Prinsip kebijakan pendidikan inklusif adalah mengintegrasikan peserta didik berkebutuhan khusus dalam lingkungan pendidikan umum, Penelitian ini bertujuan mendekripsikan implementasi kebijakan pendidikan inklusif melalui transformasi manajemen sekolah di SMA Negeri 3 Sanggau. Komponen manajemen sekolah yang diteliti fokus pada manajemen kesiswaan, kurikulum dan proses pembelajaran. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data. Sumber data kepala sekolah, pendidik dan peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif Milles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian transformasi manajemen kesiswaan terdiri dari beberapa tahapan yaitu persiapan, identifikasi dan asesmen pada saat penerimaan peserta didik baru. Kemudian transformasi manajemen kurikulum melibatkan pengembangan penggunaan kurikulum merdeka yang disesuaikan dengan kurikulum adaptif inklusif model duplikasi. Selanjutnya transformasi manajemen proses pembelajaran di SMA Negeri 3 Sanggau meliputi 1) penyusunan perangkat pembelajaran mencakup analisis capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, RPP atau modul ajar 2) pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar di kelas 3) asesmen. Kesimpulan implementasi kebijakan pendidikan inklusif sudah diupayakan dengan adanya transformasi manajemen sekolah, namun masih perlu dukungan dari semua pihak sehingga SMA Negeri 3 bisa melaksanakan pendidikan inklusif lebih optimal. Saran untuk kepala sekolah diharapkan selalu berupaya menjalin kolaborasi dan komunikasi dengan pihak terkait dan para guru mau selalu mengupdate pengetahuan terkait pendidikan inklusif
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.