Penelitian ini membahas tentnag proses produksi, distribusi, serta peluang dan tantangan terhadap usaha tempe UMKM yang ada di kota Tanjungpinang. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi yakni pengamatan langsung, teknik wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisa data, dengan cara mereduksi data, penyajian data dan membuat kesimpulan, dan untuk pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diketahui bahwa: Proses produksi tempe harus ada tempat khusus dan bersih, menyiapkan bahan seperti kedelai, ragi, plastik atau daun pisang. Proses pembuatan tempe dimulai dari kedelai direbus selama kurang lebih 2-4 jam, direndam satu malam, setelah itu dicuci hingga bersih dan dibuang kulitnya. Kemudian ditiriskan beberapa jam sampai dingin agar siap diaduk bersama ragi dan siap dicetak, serta disimpan ditempat khusus dengan rapi. Distribusi tempe dilakukan setelah tempe disimpan selama satu hari, maka tempe siap dipasarkan. Peluang usaha tempe tidak terlalu besar, dikarenakan tempe merupakan makanan pokok yang biasa masyarakat konsumsi. Kata Kunci : Usaha Tempe, Kota Tanjungpinang
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.