Latar belakang, Asma adalah penyakit inflamasi kronis saluran napas yang bersifat reversible\ud
dengan cirri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan\ud
manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah secara\ud
spontan yang ditandai dengan mengi episodik, batuk, dan sesak di dada akibat penyumbatan\ud
saluran napas Tujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh batuk efektif dan deep breathing\ud
exercise dalam menurunkan sesak nafas pada pasien asma bronkial. Metode penelitian ini\ud
merupakan penelitan eksperimental semu (quasi eksperimental).Dengan rancangan penelitian\ud
pre test dan post test randomized two group design dengan membandingkan kelompok perlakuan\ud
1 diberikan batuk efektif dan perlakuan kelompok II diberikan deep breathing exercise dengan\ud
menggunakan alat ukur sesak nafas berupa VAS. Analisis data Hipotesis I dan II dengan paired\ud
sample t test dan hipotesis III dengan independen t test .Hasil ada pengaruh batuk efektif dalam\ud
menurunkan sesak nafas pada pasien asma bronkial dengan hasil p=0,000(p<0,05), ada pengaruh\ud
deep breathing exercise dalam menurunkan sesak nafas pada pasien asama bronkial dengan hasil\ud
p=0,000(p<0,05), tidak ada perbedaan pengaruh batuk efektif dan deep breathing exercise dalam\ud
menurunkan sesak nafas pada pasien asma bronkial dengan hasil p=0,675(p>0,05) Kesimpulan,\ud
tidak ada perbedaan pengaruh batuk efektif dan deep breathing exercise dalam menurunkan\ud
sesak nafas pada pasien asma bronkial Saran meneliti faktor genetik dan aktifitas sampel yang\ud
menyebabkan sesak nafas pada asma bronkia
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.