15,967 research outputs found

    Peran Kelompok Pembudidaya Ikan terhadap Pengembangan Kawasan Minapolitan di Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu

    Get PDF
    Minapolitan sebagai konsep pengembangan kawasan perdesaan di Indonesia umumnya disertai dengan pengembangan sumberdaya alam, prasarana dan sarana produksi, maupun permukiman yang membutuhkan pengelolaan bersama (common property) diantara kelompok pembudidaya ikan yang mensyaratkan adanya modal sosial. Kajian modal sosial dapat digunakan untuk melihat kemampuan yang dimiliki oleh kelompok pembudidaya ikan dalam mengatasi permasalahan yang timbul dalam bekerjasama demi tercapainya tujuan bersama. Hal ini membuat kajian mengenai modal sosial dipandang sangat perlu, sehingga dapat mengungkap dengan lebih jelas kekuatan modal sosial yang ada pada kelompok pembudidaya tambak di Kabupaten Indramayu. Tujuan penelitian adalah sebagai berikut: (1) menganalisis tingkatan modal sosial kelompok pembudidaya ikan dan (2) menganalisis hubungan antara modal sosial terhadap pengembangan kawasan minapolitan. Untuk mendapatkan data mengenai modal sosial kelompok pembudidaya ikan, digunakan daftar pertanyaan Social Capital Assessment Tool yang diukur menggunakan metode skala Likert. Selanjutnya dilakukan pengukuran dengan menggunakan instrumen kontinuum modal sosial yang direkomendasikan oleh Uphoff (2000) dan adaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Lenggono (2004). Untuk melihat keterkaitan hubungan antara variabel modal sosial terhadap pendapatan, dilakukan dengan analisis regresi logistik. Dari kelima komponen modal sosial yang diteliti, diketahui bahwa modal sosial yang dimiliki oleh kelompok pembudidaya ikan di Kecamatan Pasekan dikategorikan memiliki tingkat modal sosial sedang, serta hasil regresi logistik menunjukkan bahwa teknologi dan hubungan sosial berpengaruh signifikan terhadap pengembangan kawasan minapolitan, dimana semakin maju teknologi yang digunakan dan semakin baik hubungan sosial diantara kelompok pembudidaya ikan, maka kawasan minapolitan juga akan semakin berkembang

    Potensi dan Kekuatan Modal Sosial dalam suatu Komunitas

    Full text link
    Modal sosial memiliki beberapa elemen yang merupakan sumber dan energy bagi warga dalam suatu komunitas. Kekuatan modal sosial dapat diketahui melalui elemen-elemen yang terlekat dalam struktur sosial komunitas. Beberapa elemen modal sosial antara lain kepercayaan (trust), nilai dan norma timbale Balik, institusi dan assosiasi, hubungan timbale Balik serta jaringan. Implementasi kekuatan modal sosial dipahami dalam tiga tipologinya yaitu modal sosial sebagai perekat warga komunitas, sebagai penyambung/menjembatani dan sebagai koneksi atau akses. Modal sosial sebagai modal dasar bagi komunitas dapat mengefektifkan modal dan potensi lainnya, namun elemen yang melekat tersebut memberi manfaat dan dapat diakes oleh semua warga komunitas serta tidak bertentangan dengan standar nilai yang berlaku secara universal

    STUDI LITERATUR : PERAN MODAL SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

    Get PDF
    ABSTRAK   Penelitian ini bertolak dari pemahaman tentang bagaimana konsep  modal sosial dapat diaplikasikan dalam upaya dan peran untuk percepatan peningkatan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu pendekatan dalam pembangunan yang menggunakan aspek sosial untuk meningkatkan aspek ekonomi masyarakat. Aspek sosial yang umum digunakan dalam pemberdayaan masyarakat adalah modal sosial. Di dalam modal sosial terdapat elemen-elemen berupa nilai dan norma, kepercayaan, serta jaringan sosial yang digunakan untuk mencapai tujuan pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan modal sosial sebagai konsep teoritis. Pemaparan studi menunjukkan adanya peran modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat. Artikel ini menyimpulkan bahwa konsep modal sosial berperan dalam pemberdayaan masyarakat. Peran modal sosial dalam masyarakat dapat dilihat pada persoalan persoalan pembangunan ekonomi yang sifatnya lokal dan peran dalam kegiatan yang berbasis komunitas

    PERANAN MODAL SOSIAL TERHADAP EFEKTIVITAS KELOMPOK PETERNAK KAMBING DI NAGARI PALALUAR: The role of sosial capital for the effectiveness of the goats farmer groups in Nagari Palaluar

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Palaluar Kabupaten Sijunjung. Tujuan dari penelitian ini dapat mengetahui apa saja peran modal sosial, tingkat efektivitas kelompok yang terdapat pada kelompok ternak dan bagaimana peran modal sosial terhadap efektivitas kelompok ternak di Nagari Palaluar. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengumpulan data secara triangulasi data dan menganalisis data secara kualitatif. Variabel yang diamati adalah modal sosial dan efektivitas kelompok. Sample pada survey yang menggunakan kuesioner sebanyak 20 orang, pada FGD responden yang hadir merupakan informan pakar dan non pakar sebanyak 7 orang dan selanjutnya pada indepth interview responden pakar sebanyak 3 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapatnya dimensi modal sosial yaitu kepercayaan, jaringan sosial dan kepatuhan norma dalam kelompok tani, anggota kelompok juga mengakui dan terbukti adanya peningkatan efektivitas kelompok, sehingga terlihat adanya peran modal sosial terhadap efektivitas kelompok. Modal sosial dapat ditingkatkan melalui pendidikan informal seperti pelatihan-pelatihan pada kelompok ternak. Satu unsur modal sosial tidak dapat berjalan sendiri melainkan harus adanya saling terhubung satu sama lain dalam pembangunan masyarakat. Kata kunci: peran, modal sosial, efektivitas kelompok, pembangunan masyaraka

    PERAN MODAL SOSIAL DALAM KEBERHASILAN INISIATIF TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK PEMBANGUNAN

    Get PDF
    Penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara modal sosial dengan implementasi teknologi informasi dan komunikasi untuk pembangunan. Hubungan yang terbentuk adalah implementasi teknologi informasi berdampak kepada modal sosial. Penelitian ini akan menganalisis hubungan modal sosial dengan implementasi teknologi informasi dan komunikasi. Analisis tidak hanya melihat dampak pada modal sosial akibat teknologi informasi, tetapi juga mencoba menganalisis apakah modal sosial berpengaruh terhadap implementasi teknologi informasi dan komunikasi untuk pembangunan. Social Capital Theory digunakan sebagai teori utama dalam penelitian. Studi kasus penelitian ini adalah sebuah desa bernama “Kampung Cyber” di Yogyakarta yang sudah menerapkan teknologi informasi dan komunikasi sejak tahun 2008. Penelitian ini merupakan hasil dari studi kualitatif berdasarkan wawancara dan observasi dari masyarakat Kampung Cyber beserta dengan tokoh-tokoh dalam implementasi teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan modal sosial dalam implementasi teknologi informasi dan komunikasi di Kampung Cyber. Hasil penelitian menunjukkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi  memungkinkan warga desa untuk membuat, memelihara, dan memperluas ikatan mereka, menjembatani, dan menghubungkan modal sosial. Modal sosial juga memiliki hubungan timbal balik terhadap implementasi teknologi informasi dan komunikasi

    Relationhip Between Fishers in Jepara and Karimunjawa to Use Fisheries Resource in Karimunjawa Nasional Park

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui, mengidentifikasi, dan menganalisis pengelolaan sumberdaya perikanan oleh Taman Nasional Karimunjawa dan Pemerintah Lokal Jepara; (2) untuk mengidentifikasi dan menganalisis modal sosial menyambung antara nelayan di Karimunjawa dan Jepara; (3) untuk mengetahui, mengidentifikasi, dan menganalisis hubungan antara modal sosial dan pandangan konflik antara nelayan di Karimunjawa dan Jepara. Modal sosial menyambung terdiri dari tiga aspek, jaringan diluar komunitas, keikutsertaan dan keanggotaan dalam kelompok diluar komunitas, dan tingkat kepercayaan terhadap komunitas luar. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara modal sosial menyambung dan pandangan konflik. Rendahnya modal sosial menyambung antara nelayan Karimunjawa dan Jepara menyebabkan tingginya pandangan konflik diantara nelayan

    Modal Sosial Dalam Pengelolaan Sumberdaya Perikanan

    Full text link
    Konsep modal sosial diartikan sebagai sebagai norma dan hubungan sosial yang menyatu dalam struktur masyarakat dan membuat orang dapat bekerjasama dalam bertindak untuk mencapai tujuan. Aksi bersama atau kerjasama dapat berlangsung ketika terdapat modal sosial dalam masyarakat. Tulisan ini menunjukkan bahwa modal sosial input dan modal sosial output atau aksi bersama terbukti dapat mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan melalui aksi bersama pelarangan kegiatan penangkapan ikan yang merusak, antara lain penggunaan bom, bius, atau penambangan karang

    Hubungan Tingkat Modal Sosial Terhadap Tingkat Pendapatan Pelaku UKM

    Full text link
    Keripik tempe merupakan icon oleh-oleh khas kota Malang. Sanan sebagai salah satu wilayah di Kota Malang, merupakan pusat dari home industry yang memproduksi keripik tempe. Dalam kegiatan USAha, pelaku USAha membutuhkan modal untuk menjalankan USAhanya. Modal yang sering diperhatikan seringkali hanya tertuju pada modal finansial, sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan kemampuan memanfaatkan teknologi. Kenyataannya, terdapat modal lain, yakni modal sosial, akan tetapi modal sosial ini sering kali diabaikan oleh para pelaku USAha. Faktual, untuk mengingkatkan produktifitas USAha dibutuhkan semua modal yang ada, termasuk modal sosial. Menjadi menarik apabila ada penelitian yang menganalisa tentang seberapa kuat hubungan modal sosial terhadap tingkat pendapatan pelaku UKM. Hal ini bertujuan, untuk mengukur, dan menguji serta mengetahui hasil perhitungan dari hubungan tingkat modal sosial terhadap tingkat pendapatan pelaku UKM. Berdasarkan hasil pengujian, menunjukkan bahwa ada korelasi yang positif dan signifikan antara variabel modal sosial dan variabel tingkat pendapatan dimana nilai koefisien korelasi (r hitung) Pearson Product Moment (0,475) dan nilai r tabel diketahui (0,316), sehingga nilai r hitung > r tabel yang artinya H1 diterima dan H0 ditolak. Hal ini berarti ada hubungan antara tingkat modal sosial terhadap tingkat pendapatan pelaku UKM

    PERANAN MODAL SOSIAL TERHADAP EKSISTENSI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KESATRIAN 2 KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Bambang Pringgo Digdho, NIM : S251108002. 2015. Peranan Modal Sosial Terhadap Eksistensi Sekolah Menengah Atas (SMA) Kesatrian 2 Kota Semarang TESIS, Pembimbing I : Drs. Y. Slamet M.Sc, Ph.D, II : Dr. Argyo Demartoto, M.Si. Program Studi Sosiologi, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan peranan Modal Sosial terhadap eksistensi SMA Kesatrian 2 Semarang. Sub yek dalam penelitian ini adalah stakeholder (pemangku kepentingan) SMA Kesatrian 2. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (indepth interview), observasi, serta studi kepustakaan. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah Snowball sampling tiga tahap, informan pertamanya adalah Kepala SMA Kesatrian 2, informan tahap duanya adalah Wakil Kepala Sekolah urusan Kesiswaan dan Wakil Kepala Sekolah urusan Hubungan Masyarakat, sedangkan informan tahap ketiga adalah guru, siswa, alumni, Dinas Pendidikan Kota Semarang, Pengurus Yayasan, dan Orang T ua Siswa SMA Kesatrian 2 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Kesatrian 2 memiliki Modal sosial yang terwujud dalam tiga hal yaitu modal sosial bonding, modal sosial bridging dan modal sosial linking. Modal Sosial bonding memiliki peranan yang paling kuat bagi SMA Kesatrian 2, hal ini terbukti dengan banyaknya kegiatanyang menjadi perekat dan pengikat warga sekolah karena kesamaan kepentingan untuk mempertahankan eksistensi sekolah seperti MOS,class meeting, kegiatan Latihan rutin ekstra kurikuler, diklat siswa, kemah, PPHB, pemberian beasiswa, piknik keluarga, halal bihalal, dan arisan keluarga Sedangkan Modal Sosial bridging dijumpai pada kegiatan-kegiatan yang diikuti oleh siswa dan guru SMA Kesatrian 2 pada event yang diselenggarakan oleh instansi-instansi baik pemerintahan maupun swasta seperti bakti sosial, pentas seni, donor darah, lombalodan pertandingan antar sekolah, menyelenggarakan lomba antar SLTP, diklat, seminar, dan workshop yang diikuti guru.. Modal Sosial linking memiliki peranan pada kerjasama dan hubungan SMA Kesatrian 2 dengan lembaga-lembaga pendidikan seperti Dinas Pendidikan, LPMP, Udinus, Unika Sugijapranata, Unisbank, Unnes, STIKOM, FEE Center, dan Alifia Institute dan lembaga non kependidikan seperti PMI, Telkomsel, dan Artis Ibukota . Ketiga Modal sosial tersebut memberikan peranan bagi eksistensi SMA Kesatrian 2 terbukti dengan masih terpenuhinya kuota siswa setiap tahun pelajarannya. Kata kunci : Modal Sosial, Eksistensi,

    Modal Sosial Anggota Komunitas KSPK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan modal sosial yang dimiliki anggota komunitas KSPK. Lokasi penelitian berada di Desa Keras Kecamatan Diwek Jombang. Penelitian menggunakan teori modal sosial Michael Woolcock. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua jenis solidaritas yaitu internal dan eksternal. Solidaritas internal berkaitan dengan komitmen keluarga anggota komunitas KSPK dan stigma masyarakat Desa Keras. Sedangkan, solidaritas eksternal berkaitan dengan LSM WCC Jombang sebagai jembatan penghubung antara komunitas KSPK dengan Pemerintah Desa Keras dalam membangun kerjasama. Modal sosial tipe bonding berperan penting bagi keikutsertaan anggota komunitas KSPK untuk melakukan kegiatan di luar rumah dan mengikuti komunitas KSPK. Modal sosial tipe bridging dapat memperlebar jaringan sosial yaitu dapat membangun kerjasama dengan Pemerintah Desa Keras. Modal sosial tipe linking menyebabkan adanya finalisasi Peraturan Desa dan anggota komunitas KSPK dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diadakan Pemerintah Desa Keras. Kata Kunci : Modal Sosial, Komunitas, Perempua
    corecore