4,426 research outputs found
Perbedaan Pengaruh Model Latihan dan Motor Educability terhadap Ketepatan Sepak Mula pada Permainan Sepaktakraw (Eksperimen Model Latihan dengan Jarak Sesungguhnya dan Jarak Bertahap pada Siswa Putra SMP IT Sinar Permata Bangsa, Kabupaten Sragen, Jawa Ten
Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh antara model latihan jarak sesungguhnya dan model latihan jarak bertahap terhadap peningkatan ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw, (2) perbedaan hasil ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw pada siswa yang mempunyai tingkat motor educability tinggi, sedang dan motor educability rendah, (3) interaksi antara model latihan dan motor educability terhadap peningkatan ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 3. Populasi penelitian adalah siswa putra Siswa Putra SMP IT Sinar Permata Bangsa, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah tahun pelajaran 2013/2014, dengan jumlah 103 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling, besar sampel yang diambil yaitu sebanyak 48 siswa. Sampel terdiri dari 16 siswa rnerupakan siswa yang memiliki motor educability tinggi, 16 siswa rnerupakan siswa yang memiliki motor educability sedang dan 16 siswa yang memiliki motor educability rendah. Variabel yang diteliti yaitu variabel bebas terdiri dari dua faktor yaitu variabel manipulatif dan variabel atributif, serta satu (1) variabel terikat. Variabel manipulatif terdiri dari model latihan dengan jarak sesungguhnya dan metode latihan dengan jarak bertahap. Variabel atributif terdiri dari kelompok sampel dengan motor educability tinggi dan rendah. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Pengambilan data ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw dengan tes ketepatan sepak mula. Pengambilan data motor educability dilakukan dengan IOWA Brace Test. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis varians dan uji rentang Newman Keuls, pada taraf signifikansi 5%. Kesimpulan: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan dengan jarak sesungguhnya dan jarak bertahap terhadap peningkatan ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Pengaruh metode latihan dengan jarak bertahap lebih baik dari pada dengan jarak sesungguhnya dalam meningkatkan ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. (2) Ada perbedaan hasil yang signifikan antara motor educability tinggi, motor educability sedang dan motor educability rendah terhadap ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Nilai ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw pada siswa yang memiliki motor educability tinggi lebih tinggi dari pada yang memiliki motor educability sedang maupun motor educability rendah. (3) Ada pengaruh interaksi yang signifikan antara metode latihan dan motor educability terhadap ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. (a) Siswa yang memiliki motor educability tinggi lebih cocok jika dilatih dengan jarak bertahap. (b) Siswa yang memiliki motor educability sedang lebih cocok jika dilatih dengan jarak bertahap. (b) Siswa yang memiliki motor educability rendah lebih cocok jika dilatih dengan jarak sesungguhnya
Perbedaan Pengaruh Model Latihan dan Motor Educability terhadap Ketepatan Sepak Mula pada Permainan Sepaktakraw (Eksperimen Model Latihan dengan Jarak Sesungguhnya dan Jarak Bertahap pada Siswa Putra SMP IT Sinar Permata Bangsa, Kabupaten Sragen, Jawa Ten
Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) perbedaan pengaruh antara model latihan jarak sesungguhnya dan model latihan jarak bertahap terhadap peningkatan ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw, (2) perbedaan hasil ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw pada siswa yang mempunyai tingkat motor educability tinggi, sedang dan motor educability rendah, (3) interaksi antara model latihan dan motor educability terhadap peningkatan ketepatan sepak mula permainan sepaktakraw. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 3. Populasi penelitian adalah siswa putra Siswa Putra SMP IT Sinar Permata Bangsa, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah tahun pelajaran 2013/2014, dengan jumlah 103 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive random sampling, besar sampel yang diambil yaitu sebanyak 48 siswa. Sampel terdiri dari 16 siswa rnerupakan siswa yang memiliki motor educability tinggi, 16 siswa rnerupakan siswa yang memiliki motor educability sedang dan 16 siswa yang memiliki motor educability rendah. Variabel yang diteliti yaitu variabel bebas terdiri dari dua faktor yaitu variabel manipulatif dan variabel atributif, serta satu (1) variabel terikat. Variabel manipulatif terdiri dari model latihan dengan jarak sesungguhnya dan metode latihan dengan jarak bertahap. Variabel atributif terdiri dari kelompok sampel dengan motor educability tinggi dan rendah. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Pengambilan data ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw dengan tes ketepatan sepak mula. Pengambilan data motor educability dilakukan dengan IOWA Brace Test. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis varians dan uji rentang Newman Keuls, pada taraf signifikansi 5%. Kesimpulan: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode latihan dengan jarak sesungguhnya dan jarak bertahap terhadap peningkatan ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Pengaruh metode latihan dengan jarak bertahap lebih baik dari pada dengan jarak sesungguhnya dalam meningkatkan ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. (2) Ada perbedaan hasil yang signifikan antara motor educability tinggi, motor educability sedang dan motor educability rendah terhadap ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. Nilai ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw pada siswa yang memiliki motor educability tinggi lebih tinggi dari pada yang memiliki motor educability sedang maupun motor educability rendah. (3) Ada pengaruh interaksi yang signifikan antara metode latihan dan motor educability terhadap ketepatan sepak mula pada permainan sepaktakraw. (a) Siswa yang memiliki motor educability tinggi lebih cocok jika dilatih dengan jarak bertahap. (b) Siswa yang memiliki motor educability sedang lebih cocok jika dilatih dengan jarak bertahap. (b) Siswa yang memiliki motor educability rendah lebih cocok jika dilatih dengan jarak sesungguhnya
Breaking the Mold: Thinking Beyond Deficits
In an attempt to understand widespread school failure among children of color and children from low-income backgrounds, dominant discourse points to pervasive deficit ideologies that blame a student’s family structure, cultural and linguistic background, and community (Dudley-Marling, 2007; Valencia, 2010; Weiner, 2006). By accepting such a simplistic explanation of blaming the child for a lack of success without examining systemic inequities, deficit thinkers ignore real and complex issues of structural inequity. We agree with Pearl (1997) who argues that deficit thinking ignores “external forces— [i.e.], the complex makeup of macro- and micro-level mechanisms that help structure schools as inequitable and exclusionary institutions” (p. 151). Systemic inequities in the U.S. have manifested themselves in a variety of ways— for example, in matters of racial profiling and restrictive housing contracts for people of color. In schools, practices such as academic tracking, disproportionate funding, and the overrepresentation of Black and Latino children in punitive school disciplinary procedures contribute to the maintenance of structural racial inequality and social reproduction (Gregory, Skiba, & Noguera, 2010; Kozol, 2005; Oakes, 2005). In reference to these and similar trends, researchers argue that children of color are not dropping out of school; rather, they are being pushed out through the presence of a school-to-prison pipeline that criminalizes Black males in particular—and prepares them for incarceration (Ferguson 2000; Wald & Losen, 2006). Viewing students as summarily deficient has long been deeply embedded in the culture of urban and low-income schools
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN MOTOR EDUCABILITY TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN SEPAKBOLA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran taktis dan pendekatan pembelajaran teknis pada siswa yang memiliki motor educability tinggi dan rendah terhadap hasil belajar keterampilan sepakbola siswa kelas VII. Metode eksperimen dengan desain factorial 2x2. Sampel penelitian ini adalah berjumlah 40 orang yang diambil secara simple random sampling dan random assignment pada kelas VII di SMPN 6 Sungaiselan Kab. Bangka Tengah. Penelitian dilakukan tiga kali dalam satu minggu selama kurang lebih enam minggu. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes keterampilan dribbling, tes keterampilan passing – stopping dan tes keterampilan bermain Game Performance Assessment Instrument (GPAI) yang telah memiliki validitas dan reliabilitas. Data yang diperoleh dan diolah dengan software MS Excel 2007 dan Predictive Analyticssoftware (PASW Statistics 18) atau IBMSPSS versi 18.0. melalui Uji MANOVA. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa. 1). Pendekatan pembelajaran memberikan pengaruh terhadap hasil belajar keterampilan sepakbola 2). Kemampuan motor educability memberikan pengaruh terhadap hasil belajar keterampilan sepakbola 3). Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motor educability terhadap peningkatan keterampilan sepakbola.
Katakunci : Pendekatan Pembelajaran Taktis, Teknis, Motor Educability, Keterampilan Sepakbola
The purpose of this study was to determine the effect of learning approach tactical and technical learning approach to students who have a motor educability high and low on the learning outcomes of students of class VII football skills. Experimental method with 2x2 factorial design. Samples were about 40 people were taken by simple random sampling and random assignment in class VII in SMP 6 Kab Sungaiselan. Central Bangka. The study was conducted three times a week for approximately six weeks. The instrument used in this study is a test of skill dribbling, passing - stopping skills test and playing skills tests Game Performance Assessment Instrument ( GPAI ) which has a validity and reliability . Data were acquired and processed with the software MS Excel 2007 and Predictive Analyticssoftware ( PASW Statistics 18 ) or IBMSPSS version 18.0 . through MANOVA test. The results of the study reveal that. 1 ). Learning approach gives effect to the learning outcomes of football skills 2 ). The ability of the motor educability give effect to the learning outcomes of football skills 3 ). There is no interaction between learning approach to improving the skills of motor educability football .
Keywords : Tactical Learning Approach, Technical, Motor Educability, Football Skill
Is there any justice in being other than 'white' in Britain?
Over the past five years numerous headlines have deconstructed racism as a political event. There is no escape from the politics of these events in the media; for example, Racism on the Rise in Britain’ (Guardian, 2014); Immigrants make UK racist (The Independent, 2014); Cameron to hold football racism summit (Sunday Times, 2012); and, You can't ignore racism and raise anti-racist children (Guardian, 2015). Following Prime Minister John Major’s political rhetoric calling for policy [to] be colour blind (1997:7) and Blair’s commitment in the 1990s to address race inequities in schools (DfEE, 1997) there is a need for fresh thinking. Especially since behind such political rhetoric there was only superficial support to challenge racism (Gillborn, 2009). Indeed, on a wider horizon, despite education permeating the warp and weft of Western societies, the politics of ‘White supremacy’ (more commonly identified as racism) is so ingrained in institutional and political structures in the UK (Taylor, 2009), its grounding assumptions remain largely ignored
PERBANDINGAN KEBUGARAN JASMANI DAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH ALAM DAN SISWA SEKOLAH REGULER
Banyak sekolah-sekolah alternatif yang memberikan pendidikan dengan baik. penelitian ini mengungkapkan bagaimana keberadaan lembaga pendidikan khususnya sekolah alam dalam berkontribusi di dunia pendidikan, peneliti meneliti hasil belajar dari aspek prestasi akademik, aspek kebugaran jasmani, motivasi belajar, dan motor educability siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan prestasi akademik, kebugaran jasmani, motivasi belajar, dan motor educability siswa sekolah alam dan siswa sekolah regular. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian expost facto dengan jenis komparatif yang dimaksudkan untuk mencari jawaban secara mendasar tentang sebab akibat dengan menganalisa faktor-faktor terjadinya masalah tersebut. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa sekolah dari sekolah alam Bandung dan siswa sekolah dari sekolah Dasar Negeri Sukajadi 9 Bandung. Didalam penelitian ini peneliti menggunakan Purposive Sampling pengambilan sampel dengan kriteria-kriteria dan pertimbangan tertentu yaitu kelas VI dengan 15 orang dari sekolah alam dan kelas VI dengan 15 orang siswa dari sekolah regular. Hasil dari penelitian ini menggunakan perhitungan pengujian hipotesis menggunakan uji t dengan one shoot desigen. Berdasarkan hasil uji hipotesis ada perbedaan yang signifikan antara prestasi akademik, kebugaran jasmani, motivasi belajar dan motor educability sekolah alam dan sekolah regular, dengan nilai prestasi akademik sebesar 4,911, kebugaran jasmani sebesar 5,187, motivasi belajar sebesar 2,525, dan motor educability sebesar 2,434 dan terdapat perbedaan prestasi akademik siswa sekolah alam dengan siswa sekolah regular dengan nilai sebesar 4,911. Maka dapat disimpulkan hasil belajar dalam ke empat aspek tersebut sekolah alam lebih besar hasil belajarnya dibandingkan sekolah regular.
Kata Kunci : Prestasi Akademik, Kebugaran Jasmani, Motivasi Belajar, Dan Motor Educability.
Many alternative schools that provide good education. This study reveals how the presence of educational institutions, especially in the realm of school education in the world contributing, researchers examined the results of study of aspects of academic achievement, aspects of physical fitness, motivation to learn, and the motor educability of students. The purpose of this study to determine whether there are differences in academic achievement, physical fitness, motivation to learn, and the motor educability natural school students and regular students. In this study the authors use ex post facto research with comparative types intended to seek answers about the fundamental causal factors by analyzing the occurrence of such problems. The population in this study are students from Bandung and natural school students from public elementary schools Sukajadi 9 Bandung. In this study researchers used purposive sampling with the sampling criteria and specific considerations that class VI with 15 people from nature and sixth grade school with 15 students from regular schools. The results of this study using the calculation hypothesis testing using t-test with one shoot desigen. Based on the results of hypothesis testing was no significant difference between the academic achievement, physical fitness, motivation to learn and the motor educability nature schools and regular schools, the achievement scores of 4.911, 5.187 for physical fitness, motivation to learn at 2,525, and 2,434 for the motor educability and there differences in student achievement nature with regular school students with a value of 4.911. So we can conclude the learning outcomes in all four aspects of the nature of the school greater learning outcomes than regular school.
Keywords : Academic Achievement, Physical Fitness, Learning Motivation, and Motor Educability
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN MOTOR EDUCABILITY TERHADAP KETERAMPILAN FUTSAL : Studi eksperimen pada siswa ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 3 Lembang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran dan motor educability terhadap keterampilan futsal. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan design penelitian factorial ANOVA 2x2. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampling jenuh dimana seluruh populasi dijadikan sampel penelitian yaitu seluruh siswa ekstrakurikuler futsal yang berjumlah 28 orang. Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes motor educability, Loughborough Shooting Test, Loughborough soccer passing test, dan beep test. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dihitung menggunakan Ms. Excel 2010 dan SPSS melalui uji ANOVA 2 jalur dan uji t. Hasilnya antara lain : terdapat perbedaan pengaruh metode taktis dengan metode konvensional terhadap keterampilan futsal secara keseluruhan, tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan motor educability, metode taktis lebih baik dibandingkan metode konvensional untuk kelompok siswa dengan motor educability tinggi terhadap keterampilan futsal, metode konvensional tidak lebih baik dibandingkan metode taktis untuk kelompok siswa dengan motor educability rendah terhadap keterampilan futsal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode taktis lebih efektif dibandingkan metode konvensional baik pada kelompok siswa yang memiliki motor educability tinggi maupun kelompok motor educability rendah terhadap keterampilan futsal pada siswa ekstrakurikuler di SMP Negeri 3 Lembang. ----------
The purpose of this research was to know the effect of learning method and motor educability against futsal skill. The method of this research is experiment that use factorial Anova 2x2 design. Sample were 28 peoples that selected by saturated sampling by extracurricular futsal at 3 Lembang Junior High School. Instrument that used in these research was Motor Educability Test, Loughborough Shooting Test, Loughborough Soccer Passing Test, and Beep Test. Data was acquired and processed by MS. Excel 2010 and SPSS through t-test and two ways ANOVA test. The result is : there are differences in the influence of tactical methods with conventional methods of overall futsal skill, there is no interaction between learning methods with motor educability, tactical methods was better than conventional methods for students with high motor educability against futsal skill, conventional methods is not better than tactical methods for students with low motor educability against futsal skill. The conclusion is tactical methods more effective than conventional methods for students with high motor educability and students with low motor educability against futsal skill at 3 Lembang Junior High School
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN MOTOR EDUCABILITY TERHADAP PENGUASAAN KETERAMPILAN DASAR TENIS LAPANGAN :StudiEksperimenTerhadapSiswaSMA KoleseLoyola Semarang
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran taktis dan teknis pada siswa yang memiliki motor educability tinggi dan rendah terhadap penguasaan keterampilan dasar tenis lapangan. Metode penelitian untuk mengungkapkan masalah tersebut yaitu melalui metode eksperimen dengan desain factorial 2x2. Sampel penelitian ini berjumlah 32 siswa yang diambil secara sampling jenuh pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tenis lapangan SMA Kolese Loyola Kota Semarang. Penelitian dilakukan tiga kali dalam satu minggu selama kurang lebih 6 minggu. Instrument yang digunakan untuk mengukur motor educability menggunakan IOWA Brace Test dan untuk mengukur keterampilan dasar tenis lapangan menggunakan Hewitt Tennis Achievement Test yang telah memiliki validitas dan reliabilitas. Data yang diperoleh diolah dengan software MS Excel 2007 dan SPSS versi 22. Melalui Uji t Independen dan Uji Anova dua Jalur. Hasil penelitian adalah; 1) Keterampilan dasar tenis lapangan antara siswa yang diajar melalui pendekatan pembelajaran taktis lebih baik daripada siswa yang diajar melalui pendekatan pembelajaran teknis, 2) Keterampilan dasar tenis lapangan kelompok siswa yang diajar melalui pendekatan pembelajaran taktis lebih baik daripada kelompok siswa yang diajar melalui pendekatan pembelajaran teknis pada kelompok siswa yang memiliki motor educability tinggi, 3) Tidak terdapat perbedaan penguasaan keterampilan dasar tenis lapangan kelompok siswa yang diajar melalui pendekatan pembelajaran taktis dan kelompok siswa yang diajar melalui pendekatan pembelajaran teknis pada kelompok siswa yang memiliki motor educability rendah, 4) Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan motor educability terhadap penguasaan keterampilan dasar tenis lapangan;--- The purposes of this study was to determine the effect of tactical and technical approach to learning students who have a motor educability high and low to the mastery basic skills of tennis. Research methods to reveal these problem is through the experimental method with 2x2 factorial design. Samples were about 32 students were taken by sampling saturated at students who take high school extracurricular tennis courts Loyola College Semarang. The study was conducted three times a week for approximately 6 weeks. The instruments used to measure the motor educability use IOWA Brace Test and to measure basic skills of tennis court use Hewitt Tennis Achievement Test who have had validity and reliability. The data obtained were processed with software MS Excel 2007 and SPSS version 22. Through independent t-test and ANOVA test two Paths. Results of the study were; 1) The basic skills of tennis courts between the students taught through learning tactical approach better than students taught through learning technical approach, 2) The basic skills of tennis courts group of students taught through learning approach tactically better than the group of students who are taught through learning approach technical a group of students who have a high motor educability, 3) There is no differences in the mastery basic skills of tennis group of students taught through learning tactical approach and students who are taught through learning technical approach in the group of students who have a low motor educability, 4) There is interaction between the learning approaches with a motor educability on the mastery basic skills of tennis
Tracking and mixed-ability grouping in secondary school mathematics classrooms: a case study
This paper reports the findings of a retrospective study of ‘tracked’ grouping in a mathematics department in a co-educational comprehensive school in Greater London. Tracking consisted here of just two tracks, a 'fast track' for the top 25-30% of a cohort, and 'mixed tracks' for the remainder. The paper outlines the reasons for introducing tracking and explores the effects of this through analysis of interviews with teachers and data on the progress of students from age 14 to age 16. The teachers reported that tracking impacted differently on different students, and this is borne out by the quantitative data. It was not possible to provide for ‘setting’ across all the mathematics classrooms in the focal cohort, and one mixedability class was created. The use of analysis of covariance (ANCOVA) models shows that fast-track students were not significantly advantaged by their placement in these tracks, but the progress of students in the mixed-ability group showed a significant interaction between progress and prior attainment, with placement in the mixed-ability group conferring a significant advantage on lower-attaining students, while the disadvantage to higher attaining students was much smaller
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN MOTOR EDUCABILITY TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN SEPAKBOLA
Sepak Bola adalah cabang olahraga yang sangat diminati masyarakat didunia dan juga merupakan salah satu cabang olahraga yang dapat diselenggarakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran yaitu TGfU dan DI pada siswa yang memiliki motor educability tinggi dan rendah terhadap hasil belajar keterampilan sepakbola siswa kelas VII. Metode eksperimen dengan desain factorial 2x2. Sampel penelitian ini adalah berjumlah 40 orang yang diambil secara simple random sampling pada kelas VII di SMP N 1 Semen Kab. Kediri.. Analisis data menggunakan SPSS versi 21 dengan pengujian hipotesis melalui Paired Sample t Test, Independent Sample t Test dan Two Way Anova. Hasil analisis dan perhitungan data mengungkapkan bahwa 1). Model pembelajaran memberikan pengaruh terhadap hasil belajar keterampilan sepakbola dengan signifikansi 0,001 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah Model pembelajaran memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Motor Educability tinggi dan rendah pada hasil belajar keterampilan sepak bola dan tidak adanya interaksi antara Model Pembelajaran dan Motor Educability terhadap peningkatan hasil belajar keterampilan sepak bola.;---Football is a sport that is very interested in the community in the world and also one of the sports that can be held in the education learning. The purpose of this study was to determine the effect of learning model that is TGfU and DI on the motor educability students who have high and low on the learning outcomes of students of class VII football skills. Experimental method with 2x2 factorial design. The sample was of 40 people taken by simple random sampling to the class VII SMPN 1 Semen Kab. Kediri. Data were analyzed using SPSS version 21 with hypothesis testing through Paired Sample t Test, Independent Sample t Test and Two Way Anova. Research results revealed that 1). The learning model to give effect to the results of learning football skills with significance 0.001 0.05. The conclusion of this study is a learning model provides significant influence on Motor Educability high and low on the learning outcomes of football skills and the lack of interaction between the Model of Learning and Motor Educability to increased learning outcomes football skills
- …
