Location of Repository

Analisis persepsi nasabah terhadap bank dan tabungan mega rencana serta implikasinya terhadap strategi penghimpunan dana (kasus pt. bank mega, tbk. kantor cabang utama rawamnagun)

By Terrylina Arvinta Monoarfa

Abstract

Kecenderungan yang dihadapi pada masa globalisasi adalah hadirnya aktivitas bisnis signifikan yang menghasilkan pertumbuhan dramatis dalam hal intensitas dan keragaman persaingan. Organisasi tidak hanya harus memahami dan berinteraksi di pasar domestik namun juga harus dapat berinteraksi dengan baik di pasar asing untuk menghadapi pesaing yang tidak dikenalnya. Lingkungan bisinis yang kompetitif dan turbulen menyebabkan kompleksnya masa depan yang akan dimasuki oleh organisasi. Masa depan yang kompleks memerlukan berbagai pemikiran dari sebagian besar anggota organisasi untuk menggambarkan secara jelas kondisi masa depan yang akan diwujudkan. \ud SUCOFINDO International Certification Services (SICS) adalah lembaga sertifikasi sistem manajemen nasional yang harus mampu bersaing dengan lembaga sertifikasi asing yang banyak beroperasi di Indonesia. SICS dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan secara proaktif agar dapat bertahan dan tumbuh di tengah ancaman lingkungan bisnis sertifikasi yang makin kompleks dan dinamis. \ud Menghadapi kondisi persaingan di bidang jasa sertifikasi yang semakin ketat, maka SICS perlu menyusun perencanaan strategik yang tepat, komprehensif, koheren serta mampu melihat jauh ke depan agar tetap dapat bertahan dan tumbuh lebih baik.\ud Tujuan penelitian ini adalah 1). Mengidentifikasi kinerja internal SICS, 2). Mengidentifikasi kondisi lingkungan eksternal makro dan intensitas persaingan industri jasa sertifikasi, 3). Mengidentifikasi kompetensi inti SICS, 4). Memetakan posisi SICS dan menentukan strategi yang tepat untuk diterapkan mengahadapi tekanan persaingan, 5). Menyusun tujuan dan program kerja SICS.\ud Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, melalui pendekatan studi kasus yang menekankan pada penggunaan sejumlah metode analisis strategi dalam rangka mengukur kinerja dan menetapkan perencanaan strategik SICS. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data primer didapatkan melalui wawancara menggunakan kuesioner kepada Manajemen dan karyawan SICS, sedangkan pengumpulan data sekunder diperoleh melalui data yang tersedia di SICS berupa Laporan Hasil Usaha SICS, data hasil survei pasar dan survei kompetitor, literatur dan internet. Sampel ditentukan secara sengaja (purposive sampling dengan judgement sampling) terdiri dari responden internal yaitu karyawan dan manajemen SICS yang mewakili fungsi pemasaran, operasi, pelayanan pelanggan, dan keuangan. Responden yang dipilih terdiri dari 10 orang yaitu Marketing and Business Support Senior Manager (1 orang), Sales and Marketing Officer (2 orang), Operation Coordinator (1 orang), Lead Auditor (4 orang), Customer Service Officer (1 orang), Financial Officer (1 orang). Pengolahan data dilakukan secara analisis deskriptif dan kuantitatif dengan tahapan sebagai berikut : 1). Mendiskripsikan visi dan misi SUCOFINDO dan SICS, 2). Melakukan analisis lingkungan internal dengan kerangka empat perspektif Balanced Scorecard untuk mendapatkan faktor kekuatan dan kelemahan (IFE), serta menganalis kompetensi inti, 3). Melakukan analisis lingkungan eksternal makro (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi) untuk mengkaji faktor peluang dan ancaman (EFE), 4). Melakukan analisis eksternal mikro (five forces of porter) untuk menentukan intensitas persaingan dalam lingkungan industri jasa sertifikasi, 5). Memetakan posisi SICS dalam matrik IE untuk memperoleh strategi bisnis SICS yang dapat direkomendasikan, 6). Mengetahui Industry foresight (tinjauan masa depan industri), 7). Mengetahui kesenjangan antara kondisi SICS saat ini dengan kondisi SICS yang diharapkan dimasa depan, dengan analisis kesenjangan (gap analysis), dan 8). Menyusun tujuan/sasaran dan program kerja SICS 5 tahun ke depan berdasarkan hasil analisis industry foresight dan gap analysis. Penelitian dan penulisan tesis ini dilakukan pada Juni sampai Desember 2006.\ud Analisis Visi dan Misi SICS berdasarkan kerangka empat perspektif Balanced Scorecard memperlihatkan bahwa Visi SICS belum mencakup perspektif bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, sedangkan Misi SICS telah mencakup empat perspektif kerangka Balanced Scorecard. \ud Analisis lingkungan internal SICS berdasarkan kerangka perspektif Balanced Scorecard mengidentifikasi kekuatan yang dapat dimanfaatkan dan kelemahan yang harus diperbaiki. Faktor kekuatan terdiri dari rasio profitabilitas, rasio aktivitas, rasio hutang, rasio likuiditas, produktivitas kerja karyawan, pertumbuhan penerbitan sertifikat, rasio jumlah karyawan operasi, rasio jumlah pelatihan, prosedur operasional, kelengkapan sarana hardware. Sedangkan faktor kelemahan terdiri dari penanganan keluhan pelanggan, pelayanan dan komunikasi pelanggan, kecepatan penerbitan sertifikat, implementasi jasa baru, pelatihan sesuai harapan karyawan, optimalisasi struktur organisasi, kelengkapan software sistem informasi, akurasi data sistem informasi, dan kecepatan informasi kepada pelangggan.\ud Analisis lingkungan eksternal SICS berdasarkan Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya, serta Teknologi mengidentifikasi peluang dan ancaman terhadap SICS. Faktor peluang terdiri dari stabilitas politik dan keamanan dalam negeri, kebijakan asosiasi konstruksi dan Pemerintah Daerah, kebijakan Badan Standardisasi Nasional memberikan SNI Award kepada pengguna SNI, kondisi perekonomian yang cenderung membaik, kesadaran penerapan sistem manajemen mutu dan kesehatan keselamatan kerja di sektor pelayanan publik dan konstruksi, kesepakatan internasional untuk memulai penerapan Protokol Kyoto, semakin tumbuhnya kesadaran pimpinan perusahaan dan pimpinan instansi pemerintah untuk menggunakan lembaga sertifikasi nasional, serta meluasnya penggunaan internet untuk akses informasi lembaga sertifikasi. Sedangkan faktor ancaman terdiri dari kebijakan Depnakertrans yang membuka peluang lembaga sertifikasi lain menjadi Badan Audit Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja, serta kebijakan pemilihan lembaga sertifikasi asing oleh perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia. \ud Intensitas persaingan industri jasa sertifikasi dalam lima tahun ke depan berada dalam kategori sedang. Urutan yang paling berpengaruh adalah persaingan antara lembaga sertifikasi yang ada, tekanan produk pengganti sertifikasi, ancaman pendatang baru lembaga sertifikasi, kekuatan tawar menawar auditor subkontraktor dan kekuatan tawar-menawar pelanggan.\ud Kompetensi inti SICS adalah sebagai Lembaga Independen yang menyediakan dan melaksanakan jasa sertifikasi dan jasa audit sistem manajemen dan produk, serta pelatihan teknis yang terkait dengan sistem manajemen. SICS memiliki memiliki kemampuan komunikasi dan pendekatan yang baik dengan lembaga dan instansi pemerintah untuk mengembangkan jasa baru pada lingkup penugasan Pemerintah, kemampuan mengembangkan kompetensi karyawannya untuk menguasai minimal 2 skema sertifikasi sehingga memberikan nilai tambah bagi pelanggan yang diaudit. Potensi yang perlu dikembangkan SICS adalah kemampuan menjual dan memasarkan jasa sertifikasi melalui pemanfaatan mind share dan jaringan kerja kantor cabang SUCOFINDO di seluruh Indonesia, serta kerja sama dengan mitra konsultan sistem manajemen.\ud SICS memperoleh total skor EFE (Evaluasi Faktor Eksternal) sebesar 3.004. Angka ini menunjukkan bahwa SICS mampu merespon perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal. Total skor IFE (Evaluasi Faktor Internal) SICS adalah 2.783, angka ini menunjukkan bahwa SICS mampu memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya untuk meminimalkan kelemahan yang ada. Dari hasil analisis matriks Internal – Eksternal (matriks I - E), SICS berada pada posisi tumbuh dan bina (grow and build). Pada posisi ini, strategi yang cocok dan dapat diterapkan untuk karakteristik suatu lembaga sertifikasi adalah strategi intensif yaitu penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk.\ud Untuk menghadapi masa depan industri jasa sertifikasi (industry foresight) lima tahun ke depan, ditetapkan tujuan/ sasaran dan program SICS 2007 – 2011 yang dapat diacu menjadi perencanaan strategik SICS. Perencanaan strategik ini meliputi kegiatan 1). Penetrasi dan pengembangan pasar, 2). Pengembangan produk dan jasa baru, 3). Perbaikan kinerja internal, dan 4). Meningkatkan citra SICS sebagai lembaga sertifikasi internasional dan world wid

Topics: Manajemen Pemasaran
Year: 2007
OAI identifier: oai:repository.sb.ipb.ac.id:2459

Suggested articles


To submit an update or takedown request for this paper, please submit an Update/Correction/Removal Request.