Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Doi
Abstract
Dewasa ini, ketersediaan air bersih terus terancam oleh pencemaran limbah domestik, industri, dan pertanian, sementara sistem konvensional belum mampu mengatasi kompleksitas kontaminan mikro secara efektif. Tantangan ini mendorong pencarian pendekatan baru dalam sistem pemurnian air, termasuk eksplorasi teknologi berbasis material berskala nano. Nanoteknologi menawarkan pendekatan inovatif dan efisien dalam pemisahan serta pemurnian air, melalui penerapan fotokatalisis (TiO₂, ZnO), adsorpsi nanosorben logam-karbon, dan membran nanokomposit. Teknologi ini terbukti efektif menurunkan polutan seperti BOD, COD, logam berat, dan mikroorganisme, bahkan pada air limbah kompleks. Studi seperti di Sungai Cauvery menunjukkan bahwa penggunaan TiO₂ menghasilkan penurunan signifikan pada BOD (60%), COD (55%), dan TDS, serta peningkatan DO, didukung oleh struktur anatase dan luas permukaan tinggi. Inovasi lain, seperti penggunaan AgNP pada filter keramik dan nanopartikel magnetik termodifikasi polimer, meningkatkan efisiensi dengan kestabilan jangka panjang. Efektivitas pemurnian dipengaruhi oleh ukuran partikel, porositas, dan sifat permukaan material. Kajian ini memperkuat posisi nanoteknologi sebagai solusi adaptif untuk pengelolaan air berkelanjutan, terutama di tengah meningkatnya kompleksitas kontaminan dan kebutuhan akan standar kualitas air yang lebih keta
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.