3,796 research outputs found

    Analisis Konflik Dalam Pemerintahan Gampong

    Full text link
    Desentralisasi pemerintahan merupakan satu sisi pengembangan daerah yang memiliki nilai yang positif bagi rakyat untuk mengatur daerah atau wilayahhnya masing-masing. Disisi lain desentralisasi tersebut mewujudkan pemerintahan yang otoriter demi mempertahankan kekuasaan atau jabatan yang telah diraih. Pemerintahan Gampong atau desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah telah ditentukan. Desentralisasi kekuasaan melahirkan phenomena yang tersendiri di Indonesia khususnya di Provinsi Aceh. Hal tersebut bisa dilihat dari kinerja yang saling tumpang tindih bahkan menciptakan konflik dikalangan masyarakat. Konflik yang terjadi mengarahkan masyarakat secara tidak langsung untuk membentuk kelompok-kelompok yang melintasi jalan perpecahan, semua itu terselenggara dengan baik dengan ujung tombak praktik kekuasaan yang sangat politis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menyelesaikan konflik dalam pemerintahan gampong atau desa yang berlokasi di kecamatan dewantara kabupaten Aceh utara, dimana konflik tersebut terjadi antara aparatur gampong atau desa dalam menjalankan roda pemerintahan dengan damai dan teratur. Analisa target dalam penelitian ini sebagai bagian untuk menghindari kesembrawutan roda pemerintahan gampong dalam mengatur, mengelola,mengawasi dan menertibkan masyarakat, disisi lain pula tujuan analisa ini sebagai wadah menyelaraskan ideologi dan persepsi aparatur desa dan masyarakat untuk mewujudkan praktik dari teori demokrasi yang benar dan adil.Kata Kunci: Desentralisasi, Analisa, Konflik, Pemerintahan, Desa PENDAHULUANUndang-undang tentang pemerintahan daerah Nomor 12 Tahun 2008 dan Undang-undang tersebut menjadi referensi secara khusus bagi Aceh mewujudkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 pemerintahan Aceh atau lebih dikenal dengan Undang-Undang Pemerintahan Aceh atau UUPA. Di sisi lain untuk memperkuat keseragaman dalam menjalankan roda pemerintahan di desa pemerintah kabupaten Aceh utara melahirkan Qanun Nomor 4 Tahun 2009 tentang pemerintahan gampong atau desa. Qanun tersebut menjadi landasan dan acuan bagi pemerintah gampong dalam menjalankan roda pemerintahan dengan leluasa dan terarah. Pemerintah gampong atau desa dijalankan oleh seorang Geusyik dan di dampingi oleh tuha Peut selaku dewan gampong. Pemerintah gampong merupakan ujung tombak kecamatan dalam menjalankan program pemerintah kepada masyarakat diseluruh pelosok desa. Program–progam politik, pemerintahan, Pendidikan, batas desa, ekonomi dan adat istiadat serta hak dan kewenangan gampong lainnya menjadi tanggung jawab Kepala desa atau Geusyik untuk mewujudkannya. Adanya qanun Nomor 4 Tahun 2014 bermaksud bahwa qanun ini menjadi kompas agar aparatur desa bisa memimpin masyarakat dengan adil, bijaksana dan sejahtera

    Dampak Media Audio Visual Pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Terhadap Hasil Belajar Kelas III SD

    Full text link
    The problem in this research is whether there is an impact and how big an impact audio visual media on civic education learning learning learner outcomes against class III primary school South Pontianak Mujahideen. This research aims to analyze whether there are effects and analyze how much impact audio visual media on learning,citizenship education towards the learning results of learners. This research uses experimental methods with Pre-Experimental Design types of non equivalent control group design. The population of the entire learners from five classes amounted to 167people, as for sampelnya are all learners of 167 people. Data collection technique ismeasurement, data collectin tool was written objective-shaped test. Based on the analysis of data obtained average results post-test experiment class = 79.32 and the results of the average post-test control class = 66.73. This indicates an increase in the results of the learning learners in learning to use the audio visual media. After a test of t obtained thitung 6.88 for dk 62 and α = 5% is acquired ttabel is 1.6705, which means thitung ≥ ttabel, then the Ha received, which means there is a significant impact on the use of audiovisual media. From the results of the calculation of effect size (δ ̅), obtained δ ̅ of 1.24 high criteria. Means the use of audio visual media on learning Kewarganegaran Education delivers high impact results learning learners

    Implementasi Keperawatan Islami Perawat Pelaksana terhadap Pasien Safety di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Tahun 2017

    Full text link
    Islam telah mengajarkan tentang pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan komprehensif baik bio-psiko-sosio-kultural maupun spritual yang ditujukan kepada individu maupun masyarakat, dengan pemikiran yang hipotetik tentang pelayanan kesehatan yang Islami dapat mewujudkan pelayanan prima di rumahsakit-rumahsakit Islam. Patien safety telah menjadi isu dunia yang perlu mendapat perhatian bagi sistem pelayanan kesehatan. Patien safety merupakan prinsip dasar dari pelayanan kesehatan yang memandang bahwa keselamatan merupakan hak bagi setiap pasien dalam menerima pelayanan kesehatan.Metode: jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan adalah pretest-posttest with control group design fase, dengan 60 sample yang dibagi dua kelompok yang satu sebagai kelompok kontrol dan satu sebagai kelompok intervensi. Hasil: tahap pertama: untuk melihat penerapan patien safety oleh perawat pelaksana di 4 ruangan. Tahap ke dua penerapan modul keperawatan islami terhadap kelompok intervensi, tahap ke 3 akan ada pengaruh modul pelayanan islami terhadap patien safety.uji statistic didapat hahwa Sig 0,000 < 0,05 ada perbedaan yang signifikan pelaksanaan patien safety sesudah dilakukan intervensi pada kelompok intervensi. Uji general linier model menunjukkan ada beda kelompok intervensi pre-test dan post-test secara umum tidak ada perbedaan pencapaian patien safety antar kedua kelompok. Hasil tes tidak ada perbedaan rata rata selisih skor pencapaian kompetensi antar keempat pengukuran yaitu p=0,230(P<?): hasil uji statistic didapat

    Sebaran Kepiting Mangrove (Crustacea: Decapoda) Yang Terdaftar Di Koleksi Rujukan Pusat Penelitian Oseanografi-lipi 1960-1970 [the Mangrove Crabs (Crustacea: Decapoda) Recorded in Refference Collection of Research Centre for Oceanografi-Indonesian Insitute of Sciences 1960-1970]

    Full text link
    Brachyura is a group of Crustaceans species often found in mangrove areas. Mangrove crabs in this study were from mangrove areas found in almost all Indonesian waters that were stored in the Reference Collection of Marine Biota Division, Research Center for Oceanography, Indonesian Institute of Sciences (LIPI) from 1960 to 1970. The aim of this study was to assess the presence and distribution of mangrove crabs from the waters of Indonesia as a search and as a reference collection from 1960 to 1970.A total of 359spesimens were observed, consisted of 54 species, 22 genera, and seven families. The data were stored in a database system to perform spatial information analisys

    Analisis Swot sebagai Dasar Keputusan Strategi Pemasaran pada Perusahaan Server Pulsa di Kota Batam (Studi Kasus pada CV. Star Pratama)

    Get PDF
    This study aims to determine the factors that become the strengths and weaknesses, the factors that become challenges and threats, knowing how the position of CV STAR PRATAMA server business compared with other server business and strategy that must be applied by the CV STAR PRATAMA server business. From the results of the study using SWOT analysis shows that based on the SWOT diagram, CV STAR PRATAMA has a position in quadrant I. In this quadrant is very profitable, based on the Matrix IE (Internal-External Matrix) then CV STAR PRATAMA is on the cell and analysis results In the final stage of using QSPM, it can be seen that the current strategy is one of the ST (Strength-Threat) strategy that is by improving the excellent service and after sales service to satisfy the customer

    Analisis Kekuatan Landasan Aluminium Pada Perangkat Brakiterapi Medium Doserate

    Full text link
    A STRENGHT ANALYSIS OF THE ALUMINiUM ANVIL OF THE MEDIUM DOSE RATE (MDR) BRACHYTHERAPHY EQUIPMENT. A strenght analysis of the aluminium anvil of the medium dose rate (MDR) brachytheraphy equipment has ben performed. The analysis is to evaluate the strenght of anvil structure used in brachytheraphy equipmen. The anvil serves to connect the wire driver module, the source container module and the channels distributor module. The method is to analyze stresses by using mathematical model. The analysis shows that the aluminium anvil has the largest stress at 6,676 N/mm2 and it is still under the yeild stress at 199,73 N/mm2 . Evaluation results of the structure analysis can be used in designing the anvil for MDR brachytheraphy equipment. ANALISIS KEKUATAN LANDASAN ALUMINIUM PADA PERANGKAT BRAKITERAPI MEDIUM DOSERATE (MDR). Telah dilakukan analisis kekuatan landasan aluminium pada perangkat Brakiterapi medium doserate (MDR). Analisis dilakukan untuk mengetahui kekuatan struktur landasan perangkat brakiterapi. Landasan berfungsi menghubungkan modul penggerak sling, modul container sumber dan modul distributor chanel. Metode yang dilakukan adalah menganalisis tegangan dengan menggunakan pemodelan matematika. Dari analisis diperoleh bahwa nilai tegangan stress sebesar 6,676 N/mm2 masih jauh dibawah nilai yield sebesar 199,73 N/mm2. Hasil evaluasi dari analisis pada struktur tersebut dapat digunakan dalam desain landasan untuk perangkat brakiterapi MD

    Penentuan Urutan Perakitan Bagian Bergerak Dari Modul Distributor Channel Pada Perangkat Brakiterapi Dengan Kriteria Dimensi Dan Mating

    Full text link
    A DETERMINATION OF THE ASSEMBLING SEGUENCES FOR THE MOVING SECTION OF THE DISTRIBUTOR CHANNEL MODULE ON THE BRACHYTHERAPY DEVICE BY USING DIMENTION AND MATING CRITERIA. A Determination of The assembling seguences for the moving section of the distributor channel module on the brachytherapy device by using dimention and mating criteria has been made. The moving section of the distributor channel module contains of 10 components. The criteria to be used are the date base of dimension and matings (Coincidence contrain, Contac coincidence, and Fix Component). The components are assembled or installed by following the assembly sequences during the assembly design by using Catia V5R17. The assembly process is created as a guide to assist good and right assembly step. The results of this process can be used as a seguence determinations for assembling the moving section of the channel distributor module on the medium dose rate brachytherapy device. PENENTUAN URUTAN PERAKITAN BAGIAN BERGERAK MODUL DISTRIBUTOR CHANNEL PADA PERANGKAT BRAKITERAPI DENGAN KRITERIA DIMENSI DAN MATING. Telah dibuat penentuan urutan perakitan bagian bergerak modul distributor channel pada perangkat mekanik brakiterapi untuk kanker servik. Bagian bergerak modul distributor channel terdiri dari 10 jenis komponen. Kriteria yang dilakukan adalah dengan menggunakan basis data dimensi dan mating (Coincidence contrain, Contack coincidence dan Fix Componen ). Komponen dirakit atau dipasang mengikuti proses urutan perakitan pada waktu desain menggunakan Catia V5R17. Proses perakitan dibuat sebagai pemandu langkah untuk membantu perakitan yang baik dan benar. Hasil dari proses tersebut dapat dijadikan penentuan urutan perakitan bagian bergerak modul distributor channel pada perangkat brakiterapi medium dose rate

    Pengaruh Atribut Sidlacom Terhadap Penilaian Kinerja Jasa Konsultansi Core Team Jalan Nasional Pada Snvt-p2jn Provinsi Gorontalo

    Full text link
    Consultant has a very important role in coordinating project at the planning and supervision step. At present the performance of companion consultancy service (core team) in SNVT-P2JN Gorontalo is based on the absorption of core team's contract value itself. This study aims to determine the effect of SIDLACOM (Survey, Investigation, Design, Land acquisition, Action program, Construction, Operation, and Maintenance) attributes towards core team's performance in the working area of SNVT-P2JN Gorontalo. Analysis results of four methods, i.e. IPA method, CSI method, factor analysis, and regression analysis show that the attributes which determine the effect of SIDLACOM are: (1) Survey, consist of data accuracy and validation; (2) Investigation, consist of investigation of problem and obstacle control in the site and investigation of method accuracy; (3) Detail Engineering Design, consist of inspection of DED anticipation towards the changes in the site, appropriate of dimension in accordance with technical standard and criteria; and relevant to the technology; (4) Land Acquisition, consist of accuracy of land acquisition cost analysis; (5) Action Program, consist of examination of accurate DED preparation; (6) Construction, consist of making of road construction Standard Operating Procedure (SOP); (7) Operational, consist of investigation of traffic volume growth prediction data preparation; and (8) Maintenance, consist of the progress of making road maintenance Standard Operating Procedure (SOP). Keywords: core team, performance appraisal, SIDLACOM Konsultan memiliki peran penting dalam melakukan koordinasi pekerjaan proyek pada tahap perencanaan dan pengawasan. Selama ini penilaian kinerja jasa konsultansi pendamping (core team) di lingkungan SNVT-P2JN Gorontalo dilakukan berdasarkan penyerapan nilai kontrak. P2JN belum memiliki metode penilaian kinerja core team ditinjau dari tugas dan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atribut SIDLACOM (Survey, Investigation, Design, Land Acquisition, Action Program, Construction, Operation, Maintenance) terhadap penilaian kinerja core team di wilayah kerja SNVT-P2JN Gorontalo. Metode nalisis yang digunakan adalah metode IPA, CSI, analisis faktor dan regresi, yang hasil analisisnya menyimpulkan beberapa atribut SIDLACOM yang berpengaruh terhadap penilaian kinerja core team: (1) Survey, meliputi kesiapan akurasi dan validasi data; (2) Investigation, meliputi pengendalian masalah dan kendala serta pemeriksaan ketepatan metode yang digunakan; (3) Detail Engineering Design, meliputi antisipasi terhadap Perubahan di lapangan, kesesuaian dimensi terhadap standar dan kriteria teknis, dan relevansinya terhadap perkembangan teknologi; (4) Land Acquisition, meliputi analisis kebutuhan biaya pengadaan lahan; (5) Action Program, meliputi penyusunan desain dan program pendanaan yang akurat; (6) Construction, meliputi pembuatan manual pekerjaan jalan; (7) Operational, meliputi penyusunan data prediksi pertumbuhan volume lalulintas; dan (8) Maintenance, meliputi pembuatan manual pemeliharaan jalan. Kata
    corecore