Business Network Analysis of Gurilem Crackers MSMEs In Cililin Sub-District, West Bandung Regency

Abstract

In order to mitigate the elevated unemployment rate in Indonesia, the community must investigate other business prospects, such as small and medium-sized enterprises (SMEs), exemplified by Gurilem Crackers. Gurilem Crackers, a small and medium-sized enterprise (SME), possesses a robust and established infrastructure encompassing business networks, production methods, marketing strategies, and financial resources. These elements contribute to the improvement of firm productivity and market competitiveness. The data gathering method employed is descriptive qualitative, including interviews and observations. This study examines the business network, production processes, marketing tactics, and finances of Gurilem Crackers SME, which Mang Teten owns in the Bongas hamlet. The research findings suggest that Mang Teten's company utilizes business networking by collaborating with Gurilem cracker suppliers, employs essential production tools, relies exclusively on word of mouth for Gurilem Cracker marketing, and achieves a monthly profit of Rp—1,236,000.00 with a profit margin of 8.9%.Untuk menurunkan angka pengangguran yang tinggi di Indonesia, masyarakat harus memilih peluang usaha lain seperti UMKM contohnya seperti Kerupuk Gurilem Mang Teten. Dan UMKM Kerupuk Gurilem Mang Teten ini sendiri memiliki jaringan bisnis, proses produksi, pemasaran, dan keungan yang baik guna meningkatkan produktivitas perusahaan dan juga guna meningkatkan persaingan pasar. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara dan observasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jaringan bisnis, proses produksi, pemasaran, dan keuangan dari UMKM Kerupuk Gurilem Mang Teten di kp. Bongas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan bisnis yang di lakukan oleh perusahaan Mang Teten ini berupa jaringan kerjasama dengan pabrik kerupuk gurilem pemasok, proses produksi yang dilakukan masih menggunakan alat sederhana, pemasaran Kerupuk Gurilem Mang Teten masih dilakukan dengan mengandalkan word of mouth saja, dan laba perbulan yang dihasilkan dari usaha Kerupuk Guriem Mang Teten ini yaitu sebesar Rp. 1.236.000,00 dengan presentse laba sebesar 8,9

Similar works

Full text

Jurnal Ekonomi, Bisnis & Entrepreneurship

redirect
Last time updated on 31/05/2024

This paper was published in Jurnal Ekonomi, Bisnis & Entrepreneurship.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0