Laporan Eksplorasi Tumbuhan di Kabupaten Sambas, Kabupaten Singkawang dan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat

Abstract

Eksplorasi di wilayah Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat bertujuan mengoleksi plasma nutfah tumbuhan pasang surut (riparian) dan dataran rendah Kalimantan yang sudah mengalami kepunahan untuk ditanam di dalam Kebun Raya Sambas.Pada tahun 2008 Pembangunan Kebun Raya Sambas telah dilaksanakan sampai pada tahap pembuatan Master Plan Kebun Raya Sambas. Pembangunan Kebun Raya Sambas merupakan implementasi dari Inpres RI No. 3 Tahun 2009 tentang Pengembangan Infrastruktur Istana Kepresidenan, Kebun Raya, dan Benda Cagar Budaya Tertentu dan diperbarui dengan turunnya PERPRES No. 93 tahun 2011 tentang Pembangungan Kebun Raya. Juga sesuai dengan kesepakatan kerjasama melalui penandatanganan MOU antara Pemda Sambas dan LIPI pada tanggal 9 Februari 2012 di Kantor LIPI, Jakarta.Eksplorasi yang dilalkukan pada tanggal 11 sampai dengan 30 Maret 2013 selama 20 hari dengan TIM dari Kebun Raya Bogor sebagai berikut: Dr. Sudarmono, Sahromi S.Hut., Ayi Doni Darussalam, S. Kom., Aulia Hasan Amd dan Ahmad Supyan, serta didampingi juga oleh pendamping dari Dinas Kehutanan, yaitu Rifandi, Iwan Kusmadi S.Hut., Hendri, Deni serta Pemandu yang ada di lapangan. Kegiatan penelitian eksplorasi keanekaragaman jenis tumbuhan riparian dan dataran rendah Kalimantan di Kalimantan Barat ini dilakukan di 3 Kabupaten, yaitu Hutan Lindung Gunung Senujuh, HL Sebedang, Hutan Masyarakat Fiantus, Kab. Sambas; Hutan Kota G. Sari, CA Raya Pasi, Kab. Singkawang dan Pantai Samudera, Kab. Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat. Pada masing-masing Kabupaten tersebut ditentukan jenis tumbuhan yang dikenal masyarakat setempat sebagai endemk plasma nutfah khusunya tumbuhan yang berpotensi kayu bernilai ekonomi dan jenis tumbuhan lain pada umumnya yang belum ada di Kebun Raya Sambas.Secara keseluruhan rekapitulasi pada bulan November 2013 diperoleh koleksi sebanyak: 265 nomor koleksi, 1875 spesimen; jumlah jenis 106 jenis, jumlah marga ada 40 marga, jumlah suku ada 66 suku. Jumlah nomor koleksi yang mati atau tidak ada pada Pembibitan Kebun Raya Sambas terdapat 5 nomor koleksi, 5 jenis, 5 marga, 5 suku. Koleksi Tumbuhan yang diperoleh terbanyak yaitu suku Araceae, Dipterocarpaceae dan Arecaceae. Namun dari kelompok paku pakuan terdapat 12 suku dan anggrek (Orchidaceae) ada 31 nomor koleksi dan 13 marga. Yang belum teridentifikasi (gendup) ada 26 suku dan 167 marga.vi, 39 hal

Similar works

Full text

This paper was published in perpustakaan.krbogor.lipi.go.id.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.