3,076 research outputs found
MENGENAL TEKNIK-TEKNIK BIMBINGAN DAN KONSELING
Syukur Alhamdulillah, kamus kecil ini akhirnya berhasil diselesaikan penyusunannya. Kamus ini lahir dari sebuah motivasi utama untuk lebih meningkatkan pemahaman kami terhadap teknik-teknik bimbingan dan konseling, Motivasi lainnya adalah untuk lebih menyosialisasikan teknik-teknik bimbingan dan konseling kepada mahasiswa kependidikan, khususnya mahasiswa bimbingan dan konseling, guru pembimbing di sekolah, dan warga masyarakat pemerhati bimbingan dan konseling pada umumnya.
Dari motivasi tersebut, kami berusaha mencatat setiap istilah-istilah teknis yang ditanyakan mahasiswa, baik dalam perkuliahan maupun dalam pembimbingan skripsi dan tesis. Atas dorongan berbagai pihak, terutama rekan-rekan seprofesi, mahasiswa program studi bimbingan dan konseling (S1) FIP-UNM, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bimbingan dan Konseling (S2) Program Pascasarjana UNM, catatan-catatan tersebut kami olah, dan melahirkan kamus ini.
Dalam penyusunan kamus ini banyak pihak yang turut memberi bantuan. Mereka banyak memberi dorongan, masukan, pertimbangan, dan koreksi, mulai dari pengumpulan entry hingga terwujudkan kamus ini. Tanpa dorongan dan bantuan mereka, kamus ini mungkin tidak akan pernah terwujud. Untuk itu, kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih. Penghargaan dan ucapan terima kasih juga kami tujukan pada Badan Penerbit UNM yang telah bersedia mengedit dan menerbitkan kamus ini.
Sebagai suatu karya awal, sulit dihindari terdapatnya keterbatasan dan kelemahan dalam kamus ini. Oleh karena itu, , segala kritik dan saran untuk penyempurnaan kamus ini, Kami terima dengan senang hati
Pembelajaran Aktif pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPA 1 di Kelas 27 Mahasiswa Pgsd Fip Unm
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) mengdeskripsikan pembelajaran mata kuliah konsep dasar IPA 1 dengan pendekatan pembelajaran aktif. fokus masalah adalah apakah pendekatan pembelajaran aktif cocok untuk diterapkan pada mata kuliah konsep dasar IPA 1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeksripsikan pelaksanaan pembelajaran pada mata kuliah konsep dasar IPA 1 dengan pendekatan pembelajaran aktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis peneltitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif murni. Dari hasil penlitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran aktif pada mata kuliah konsep dasar IPA 1 di kelas 27 di Prodi PGSD FIP UNM berada pada kategori baik
PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGASI BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI PGSD SEMESTER III UPP MAKASSAR FIP UNM
Masalah dalam penelitian ini menyorot tentang apakah pembelajaran kooperatif model group investigation dapat meningkatkan keterampilan menyusun konsep / pengetahuan evaluasi hasil belajar bagi mahasiswa Prodi PGSD semester III UPP Makassar FIP UNM? Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation dapat meningkatkan keterampilan menyusun konsep / pengetahuan evaluasi hasil belajar bagi mahasiswa Prodi PGSD semester III UPP Makassar FIP UNM. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas, model desain penelitian Kemmis berdasarkan siklus-siklus. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi PGSD semester III UPP Makassar FIP UNM yang memprogram Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran di SD pada semester ganjil tahun ajaran 2009/2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran kooperatif model group investigasi dapat meningkatkan keterampilan menyusun konsep / pengetahuan evaluasi hasil belajar bagi mahasiswa Prodi PGSD semester III UPP Makassar FIP UNM.Kata kunci: pembelajaran kooperatif, model group investigasi
PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN MBS BAGI KEPALA SEKOLAH
This study aims at developing a model of training on school-based management in order to help principals to increase their competencies in the field of school-based management. Then, the product of this study is a standardized model of training that can be used for principals’ training, either solely or integrated with other trainings. ADDIE’s model (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate), which is developed by Reiser and Mollenda in1990, is used in this study. This study is divided into four phases (four years), namely 1) Analysis and Design, 2) Development, 3) Implementation, and 4) Evaluation. The study has been being in the third year phase. That is the implementation phase in which several phases have been done such as expert judgment in content and expert judgment in instructional media and design towards the developed products. The products are in the forms of learning material, model guide, and instructional media. The results of content expert judgment show that the products, namely learning material and model guide, are at good categories. The revision is not necessary to do for these products. While the instructional media, in the form of video, should be revised since it is in the moderate category. Then, the result of expert judgment in instructional media and design shows that learning material as one of the products is at moderate category so that it should be revised. While the model guide and the video as the instructional media are at good categories, therefore they should not be revised. However, suggestions from experts are taken into consideration for completing the products
BIMBINGAN AKTING KEPADA MAHASISWA PENGURUS SANGGAR SENI BASIC-CAMP PRODI PGSD BONE FIP UNM
Tujuan Pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah: (1) Menambah wawasan/pengetahuan pengurus sanggar seni Basic- Camp Prodi PGSD Bone FIP UNM di bidang acting dalam seni teater agar program kerja dapat terlaksana dengan lebih terarah berdasarkan kebutuhan calon anggota. (2) Meningkatkan dan memerkaya pengalaman pengurus sanggar seni Basic-Camp Prodi PGSD Bone FIP UNM dalam melakukan seni akting khusunya dalam mengekspresikan diri agar tampil alami (tidak dibuat-buat), khusunya: mengatur vokal dan menciptakan intonasi sesuai makna kata/kalimat yang disampaikan baik melalui dialog maupun monolog. (3) Meningkatkan dan memerkaya pengalaman pengurus sanggar seni Basic-Camp Prodi PGSD Bone FIP UNM dalam menciptakan gestur yang tepat meliputi mimik (ekspresi wajah) dan pantomimik (gerakan tubuh). Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan adalah: penyuluhan/informasi, tanya jawab, pelatihan/penugasan, observasi, dan demonstrasi. Hasil yang dicapai adalah para mahasiswa yang tergabung dalam pengurus sanggar seni Basic-Camp Prodi PGSD FIP UNM terampil memainkan berbagai ekspresi dengan intonasi dan gerakan (mimik dan pantomimik) yang tepat. Selain itu, mereka juga telah memahami bahwa untuk memiliki kemampuan dalam berakting, tidak hanya didasari oleh bakat saja, namun lebih dari itu adalah kemauan dan latihan secara serius agar dapat tampil secara rileks dan alam
ISU-ISU STRATEGIS DESENTRALISASI PENDIDIKAN KEJURUAN INDONESIA
Desentralisasi pendidikan kejuruan dihadapkan pada permasalahan isu-isu strategis relevansi, efektifitas, efisiensi, persaingan global, kearifan lokal,
industri berbasis pengetahuan, industri kreatif, kapasitas kelembagaan pemerintah daerah, kapasitas sumberdaya, kapasitas kemitraan, pendidikan karakter, soft skill, link and match. Sebagai pendidikan yang berbasis dunia kerja, desentralisasi pendidikan kejuruan seharusnya semakin menguatkan fungsi pendidikan kejuruan dalam memberi solusi atas permasalahanpermasalahan pemerintah daerah kabupaten/kota. Bagi pemerintah daerah kabupaten/kota
pendidikan kejuruan yang bermutu dan relevan dengan
kebutuhan stakeholders, dapat mengatasi permasalahan-permasalahan: (1)peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM); (2) pengentasan pengangguran bagi pemuda; (3)penyediaan lapangan pekerjaan bagi warganegaranya; (4) pengurangan beban bagi sistem pendidikan akademik;
(5) penarikan investasi luar negeri; (6) penjaminan peningkatan penghasilan dan pekerjaan; (7) pengurangan kesenjangan penghasilan antara kelompok kaya dan kaum miskin; (8) wahana pengembangan karya-karya teknologi
bermutu; (9) konservasi budaya dan tradisi. Untuk mewujudkan fungsi pendidikan kejuruan tersebut diatas pemerintah daerah perlu menguatkan kerjasama dan fungsi pembinaan secara maksimal.
Kata kunci: Isu strategis, pendidikan kejuruan, desentralisasi
The Construction of Academic Staff Identity Following the Conversion From IKIP to University
This paper discussed the construction of academic staff identity following the conversion in 1999, from IKIP Ujung Pandang to Universitas Negeri Makassar (UNM), South Sulawesi, Indonesia. It examined how the idea of becoming a university was perceived by university members and how it shaped the undergraduate program for teacher education at the university. Interviews were conducted to academic staff who had been working at the university before and after the conversion. The findings revealed that the meaning of becoming a university had shaped the changing characteristics of IKIP as a teacher education institute. The importance of disciplinary knowledge that characterised university, had strongly driven the scheme of the teacher education program. It also shaped the role of academic staff, as well as their professional careers. In order to be recognised as a university, the academic staff had been driven and constructed to fit the university features established by the government of Indonesia. For UNM, the strategy to strengthen academic staff qualifications in the field of disciplinary knowledge has turned these ‘teacher educators' into “university lecturers”. This qualification becomes the certificate of recognition for them as university lecturers, not as teacher educators only. It was argued that it had created identity issues for teacher educators, especially in the aspect of their academic expertise
PARTNERSHIP MODEL OF PRINCIPAL’S TRAINING AND EDUCATIONAL PROGRAM
This paper is the result of research was aimed to understand the reality of the partnership implemented in the field of education, namely education and training for teachers and aspiring principals, and principals to gain competence and increasing professionalization of the school-based management. The study used qualitative methodology with a case study analysis approach. Study location in Makassar City and Gowa Regencies. Data collection techniques used were documentation, interviews, and observations. Data sources were Program Study Education Administration FIP of UNM, and partnership implementers on Diknas Gowa Regencies Other data sources included some internal and external parties involved in the partnership as stakeholders. Proposition used in this study was: “Partnership in higher education will have a good quality if built using bottom-up approach based on problem roots, obtained support from government, and implemented in using an appropriate model as well as an intensive relationship between all parties in the partnership". The study results are as the following (1) Implementation of LPTK partnership characteristics: all characteristics have been implemented in the area of education particularly in principal’s program qualification; (2) Models applied in partnership were collaborative models, they were not in fully accordance with collaborative partnership model in the area of education. In addition, partnerships implementers in the education program area were not familiar with the models; (3) Utilization of resources (people, facilities, and funds) in the implementation of partnership model have partially been fulfilled; (4) albeit not optimum, the partnership model has supported and provided positive contributions to the quality of education, processes and products; and finally (5) Factors that support and hinder partnership implementation were economic, social, and political aspects
Efektifitas Pemanfaatan Taman Kampus sebagai Sumber Belajar Mata kuliah PKPD 2 pada Mahasiswa PGSD Angkatan 2017 UPP Makassar FIP UNM. Universitas Negeri Makassar
Tubagus Rizqi Riyadi. 2021. Efektifitas Pemanfaatan Taman Kampus sebagai
Sumber Belajar Mata kuliah PKPD 2 pada Mahasiswa PGSD Angkatan 2017
UPP Makassar FIP UNM. Universitas Negeri Makassar. Skripsi ini dibimbing
oleh: Pembimbing I Dr. Erma Suryani Sahabuddin, M.Si dan Pembimbing II
Nur Abidah Idrus, S.Pd., M.Pd. Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu
Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya permasalahan lingkungan dan
kurangnya pemanfaatannya. Rumusan masalahnya adalah (1) Bagaimanakah
Pelaksanaan Pemanfaatan Taman Kampus sebagai Sumber Belajar Mata kuliah
PKPD2 pada Mahasiswa PGSD Angkatan 2017 UPP Makassar FIP UNM? (2)
Seberapa besarkah Efektifitas Pemanfaatan Taman Kampus sebagai Sumber Belajar
Mata kuliah PKPD2 pada Mahasiswa PGSD Angkatan 2017 UPP Makassar FIP
UNM? Kemudian penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui Pelaksanaan
Pemanfaatan Taman Kampus sebagai Sumber Belajar Mata kuliah PKPD2 pada
Mahasiswa PGSD Angkatan 2017 UPP Makassar FIP UNM; (2) Mengetahui
Pelaksanaan Pemanfaatan Taman Kampus sebagai Sumber Belajar Mata kuliah
PKPD2 pada Mahasiswa PGSD Angkatan 2017 UPP Makassar FIP UNM. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGSD FIP UNM angkatan 2017.
Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGSD FIP UNM angkatan 2017 yang
mengisi angket penggunaan lingkungan yang berjumlah 30 orang yang terdiri dari 15
orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Instrument yang digunakan adalah angket
skala likert tentang pengunaan lingkungan di kampus khususnya taman kampus
dalam bentuk google form agar memudahkan sampel untuk mengisi tanpa harus
bertemu langsung dengan peneliti. Analisis data menggunakan uji persentase data.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Dari presentase indikator dapat
disimpulkan bahwa mahasiswa PGSD sudah memanfaatkan lingkungan sebagai
sumber belajar dengan baik, mereka sudah melakukan pemanfaatan sampah untuk
dijadikan media atau alat pembelajaran, mahasiswa PGSD FIP UNM juga sudah
menjaga kebersihan lingkungan, dan mereka telah melaksanakan praktik 3R. Dari
hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persentase efektifitas penggunaan
lingkungan kampus sebagai sumber belajar pada mahasiswa PGSD FIP UNM berada
dalam kategori efekti
- …
