68,978 research outputs found

    Penggantian Daun Gamal (Gliricidia Sepium) Dengan Kaliandra (Calliandra Calothyrsus) Dalam Ransum Kambing Terhadap Kadar Urea Darah Dan Deposisi Nutrien

    Full text link
    Penelitian penggantian daun gamal dengan kaliandra dalam ransum kambing terhadap kadar urea darahdan deposisi nutrien telah dilakuan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 16 ekorkambing peranakan etawah (PE) jantan berat rata-rata 18 kg. Empat perlakuan yang diberikan adalah perlakuan A(ransum terdiri dari 40% konsentrat, 30% rumput gajah dan 30% gamal), B (ransum terdiri dari 40% konsentrat,30% rumput gajah, 20% gamal dan 10% kaliandra), C (ransum terdiri dari 40% konsentrat, 30% rumput gajah, 10%gamal dan 20% kaliandra), dan D (ransum terdiri dari 40% konsentrat, 30% rumput gajah, dan 30% kaliandra).Ransum disusun dengan protein 17% dan TDN 66%. Penelitian mendapatkan kadar urea darah perlakuan A nyatapaling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, hal ini karena daun gamal mudah didegradasi dalam rumen sehinggamenghasilkan amonia yang tinggi dan diserap oleh darah. Kadar urea darah perlakuan D nyata paling kecil (29,3mg/dl). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan imbangan kaliandra 30% dan gamal 0% dalam ransummengandung konsentrat 40% dan rumput gajah 30 % dapat meningkatkan deposisi nutrien

    Pengaruh Cara Pengawetan terhadap Komposisi Kimia dan Efisiensi dalam Bentuk Hay dan Silase pada Daun 16 Provenan Gamal (Gliricidia Sepium)

    Full text link
    RINGKASAN Percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara pengawetan terhadap kandungan zat-zat makanan dan efisiensinya pada daun 16 provenan gamal telah dilaksanakan selama 3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan pengawetan (gamal segar, gamal hay, dan gamal silase) dan 3 blok sebagai ulangan. Setiap perlakuan terdiri atas 16 provenan, yaitu 6 dari Mexico (M), 4 dari Guatemala (G), dan satu provenan masing-masing dari Colombia (C), Indonesia (I), Nicaragua (N), Panama (P), Costa Rica (R), dan Venezuela (V). Sampel setiap daun (helai dan tangkai) provenan sebelum dan setelah diawetkan dianalisis kandungan zat-zat makanannya dan dihitung efisiensinya setelah dibuat hay dan silase. Kandungan DM dan CP dari hay adalah tertinggi (P<0,05) jika dibandingkan dengan gamal segar dan gamal silase, sedangkan kandungan GE gamal hay terendah (P<0,05). Kandungan OM gamal silase terendah (P<0,05) jika dibandingkan dengan gamal segar dan gamal hay. Efisiensi GE adalah sama (P>0,05) setelah diawetkan menjadi hay dan silase, sedangkan efisiensi DM, OM, dan CP dari hay lebih tinggi (P<0,05) daripada silase. Provenan P13, R12, dan M34 mengandung zat-zat makanan lebih tinggi; sementara provenan G14 dan G17 lebih efisien bila diawetkan dalam bentuk hay dan silase. Pada pertanian lahan kering pengawetan gamal dalam bentuk hay lebih efektif dan efisien jika dibandingkan dengan dalam bentuk silase

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN GAMAL(GLIRICIDIA SEPIUM) TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS)

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum ekstrak daun gamal(Gliricidia sepium) yang dapat menghambat ektoparasit pada telur ikan bandeng(Chanos chanos). Penelitian ini dilakukan di Balai Budidaya Air Payau (BBAP)Ujung Batee, Kab. Aceh Besar pada bulan September hingga Oktober 2014. Analisastatistik menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 tarafperlakuan dan 3 ulangan. Sampel yang digunakan adalah telur ikan bandeng (Chanoschanos) yang telah dibuahi sebanyak 100 butir telur per wadah/ulangan. Tarafperlakuan yang dilakukan meliputi perlakuan konsentrasi ekstrak daun gamal(Gliricidia sepium) yaitu ; (kontrol); 100; 200; 300; 400; 500; 600; 700 ppm. Hasiluji ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak daun gamal berpengaruh sangat nyataterhadap daya tetas telur ikan bandeng pada taraf uji 1%. Hasil uji BNJ menunjukkanbahwa persentase daya tetas telur ikan bandeng antar perlakuan berbeda sangatnyata. Perlakuan konsentrasi ekstrak daun gamal (Gliricidia sepium) terbaik padapenelitian ini adalah 500 ppm.Kata kunci: Bandeng, Daun Gamal, tanin, Saprolegnia s

    Engaruh Pemberian Kulit Kopi Terfermentasi dan Leguminosa untuk Pertumbuhan Kambing Peranakan Etawah

    Full text link
    Waste coffee planthas the potential to be used as abooster feed for livestock. Coffee fruit waste composition physicallyquite largeat around 48% on coffee pulp. Research was conducted to examine the effect on the growth of Etawah CrossbredGoat (PE) after the treatment of fermented coffee waste as the substitution for leguminous (gamal and kaliandra). Twelve5-6 months old male PE goats were involved with 20 kg early weight average. Three groups of feeding treatment wereconsidered: Treatment P1 = 100% leguminous (gamal and kaliandra in ratio 1:1); Treatment P2 = 70% leguminous(gamal and kaliandra in ratio 1:1) + 30% fermented coffee Pulp; Treatment P3 = 40% leguminous (gamal and kaliandrain ratio 1:1) + 60% fermented coffee Pulp. Result of research indicated that the average increase of daily body weightof PE goat in the Treatment P1 (88.93 grams/goat/day) and P2 (100.00 grams/goat/day) was not obviously different (P> 0.05), but both were obviously different (P < 0.05) from P3 (71.79 grams/goat/day). Treatment P3 showed the lowestlevel of the consumption of DM, OM and the lowest level of gross energy, and had obvious difference (P < 0.05) fromP1 and P2. Meanwhile, P1 and P2 were not obviously different (P > 0.05). From these results, it was concluded that thetreatment of fermented coffee Pulp by 30 % and of leguminous (gamal and kaliandra) by 70 % (at P2) were giving thebest growth for PE goat. Indeed, P2 also displayed the most efficient food conversion

    Sifat Fisik dan Kecernaan Ransum Sapi Bali yang Mengandung Hijauan Beragam

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi dan jenis hijauan beragam terhadap sifat fisik dan kecernaan ransum pada sapi Bali. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 perlakuan ransum dengan 3 kelompok berat badan sebagai ulangan. Perlakuan ransum disusun berdasarkan bahan kering adalah: (A) rumput gajah 45% + jerami padi 0% + gamal 15% + kaliandra 10% + konsentrat 30%; (B) rumput gajah 30% + jerami padi 10% + gamal 20% + kaliandra 10% + konsentrat 30%; (C) rumput gajah 15% + jerami padi 20% + gamal 25% + kaliandra 10% + konsentrat 30% dan (D) rumput gajah 0% + jerami padi 30% + gamal 30% + kaliandra 10% + konsentrat 30%. Peubah yang diukur adalah sifat fisik dan kecernaan ransum. Data dianalisis menggunakan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan, sapi Bali yang diberi perlakuan D memiliki densitas tertinggi (P<0,05) yaitu 0,313 g/ml, KCBK dan KCPK tertinggi (P<0,05) masing-masing 67,78% dan 71,42% namun KCSK terendah (P<0,05) yaitu 49,34%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ransum D mampu meningkatkan densitas dan daya serap air serta meningkatkan KCBK dan KCPK ransum

    QCD condensates and hadron parameters in nuclear matter: self-consistent treatment, sum rules and all that

    Get PDF
    We review various approaches to the calculation of QCD condensates and of the nucleon characteristics in nuclear matter. We show the importance of their self-consistent treatment. The first steps in such treatment appeared to be very instructive. It is shown that the alleged pion condensation anyway can not take place earlier than the restoration of the chiral symmetry. We demonstrate how the finite density QCD sum rules for nucleons work and advocate their possible role in providing an additional bridge between the condensate and hadron physics.Comment: 67 pages, LaTeX, 15 figures, epsfig.sty; to be published in "Progress in Particle and Nuclear Physics", vol.47, is.
    corecore