60,196 research outputs found

    PENGARUH PENERAPAN STRATEGI COMPETING THEORIES TERHADAP KETERAMPILAN ARGUMENTASI SISWA SMA PADA MATERI ELASTISITAS

    Get PDF
    Keterampilan argumentasi penting dalam pembelajaran sains, karena dapat melatih siswa untuk bernalar dan berpikir. Namun, diduga ada indikasi keterampilan argumentasi ini belum terfasilitasi secara optimal dalam pembelajaran sains. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengaruh penerapan strategi competing theories terhadap keterampilan argumentasi lisan dan argumentasi tertulis. Penelitian pre-experimental dengan desain one group pre-test and post-test dilakukan pada sampel yang berjumlah 30 siswa di salah satu SMA Kota Bandung. Untuk melihat adanya pengaruh tersebut, digunakan analisis data menggunakan nilai effect size dari transkrip video untuk argumentasi lisan dan tes keterampilan argumentasi untuk argumentasi tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari penerapan strategi competing theories terhadap keterampilan argumentasi siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai effect size sebesar 1,17 yang berada pada kategori tinggi untuk argumentasi lisan, dan nilai effect size sebesar 2,79 yang berada pada kategori tinggi untuk argumentasi tertulis

    Pemberdayaan Keterampilan Argumentasi Mendorong Pemahaman Konsep Siswa

    Get PDF
    . Penelitian bertujuan memberdayakan keterampilan argumentasi untuk mendorong pemahaman konsep siswa pada materi terapung dan tenggelam. Penelitian difokuskan pada 1) identifikasi keterampilan argumentasi yang dapat diberdayakan dan 2) identifikasi pemahaman konsep siswa setelah diberdayakan keterampilan argumentasi. Populasi penelitian adalah siswa SMA kelas XI di kota Bandar Lampung. Pemilihan sampel menggunakan teknik cluster random sampling untuk 2 kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa fokus memberdayakan keterampilan argumentasi (elemen claim) tanpa memberdayakan elemen keterampilan argumentasi lainnya, hal ini berdampak pada lemahnya pemahaman konsep materi terapung dan tenggelam siswa. Idealnya pemberdayaan keterampilan argumentasi secara utuh berdampak pada perluasan pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian ini menjadi rujukan untuk melakukan penelitian selanjutnya guna memperoleh Perubahan positif memberdayakan keterampilan argumentasi yang secara langsung meningkatkan pemahaman konsep siswa menjadi lebih baik

    PENERAPAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN KEMAMPUAN MENULIS ARGUMENTASI SISWA KELAS X-8 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan menulis argumentasi siswa kelas X-8 SMA Negeri 5 Surakarta dengan menerapkan pendekatan komunikatif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-8 SMA Negeri 5 Surakarta yang berjumlah 30 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi atau arsip. Validitas data menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan pendekatan komunikatif, keaktifan dan kemampuan menulis argumentasi siswa dari pratindakan ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II dapat meningkat. Proses pembelajaran pada pratindakan keaktifan dan kemampuan menulis argumentasi siswa rendah. Pada siklus I keaktifan dan kemampuan menulis argumentasi siswa meningkat walaupun belum optimal. Keaktifan siswa pada siklus I meningkat dari keaktifan pratindakan dari 23,33% menjadi 50 %. Sedangkan kemampuan menulis argumentasi meningkat dari 26,67% menjadi 46,67%. Pada siklus II keaktifan dan kemampuan menulis argumentasi siswa meningkat tinggi. Keaktifan siswa pada siklus II dari 50% menjadi 80%. Sementara kemampuan menulis argumentasi siklus II meningkat dari 46,67% menjadi 86,67%. Langkah-langkah pembelajaran menulis argumentasi dengan menerapkan pendekatan komunikatif ini, antara lain (1) Guru memberi contoh-contoh paragraf, (2) guru meminta siswa mengidentifikasi paragraf yang termasuk paragraf argumentasi, (3) guru menjelaskan tahapan dalam menulis, yaitu prapenulisan, penulisan, dan pascapenulisan, (4) guru memandu siswa membuat paragraf argumentasi dengan memperhatikan tahapan menulis, dan (5) siswa menyunting paragraf argumentasi siswa sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Simpulan penelitian ini adalah penerapan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan menulis argumentasi siswa kelas X-8 SMA Negeri 5 Surakarta. Kata kunci: pendekatan komunikatif, keaktifan, menulis argumentas

    PENERAPAN MODEL ARGUMENT-DRIVEN INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ARGUMENTASI ILMIAH SISWA SMP

    Get PDF
    Argumentasi ilmiah merupakan kemampuan mengemukakan ide atau gagasan mengenai fenomena sains berdasarkan data/bukti dan teori yang ada. Kemampuan ini penting dilatihkan agar siswa dapat menjelaskan fenomena sains berdasarkan bukti dan konsep sains yang relevan. Namun pembelajaran sains kurang memfasilitasi latihan kemampuan argumentasi ilmiah siswa. Model Argument-Driven Inquiry (ADI) memiliki tahapan pembuatan argumen tentatif dan sesi argumentasi yang dipandang sebagai langkah yang tepat untuk melatihkan kemampuan argumentasi dan meningkatkan kualitas argumentasi siswa. Penelitian eksploratori dengan studi time series desain diterapkan pada 12 siswa SMP bertujuan untuk menemukan cara melatihkan argumentasi pada siswa dan memperoleh gambaran peningkatan argumentasi siswa pada topik cahaya. Peningkatan argumentasi ilmiah siswa di ukur berdasarkan tren peningkatan argumentasi lisan dari hasil observasi dan transkrip rekaman kegiatan yang dianalisis berdasarkan kerangka analisis kualitas argumentasi Erduran et al., dan peningkatan argumentasi tulisan dari laporan tertulis yang dianalisis berdasarkan Walker’s ADI Laboratory Report Scoring Rubric. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tren kecenderungan peningkatan untuk level argumentasi 2, 4 dan 5, konstan untuk level 1, dan menurun untuk level 3, sedangkan argumentasi tulisan memiliki tren peningkatan dengan rerata nilai kemiringan tren sebesar +2,17. Hal ini menunjukkan bahwa cara-cara yang dikembangkan dalam model ADI dapat melatihkan kemampuan argumentasi ilmiah siswa SMP pada topik cahaya. Scientific argumentation is the ability to express ideas about science phenomena based on data and existing theories. This capability is important for students to explain scientific phenomena based on data and science concepts. However, in pratice, scientific argumentation has less to facilitate. Argument-Driven Inquiry model (ADI) has production of a tentative argument and argumentation session stage as an appropriate step to enhancing student’s capability and quality of scientific argumentation. Exploratory study with time series design applied to 12 junior high school students to find ways to enhancing student’s argumentation and obtain an enhancement of student’s argumentation on the topic of light. Enhancement student’s argumentation measured based on the trend of oral argument were analyzed based argumentation framework Erduran et al., and improvement of written arguments were analyzed based on Walker's ADI Laboratory Report Scoring Rubric. The results show an increasing trend of argumentation level 2, 4 and 5, constant for level 1, and decreased for level 3, while the written argument has an increasing trend with the mean value of the trend is +2.17. This suggests that the step in which developed in the ADI model can enhancing junior high school students’s scientific argumentation on the topic of light

    Profil Keterampilan Argumentasi Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNS Pada Mata Kuliah Anatomi Tumbuhan

    Full text link
    Lemahnya argumentasi ilmiah mahasiswa dalam pembelajaran telah banyak menjadi perhatian, terutama dalam hal mengevaluasi dan mengkonstrak permasalahan dan solusinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana profil keterampilan argumentasi ilmiah mahasiswa pada mata kuliah Anatomi Tumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mendapatkan gambaran keterampilan argumentasi mahasiswa semester 3 di Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS melalui tugas tertulis yang diberikan. Penilaian argumentasi mahasiswa mengacu pada Toulmin's Argumentation Pattern (TAP) yang memuat komponen claim, evidence, reasoning dan rebuttal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan argumentasi ilmiah mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNS masih tergolong rendah, dibuktikan dengan skor rerata claim sebesar 52%, evidence sebesar 42%, reasoning sebesar 15% dan rebuttal sebesar 10%. Temuan ini akan dijadikan dasar bagi penelitian lanjutan mengenai model dan strategi pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan kemampuan argumentasi dan penalaran ilmiah terutama bagi calon guru biologi

    KETERAMPILAN ARGUMENTASI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS : Studi tentang Keterampilan Pembentukan Klaim mengenai Isu Sosio-Saintifik Siswa Sekolah Menengah Atas pada Kelompok Budaya Sunda

    Get PDF
    Studi kasus ini bertujuan untuk mengungkap kualitas keterampilan argumentasi siswa kelas XI pada kelompok budaya Sunda mengenai isu sosio-saintifik berdasarkan perbedaan gender dan pola asuh yang diterapkan keluarga. Lebih spesifik, penelitian kualitatif ini menginvestigasi kualitas pembentukan klaim dan bukti serta penguat pendapat untuk klaim yang dibentuknya. Lembar argumentasi kloning diberikan kepada 44 orang partisipan digunakan untuk menjaring keterampilan argumentasi tertulis siswa (KATs), wawancara argumentasi kloning digunakan untuk menjaring keterampilan argumentasi lisan siswa (KALs), angket dan wawancara digunakan untuk mendapatkan data pola asuh keluarga (PAK) dan kesadaran gender keluarga (KGK) serta catatan lapangan sebagai triangulasi data penelitian. Argumen dinilai berdasarkan justifikasi pendapat yang dibentuk siswa, berdasarkan rubrik empat-skala. Analisis kualitatif yang dilakukan secara induktif menunjukkan bahwa siswa kelompok budaya Sunda sudah mampu membentuk klaim dengan justifikasi yang baik, KALs relatif lebih baik dibandingkan KATs pada siswa kelompok budaya Sunda, dan tidak ada perbedaan berarti antara siswa laki-laki dan perempuan dalam keterampilan argumentasinya. Beberapa temuan mengindikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan argumentasi siswa seperti kebebasan berpendapat dalam keluarga, peran siswa dalam keluarga, kemampuan berbahasa untuk mengungkapkan ide, dan pengaruh budaya. Implikasi penelitian dan pendidikan dari temuan ini masih perlu didiskusikan Kata kunci: keterampilan argumentasi lisan, keterampilan argumentasi tertulis, isu sosio-saintifik, dan kelompok budaya Sunda

    Kegairahan Menulis Wacana Argumentatif Dengan Analisis Peer-Correction Dan Pemanfaatan Media Internet Pada Siswa Program Akselerasi SMA Negeri 3 Surakarta

    Get PDF
    Kegairahan mengandung arti keinginan atau hasrat, semangat, kegembiraan, dan keberahian yang keras untuk melakukan sesuatu misalnya bekerja atau belajar. Sebagaimana tertuang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2006: 248), kegairahan�n. keinginan (tt. hasrat, semangat, kegembiraan, keberahian) yang keras. Dalam hal kegairahan siswa belajar, termasuk di antaranya menulis. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bahwa menulis merupakan tingkat keterampilan berbahasa tertinggi dalam pembelajaran bahasa. Dalam pembelajaran menulis dikenal satu kompetensi dasar siswa yakni keterampilan menulis argumentasi. Sejauh ini argumentasi dipandang sebagai wacana paling kompleks dibandingkan dengan wacana yang lain seperti deskripsi, narasi, dan eksposisi. Di dalam wacana argumentasi sering dijumpai pengembangan deskripsi, narasi, dan atau eskposisi sebagai awal dan diakhiri pendapat (argumentasi) penulis. Penelitian ini diharapkan mampu mendeskripsikan bahwa kegairahan siswa dalam menulis akan meningkat ketika diterapkan teknik peer-correction dan pemanfaatan media internet interaktif sebagai alternatif model pembelajaran. Metode penelitian dalam tesis ini adalah menganalis secara kuantiatif tulisan siswa pada media internet (blogspot) dan analisis kualitatif tentang kompleksitas wacana argumentasi siswa. Menulis wacana argumentasi pada umumnya menjadi kesulitan tersendiri bagi siswa. Karena itu, penulis memandang perlu dikembangkannya model dan strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa meningkat kemampuannya dalam menulis argumentasi. Pemanfaatan media internet diharapkan akan membangkitkan kegairahan dan minat siswa dalam menulis argumentasi, sedangkan analisis peercorrection diharapkan mampu meningkatkan keterampilan menganalisis dan menulis wacana argumentasi. Hasil penelitian yang ditemukan adalah munculnya suatu pemikiran bahwa internet ternyata mampu meningkatkan kegairahan menulis pada siswa. Siswa yang selama ini berpendapat bahwa tulisannya akan menjadi barang tidak berharga karena tidak pernah dibaca oleh orang lain, akan berubah tingkat kegairahan menulisnya manakala hasil pemikirannya dipampangkan di jurnalisme warga (blogspot) dan akhirnya dibaca oleh orang lain. Selain siswa memiliki kebanggaan memiliki tulisan yang dimuat di media sosial, pada diri siswa akan tumbuh tanggung jawab atas isi tulisan yang dibuatnya. Ini akan memacu gairah siswa untuk menulis, terutama argumentasi. Demikian pun dengan analisis wacana secara peer-correction yang dapat meningkatkan keterampilan siswa menganalisis pekerjaan teman. Pada kegiatan peer-correction ini siswa mendapatkan berbagai persoalan dalam tulisan dan pada gilirannya siswa memperoleh pengalaman empiris serta terhindar dari berbagai kesalahan dalam berwacana

    Perbandingan Hasil Belajar Fisika Ditinjau Dari Kemampuan Argumentasi Oral Dan Tertulis

    Full text link
    The research has been done to compare the average differences of physic learning results between students who used oral argumentation ability and who used written argumentation ability approach in State Senior High School 1 Labuhan Maringgai in academic year 2013/2014. This research was a treatment to a learning (free variable) to show measurement and scientific value (dependent variable) by using one-shot case study. The results showed that there were significant difference between students using oral and written argumentation ability in average.Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan perbedaan rata-rata hasil belajar fisika antara siswa yang menggunakan pendekatan kemampuan argumentasi oral dengan pendekatan kemampuan argumentasi tertulis, di SMA Negeri 1 Labuhan Maringgai tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan sebuah perlakuan terhadap suatu pembelajaran (variabel bebas) untuk menunjukkan pengukuran dan nilai ilmiah (variabel terikat), dengan desain penelitian One-Shot Case Study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata hasil belajar fisika antara siswa yang menggunakan pendekatan kemampuan argumentasi oral dengan pendekatan kemampuan argumentasi tertulis dengan perbedaan yang signifikan, terlihat bahwa hasil belajar siswa pada kelas kemampuan argumentasi oral lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa pada kelas kemampuan argumentasi tertulis

    PEMBELAJARAN MENGHUBUNGKAN PERMASALAHAN DAN ARGUMEN BEBERAPA PIHAK DARI DEBAT UNTUK MENEMUKAN ESENSI DEBAT DENGAN MODEL PROBLEM SOLVING DI KELAS X SMA NEGERI 1 SOREANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Get PDF
    Pembelajaran menghubungkan berkaitan dengan keterampilan membaca. Salah satunya yaitu menghubungkan permasalahan dan argumentasi beberapa pihak untuk menemukan esensi debat dengan menggunakan model problem solving, yang menekankan pada konsep penemuan dan kesimpulan. Sehubungan dengan itu, penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pembelajaran Menghubungkan Permasalahan dan Argumen Beberapa Pihak untuk Menemukan Esensi Debat pada Kelas X SMA Tahun Pelajaran 2016/2017”.Rumusan masalah yang penulis ajukan adalah: Mampukah penulis me-rencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran menghubungkan per-masalahan dan argumentasi beberapa pihak untuk menemukan esensi debat dengan menggunakan model problem solving pada kelas X SMA Tahun Pelajaran 2016/2017?; mampukah peserta didik mengikuti pembelajaran menghubungkan permasalahan dan argumentasi beberapa pihak untuk menemukan esensi debat dengan tepat?; dan efektifkah model problem solving digunakan dalam pembelajar-an menghubungkan permasalahan dan argumentasi beberapa pihak untuk mene-mukan esensi debat pada kelas X SMA Tahun Pelajaran 2016/2017?Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini, yaitu metode eksperimen dengan jenis kuasi eksperimen. Sedangkan teknik yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu telaah pustakan, teknik observasi, teknik uji coba, dan teknik tes. Hasil dari penelitian yang telah penulis lakukan sebagai berikut. Penulis mampu merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran menghubungkan permasalahan dan argumentasi beberapa pihak untuk menemukan esensi debat dengan mengunakan model problem solving di kelas X IPA 6 SMAN 1 Soreang tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini terbukti dengan hasil penilaian perencanan dan pelaksanaan pembelajaran sebesar 3,52. Peserta didik kelas X IPA 6 SMAN 1 Soreang mampu menghubungkan per-masalahan dan argumentasi beberapa pihak untuk menemukan esensi debat. Hal ini terbukti dari hasil nilai rata-rata pretes sebesar 60,3 sedangkan rata-rata postes 86,4. Model problem solving efektif digunakan dalam pembelajaran menguhubngkan permasalahan dan argumentasi beberapa pihak untuk menemukan esensi debat. Hal ini terbukti dari hasil perhitungan statistik dengan thitung > ttabel, yaitu 11>2,04 dalam tingkat kepercayaan 95% dengan derajat kebebasan 29. Dengan demikian, penulis menyimpulkan pembelejaran menghubungkan permasalahan dan argumentasi beberapa pihak untuk menemukan esensi debat dengan menggunakan model problem solving berhasil dengan baik. Kata Kunci: Pembelajaran, menghubungkan, permaslahan, debat, model problem solving
    corecore