1,354 research outputs found
Chatbot Berbasis AI sebagai Asisten Guru di Sekolah Dasar
Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya pro dan kontra terkait penggunaan chatbot berbasis AI. Dengan adanya perdebatan mengenai penggunaan chatbot berbasis AI, penggunaan chatbot berbasis AI khususnya di sekolah dasar patut untuk ditinjau lebih dalam. Alasan penelitian ini dilakukan ialah untuk mengetahui bagaimana penggunaan chatbot berbasis AI sebagai asisten bagi guru di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, serta teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian yang digunakan ialah 13 guru dari SD Negeri Pasanggrahan I Sumedang dengan berdasarkan teknik purposive sampling, serta uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh data sebanyak 61,5% guru di SD Negeri Pasanggrahan I Sumedang telah menggunakan chatbot berbasis AI sebagai asisten dalam membantu membuat perangkat pembelajaran, adanya chatbot berbasis AI ini memberikan potensi positif khusunya bagi guru-guru dalam membantu membuat perangkat pembelajaran
PENGARUH CHATBOT BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) TERHADAP MINAT BELI MELALUI EKUITAS MEREK SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA KONSUMEN PRODUK UMKM DI KABUPATEN PAMEKASAN)
Di era digital, pelaku UMKM dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, salah satunya melalui penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan pemasaran. Chatbot berbasis AI menjadi inovasi layanan yang mampu meningkatkan efisiensi komunikasi serta memberikan pengalaman interaktif kepada konsumen. Namun, penerapan AI tidak selalu secara langsung meningkatkan minat beli, karena faktor citra dan kepercayaan terhadap merek juga berperan penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh chatbot berbasis AI terhadap ekuitas merek, minat beli, serta peran ekuitas merek sebagai Variabel mediasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausalitas dan melibatkan 96 konsumen produk UMKM di Kabupaten Pamekasan yang pernah berinteraksi dengan chatbot berbasis AI. Analisis data menggunakan SEM-PLS. Temuan studi membuktikan bahwa chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap ekuitas merek, namun tidak mempunyai pengaruh langsung terhadap minat beli. Sementara itu, ekuitas merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli serta berperan sebagai variabel mediasi antara chatbot berbasis AI dan minat bel
TRANSFORMASI CUSTOMER COMMUNICATION MANAGEMENT BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL STUDI KASUS OCA PLATFORM OMNICHANNEL DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi transformasi Customer Communication Management (CCM) berbasis teknologi digital, khususnya melalui penerapan strategi omnichannel dan penggunaan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, serta studi kasus pada platform Omnichannel Communication Assistant (OCA) milik Telkom Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa integrasi berbagai kanal komunikasi dan pemanfaatan chatbot AI mampu meningkatkan efisiensi layanan, mempercepat respons, serta mendorong personalisasi interaksi pelanggan. Namun, tantangan utama yang diidentifikasi mencakup kompleksitas integrasi data antar-kanal, keterbatasan empati dalam respons chatbot, serta kekhawatiran terkait privasi dan transparansi data pengguna. Untuk mengatasi hal ini, penelitian merekomendasikan pendekatan holistik yang menggabungkan efisiensi teknologi dengan aspek emosional dan sosial dalam komunikasi digital. Implementasi chatbot berbasis emotional AI, sistem pengelolaan data yang terintegrasi, serta kebijakan privasi yang transparan menjadi solusi yang disarankan. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem komunikasi pelanggan yang tidak hanya efisien tetapi juga manusiawi dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna
ANALISIS PENGGUNAAN CHATBOT BERBASIS AI SEBAGAI ASISTEN VIRTUAL DALAM PEMBELAJARAN DARING
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI), seperti ChatGPT, sebagai asisten virtual dalam pembelajaran daring. Teknologi AI semakin berkembang dan memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh. Chatbot AI berfungsi sebagai alat bantu untuk memberikan respons cepat, penjelasan interaktif, serta dukungan terhadap pemahaman konsep dan kemandirian belajar siswa. Melalui studi literatur yang komprehensif, penelitian ini menggali berbagai penelitian terkait penggunaan chatbot AI dalam pendidikan, baik pada tingkat siswa maupun mahasiswa. Beberapa temuan menunjukkan bahwa chatbot dapat meningkatkan motivasi belajar, mempercepat proses pemahaman materi, dan membantu siswa untuk mengakses informasi kapan saja dan di mana saja. Selain itu, chatbot AI juga terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran daring. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang manfaat dan tantangan penggunaan chatbot AI dalam pendidikan, serta memberikan rekomendasi untuk pengintegrasiannya di masa depan
Komunikasi Persuasif Berbasis AI: Strategi Retorika Chatbot dalam Adopsi Bitcoin oleh Mahasiswa
This study aims to analyze how rhetorical strategies—ethos, logos, and pathos—are applied in an AI chatbot to educate university students about Bitcoin and encourage its adoption wisely. The AI chatbot was developed using the Chatfuel platform and integrated with WhatsApp as the primary communication medium. In this study, the AI chatbot was tested on 117 students from Petra Christian University with basic knowledge of AI. The researcher evaluated the AI chatbot effectiveness through qualitative content analysis and a survey. The results indicate that the AI chatbot adjusts its communication approach based on user characteristics and question types. The ethos strategy was effective in building trust, while logos was preferred for providing logical clarity, particularly for technical and investment-related questions. Pathos was used to evoke emotional awareness regarding Bitcoin's risks. Gender-based analysis showed that female students responded more to ethos and pathos, whereas male students were more inclined toward logos. Additionally, the chatbot utilized logos for basic knowledge questions, pathos and logos for risk-related inquiries, and a combination of ethos and logos for security and investment-related questions.These findings confirm that AI chatbots can enhance students' financial literacy by effectively adapting their communication strategies. This study contributes to the understanding of AI-driven communication in financial education and opens opportunities for developing more personalized and interactive AI chatbots in the future.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi retorika ethos, logos, dan pathos diterapkan dalam chatbot AI untuk mengedukasi mahasiswa mengenai Bitcoin serta mendorong adopsinya secara bijak. Chatbot AI dikembangkan menggunakan platform Chatfuel dan diintegrasikan dengan WhatsApp sebagai media komunikasi utama. Dalam penelitian ini, chatbot AI diuji pada 117 mahasiswa Universitas Kristen Petra yang memiliki keahlian penggunaan AI , dan kemudian peneliti mengevaluasi efektivitas chatbot AI melalui analisis isi kualitatif dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chatbot AI menyesuaikan pendekatan komunikasinya berdasarkan karakteristik pengguna dan jenis pertanyaan. Strategi ethos terbukti efektif dalam membangun kepercayaan, sementara logos lebih dihargai dalam memberikan kejelasan logis, terutama untuk pertanyaan teknis dan investasi. Pathos digunakan untuk membangkitkan kesadaran emosional terkait risiko Bitcoin. Analisis berbasis gender menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan lebih merespons ethos dan pathos, sedangkan mahasiswa laki-laki lebih cenderung merespons logos. Selain itu, chatbot menggunakan logos untuk pertanyaan dasar, pathos dan logos untuk pertanyaan risiko, serta kombinasi ethos dan logos untuk pertanyaan tentang keamanan dan investasi.Temuan ini menegaskan bahwa chatbot AI dapat meningkatkan literasi keuangan mahasiswa dengan menyesuaikan strategi komunikasinya secara efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang komunikasi berbasis AI dalam pendidikan keuangan dan membuka peluang untuk pengembangan chatbot yang lebih personal dan interaktif di masa depan
PENGARUH PENERAPAN CHATBOT YANG DIDUKUNG ARTIFICIAL INTELLIGENCE TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DAN MINAT BELI KONSUMEN PADA UMKM DI PAMEKASAN
Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penerapan chatbot berbasis Artificial Intelligence (AI) terhadap kualitas pelayanan dan minat beli konsumen pada UMKM di Kabupaten Pamekasan. Pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut UMKM beradaptasi, termasuk memanfaatkan chatbot untuk meningkatkan interaksi dengan konsumen. Chatbot AI dianggap mampu memberikan respon cepat, layanan personal, dan komunikasi efisien yang berpengaruh pada kepuasan serta minat beli. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada UMKM yang telah atau sedang memakai chatbot. Data dianalisis dengan regresi berganda untuk mengetahui pengaruh signifikan chatbot, dan hasilnya diharapkan menjadi acuan pengembangan strategi pemasaran digital UMKM
"Penerapan Artificial Intelligence dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa melalui Chatbot Interaktif di SMA Negeri 1 Deli Tua"
Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang baru dalam pembelajaran bahasa, khususnya dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan chatbot interaktif berbasis AI sebagai media pembelajaran Untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris bagi siswa SMA Negeri 1 Deli Tua, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen., di mana siswa dibagi menjadi Penelitian ini melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen menerima perlakuan tertentu dalam pembelajaran bahasa Inggris, sementara kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan tersebut. Hasil dari kedua kelompok kemudian dibandingkan untuk menganalisis efektivitas metode yang digunakan dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test serta kuesioner untuk mengukur efektivitas chatbot dalam meningkatkan keterampilan berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan chatbot interaktif mengalami peningkatan signifikan dalam kelancaran, pengucapan, dan kepercayaan diri dalam berbicara bahasa Inggris dibandingkan dengan siswa dalam kelompok perbandingan. Temuan ini menunjukkan bahwa chatbot berbasis AI dapat berfungsi sebagai sarana yang efektif untuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris yang lebih interaktif dan disesuaikan secara personal
PENGARUH CHATBOT DALAM MENINGKATKAN PURCHASE INTENTION: ANALISIS PERAN SIKAP PELANGGAN TERHADAP KECERDASAN BUATAN
Kecerdasan buatan (AI) telah memainkan peran yang sangat penting dalam era digital, khususnya melalui Chatbot yang telah merubah cara konsumen berinteraksi dengan bisnis. Chatbot berbasis AI, yang mampu berkomunikasi dengan manusia melalui teks, kini menjadi komponen utama dalam mendukung layanan pelanggan dan mempermudah proses pembelian. Meskipun penggunaan Chatbot terus berkembang, masih terdapat kekurangan penelitian yang membahas pengaruh sikap konsumen terhadap AI terhadap purchase intention. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh information factors, tech-related factors, perceived usefulness, perceived ease of use, attitude toward AI, dan adoption intention terhadap purchase intention. Survei kuesioner dilakukan pada konsumen di Batam untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa information factors, tech-related factors, perceived usefulness, attitude toward AI, dan adoption intention dari penggunaan AI memiliki pengaruh signifikan terhadap purchase intention. Temuan ini diharapkan memberikan rekomendasi berharga bagi para profesional e-commerce untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan dan mendorong penjualan melalui penerapan Chatbot yang lebih efektif
TINJAUAN TERHADAP PERAN CHATBOT AI SEBAGAI ASISTEN VIRTUAL DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL
Transformasi digital dalam dunia pendidikan telah mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya chatbot, sebagai asisten virtual dalam pembelajaran. Chatbot berbasis AI dirancang untuk memfasilitasi komunikasi interaktif antara sistem dan pengguna secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi pemrosesan bahasa alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran chatbot AI dalam mendukung pembelajaran digital, khususnya sebagai media bantu yang personal, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai hasil penelitian sebelumnya dari jurnal, prosiding, dan publikasi ilmiah tahun 2025 yang relevan dengan topik. Hasil studi menunjukkan bahwa chatbot AI mampu meningkatkan efisiensi pembelajaran, mendukung pembelajaran mandiri, serta memberikan umpan balik langsung kepada siswa. Selain itu, chatbot juga berkontribusi dalam pengembangan keterampilan kognitif dan afektif, seperti berpikir kritis, manajemen waktu, dan kemandirian belajar. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, seperti keterbatasan pemahaman konteks yang kompleks dan potensi ketergantungan terhadap teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menggambarkan potensi dan keterbatasan chatbot dalam konteks pendidikan modern serta menawarkan wawasan bagi pengembangan chatbot yang lebih adaptif dan pedagogis di masa depan
CHATBOT BERBASIS AI SEBAGAI ASISTEN GURU DI SEKOLAH DASAR
Pelaksanaan penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya pro dan kontra terkait penggunaan chatbot berbasis AI. Berdasarkan penelitian sebelumnya penulis belum menemukan adanya penelitian lebih mendalam mengenai bagaimana penerimaan guru terhadap chatbot berbasis AI di sekolah dasar. Namun adanya perdebatan mengenai penggunaan chatbot berbasis AI baik di salah satu lembaga pendidikan yang melarang penggunaan chatbot ataupun di suatu negara yang memberhentikan penggunaan salah satu chatbot, pemanfaatan dalam penggunaan chatbot berbasis AI khususnya di sekolah dasar patut untuk ditinjau lebih dalam. Alasan penelitian ini dilakukan ialah untuk mengetahui bagaimana chatbot berbasis AI dapat mengurangi beban guru dalam pembuatan perangkat pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta teknik analisis data yang diusung oleh Nasution (2023). Partisipan yang digunakan ialah 13 guru dari SD Negeri Pasanggrahan I, serta uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh data sebanyak 61,5% guru yang diwawancarai telah menggunakan chatbot berbasis AI sebagai asisten guru untuk membantu membuat perangkat pembelajaran. Adanya chatbot berbasis AI ini memberikan potensi positif khususnya bagi guru-guru dalam membantu membuat perangkat pembelajaran baik sebagai referensi pembuatan soal, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), modul ajar, ide menarik, media informasi, dan sebagai alat bantu tugas pribadi. Mayoritas guru-guru pengguna chatbot di SD Negeri Pasanggrahan I menggunakan jenis chatbot yang familiar seperti Chat GPT, Gemini, dan Question AI. Dengan adanya chatbot ini guru-guru khusunya pengguna chatbot sangat terbantu dalam membuat perangkat pembelajaran.
This research is motivated by the pros and cons regarding the use of AI-based chatbots. Based on previous research, the author has not found any in-depth research on how teachers accept AI-based chatbots in elementary schools. However, with the debate regarding the use of AI-based chatbots, both in an educational institution that prohibits the use of chatbots or in a country that stops the use of one of the chatbots, the use of AI-based chatbots, especially in elementary schools, deserves to be reviewed more deeply. The reason this research was conducted was to find 1 out how AI-based chatbots can reduce the burden on teachers in making learning tools in elementary schools. This study uses a qualitative method with a case study design, data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation studies, as well as data analysis techniques carried out by Nasution (2023). The participants used were 13 teachers from Pasanggrahan I Public Elementary School, and the data validity test in this study used source triangulation and technique triangulation techniques. Based on the interviews, data were obtained that 61.5% of the teachers interviewed had used AI-based chatbots as teacher assistants to help create learning tools. The existence of this AI-based chatbot provides positive potential, especially for teachers, in helping to create learning tools, both as a reference for making questions, Student Work Sheets (LKPD), teaching modules, interesting ideas, information media, and as a personal task tool. The majority of chatbot user teachers at Pasanggrahan I Elementary School use familiar types of chatbots such as Chat GPT, Gemini and Question AI. With this chatbot, teachers, especially chatbot users, are greatly assisted in making learning tools
- …
