Persentase kematian akibat diabetes melitus (DM) di Indonesia menempati peringkat kedua dan merupakan salah satu gangguan Kesehatan yang sering diderita pada lanjut usia. Diabetes melitus merupakan penyakit tidak dapat disembuhkan, namun dapat terkendali dengan kadar gula darah yang terkontrol. Kondisi gula darah yang stabil dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi akibat DM. Skrining diabetes melitus merupakan metode untuk mendeteksi DM tipe 2 pada individu yang tidak menunjukkan gejala (asimtomatik). Deteksi dini melalui skrining merupakan upaya pencegahan guna meminimalkan kompilkasi diabetes melitus, hingga menimbulkan kematian maupun kecacatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini diabetes melitus pada lansia. Skrining dilakukan dengan pemeriksaan gula darah sewaktu, diikuti pemberian edukasi kepada lansia mengenai hasil pemeriksaan dan status diabetes mereka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 28 lansia yang diperiksa, 4 orang terdiagnosis menderita DM, 9 orang belum dapat dipastikan status DM-nya, dan 15 orang bukan DM. Hasil skrining ini dapat menjadi rujukan dalam menentukan perawatan yang tepat bagi lansia dengan DM. Bagi lansia dengan status diabetes melitus yang belum dapat dipastikan, diperlukan tindakan preventif berupa penjadwalan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis. Sementara itu, tindakan promotif diberikan kepada lansia yang tidak menderita diabetes melitus melalui edukasi mengenai penerapan pola hidup sehat
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.