HUBUNGAN POLA KONSUMSI PROTEIN DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA\ud PERINEUM PADA IBU NIFAS DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

Abstract

Latar Belakang : Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI)\ud 2012, AKI di Indonesia sebanyak 359 per 100.000 kelahiran hidup. infeksi (sepsis\ud puerpuralis) merupakan penyebab kematian terbanyak nomor dua setelah perdarahan.\ud Yaitu sebesar 25-55%. Salah satu diantaranya adalah robekan pada perineum. Faktor\ud gizi terutama protein sangat mempengaruhi proses penyembuhan luka perineum\ud karena protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain,\ud yaitu pertumbuhan, pemeliharaan jaringan tubuh, dan perbaikan jaringan.\ud Tujuan : Mengetahui ada hubungan pola konsumsi protein dengan proses\ud penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di RSUD Panembahan Senopati Bantul\ud Tahun 2018.\ud Metode : Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan\ud pendekatan cross sectional. Tempat penelitian di RSUD Panembahan Senopati\ud Bantul. Populasi ibu nifas yang mengalami perlukaan pada perineum yaitu 89 orang\ud dan sampel adalah 30 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah accidental\ud sampling. Analisa data menggunakan uji Fisher Exact Test\ud Hasil : Hasil analisis univariat Ibu dengan pola konsumsi protein yang baik sebanyak\ud 28 orang (93.3%) Ibu yang luka perineumnya sembuh sebanyak 28 orang (93,3%)\ud %) uji Fisher Exact Test di dapatkan nilai p-value 0.002 <α (0.05) sehingga ada\ud hubungan pola konsumsi protein dengan proses penyembuhan luka perineum pada\ud ibu nifas di RSUD Panembahan Senopati Bantul\ud Simpulan dan Saran : Ada hubungan pola konsumsi protein dengan proses\ud penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di RSUD panembahan senopati bantul.\ud Diharapkan Ibu nifas mengkonsumsi protein yang mempercepat proses\ud penyembuhan luka perineum dan melakukan kontrol ulang jahitan perineum minimal\ud 2 kali seminggu

Similar works

Full text

thumbnail-image

STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta

redirect
Last time updated on 16/05/2018

This paper was published in STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.