620,882 research outputs found

    Ketentuan Umum Penulisan Artikel Jurnal Manajemen Bisnis

    Full text link
    KETENTUAN UMUM PENULISAN ARTIKELJURNAL MANAJEMEN BISNISA. Persyaratan topik/tema naskah artikel:1. Artikel yang dikirim ke MANAJEMEN BISNIS adalah hasil karya penulis dan belum pernahditerbitkan.2. Artikel tersebut sesuai dengan bidang Manajemen.3. Isi artikel dapat berupa Artikel Hasil Penelitian atau Artikel Hasil Pemikiran.4. Artikel yang dimuat, tidak selalu mencerminkan pandangan Dewan Penyunting.B. Sistematika penulisan1. Artikel Hasil Penelitian: a. Judul, b. Nama, Identitas, Institusi, dan Alamat E-mail Penulis, c. Abstrakdan kata-kata kunci, d. Bagian Pendahuluan, e. Tinjauan Pustaka, f. Metode Penelitian, g. HasilPenelitian dan Pembahasan, h. Simpulan, dan i. Daftar Pustaka.2. Artikel Hasil Pemikiran : a. Judul, b. Nama, Identitas, Institusi, dan Alamat E-mail Penulis, c.Abstrak dan kata-kata kunci, d. Pendahuluan, e. Bagian Inti (sub judul), f. Simpulan dan g. DaftarPustaka.C. Ketentuan umum penulisan1. Kertas yang digunakan adalah A4 dengan jumlah halaman antara 15 - 25, tidak termasuk DaftarPustaka.2. Naskah diketik dengan MS Word, jenis huruf Times New Roman 12, 2 spasi, dengan margin atas4 cm, kiri 4 cm, kanan 3 cm, dan bawah 3 cm.3. Bahasa yang digunakan dapat berupa Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, dengan menggunakanstruktur bahasa yang benar.D. Ketentuan khusus penulisan1. Jika naskah artikel ditulis dalam Bahasa Indonesia, maka abstrak ditulis dalam Bahasa Inggris,sedangkan jika naskah artikel dalam Bahasa Inggris, maka abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia.2. Abstrak terdiri dari 1 paragraf, dengan jumlah kata antara 70 - 100 dan dicetak miring dengan jarak1 spasi.3. Penulisan huruf tebal hanya digunakan pada judul dan sub judul, sedang huruf miring hanya digunakanpada penulisan kata asing atau kata yang mendapat penekanan dan penulisan abstrak.4. Penulisan kutipan langsung dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menempatkan penulis (sumberreferensi) dan tahun penerbitan di depan kalimat yang dikutip atau menuliskan penulis dan tahunpenerbitan di belakang kalimat yang dikutip.Contoh:Robbins, S. P. dan Timothy A. J. (2008: 146) menyatakan bahwa Sistem Nilai merupakan sebuahhirarki yang didasarkan pada penggolongan nilai-nilai seorang individu menurut intensitas mereka5. Penulisan daftar pustaka dilakukan dengan model HARVARD (nama, tahun) dengan pemisahtanda titik (.) Berikut adalah contoh penulisan daftar pustaka:a. Referensi dari bukuLuthans, Fred. 2005. Organizational Behavior 10th Edition. The McGraw-Hill Companies,Incb. Referensi dari jurnal, majalah, koran, dsb.Widayat. 2008. "Penentu Perilaku Berinvestasi". Ekonomika Bisnis. Vol.01 No.02. Thn 2008.Pp. 111-127188 JURNAL MANAJEMEN BISNIS • Volume 1 No. 01 • Edisi April 2011c. Referensi dari internetSubambang, Budiono, 2004. Kajian Inkubator Investasi Daerah Sebuah Pemikiran untukMendukung Pengembangan Ekonomi Lokal. Available online at: http://www/pps.ui.ac.id (di akses 28 April 2008)d. Referensi dari proceeduring, thesis, disertasi, paper (unpublished)Tambunan, Tulus T.H. 2011. "MSMEs, Entrepreneurship, and Government Policies: The Storyfrom Indonesia" Paper dipresentasikan pada Seminar Nasional : Perkuatan UMKM sebagaiLeading Sektor Perekonomian Indonesia. Oktober .UMM6. Penulisan judul tabel menggunakan angka arab (1,2,3, dst) dan diletakkan diatas tabel. Garis padatabel hanya menggunakan tiga (3) garis horizontal tanpa garis vertikal. Tabel sedapat mungkintidak dari hasil scan. Setiap tabel harus mencantumkan sumber dan dicantumkan dibawah tabel.7. Judul gambar/grafik/ilustrasi lainnya diletakkan di bawah ilustrasi dan posisinya di tengah.8. Tidak diperkenankan mencatumkan lampiran.E. Lain-lain1. Redaksi berhak mengedit tulisan, dengan tanpa mengubah maksud atau pandangan penulis2. Biodata penulis harap disertakan pada halaman terpisah dari naskah, sebagai kelengkapanadministrasi3. Naskah artikel dapat dikirim langsung melalui pos ke Kantor Redaksi di Program Studi ManajemenFakultas Ekonomi dan Bisnis, Kampus III,UMM GKB II Lt 2, Jl. Raya Tlogomas No.246, Telp.0341-464318, ext 214., Malang 65144, dalam bentuk print out sebanyak 3 eksemplar dan disertaifile-nya dalam CD. Naskah dapat juga dikirim melalui e-mail, dengan alamat:[email protected]

    THE FUNCTIONAL MEANING OF Tony Abbott “Indonesia should reciprocate tsunami aid by sparing Bali Nine pair”

    Get PDF
    Artikel berita yang digunakan dalam penulisan ini adalah pidato oleh Perdana Menteri Australia Tony Abbot. Artikel ini menceritakan bagaimana Australia bereaksi terhadap Pemerintah Indonesia mengenai hukuman mati yang dijatuhkan kepada penyelundup obat-obatan terlarang asal Australia. Metode yang digunakan dalam penulisan final project ini adalah deskriptif kualitatif yang sistemis, nyata dan akurat. Dalam pengumpulan data, penulis melakukan note taking, dalam artikel dari situs berita theguardian.com. Tujuan dalam penulisan project ini adalah untuk menemukan arti fungsional dalam artikel tersebut. Arti fungsional akan membantu pembaca meng-intrepetasikan artikel ini dengan tepat. Untuk menemukan arti fungsional dari setiap klausa dalam artikel ini, penulis menggunakan teori metafunction. Teori metafunction dibagi menjadi tiga bagian yaitu Ideational Meaning, Interpersonal Meaning dan Textual Meaning

    Pembangunan produk dan reka bentuk : siri 1

    Get PDF
    Buku siri pertama yang diusahakan oleh Fakulti Pendidikan Teknikal dan Vokasional, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, mengumpulkan lapan artikel yang ditulis secara berasingan. Artikel–artikel yang disumbangkan meliputi tajuk-tajuk terkini dalam pembangunan produk dan reka bentuk dalam bidang Pendidikan Teknikal dan Vokasional. Dalam menyediakan buku ini, pelbagai cabaran dan rintangan yang perlu dihadapi sebelum dapat menghasilkan sebuah buku yang amat mantap dari segi isi penyampaiannya. Buku ini memaparkan lapan artikel kajian dalam pembangunan produk bagi tujuan pengajaran dan pembelajaran dalam bidang Pendidikan Teknikal dan Vokasional. Pelbagai alat bantu pengajaran, seiring dengan peredaran masa telah dipaparkan yang boleh diaplikasikan dalam aktiviti pengajaran dan pembelajaran dalam bidang pendidikan teknikal dan vokasional. Kesemua penulis yang menyumbang artikel dalam buku ini adalah individu yang telah lama berkecimpungan dalam bidang Pendidikan Teknikal dan Vokasional. Kami ingin merakamkan ucapan terima kasih kepada rakan-rakan di Fakulti Pendidikan Teknikal dan Vokasional, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia yang memberi sumbangan dalam menghasilkan buku ini. Terutamanya, ucapan terima kasih kepada Dekan Fakulti Pendidikan Teknikal dan Vokasional, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia Prof. Dr. Ahmad Bin Esa dan Prof. Dr. Maizam Binti Alias yang telah memberi sokongan dan dorongan dalam memastikan projek ini mencapai matlamatnya. Penghargaan dan terima kasih juga kepada panel penilai kerana memperuntukkan masa dalam membaca dan membetulkan artikel

    Second Amendment Traditionalism and Desuetude

    Get PDF
    Denna artikel bygger på en förstudie om industriakritektur. I artikeln granskas industrihusprojekt i Norden som tilldelats arkitekturpriser. Syftet med artikel är dels att diskutera industriarkitektur och kvalitets och dels att reflektera över designteoretiska aspekter på arkitekturbegrepppet. Artikeln avslutas med en diskussionen om arkitektoniska kvalitet och utgångspunkt från desingområden i prisbelönta industrihusprojektQC 20150108</p

    CODE MIXING AND CODE SWITCHING IN “COSMOPOLITAN INDONESIA” MAGAZINE

    Get PDF
    Penggunaan alih kode dan campur kode dalam bahasa penulisan kini kian marak di masyarakat Indonesia terutama pada penulisan artikel di majalah.Majalah Cosmopolitan Indonesia merupakan salah satu majalah yang banyak memuat alih kode dan campur kode pada artikelnya.Adanya variasi bahasa dalam penulisan artikel menggunakan alih kode dan campur kode mempermudah penulis menyampaikan pesan dan juga pembaca untuk mengerti isi pesan. Selain itu penggunaan alih kode dan campur kode dengan bahasa asing menjadikan suatu gaya hidup atau tren baru dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kegunaan dan faktor adanya alih kode dan campur kode yang terjadi di majalah Cosmopolitan Indonesia. Metode yang digunakan dalam penulisan final project ini adalah deskriptif kualitatif yang sistematis, nyata, dan akurat. Dalam pengumpulan data, penulis melakukan note taking dalam artikel di majalah Cosmopolitan Indonesia, kemudian meneliti pada setiap kalimat dan tuturan yang ada dalam artikel. Hasil penelitian final project ini ialah penggunaan alih kode dan campur kode dengan bahasa asing di majalah Cosmopolitan terjadi karena penulis ingin membuat pembaca lebih mudah menerima pesan yang disampaikan, bahasa yang digunakan sesuai dengan tren masa kini dan penggunaan bahasa yang lebih tepat dalam menyampaikan sesuatu

    On topics today

    Get PDF
    This article surveys the state of so-called topic theory today. It charts its development through two generations of topic theorists. The first is constructed around three influential texts: Leonard Ratners seminal book that established the discipline in its own right, Classic music: expression, form and style (1980); Wye Allanbrooks. Rhythmic gesture in Mozart: Le nozze di Figaro and Don Giovanni (1983); and Kofi Agawus. Playing with signs: a semiotic interpretation of classical music (1991). The second comprises significant advances in topic theory essayed through two further pairs of texts: Robert Hattens Musical meaning in Beethoven: markedness, correlation, and interpretation (1994) and Interpreting musical gestures, topics, and tropes: Mozart, Beethoven, Schubert (2004); and Raymond Monelles Linguistics and semiotics in music (1992) and The sense of music: semiotic essays (2000). Topic Theory's role as the soft hermeneutic sub-field of music semiotics (relative to the harder, formalist practices of Nattiezs neutral level analysis) is portrayed here as navigating a number of treacherous polemical paths. These wend their way between referential style (expression) and structural syntax (form); historical reconstruction and hermeneutic construction; and heightened sensitivity to social meanings and imposed acts of creative interpretation. This existence of topic theory in a continuous dialogue between structural formalism and the semantics of expressive discourse is held responsible for its marginal position both to the dominant strains of contemporary postmodern musicology and to the dying embers of formalist analysis. The failure of topic theory to strike a fashionable text-context balance thus highlights why musicology continues to view semiotics with scepticism. Ratner presents his thesaurus of style labelssomewhat dubiouslyas the historically authentic ready-to-hand materials (types and styles) of eighteenth-century expressive musical rhetoric. But it is Agawus combination of this universe of topics with a Schenker-influenced beginning-middle-end paradigm that establishes the hallmark of first generation topic theory on which the first half of this paper focuses. Agawus delicate equation between extroversive and introversive semiosis is essayed as a pivotal turning point in topic theorys ability to transcend the mere passive ascription of rhetorical labels. Out of this equation, expressive meanings can ariseas much from the non-congruence, as the congruence, of signs and structure. Hatten's critique of Agawu for neglecting the full interpretative consequences of his signifieds is the springboard for his more hermeneutically replete brand of topic theory and the emergence of the second generation topic theorists. Hattens use of troping (a kind of musical metaphor), is one of many interpretative tools that are responsible for broadening the arena of topic theorysome of his others being: expressive genres, emergent meanings and markedness theory. These are deployed across a variety of musical parameters as Hattens attention increasingly turns to the prototypicality of topics in their euphoric and dysphoric states. Hattens interpretative work is shown to transcend historical reconstruction to comprise creative interpretation built on a much broader definition of expressive gestures, of which topics are only a constituent part. The article concludes with Monelles expos of the dubious historical underpinnings of Ratners topic theory foundations. This does not render this vibrant branch of semiotics redundant but, on the contrary, charts its future direction as one calling out for far deeper historical investigation and cultural criticism. Monelles enlightening forays into the more replete expressive meanings of such topics as the horse and pianto make this point abundantly clear. The future of topics today, if not musicology in general, is one of cultural criticism

    Nauwkeurig lezen, precies manipuleren, als middel om gelegenheden te grijpen

    Get PDF
    Het artikel bespreekt het jonge oeuvre van Tom Thys Architecten en besteed een bijzondere aandacht voor de ontwerpmethodiek

    Artikel Ilmiah an. Arif Senja Fitrani

    Get PDF
    Artikel Ilmiah an. Arif Senja Fitran

    Organizational Change Management: A Case Study Of Academic Information System Implementation In Universitas Surabaya, Indonesia

    Get PDF
    Perubahan organisasi (Organizational Change) adalah munculnya perubahan berdasarkan persepsi penggunanya (Cao dkk, 2000). Menggunakan sebuah studi kasus pada pengembangan sistem informasi akademik di Universitas Surabaya, Indonesia, artikel ini bermaksud untuk menjelaskan bagaimana sebuah perubahan organisasi dapat diimplementasikan dengan baik menggunakan 8 (delapan) faktor sukses yang dikemukakan oleh Kotter (1996) sebagai dasar analisa. Tanpa bermaksud untuk mengabaikan pentingnya faktor sukses tertentu, studi kasus pada artikel ini menemukan empat faktor sukses memiliki level kepentingan yang lebih dibandingkan faktor sukses lainnya. Studi lebih lanjut dibutuhkan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan apabila memungkinkan, mengklasifikasi bobot kepentingan tiap sukses faktor sukses dalam mengimplementasikan perubahan dalam sebuah organisas

    Encounters in Music Cultures of Aztec and Early Colonial Times

    Get PDF
    Dieser Artikel untersucht die sozio-politischen und religiösen Dimensionen des Musizierens und Klangerzeugens über den Vergleich zweier kulturell unterschiedlicher, aber nah beieinander liegenden Zeitabschnitte an ein und demselben Ort: dem Tal von Mexiko. Zunächst werden die Praktiken der Azteken zur Ausübung musikalischer Dominanz und Kontrolle über die von ihnen eroberten Gesellschaften der späten post-klassischen Periode Mesoamerikas (1325 bis 1521 n. Chr.) untersucht. Darauf folgend werden die spanischen Strategien der musikalischen Dominanz und Kontrolle über die eroberten Azteken der frühen Kolonialzeit (1521 bis 1600) beleuchtet und dem aztekischen Modell gegenübergestellt. Der Artikel fragt nach den Unterschieden und strukturellen Ähnlichkeiten in der musikalischen Eroberung
    • …
    corecore