103 research outputs found

    PERBEDAAN JUMLAH WAKTU AKTIF BELAJAR SAAT PROSES BELAJAR MENGAJAR PERMAINAN BOLA BASKET PADA SISWA ATLET DAN SISWA NON ATLET DI SMA NEGERI 1 BATUJAJAR

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar jumlah waktu aktif belajar saat proses belajar mengajar pada siswa atlet, untuk mengetahui berapa besar jumlah waktu aktif belajar saat proses belajar mengajar pada siswa non atlet, dan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan jumlah waktu aktif belajar saat proses belajar mengajar pada siswa atlet dan non atlet di SMA Negeri 1 Batujajar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Sampel dalam penelitian ini diambil secara random yang terdiri dari 21 siswa atlet dan 21 siswa non atlet di SMAN 1 Batujajar dengan teknik simple random sampling. Analisis statistika yang digunakan adalah analisis uji t dengan kesamaan dua rata-rata dua pihak. Hasil pengujian dan analisis data diperoleh jumlah waktu aktif belajar proses belajar mengajar siswa atlet adalah 71% dan jumlah waktu aktif belajar proses belajar mengajar siswa non atlet sebesar 70,5%. Thitung 0,089 lebih kecil dari ttabel pada tingkat kepercayaan atau taraf signifikansi α = 0,05 dengan dk (n1 + n2 – 2) = 40 dengan itu ttabel 2,02. Kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan jumlah waktu aktif belajar (JWAB) saat proses belajar mengajar pada siswa atlet dengan siswa non atlet di SMA Negeri 1 Batujajar. The purpose of this research is to find out how much amount of time actively learning while teaching and learning on student athletes, to know how much amount of time actively learning while teaching and learning in the non athletes, and students to find out if there are differences in the amount of time actively learning while teaching and learning on student athletes and non-athletes in SMA Negeri 1 Batujajar. A method of research that we use is an experiment.A sample in this research taken as random consisting of 21 students athletes and 21 students non an athlete in sman 1 batujajar with simple random sampling techniques. Statistical analysis used t test is an analysis with two average similarity of two parties. Test results and analysis of the data obtained from the amount of time active learning teaching and learning process of the student athletes is 71% and the amount of time an active teaching and learning processes of students learning the non athletes of 70.5%. Tcount 0,089 smaller than ttable on the level of trust or significance level% u03B1 = 0.05 with dk (n1+n2- 2) = 40 with it ttable 2.02. So can be concluded that there was no significant difference in the amount of time active learning (JWAB) during the process of teaching and learning on student athlete with a non-athlete students in SMA Negeri 1 Batujajar

    PENERAPAN ASAS AUDI ET ALTERAM PARTEM PADA TAHAP PEMBUKTIAN DALAM SENGKETA PERDATA (Studi Kasus Tentang Sengketa Tanah di Pengadilan Negeri Surakarta)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Asas Audi Et Alteram Partem pada tahap pembuktian dalam sengketa perdata di Pengadilan Negeri Surakarta juga untuk mengetahui hambatan yang dihadapi hakim Pengadilan Negeri Surakarta dalam menerapkan Asas Audi Et Alteram Partem dan cara penyelesaiannya. Penelitian ini merupakan penelitianyang bersifat deskriptif kualitatif dan apabila dilihat dari jenisnya termasuk penelitian hukum empiris atau non doctrinal. Lokasi penelitian di Pengadilan Negeri Surakarta. Jenis data yang digunakan yaitu melaui wawancara dengan Bapak Budhi Hartantiyo, SH. MH dan bagian Kepaniteraan Pengadilan Negeri Surakarta yaitu Bapak Hendra Bayu Broto Kuncoro, SH sebagai Kepala Panitera Muda Hukum di Pengadilan Negeri Surakarta dan dengan studi pustaka baik berupa berkas-berkas perkara nomor 19/Pdt.G/2002/PN.Ska, buku-buku literature, dokumen-dokumen, dan sumbersumber tertulis lainnya yang berkaitan dengan penulisan ini. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dengan model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh hasil bahwa penerapan Asas Audi Et Alteram Partem dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut: pertama, adanya panggilan sidang oleh panitera pada pembuktian, panggilan ditujukan kepada kedua belah pihak untuk hadir dimuka persidangan guna menunjukkan bukti-bukti yang memperkuat dalil-dalil apa yang telah disampaikan oleh para pihak. Kedua, sebutan “penggugat” dan “tergugat” terhadap para pihak pada saat sidang sehingga kedudukan para pihak sama sebagai pihak yang berperkara. Ketiga, dalam pengajuan alat bukti, pihak penggugat maupun tergugat mempunyai hak yang sama dalam mengajukan bukti-bukti. Sedangkan hambatan hakim di pengadilan negeri Surakarta dalam menerapkan Asas Audi Et Alteram Partem antara lain karena masalah pendidikan, dimana kedudukan tidak seimbang pada saat para pihak tidak mempunyai pendidikan yang sama atau bahkan salah satu pihak tidak mempunyai tingkat pendidikan. Selanjutnya tidak hadirnya para saksi dan keterbatasan biaya dari salah satu pihak untuk keperluan di pengadilan. Dimana salah satu pihak tidak mempunyai biaya yang memadai untuk menghadirkan kuasa hukum. Sedangkan pihak lawannya dapat menghadirkan kuasa hokum dalam sidang pemeriksaan. Akan tetapi hakim pengadilan negeri Surakarta juga tidak tinggal diam dalam menghadapi kendala yang dihadapi tersebut. Cara yang ditempuh oleh hakim Pengadilan Negeri Surakarta adalah bersifat kooperatif

    PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN MINAT BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XII JURUSAN AKUNTANSI SMK NEGERI 4 MAKASSAR

    Get PDF
    ABSTRACT This research aims to indicates the influence of family environment and learning interest simultaneously toward students’ learning motivation in class XII accounting department at SMK Negeri 4 Makassar and to indicate the influence of family environment and learning interest partially toward students’ learning motivation in class XII accounting department at SMK Negeri 4 Makassar. The variables in this research are family environment (X1), learning interest (X2) and learning motivation (Y) as measured by Likert Scale. The population is the entire students of class XII accounting department at SMK Negeri 4 Makassar that consists of 138 students. The sampling technique uses random sampling and the sample is 58 students. Technique of data collection used is questionnaire. Techniques of data analysis used are classical assumption test, multiple analysis regression, f test, t test, and coefficient of determination. The results of data analysis show that family environment and learning interest simultaneously have significant effect on learning motivation with significant level <0,05. Family environment partially has a significant positive effect on learning motivation with significance value <0,05, and learning interest partially has a significant positive effect on learning motivation with significance value <0,05. In addition, the coefficient of determination (adjusted R) is equal to 0.418 (41.8%). This means that the influence of family environment and learning interest toward learning motivation is 41,8% the rest of 58,2% influenced by other factors not examined. Keywords: Family Environment, Learning Interest, Learning Motivatio

    PEMANFAATAN MEDIA VIDEO LOMBA DEBAT TINGKAT SMA SE-JAWA BARAT DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA (Penelitian Eksperimen Kuasi pada Siswa Tingkat Semenjana di SMKN 12 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013 )

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran di kelas, yaitu perlunya media yang tepat, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh siswa sehingga diperlukan sebuah media pembelajaran yang mampu menunjang dan sesuai dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemanfaatan dan keefektifan penggunaan media video Lomba Debat Tingkat SMA se-Jawa Barat dalam pembelajaran berbicara, khususnya menyampaikan argumentasi dalam sebuah forum debat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan penggunaan kelas eksperimen yang melalui tahap prates dan pascates. Data penelitian berupa penilaian kemampuan mengungkapkan argumentasi dalam sebuah forum debat siswa tingkat semenjana di SMK Negeri 12 Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil kemampuan berbicara siswa antara sebelum dan sesudah perlakuan sehingga media video Lomba Debat Tingkat SMA se-Jawa Barat bermanfaat dan efektif digunakan dalam pembelajaran berbicara di kelas X SMK Negeri 12 Bandung.Kata Kunci : media, debat, argumentasi, manfaat

    THE COMPARISON OF USING SNAKE LADDERS AND SCRABBLE MEDIA TOWARDS VOCABULARY MASTERY OF STUDENTS

    Get PDF
    Vocabulary is an essential component in learning English. It influences four English skills; they are listening, speaking, reading, and writing, for getting a good result in English. In teaching learning process, the teacher often implements the less interesting method, technique, or even media of vocabulary mastery in teaching and learning process which make the students to be bored, inactive, an uniterested in memorizing English vocabulary. Some media can be interested as the solutions in vocabulary mastery, they are Snake Ladders media and Scrabble media.The investigation was undergone by quantitative research. The researcher applied experimental research. This research underwent pre-test post-test control group design. To analyze data, t-test formula is used to measure the result of collected data. From the t-test measurement, it showed that t-test is 3.15 and t-table is 2.66. It means that t-hit > t-table. Based on the collected data, there is different result of using Snake Ladders from Scrabble media toward students’ vocabulary mastery. It was found that the students who are taught by using Snake Ladders resulted significant outcome than those are instructed by Scrabble media. It means that Snake Ladders is effective to improve the students’ vocabulary mastery

    Meningkatkan Perkembangan Berbicara Anak Melalui Bercerita Menggunakan Flannel Boards

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kemampuan berbicara anak dan mengetahui penerapan pembelajaran dengan metode bercerita menggunakan media papan flanel, dan mengetahui apakah pembelajaran menggunakan media papan flanel dapat meningkatkan perkembangan berbicara anak usia 4-5 tahun di TK Asy-Syifa. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Model tindakan yang digunakan adalah sesuai dengan model Kemmis dan Mc Taggart di mana setiap siklus terdiri dari empat langkah dan tiga pertemuan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, yang terdiri dari hari pertama, hari kedua dan hari ketiga. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan menggunakan media papan flanel dengan storytelling dapat meningkatkan perkembangan berbicara anak usia 4-5 tahun. Tindakan pra-siklus menerima 10 (36%), menunjukkan perkembangan bicara anak-anak yang kurang berkembang, setelah diberikan tindakan dalam siklus saya mendapatkan 14 (49%), siklus II mendapatkan 23 (72%) dan pada siklus III mendapatkan 26 (87) %), hasil pada siklus ketiga dianggap telah berhasil, melebihi kriteria penilaian critegmailrion yaitu 75%
    • 

    corecore