PERBEDAAN PENGARUH ISCHAEMIC\ud COMPRESSION DAN TRANSVERSE FRICTION\ud ERHADAP PENINGKATAN FUNGSIONAL PADA\ud MYOFASCIAL TRIGGER POINT SYNDROME\ud OTOT UPPER TRAPEZIUS PEMBATIK TULIS

Abstract

Latar belakang: Kondisi kerja pembatik selalu berada pada sikap dan posisi kerja\ud yang tidak ergonomis berlangsung selama 8 jam dalam sehari, menetap statik dan\ud dilakukan secara berulang-ulang (repetitif), dapat memicu timbulnya trigger point\ud pada taut band yang akan menimbulkan nyeri myofascial trigger point syndrome\ud otot upper trapezius. Myofascial trigger point syndrome merupakan salah satu\ud gangguan musculoskeletal yang mengakibatkan kekakuan, keterbatasan Lingkup\ud Gerak Sendi (LGS), penurunan fleksibilitas otot dan penurunan fungsional pada\ud leher. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan\ud ischaemic compression dan transverse friction terhadap fungsional myofascial\ud trigger point syndrome otot upper trapezius. Metode Penelitian: Penelitian ini\ud bersifat quasy experimental dengan rancangan pre dan post test group two design.\ud Sampel berjumlah 12 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberikan\ud intervensi ischaemic compression sedangkan kelompok 2 diberikan intervensi\ud transverse friction. Data berupa skala ordinal NDI diambil sebelum dan sesudah\ud perlakuan. Data yang diperoleh diuji beda menggunakan bantuan program\ud komputer SPSS versi 22. Hasil Penelitian: Hasil analisis data dengan paired\ud sample t-test menunjukkan bahwa pada subjek kelompok 1 dengan nilai NDI\ud dimana p=0,001 (p<0,05). Sedangkan kelompok 2 dengan nilai NDI dimana\ud p=0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pada setiap kelompok terjadi\ud peningkatan aktifitas fungsional yang signifikan. Hasil analisis dengan\ud independent sample t-test dengan nilai NDI dimana p=0,352 (p>0,05).\ud Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh antara pemberian ischaemic\ud compression dan transverse friction terhadap peningkatan fungsional pada\ud myofascial trigger point syndrome otot upper trapezius pembatik tulis. Saran:\ud Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel yang lebih banyak dan\ud alat ukur yang berbed

Similar works

Full text

thumbnail-image

STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta

redirect
Last time updated on 16/05/2018

This paper was published in STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.