482,618 research outputs found

    Analisis teksiranparameter pada model distribusi ketahanan

    Get PDF
    ABSTRAK Model distribusi ketahanan adalah suatu fungsi distribusi dengan menggunakan data ketahanan berupa data tersensor maupun data tidak tersensor yang merupakan variabel random bernilai posilif. Distribusi ketahanan disajikan melalui tiga buah fungsi ketahanan, yaitu fungsi ketahanan hidup S(t), fungsi kerapatan kegagalan atau kern atian f(t) dan fungsi hazard h(t). Dengan mengasunnsikan data ketahanan mengikuli pola suatu fungsi distribusi ketahanan Eksponensial, distribusi ketahanan Weibull ataupuri distribusi ketahanan Gamma, maka dapat diketahui lingkat ketahanan model distribusi tersebut metalul taksiran parameter-parameternya menggunakan Met ode Maksimum Likelihood'. Kern udian dianalisis kesamaan dua distribusi ketahanan Eksponensial menggunakan uji likelihood rasio dan kesamaan dua distribusi ketahanan Weibull menggunakan uji Thoman-8ain melalui taksiran parameter-parameter yang telah diperoleh untuk mengetahui perlakuan mana yang lebih balk dari dua ketompok data pada masing-masing distribusi ketahanan tersebut

    Distribusi stasioner rantai markov waktu diskrit

    Get PDF
    Misalkan X, n > 0 adalah Rantai Markov dalam ruang 11 bagian w berhingga atau tak berhingga tetapi terbilang dan dibatasi pada dua state. Masing-masing state akan melakukan distribusi ke state yang lain dengan Distribusi Stasioner 11. Formula Distribusi Stasioner n adalah Jika varibel random xi ,x2 , ..,xn e w _clan masing-masing juga mengalami Distrbusi Stasioner 11 akan dibuktikan bahwa itu tunggal dengan menggunakan Distribusi Awal no. Dengan menggunakan Proporsi Rata-rata Kedatangan dari state x ke state y yang dinotasikan dengan Gn(x'Y) n dimana state x adalah Rekuren dan Rekuren Positif akan dibuktikan ketunggalan dari Distribusi Stasioner fl

    Distribusi sampling eksak dari populasi normal

    Get PDF
    Penulisan skripsi ini membabas penurunan beberapa distribusi sampling eksak dari populasi normal dengan menggunakan latar belakang kalkulus..Jadi tentunya menggu nakan theorema theorema dalam kalkulus seperti theorema Liebnitz tentang mendifferensialkan suatu integral, tbeo-rema.pengubaban variabel dalam integral Banda, dll. Ada beberapa metode penurunan distribusi sampling eksak. Beberapa diantaranya yang akan diperkenalkan ada - lab 1. Metode Geometri 2, Metode Analitik 3. Metode Fungsi Karakteristik. Dalam pemakaiannya, metode metode diatas kadang-kadang di gunakan sejalan, dalam anti digunakan bersama-sama

    Pendekatan Metode Bayesian Untuk Kajian Estimasi Parameter Distribusi Log-normal Untuk Non-informatif Prior

    Full text link
    Distribusi Log-Normal merupakan salah satu dari beberapa distribusi kontinu. Distribusi Log-Normal tersebut memiliki parameter yang harus di estimasi yaitu parameter mean θ dan varians . Penelitian dilakukan dengan metode Bayesian yaitu penggabungan fungsi likelihood dan distribusi prior, sehingga diperoleh distribusi posterior. Distribusi prior yang digunakan adalah non-informatif prior. Teknik penentuan dari non-informatif prior menggunakan metode Jeffrey's dari distribusi Log-Normal. Setelah didapatkan distribusi posterior, diperoleh distribusi marginal dari mean θ dan varians dan langkah selanjutnya adalah mencari ekspektasi dari distribusi marginal. Hasil akhirnya mendapatkan estimasi titik untuk mean θ dan varians

    Kelengkapan deridatif pada distribusi dalam ruang vektor

    Get PDF
    Dalam penyusunan tugas akhir ini yang menjadi latar belakang pembicaraan adalah topologi ruang vektor. Dengan pemahaman dari ruang vektor topologi dan aljabar dan topologi didefinisikan tentang ruang konvek lokal dan kemudian berpangkal dari itu pembahasan dikembangkan kearah distribusi beserta salah satu kelengkapannya tentang derivatif yang disajikan hanya sebagai unsur kelengkapan namun peinbahasan inti tetap pada su

    DISTRIBUSI NILAI EKSTRIM DAN SIFAT-SIFATNYA

    Get PDF
    Distribusi Nilai Ekstrim merupakan distribusi peluang kontinu yang terdiri dari tiga tipe, yaitu distribusi Nilai Ekstrim tipe-I, tipe-II, dan tipe-III. Distribusi ini menggunakan tiga parameter, yaitu parameter bentuk (α), parameter skala (β), dan parameter lokasi (μ). Tujuan penulisan skripsi ini adalah menjelaskan mengenai sifat-sifat peluang ketiga tipe distribusi Nilai Ekstrim, serta kemiringan (skewness), keruncingan (kurtosis), metode penaksir momen, dan contoh penerapan untuk distribusi Nilai Ekstrim tipe-I. Pembuktian sifat-sifat distribusi Nilai Ekstrim menggunakan definisi dan teorema yang mendukung. Selain itu, digunakan konstanta Euler-Mascheroni (γ) untuk mencari nilai harapan dari distribusi Nilai Ekstrim tipe-I dan konstanta Apery (δ(3)) untuk mencari nilai kemiringan dari distribusi Nilai Ekstrim tipe-I. Pembahasan dalam skripsi ini menghasilkan bentuk fungsi kepadatan peluang, fungsi distribusi kumulatif, nilai harapan, variansi, momen, fungsi pembangkit momen, dan fungsi karakteristik ketiga tipe distribusi Nilai Ekstrim. Kemiringan (skewness), keruncingan (kurtosis), dan penaksir momen diturunkan untuk distribusi Nilai Ekstrim tipe-I. Penerapan dari distribusi Nilai Ekstrim tipe-I dilakukan untuk mengetahui pengaruh kecepatan angin terhadap kestabilan pesawat pengangkut modern dan diperoleh hasil bahwa pesawat akan mengudara dengan lebih stabil saat kecepatan angin 12 km/jam

    PENENTUAN JALUR DISTRIBUSI BARANG YANG OPTIMAL PADA PT. SURYA AGUNG KARYA UTAMA UNTUK MEMINIMALISASI BIAYA DENGAN METODE CLARKE AND WRIGHT SAVING HEURISTIC

    Get PDF
    PENENTUAN JALUR DISTRIBUSI BARANG YANG OPTIMAL PADA PT. SURYA AGUNG KARYA UTAMA UNTUK MEMINIMALISASI BIAYA DENGAN METODE CLARKE AND WRIGHT SAVING HEURISTIC - Jalur Distribusi, Clarke and Wright Saving Heuristic, Biaya Operasiona

    Perbandingan Distribusi Binomial dan Distribusi Poisson dengan Parameter yang Berbeda

    Full text link
    Kajian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan distribusi Binomial dan distribusi Poisson. Perhitungan probablitas distribusi Binomial dilakukan dengan memakai pendekatan distribusi Poisson. Untuk n besar dan p kecil, maka distribusi Binomial dapat didekati dengan memakai distribusi Poisson. Untuk suatu kejadian n besar (n > 50) dan probabilitas sukses p kecil (p < 0,1), maka nilai probabilitas Binomial sulit ditentukan. Hasil kajian menunjukkan adanya pendekatan nilai probabilitas distribusi Binomial dengan distribusi Poisson untuk n > 45 dan 0,02 ≤ p ≤ 1

    PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI AIR MINUM GALON MENGGUNAKAN VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH PICK UP AND DELIVERY DENGAN METODA INSERTION HEURISTIC (STUDI KASUS : PT TAMANSARI DIAN PERSADA KABUPATEN BOGOR)

    Get PDF
    Proses distribusi merupakan bagian dari sebuah jaringan distribusi, yang didalamnya ada rute distribusi, lalu yang lainnya seperti fasilitas yang tersedia untuk persediaan atau distribution center yaitu seperti gudang. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap biaya transportasi, persediaan, dan penanganan terkait. Maka apabila berbicara mengenai rute distribusi berarti berkaitan dengan sistem logistik yang ada pada sebuah perusahaan. PT. Tamansari Persada merupakan perusahaan yang bergerak di bidang air minum dalam kemasan yang melakukan proses pendistribusian secara langsung kepada konsumen. Kapasitas angkut yang terbatas mengakibatkan perusahaan harus melakukan pengiriman dengan beberapa kali ritase pengiriman. Akibatnya jarak tempuh kendaraan dan biaya distribusi yang dikeluarkan menjadi lebih besar. Maka dari itu diperlukan kendaraan usulan yang dapat meminimasi jarak tempuh dan biaya distribusi yang dikeluarkan. Dengan model yang digunakan adalah Vehicle Routing Problem with Pick Up and Delivery, dikarenakan proses distribusi yang dilakukan adalah perusahaan mengirim sekaligus mengangkut kembali produknya. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan rute distribusi yang harus dilakukan dengan kendaraan usulan ini adalah Insertion Heuristic. Didapatkan total jarak tempuh hasil dari rute distribusi dengan menggunakan Insertion Heuristic adalah sebesar 1912,7 km selama 12 hari, sedangkan total jarak tempuh sebelumnya adalah 2665,55 km selama 12 hari. Lalu untuk total biaya distribusi yang dihasilkan oleh rute distribusi usulan adalah sebesar Rp. 162.676.135 per tahun, sedangkan total biaya distribusi pada kondisi eksisting adalah sebesar Rp. 198.112.623 per tahunnya. Maka terlihat penurunan total jarak tempuh sebesar 28% dan penurunan untuk total biaya distribusi sebesar 18% dari kondisi eksisting. Kata Kunci : Vehicle Routing Problem with Pick Up and Delivery, Insertion Heuristic, Jarak Tempuh, Biaya distribus
    corecore