STRATEGI BRANDING DINAS PERDAGANGAN KABUPATEN BANTUL DALAM UPAYA PENGEMBANGAN PASAR SENI GABUSAN (PSG)

Abstract

Pasar Seni Gabusan merupakan sebuah Pasar Seni yang menjual benda-benda kerajinan hasil dari pengrajin di Kabupaten Bantul dan bangunan yang telah didesain dengan unik serta didalamnya juga dilengkapi dengan fasilitas untuk belajar seni. Pasar Seni yang sudah didesain dengan sedemikian rupa uniknya serta dilengkapi dengan fasilitas penunjang saat ini kondisinya sangat sepi pengunjung dan sudah mulai tidak terawat. Pasar Seni Gabusan saat ini diserahkan kepada Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul untuk dikelola dan dihidupkan kembali. Adanya Pasar Seni ini banyak manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bantul yang mayoritas adalah pengrajin. Saat ini kondisi Pasar Seni seperti sudah terbengkalai karena tampak tidak menarik lagi untuk dikunjungi dengan rusak dan tidak terawatnya fasilitas serta benda-benda kerajinan yang telah usang. Penelitian ini fokus dengan strategi branding yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul dalam upaya mengembangkan Pasar Seni kembali. Strategi branding yang dilakukan memiliki tujuan utama yaitu dikenal masyarakat luas serta memiliki tempat dibenak masyarakat juga untuk menarik masyarakat datang dan meramaikan Pasar Seni kembali, kemudian tujuan akhirnya yaitu melakukan sebuah transaksi. Penelitian mengenai strategi branding ini mengacu pada teori Brand Communication dan penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu dengan menggunakan metode deskriptif untuk menganalisis sebuah fakta yang ditemukan. Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa informan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan melakukan observasi ke lokasi Pasar Seni Gabusan untuk melihat kondisi secara langsung serta mengamati media-media yang digunakan Pasar Seni ataupun Dinas Perdagangan dalam melakukan branding. Upaya strategi branding yang telah dilakukan oleh Pasar Seni maupun Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul masih kurang maksimal karena ada beberapa aspek strategi branding yang tidak dilaksanakan secara optimal dan bahkan sama sekali belum dilakukan. Sehingga saat ini kondisi Pasar Seni masih sepi pengunjung dan masyarakat masih belum tertarik untuk datang bahkan masyarakat banyak yang tidak mengetahui mengenai informasi dari Pasar Seni Gabusan. Kata kunci : strategi branding, Dinas Perdagangan, Pasar Seni Gabusan

Similar works

This paper was published in Universitas Ahmad Dahlan Repository.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.