sebenarnya yaitu ketika informan berada padakondisi tidak ada penonton (backstage) dengan menampilkan diri yang sebenarnya.Penampilan yang dibuat akan menciptakan kesan bahwa para anak muda yangmenggunakan bahasa gaul adalah anak muda yang eksis dan mengikutiperkembangan zaman

    Kajian Analisis Wacana Kritis Intertekstualitas (Interdiskursivitas) pada Terjemahan yang Menggunakan Bahasa Gaul

    Full text link
    Makalah ini mengungkap konteks sosial dan budaya dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis pada hubungan intertekstualitas (Interdiskursivitas) pada terjemahan yang menggunakan bahasa gaul sebagai padanan meski teks sumbernya, bahasa Inggris, bukan merupakan bahasa gaul, serta menganalisis terjemahannya dengan pendekatan penerjemahan interpretasi terkait rekontekstualisasi makna yang hadir akibat penggunaan bahasa gaul pada bahasa sasaran. Ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan ancangan studi kasus tunggal dan analisis isi dengan sumber data novel Pretty Little Liars (2006) dan terjemahannya Para Pendusta Cantik (2011). Menerjemahkan teks dalam hubungan intertekstualitas (interdiskursivitas) memerlukan interpretasi yang cermat karena merujuk pada rekontekstualisasi makna pada bahasa sasaran yang cendrung berbeda dari bahasa sumber. Terjemahan dengan menggunakan bahasa gaul merupakan wujud dari rekontekstualisasi karena memuat unsur konteks realitas sosial dan budaya yang berbeda. Perbedaan ini dijembatani dengan pemahaman bahwa bahasa gaul merupakan wujud dari komunikasi fatik yang mewakili identitas kolektif tertentu yaitu remaja

    Bose-Einstein condensation in a minimal inhomogeneous system

    Full text link
    We study the effects of repulsive interaction and disorder on Bosons in a two-site Bose-Hubbard system, which provides a simple model of the dirty boson problem. By comparison with exact numerical results, we demonstrate how a straightforward application of the Bogoliubov approximation fails even to deliver a qualitatively correct picture: It wrongly predicts an increase of the condensate depletion due to disorder. We show that, in the presence of disorder, the noncommutative character of the condensate operator has to be retained for a correct description of the system.Comment: 6 pages, 4 figure

    A partially linear approach to modelling the dynamics of spot and futures prices

    Get PDF
    In this paper we consider the dynamics of spot and futures prices in the presence of arbitrage. We propose a partially linear error correction model where the adjustment coefficient is allowed to depend non-linearly on the lagged price difference. We estimate our model using data on the DAX index and the DAX futures contract. We find that the adjustment is indeed nonlinear. The linear alternative is rejected. The speed of price adjustment is increasing almost monotonically with the magnitude of the price difference

    PENGGUNAAN KOSA KATA GAUL PADA KOMUNITAS TARI MODERN REMAJA KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan kosakata gaul sesuai dengan konteks penggunaannya serta bentuk kosakata gaul yang digunakan pada komunitas tari modern Kota Bengkulu tahun 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan atau metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik - teknik pengumpulan data (1) Observasi langsung (2) Rekaman (3) Wawancara (4) Catatan. Untuk pengolahan data digunakan langkah – langkah berikut yaitu (1) transkripsi data (2) identifikasi data (3) interprestasi data (4) penyimpulan. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh gambaran bahwa pembentukan kosakata gaul yang digunakan anggota komunitas tari modern remaja Kota Bengkulu tahun 2013 menggunakan proses pembentukan asosiasi bunyi sebanyak 116 kosakata gaul dan pembentukan dengan pola acak sebanyak 16 kosakata gaul. Proses pembentukan kosakata gaul yang menggunakan bentuk asosiasi bunyi yang terdiri dari tiga tipe, yaitu (1) pengekalan suku kata pertama. Contoh: sudah → sutra. (2) pengekalan suku kata pertama dan huruf pertama suku kata kedua. Contoh bisa → bisikan. (3) pengekalan bentuk asal ditambah dengan variasi bunyi. Contoh: kemana → kemenong. Selain itu, pembentukan beberapa kosakata gaul juga ada yang dibentuk berdasarakan homonim dan homofon dari kata tempat, nama orang ,dan merek produk popular. Remaja anggota komunitas tari modern remaja Kota Bengkulu tahun 2013 dalam berkomunikasi akrab antarangota komunitas sering menggunakan kosakata gaul untuk menyampaikan suatu gagasan, ide, tanggapan atau pendapat antar anggota kominatas. Pengguna kosakata gaul ini adalah remaja yang tergabung pada komunitas tari modern remaja Kota Bengkulu tahun 2013 yakni remaja sekolah menengah atas hingga remaja mahasiswa yang berusia 16 tahun hingga 22 tahun. Konteks yang digunakan komunitas tari modern remaja Kota Bengkulu than 2013 dalam menggunakan kosakata gaul ini adalah pada saat situasi santai akrab, latihan, dan persiapan sebelum tampil yang membicarakan hal – hal biasa seputar kehidupan yang dialami dan dirasakan remaja menggunakan media bahasa lisan

    DAMPAK PENGGUNAAN BAHASA GAUL DI KALANGAN REMAJA TERHADAP BAHASA INDONESIA

    Get PDF
    Bahasa adalah bagian dari kebudayaan dan bahasalah yang memungkinkan pengembangan kebudayaan sebagaimana kita kenal sekarang. Bahasa dapat pula berperan sebagai alat integrasi sosial sekaligus alat adaptasi sosial, hal ini mengingat bahwa Bangsa Indonesia memiliki bahasa yang majemuk. Bahasa gaul adalah bahasa khas remaja (kata-katanya diubah-ubah sedemikian rupa, sehingga hanya bisa dimengerti di antara mereka) bisa dipahami oleh hampir seluruh remaja di tanah air yang terjangkau oleh media massa, padahal istilah-istilah itu berkembang, berubah dan bertambah hampir setiap hari. bahasa gaul adalah bahasa yang mempunyai istilah yang unik, sedangkan defenisi yang kedua diperjelas lagi bahwa yang menggunakan bahasa tersebut adalah para remaja dan bahasa tersebut akan terus berkembang. Adapun ciri-ciri bahasa gaul, faktor-faktor pendukung maraknya bahasa gaul di kalangan remaja, pengaruh bahasa gaul terhadap bahasa indonesia dan dampak dari penggunaan bahasa gaul

    Zeroth order regular approximation approach to electric dipole moment interactions of the electron

    Full text link
    A quasi-relativistic two-component approach for an efficient calculation of P,T\mathcal{P,T}-odd interactions caused by a permanent electric dipole moment of the electron (eEDM) is presented. The approach uses a (two-component) complex generalized Hartree-Fock (cGHF) and a complex generalized Kohn-Sham (cGKS) scheme within the zeroth order regular approximation (ZORA). In applications to select heavy-elemental polar diatomic molecular radicals, which are promising candidates for an eEDM experiment, the method is compared to relativistic four-component electron-correlation calculations and confirms values for the effective electrical field acting on the unpaired electron for RaF, BaF, YbF and HgF. The calculations show that purely relativistic effects, involving only the lower component of the Dirac bi-spinor, are well described by treating only the upper component explicitly.Comment: 10 pages, 4 tables, supplementary materia
    corecore