41,449 research outputs found
Pengelolaan laboratorium biologi SMA Negeri 1 Demak dan SMA Negeri 3 Demak dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran biologi
Hasil observasi yang dilakukan pada bulan Mei 2012 menunjukkan bahwa laboratorium Biologi di SMA Negeri 1 Demak dan di SMA Negeri 3 Demak telah memiliki sarana prasarana yang cukup memadai namun belum dilengkapi dengan administrasi, pengelolaan, penyimpanan alat dan bahan praktikum, serta pengadaan kegiatan laboratorium yang memadai.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pengelolaan laboratorium Biologi SMA Negeri 1 Demak dan SMA Negeri 3 Demak dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran Biologi, kendala apa saja yang dihadapi pengelola laboratorium Biologi dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran Biologi serta upaya apa saja yang dilakukan dalam mengatasi kendala pengelolaan laboratorium Biologi dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Demak dan SMA Negeri 3 Demak.Fokus penelitian ini adalah tingkat standar pengelolaan laboratorium Biologi yang meliputi desain ruang laboratorium, administrasi laboratorium, pengelolaan laboratorium serta penyimpanan alat dan bahan laboratorium. Obyek penelitian ini adalah laboratorium Biologi SMA Negeri `1 Demak dan SMA Negeri 3 Demak. Data dianalisis secara deskriptif dan deskriptif persentase.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengelolaan laboratorium Biologi SMA Negeri 1 Demak dan SMA Negeri 3 Demak yang meliputi desain ruang laboratorium, administrasi laboratorium, pengelolaan laboratorium serta penyimpanan alat dan bahan laboratorium berturut-turut sebesar 94% dan 72%.
SMA Negeri 1 Demak memiliki pengelolaan laboratorium yang paling tinggi, hal ini berpengaruh terhadap tingginya tingkat pengelolaan desain, administrasi, dan penyimpanan alat dan bahan laboratorium, sedangkan SMA Negeri 3 Demak tidak memiliki pengadministrasian yang baik, maka upaya yang dilakukan untuk memperbaiki pengadministrasian di laboratorium Biologi, sebaiknya SMA Negeri 3 Demak menunjuk seorang guru yang ahli sebagai laboran.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah laboratorium Biologi SMA Negeri 1 Demak dan SMA Negeri 3 Demak telah baik dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran Biologi
Studi analisis arah kiblat Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak
Perubahan arah kiblat masjid Agung Demak yang menuai kontroversi menjadi perhatian masyarakat Demak. Historisitas serta penambahan cerita mitos tentang penentuan arah kiblat oleh Sunan Kalijaga hanya dengan menggunakan kekuatan instingnya mampu menentukan arah kiblat masjid Agung Demak menjadikan masjid ini tidak mau diubah arah kiblatnya. Kharismatik yang dimiliki oleh Sunan Kalijaga mampu menundukkan masyarakat Demak terhadap apa yang ditentukan oleh Sunan Kalijaga sampai saat ini. Masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak menjadi sorotan masyarakat Demak kedua setelah masjid Agung Demak pasca pengecekan ulang arah kiblatnya, pasalnya masjid yang juga dibangun oleh Sunan Kalijaga ini diketahui juga menggunakan metode yang sama dalam penentuan arah kiblatnya yakni mitos Sunan Kalijaga dengan instingnya mampu menentukan arah kiblat masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak, namun ta’mir masjid Kadilangu tidak menghendaki adanya pengecekan ulang, meskipun diketahui adanya indikasi kemelencengan.
Dari latar belakang tersebut muncul beberapa permasalahan pokok yaitu bagaimana arah kiblat masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak saat ini yang belum pernah ada pengecekan ulang, terkait adanya indikasi kemelencengan. Serta bagaimana pula respon ta’mir masjid Sunan Kaljaga Kadilangu Demak terhadap perubahan masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak.
Penelitian ini bersifat lapangan (field research) dengan metode utama observasi partisipasi, maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Sosiologi. Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah informan. Penelitian ini menggunakan teknik probability sampling (random). Pada penelitian ini yang dipandang sebagai informan utama adalah ta’mir masjid. Kemudian pengumpulan data-data dengan metode wawancara mendalam (in dept interview), observasi, dan dokumentasi. Data-data tersebut kemudian dikumpulkan dan dianalisis dengan metode deskriptif analitik kemudian diolah secara sistematis. Sehingga diperoleh kesimpulan mengenai respon ta’mir masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak menyikapi perubahan arah kiblat masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak.
Hasil penelitian ini adalah diketahui kemelencengan masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak sebesar 8o 42’, serta beberapa pandangan dari ta’mir masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak menunjukkan bahwa kurangnya respon ta’mir terhadap perubahan arah kiblat masjid Sunan Kalijaga Kadilangu Demak. Menurut mereka, ijtihad Sunan Kalijaga dalam menetapkan arah kiblat tidaklah sembarangan, yakni menggunakan laku spiritual yang pasti tepat dan harus diikuti tanpa ada keraguan
ANALISIS PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN WILAYAH KABUPATEN DEMAK
Khusnul Khatimah. H0809070. "Analysis of Agricultural Sector Role in
Regional Development Demak Regency". Under the guidance of Prof. Dr.. Ir.
Suprapti Supardi, M.P. and Wiwit Rahayu, S.P. M.P. Faculty of Agriculture.
Sebelas Maret University Surakarta.
The purpose of this study was to analyze the sub-sectors of the economy
and the agricultural sector into the sector/sub sector basis in Demak, to analyze
the components of the growth of the agricultural sector in the Demak Regency, to
analyze the development priorities of the agricultural sub sector in the economy
of the Demak Regency, and to analyze the role of agriculture in the economy of
the Demak Regency based income multiplier. The method used is descriptive
method of data analysis Location Quotient, shift share, the combined method of
Location Quotient and Shift Share, and the income multiplier.
The data used in are Gross Domestic Regional Product (GDRP) Demak
Regency and Central Java Province in 2007-2011 At Constant Prices of 2000,
Demak Regency in Figures 2012, and Regional Middle Period Development Plan
(RMPDP) Demak Regency 2011-2016.
The result of this result shows that in the period 2007-2011, the
agricultural sector in Demak are shared base sector with the building sector,
finance, leasing, and service companies, as well as the services sector. Sub sector
which are the basis in Demak is the food crops sub sector and the fisheries sub
sector. Each sub sector of the agricultural sector has a positive PNij value. Su-
sector, which has a rapidly growing are plantations sub sector, livestock sub
sector, and forestry sub sector (PP values of Rp 5.993.950.187 and Rp 3.400.213),
while the sub sector, which has the power competitiveness both are food crops
sub sector and the fisheries sub sector (PPW value of Rp 60.359.085.607 and Rp
5.666.732.640).
Priority sub sector development in the agricultural sector in Demak are
food crops and fisheries sub sector occupied the second development priority,
plantation crops sub sector and livestock sub sector occupied the fourth
development priority, and forestry sub sector including fifth development priority
criteria.
Agricultural sector contribution to regional income multiplier analysis
Demak through revenue growth during the years 2007-2011 fluctuated. The
average value of agricultural income multiplier of 2,3845, meaning that for every
there is an increase in agricultural incomes by Rp 1 then there is an increase in
total revenue amounted to Rp 2,3845.
Khusnul Khatimah. H0809070. “Analisis Peranan Sektor Pertanian
dalam Pembangunan Wilayah Kabupaten Demak”. Di bawah bimbingan
Prof. Dr. Ir. Suprapti Supardi, M.P. dan Wiwit Rahayu, S.P. M.P. Fakultas
Pertanian. Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sektor perekonomian
dan sub sektor pertanian yang menjadi sektor/sub sektor basis di Kabupaten
Demak, untuk menganalisis komponen pertumbuhan wilayah sub sektor
pertanian di Kabupaten Demak, untuk menganalisis prioritas pengembangan sub
sektor pertanian dalam perekonomian wilayah di Kabupaten Demak, dan untuk
menganalisis peranan sektor pertanian dalam perekonomian wilayah di
Kabupaten Demak berdasarkan angka pengganda pendapatan. Metode penelitian
yang digunakan adalah deskriptif dengan metode analisis data Location Quotient,
Shift Share, gabungan metode Location Quotient dan Shift Share, dan angka
pengganda pendapatan.
Data yang digunakan yaitu data Produk Domestik Regional Bruto
Kabupaten Demak dan Provinsi Jawa Tengah tahun 2007-2011 Atas Dasar Harga
Konstan Tahun 2000, Kabupaten Demak Dalam Angka 2012, dan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Demak Tahun
2011-2016.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa selama kurun waktu 2007-2011,
sektor pertanian di Kabupaten Demak merupakan sektor basis bersama dengan
sektor bangunan, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, serta sektor
jasa-jasa. Sub sektor yang menjadi basis di Kabupaten Demak adalah sub sektor
tanaman bahan makanan dan sub sektor perikanan. Tiap-tiap sub sektor pada
sektor pertanian memiliki nilai PNij positif. Sub sektor yang memiliki
pertumbuhan cepat yaitu sub sektor peternakan dan sub sektor kehutanan (nilai
PP sebesar Rp 5.993.950.187 dan Rp 3.400.213), sedangkan sub sektor yang
memiliki daya saing yang baik yaitu sub sektor tanaman bahan makanan dan sub
sektor perikanan (nilai PPW sebesar Rp 60.359.085.607 dan Rp 5.666.732.640).
Prioritas pengembangan sub sektor pada sektor pertanian di Kabupaten
Demak yaitu sub sektor tanaman bahan makanan dan sub sektor perikanan
menduduki prioritas pengembangan kedua, sub sektor tanaman perkebunan dan
sub sektor peternakan menduduki prioritas pengembangan keempat, dan sub
sektor kehutanan termasuk kriteria prioritas pengembangan kelima.
Kontribusi sektor pertanian terhadap pendapatan daerah Kabupaten
Demak melalui analisis pengganda pendapatan selama tahun 2007-2011
mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Rata-rata nilai angka pengganda
pendapatan sektor pertanian sebesar 2,3845, artinya setiap terjadi kenaikan
pendapatan di sektor pertanian sebesar Rp 1,00 maka terjadi kenaikan total
pendapatan daerah sebesar Rp 2,3845
Hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pemberian mp - asi pada bayi di Desa Wonorejo Kec. Guntur Kab. Demak
Retno Wulandari
”Hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pemberian mp - asi pada
bayi di Desa Wonorejo Kec. Guntur Kab. Demak”
(xi+59 Halaman+6 Tabel+9 Lampiran)
ASI adalah nutrisi utama bayi Namun bila sudah tidak dapat lagi memenuhi semua kebutuhan bayi yaitu saat bayi mulai berusia 6 bulan, maka MP-ASI lah yang menunjangnya. Kenyataannya banyak bayi usia 0–6 bulan sudah diberi MP-ASI oleh ibu, dan itu berakibat bayi obesitas dan rentan terhadap penyakit. Sikap ibu dipengaruhi oleh kebiasaan yang turun temurun yang ada di masyarakat.
Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu dalam pemberian MP-ASI pada bayi di Desa Wonorejo Kec. Guntur Kab. Demak
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan studi korelasi. Instrumen penelitian adalah kuesioner yang dibagikan kepada 59 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik sampel jenuh, karena populasi yang sedikit dan semua memenuhi kriteria inklusi. Subyek penelitian adalah ibu–ibu yang mempunyai bayi berumur 0–12 bulan. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat.
Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 59 responden, pengetahuan responden tentang MP-ASI (55,9%) dan sikap responden tentang pemberian MP-ASI yang baik (50.8%). Pendidikan formal responden yang terbanyak adalah SMP (49,2%) sedangkan yang paling sedikit adalah PT (6,8%).
Hasil dari korelasi pearson chi square pengetahuan dengan sikap sebesar 0.420 signifikan pada 0.001, hubungan sebesar 0.420 tersebut adalah signifikan dan dapat dikatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu.dalam pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-12 bulan
Hubungan Mutu Pelayanan Keperawatan dan Perilaku Caring Perawat dengan Kepuasan Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan Umum di Rawat Inap Kelas III RSUD Sunan Kalijaga Kabupaten Demak
Universitas Diponegoro
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
Konsentrasi Administrasi Rumah Sakit
2017
ABSTRAK
Siwi Bagus Ajiningrat
Hubungan Mutu Pelayanan Keperawatan dan Perilaku Caring Perawat dengan Kepuasan
Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan Umum di Rawat Inap Kelas
III RSUD Sunan Kalijaga Kabupaten Demak
xvi + 128 halaman + 30 tabel + 8 lampiran
Banyak faktor yang diduga mempengaruhi perbedaan tingkat kepuasan pasien BPJS
dan pasien umum di rawat inap kelas III di RSUD Sunan Kalijaga Kabupaten Demak,
diantaranya mutu pelayanan keperawatan dan perilaku caring perawat. Kenyataan bahwa mutu
pelayanan keperawatan di rumah sakit seperti itu akibat dari perilaku caring perawat sehingga
berdampak kepada ketidakpuasan pasien.
Jenis penelitian adalah kuantitatif, pendekatan cross sectional. Responden 120 orang,
pasien BPJS kesehatan 100 orang, pasien umum 20 orang. Analisis data dengan analisis
independent t test.
Hasil penelitian, pasien BPJS kesehatan umur 59-65 tahun 22,0%, perempuan 52,%,
pendidikan SMP 38,0%, sebagai petani 34,0%, menikah 80,0%, mutu pelayanan keperawatan
kategori cukup 62,0% dan baik 38,0%, perilaku caring perawat kategori cukup 17,0% dan baik
83,0%, kepuasan kategori cukup 11,0% dan baik 89,0% Pasien umum umur 45-51 tahun
45,0%, laki-laki 55,%, pendidikan SMA 60,0%, bekerja swasta 80,0%, menikah 100,0%. mutu
pelayanan keperawatan kategori cukup 5,0%, baik 95,0%. perilaku caring perawat umum
kategori baik 100,0%, kepuasan kategori baik 100,0%. Tidak ada perbedaan mutu pelayanan
keperawatan pada pasien BPJS kesehatan dan umum (α=0,094). Tidak ada perbedaan perilaku
caring perawat pada pasien BPJS kesehatan dan umum (α=0,129). Ada perbedaan kepuasan
pada pasien BPJS kesehatan dan umum (t hitung =2,635, α=0,012). Tidak ada hubungan mutu
pelayanan Keperawatan terhadap kepuasan pada pasien BPJS kesehatan dan umum
(α=0,173). Ada hubungan perilaku caring perawat terhadap kepuasan pada pasien BPJS
kesehatan dan umum (α = 0,049)
Agar RSUD lebih mendorong meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan perilaku
caring perawat dengan cara selalu memberikan pembinaan teknis, pendidikan pelatihan dan
mengoptimalkan tugas dan peran dalam bidang keperawatan.
Kata kunci
: Mutu Pelayanan Keperawatan, Perilaku Caring Perawat, Kepuasan Pasien
Kepustakaan : 60 (1990-2010)Diponegoro University
Faculty of Public Health
Master’s Study Program in Public Health
Majoring in Hospital Administration
2017
ABSTRACT
Siwi Bagus Ajiningrat
The Relationship of the Quality of Nursing Service and Nurse’s Caring Behaviours with
Patients’ Satisfaction of Health Social Insurance Agency and General at Inpatient
Installation of Class III at the Public Hospital of Sunan Kalijaga in Demak Regency
xvi + 128 pages + 30 tables + 8 appendices
Some factors suspected influencing the differences of patients’ satisfaction levels of
Health Social Insurance Agency (HSIA) and General at inpatient installation of Class III at the
Sunan Kalijaga Public Hospital in Demak Regency were a quality of nursing services and
nurse’s caring behaviours. In fact, low quality of nursing services was due to nurse’s caring
behaviours in which it led to patients’ dissatisfaction.
This was a quantitative study using cross-sectional approach. Number of respondents
were 120 persons which consisted of 100 HSIA patients and 20 general patients. Data were
analysed using an Independent t test.
The results of this research showed that among HSIA patients, a proportion of age 59-65
years old was 22.0%, a proportion of female was 52.0%, as many as 38.0% graduated from
Junior High School, 34.0% of the respondents worked as a farmworker, 80.0% of the
participants had got married, as many as 62.0% of the respondents had fairly good quality of
nursing services and the rest was good (38.0%), as many as 17.0% of the respondents had
fairly good nurse’s caring behaviours and the rest was good 83.0%), and as many as 11.0%
were fairly satisfied and the rest was satisfied 89.0%. In contrast, among general patients, a
proportion of age 45-51 years old was 45.0%, a proportion of male was 55.0%, as many as
60.0% graduated from Senior High School, 80.0% of the respondents worked as in private
sectors, 100.0% of the participants had got married, as many as 5.0% of the respondents had
fairly good quality of nursing services and the rest was good (95.0%), all of the respondents
(100.0%) had good nurse’s caring behaviours, and all of the respondents (100.0%) were
satisfied. There was no difference in the quality of nursing services between HSIA and general
patients (p=0.094). There was no difference in the nurse’s caring behaviours between HSIA and
general patients (p=0.129). There was any difference in satisfaction between HSIA and general
patients (t=2.635; p=0.012). There was no significant relationship between the quality of nursing
services and satisfaction of HSIA and general patients (p=0.173). There was no significant
relationship between the nurse’s caring behaviours and satisfaction of HSIA and general
patients (p=0.049).
The public hospital needs to improve the quality of nursing services and the nurse’s caring
behaviours by providing a technical guidance, education, training, and optimising tasks and
roles in nursing.
Keywords : Quality Of Nursing Services, Nurse’s Caring Behaviours, Patients’ Satisfaction
Bibliography: 60 (1990-2010
Wewenang Pemerintah Daerah Kabupaten Demak dalam Upaya Pembentukan Peraturan Daerah Tentang Penghapusan Pekerja Anak
Pemerintah sudah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 bahwa anak tidak boleh bekerja, namun di dalam Kenyataannya anak bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup, dalam kaitan ini pemerintah berupaya untuk menghapuskan pekerja anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pekerja anak yang ada di Kabupaten Demak, alasan pembuatan peraturan daerah tentang penghapusan pekerja anak dan hambatan yang ada di Kabupaten Demak dalam upaya pembentukan peraturan daerah tentang penghapusan pekerja anak.Penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyaknya potensi pekerja anak di sektor informal Kabupaten Demak, sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Demak berupaya membuat rancangan peraturan daerah tentang penghapusan pekerja anak untuk mengurangi dan menghapuskan pekerja anak di Kabupaten Demak.Adanya Peraturan Daerah tentang penghapusan pekerja anak diharapkan mampu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan di masyarakat sebagai upaya mengurangi pekerja anak di Kabupaten Demak.Kata Kunci : Wewenang Pemerintah Daerah, Peraturan Daerah, Penghapusan Pekerja Anak.ABSTRACTThe government has issued Law Number 13 Year 2003 that children can not work, but in fact his work in order to meet the necessities of life, the government has been trying to do this to eliminate child labor. The purpose of this study is to determine the potential of existing child labor in Demak Regency, excuse making regulation on child labor and the elimination of barriers that exist in Demak Regency in efforts to establish regulation on the elimination of child labor.This study shows that there are still many potential child labor in the informal sector Demak, Demak regency administration that seeks to draft regulations on the abolition of child labor to reduce and eliminate child labor in Demak.The Regional Regulation on the elimination of child labor hoped to see poverty and improve the quality of education in the community in an effort to reduce child labor in Demak Regency.Keywords: Local Government Authority, Regional Regulation, Elimination of Child Labor
Perbandingan Efektifitas Metode Resource Based Learning dengan Metode Diskusi terhadap Hasil Belajar Biologi
Research methods used to analyze the experimental method, whereas hypothesis testing using t-test for mean difference test, which had previously been carried out using test Liliefors normality test and homogeneity test using Fisher's exact test. Based on experimental data normality test class using test formula obtained Liliefors Lo < Ltable (0:08 <0.19), while the control class Lo < Ltable (0.109 <0.19), of the data can be expressed both classes are normally distributed, whereas the F value obtained for test of homogeneity < Ftable (1.13 < 2.165) is homogeneous. Based on the hypothesis test for the difference of the average grade is performed using the t-test showed tcount > ttable (4,647 > 2,093), then the hypothesis H0 is rejected and H1 is accepted. The findings of this study concluded that the results of a study conducted by the Biological Resource Based Learning method for the material being taught Ecosystem differences with discussion on lesson using materials Ecosystems Biology class X MA Al-Khairiyah
Pengaruh pelayanan dan biaya terhadap kepuasan dan minat beli ulang berobat rawat jalan (studi kasus pasien rawat jalan RSI NU Demak)
Pelayanan merupakan kunci dari kepuasan dan minat beli ulang pasien (konsumen). Untuk mewujudkan pelayanan yang baik RSI NU Demak dalam perkembangannya dituntut untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pasiennya dengan memperhatikan dimensi pelayanan itu sendiri yaitu bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Tidak hanya masalah pelayanan saja, harga juga menjadi hal yang sangat penting bagi pasien untuk memilih rumah sakit yang digunakan untuk berobat. Biasanya biaya yang baik dan masuk akal tercipta kepuasan pasien. Hal tersebut dapat dilihat dari tiga tahun terakhir RSI NU Demak mengalami pasang surut jumlah pasien. Dari latar belakang tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh pelayanan dan biaya terhadap kepuasan dan minat beli ulang berobat rawat jalan (studi kasus pasien rawat jalan RSI NU Demak)”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelayanan dan biaya di RSI NU Demak, untuk menjelaskan tingkat kepuasan dan minat beli ulang di RSI NU Demak, serta untuk mengetahui pelayanan dan biaya berpengaruh terhadap kepuasan dan minat beli ulang pasien rawat jalan di RSI NU Demak.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh berdasarkan jawaban responden terhadap angket yang dibagikan peneliti kepada pasien rawat jalan RSI NU Demak dan hasil wawancara dengan kepala bagian rekam medis dan pasien rawat jalan RSI NU Demak. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Metode analisis datanya menggunakan regresi linier berganda, analisis deskriptif variabel penelitian, uji asumsi klasik, dan uji hipotesa, sedangkan pengolahan datanya menggunakan SPSS 16.00 for windows.
Dari hasil pengolahan data penelitian diperoleh regresi linier berganda, Y1 = -0.358 + 0.886 X1 + 0.191 X2 dan Y2 = -0.065 + 0.651 X1 + 0.312 X2. Besarnya pengaruh pelayanan dan biaya terhadap kepuasan adalah 62.5 %, sedangkan pengaruh pelayanan dan biaya terhadap minat beli ulang adalah 36.3 %. Dari hasil perhitungan secara simultan diperoleh F hitung sebesar (80.919) dan (27.597) dengan tingkat probabilitas sama yaitu 0.000 lebih kecil dari 0.05. Hal tersebut berarti secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pelayanan dan biaya terhadap kepuasan dan minat beli ulang pasien rawat jalan RSI NU Demak
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN FAKTOR SOSIAL BUDAYA DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAYUNG I KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK TAHUN 2002
Pelayanan pertolongan persalinan merupakan pelayanan kesehatan, artinya masyarakat akan mencari pelayanan yang diinginkan untuk kesehatannya dan pencarian tersebut dapat ke tenaga kesehatan maupun tenaga non kesehatan. Karena persalinan merupakan saat khusus sekaligus kritis dalam kehamilan untuk itu ibu dan keluarga perlu disiapkan dengan baik. Menurut Green, perilaku dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu faktor predisposisi, pendukung dan pendorong, begitu juga dengan perilaku pemilihan penolong persalinan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan faktor sosial budaya (tingkat pendidikan, sikap dan budaya) dengan pemilihan penolong persalinan.
Desain penelitian ini adalah analitik obsevasional dengan jenis penelitian studi crossectional. Jumlah sampel sebanyak 89 responden, yang terbagi dalam 69 responden dimana penolong persalinannya adalah tenaga kesehatan dan 20 responden yang ditolong tenaga non kesehatan. analisis data yang dilakukan adalah analisa univariat dan analisa bivariat.
Hasil analisa bivariat didapatkan, ada hubungan bermakna tingkat pengetahuan responden dengan pemilihan penolong persalinan (x22 = 13,873 dan p = 0,0001), ada hubungan bermakna tingkat pendidikan dengan pemilihan penolong persalinan (x2 = 18,213 dan p = 0,0001), ada hubungan bermakna budaya dengan pemilihan penolong persalinan (x2 = 6,043 dan p = 0,014) dan tidak ada hubungan bermakna pekerjaan dengan pemilihan penolong persalinan (x2 = 0,0001 dan p = 1,000).
Dengan hasil tersebut diharapkan pihak Puskesmas Sayung I lebih menggiatkan kegiatan Gerakan Sayang Ibu, Suami Siaga, Keluarga Siaga, Masyarakat Siaga dan Desa Siaga untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat khususnya penurunan jumlah persalinan yang ditolong oleh dukun.
Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Sosial Budaya dan Pemilihan Penolong
THE CORRELATION BETWEEN THE KNOWLEDGE, ATTITUDE AND SOCIAL CULTURE FACTOR AND THE CHOICE OF THE MATERNITY HELPER IN THE WORK AREA OF PUBLIC HEALTH CENTRE SAYUNG I SAYUNG DISTRIC DEMAK CITY,2002
The service of maternity helper is a health service, it means that the society will find service expected for their own health. And finding of such service can be gained through health staff or non-health staff. As maternity is specific and critical event in pregnancy, so mother and her family need preparing well. According to Green, attitude is effected by three factors i.e predisposition, supporter and motivator factors and also the attitude of the choice of the maternity helper. the purpose of the investigatioan is to know the correlation between the knowledge, attitude and social culture factor (education, profession and culture level) and the choice of the maternity helper.
The design of this investigation is observasional anality with cross sectional planning. The sum of the sample is 89 respondents, which is divided into 69 respondents whose maternity are helped by health staff and 20 respondents helped by non-health staff. The data analysis done was univariat and bivariat analysis.
The result of the bivariat analysis was that there is meaningfull correlation between knowledge level of the respondent and the choice of the maternity helper (x2 = 14,724 and p = 0,001), there is meaningfull corelation between the attitude and the choice of maternity helper (x2 = 13,873 and p = 0,0001), there is correlation between the education level and the choice of maternity helper (x2 = 18,213 and p = 0,0001), there is correlation between the culture and the choice of maternity helper (x2 = 6,043 and p = 0,0145)and there is not correlation between the profession and the choice of maternity helper.
Having the result of the investigation, of Public Health Centre Sayung I was suggested to encourage the activity Sayang Ibu, Suami sayang Ibu, keluarga Sayang Ibu, Masyarakat Sayang Ibu and Desa Siaga movement to increase the society interference in increasing the society health status especially the discharge of the sum of maternity helper by the non-health staff.
Keyword: PersalinanKnowledge, Attitude, Social Culture and The Choice of the Maternity Helpe
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERBASIS MUTU DI SD NEGERI TLOGOBOYO 1 BONANG DEMAK
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) mendeskripsikan dan
mengkaji ciri-ciri metode pembelajaran berbasis mutu Sekolah Dasar Negeri
Tlogoboyo 1 Bonang Demak; (2) mendeskripsikan dan mengkaji ciri-ciri media
pembelajaran berbasis mutu Sekolah Dasar Negeri Tlogoboyo 1 Bonang Demak; (3)
mendeskripsikan dan mengkaji ciri-ciri interaksi pembelajaran berbasis mutu
Sekolah Dasar Negeri Tlogoboyo 1 Bonang Demak.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan
etnografi. Penelitian ini dibatasi pada pengelolaan pembelajaran berbasis mutu di SD
Negeri Tlogoboyo 1 Bonang Demak. Data utama diperoleh dari informan seperti
kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan yang lain, dan
dokumen-dokumen resmi. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara
mendalam, dan metode dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini data
reduction, data display, dan data conclusion drawing/verification. Uji keabsahan data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik triangulasi
data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode pembelajaran digunakan
SD Tlogoboyo 1 Bonang Demak dalam pembelajaran berbasis mutu disesuaikan
dengan materi pelajaran seperti metode diskusi kelompok, metode demonstrasi,
metode problem solving, dan metode latihan yang berstruktur. Metode pembelajaran
yang digunakan merupakan metode pembelajaran interaktif. Metode pembelajaran
interaktif ini dengan mengaktifkan kelas dimana terjadi dialog antara guru dan siswa;
(2) Ciri-ciri media pembelajaran berbasis mutu di SD Negeri Tlogoboyo 1 Bonang
Demak adalah media dipilih berdasarkan konsep materi yang disajikan berupa
multimedia yang sesuai dengan kurikulum SD Negeri Tlogoboyo I Bonang Demak,
terdapat evaluasi, memiliki warna, suara, dan animasi yang jelas seperti penggunaan
Power Point, LCD, dan computer; (3) Ciri-ciri interaksi pembelajaran berbasis mutu
di SDN Tlogoboyo I Bonang Demak dapat dilihat dari cara guru mengorganisasi
materi pelajaran seperti penyajian materi dengan media pembelajaran, penggunaan
lembar kerja siswa dan juga materi pembelajaran disajikan melalui internet. Dengan
pengelolaan materi pelajaran tersebut interaksi belajar mengajar menjadi aktif.
Ketrampilan mengajar yang dilakukan guru SD Negeri Tlogoboyo I Bonang Demak dengan menggunakan model pembelajaran metode diskusi kelompok, metode
demonstrasi, metode problem solving, dan metode latihan yang berstruktur juga
menunjukkan adanya interaksi pembelajaran yang dilakukan antara siswa dan guru.
Dengan model pembelajaran tersebut siswa diminta untuk mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas
- …
