Masalah pengelolaan sampah plastik rumah tangga di Indonesia masih menghadapi hambatan besar, terutama karena rendahnya praktik daur ulang dan pengaruh budaya lokal yang belum mendukung perilaku berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik dan hambatan kultural dalam implementasi daur ulang kimia plastik pada skala rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan wawancara semi-terstruktur terhadap rumah tangga di wilayah terpilih. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya pengetahuan, praktik yang tidak konsisten, dan norma sosial menjadi faktor utama penghambat keberhasilan daur ulang. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengintegrasikan pendekatan budaya dalam analisis daur ulang plastik dan merekomendasikan intervensi edukatif yang lebih kontekstual bagi pembuat kebijakan dan pelaku komunitas.
The problem of household plastic waste management in Indonesia still faces major obstacles, mainly due to low recycling practices and the influence of local culture that does not support sustainable behavior. This study aims to identify cultural practices and barriers in the implementation of chemical recycling of plastics at the household scale. The method used is a qualitative approach with case studies and semi-structured interviews with households in selected areas. The results show that low knowledge, inconsistent practices, and social norms are the main factors inhibiting the success of recycling. This study provides a new contribution by integrating a cultural approach in the analysis of plastic recycling and recommending more contextual educational interventions for policymakers and community actors.
 
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.