JURNAL KIMIA MULAWARMAN
Not a member yet
    229 research outputs found

    A Penggunaan Spektrofotometri UV-Vis dan Spektrometri Massa Terhadap Penentuan Struktur Senyawa Metabolit Sekunder: Tinjauan Literatur Terhadap Aplikasi Metode Analisis untuk Identifikasi Struktur Senyawa Metabolit Sekunder

    No full text
    Metabolit sekunder merupakan molekul bioaktif yang diproduksi organisme sebagai hasil adaptasi terhadap lingkungan, memiliki peran penting dalam ekosistem dan potensi aplikasi dalam berbagai bidang. Penelitian ini bertujuan mengkaji prinsip dan aplikasi spektrofotometri UV-Vis dan spektrometri massa (MS) dalam analisis metabolit sekunder. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan systematic review literature dari 25 artikel terpilih periode 2015-2024 melalui database PubMed dan Google Scholar, dengan analisis konten terstruktur tiga fase. Hasil menunjukkan bahwa spektrofotometri UV-Vis efektif dalam analisis kuantitatif berdasarkan interaksi cahaya dengan molekul, memberikan informasi tentang transisi elektronik dan konsentrasi senyawa. Spektrometri massa berkontribusi dalam identifikasi struktur molekul melalui analisis ion molekul, pola fragmentasi, dan isotop. Pemilihan pelarut yang tepat dan pemahaman mekanisme transisi elektron pada UV-Vis, serta interpretasi pola fragmentasi pada MS, menjadi kunci keberhasilan analisis. Disimpulkan bahwa kombinasi kedua teknik memberikan pendekatan komprehensif dalam analisis metabolit sekunder, dengan UV-Vis fokus pada deteksi dan kuantifikasi, sementara MS memberikan informasi struktural yang detail

    Produksi Biogas dari Limbah Peternakan Sapi dengan Konsorsium Mikroorganisme Lokal

    No full text
    Limbah peternakan sapi yang dikumpulkan dari peternak di sekitar Hutan Batukahu, Bali, Indonesia, telah diolah menjadi biogas. Kotoran sapi ini diproses menggunakan sistem digester anaerobik (AD) dengan konsorsium mikroorganisme isolat lokal untuk menghasilkan biogas. Konsorsium tersebut terdiri dari mikroorganisme pengurai limbah yang berasal dari kelompok ragi, metanogen, dan Bacillus. Rancangan penelitian menggunakan desain acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi konsorsium yang ditambahkan, yaitu 10%, 20%, dan 30%, sedangkan faktor kedua adalah perbandingan antara kotoran sapi dan air, yaitu 1:1 dan 1:2, dalam biodigester berkapasitas 250 liter. Variabel yang diamati mencakup volume biogas, pH, tekanan, dan aplikasi penggunaan biogas. Hasil penelitian selama 31 hari menunjukkan bahwa konsentrasi konsorsium tertinggi, yakni 20%, menghasilkan volume biogas sebesar 142.288,266 cm³, dengan suhu bioreaktor antara 30-32°C dan pH 7,1. Pengujian gas dilakukan dua kali, pertama pada hari ke-15 dan kedua pada hari ke-31. Waktu yang dibutuhkan untuk menggunakan biogas untuk memasak adalah 24 menit, dengan tingkat efektivitas sebesar 84,71% dibandingkan dengan LPG

    The Potential oOf Butterfly Root Plant (Phanera semibifida Roxb. var. semibifida) Stem as a Source of Antioxidants and Natural Sunscreen Agent

    No full text
    Phanera semibifida Roxb. var. semibifida merupakan tanaman liana yang berasal dari famili Leguminosae. Tanaman ini umum digunakan sebagai tanaman obat oleh berbagai suku bangsa di Kalimantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT), mengevaluasi aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), dan menilai potensi tabir surya secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Uji fitokimia menunjukkan bahwa baik ekstrak metanol kasar maupun fraksi etil asetat mengandung alkaloid, steroid, triterpenoid, fenolik, dan flavonoid. Fraksi n-heksana mengandung steroid dan triterpenoid. Fraksi air mengandung alkaloid, fenolik, dan flavonoid. Aktivitas antioksidan diamati dalam ekstrak metanol kasar, n-heksana, etil asetat, dan fraksi air dengan nilai IC₅₀ masing-masing 19,51; 105,08; 16,99 dan 137,30 mg/L. Aktivitas tabir surya ditentukan berdasarkan nilai SPF pada konsentrasi 25, 50, 100, 150, 200, dan 250 mg/L untuk ekstrak kasar, fraksi n-heksana, etil asetat, dan air, yang masing-masing berkisar antara 0,52–6,55, 0,63–6,91, 1,51–17,93, dan 0,23–3,01. Hasil ini menunjukkan potensi Phanera semibifida Roxb. var. semibifida sebagai kandidat alami dengan aktivitas antioksidan dan sifat pelindung matahari

    Penentuan Validasi Metode Analisa Kadar Tinbal (Pb) Pada Kosmetik Berbagai macam merek dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Visible

    No full text
    Penelitian tentang validasi metode penentuan kadar timbal (Pb) pada kosmetik menggunakan spektrofotometer UV-Visible telah dilakukan. Validasi metode dilakukan dengan menentukan parameter validitas yang diuji antara lain yaitu uji linieritas dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,9998; limit deteksi 0,161 mg/L, limit kuantitasi 0,537 mg/L, uji akurasi diperoleh dengan persentase perolehan kembali yang memenuhi syarat keberterimaan yaitu 81,5-93,7% dan uji presisi untuk semua konsentrasi secara keseluruhan masih dapat diterima yaitu < 2%; serta nilai RSD yang diperoleh lebih kecil dari 2/3 CV Horwitz. Hasil analisis dari sembilan sampel diperoleh ada satu sampel yang tidak memenuhi syarat yaitu pada kode sampel B2 dengan kadar timbal sebesar 26,6 mg/kg, sehingga tidak aman untuk digunakan. Sedangkan untuk sampel lainnya masih dinyatakan aman karena memiliki kadar timbal dibawah baku mutu  cemaran yang telah ditentukan BPOM yaitu ≤ 20 mg/kg

    POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR MELALUI PROSES FERMENTASI MENGGUNAKAN BIOAKTIVATOR EM4

    Get PDF
    Desa Girimukti  is a village of East Kalimantan, Penajam Paser Utara. According to data for 2021, a privately owned area of around 16,000 ha will have a population of 6,730 persons and 1,908 occupied homes. The rising creation of garbage, especially home organic waste, is being caused by a sizable population. If handled improperly, it will contaminate the environment. Utilizing fermentation to transform trash into liquid organic fertilizer is one solution that is possible. Study In order to produce liquid organic fertilizer, it is necessary to know the ideal ratio of organic waste to bioactivator as well as the best fermentation time to obtain the highest nutritional content. In this research, EM4, water, and sugar are added to a reactor that already has household organic waste present in the form of vegetables. In order to test the macronutrient content, which includes C-organic, N, P, K, and pH, samples were taken on days 5, 10, and 15 of the 15-day fermentation process. In this study, the addition ratio of EM4 to vegetable waste was 30:100, with a lengthy fermentation period of 10 days. This provided the finest liquid organic fertilizer. The best pH, C-organic content, N, P, and K contents are 11.99%, 4.45%, 5.54%, 4.8200%, and 6.82, respectively. The produced liquid organic fertilizer satisfies the requirements for quality of MOA 70 of 2011

    Penggunaan Spektrofotometri Inframerah dan Nuclear Magnetic Resonance Terhadap Penentuan Struktur Senyawa Metabolit Sekunder

    Get PDF
    Spektroskopi Inframerah (IR) dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR) adalah dua teknik analisis yang digunakan secara luas dalam penentuan struktur metabolit sekunder. Metabolit sekunder merupakan senyawa organik dalam aplikasi farmasi yang signifikan, namun hanya sebagian kecil yang telah dikarakterisasi secara mendalam. Tinjauan ini bertujuan untuk mengeksplorasi prinsip kerja, metode interpretasi data, serta keunggulan dan keterbatasan teknik IR dan NMR dalam karakterisasi struktur metabolit sekunder. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menganalisis artikel dalam rentang waktu 2013-2023, meliputi penerapan spektroskopi IR dan NMR secara individual maupun kombinasi keduanya. Hasil menunjukkan bahwa IR efektif dalam identifikasi gugus fungsi melalui analisis spektrum serapan inframerah, sedangkan NMR memberikan detail struktur molekul, seperti konektivitas atom dan stereokimia. Kombinasi kedua teknik ini meningkatkan efisiensi dan analisis akurasi dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing. Studi kasus pada karakterisasi α-Mangostin menunjukkan keberhasilan penerapan integrasi IR dan NMR dalam menentukan struktur senyawa kompleks. Kesimpulannya, kombinasi IR dan NMR merupakan pendekatan strategi untuk karakterisasi metabolit sekunder, memberikan panduan praktis bagi penelitian lanjutan, serta berpotensi diterapkan dalam pengembangan obat berbasis senyawa bioaktif

    Adsorpsi Sinarcion Red C8B Menggunakan Arang Aktif Magnetik Berbasis Limbah Ampas Tebu

    No full text
    ABSTRAK  Penelitian tentang adsorpsi Sinarcion Red C8B menggunakan arang aktif magnetik berbasis limbah ampas tebu telah dilakukan. Adsorben komposit Fe3O4 arang aktif ampas tebu disintesis dari FeCl3.6H2O dan (NH4)2Fe(SO4)2.6H2O dengan perbandingan 2:1 yang dikompositkan dengan arang aktif ampas tebu. Adsorben komposit Fe3O4 arang aktif ampas tebu dikarakterisasi dengan menggunakan instrumen Fourier Transform Infrared (FTIR) dan X-Ray Diffraction (XRD) serta dilakukan uji adsorpsi dengan menentukan waktu kontak, berat optimum, menentukan kapasitas adsorpsi dan menentukan persen adsorpsi dari sampel limbah kain tenun Sarung Samarinda. Hasil karakterisasi spektra FTIR komposit Fe3O4 arang aktif menunjukkan telah terbentuknya komposit dengan ditandai munculnya serapan pada bilangan gelombang 1222,25 cm-1 yaitu adanya gugus C-O dan munculnya serapan khas gugus Fe-O pada bilangan gelombang 573,94 cm-1. Difraktogram XRD komposit Fe3O4 arang aktif menunjukkan pola difraksi arang berbentuk amorf. Adsorpsi zat warna Sinarcion Red C8B pada waktu kontak 45 menit, berat optimum 0,1 g, mengikuti pola isoterm Freundlich dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 1,0489 mg/g dan persen adsorpsi dari sampel limbah kain tenun Sarung Samarinda sebesar 21,69%.     &nbsp

    Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L) dan Analisis Komposisi Senyawa Yang Terkandung

    No full text
    Penelitian mengenai uji aktivitas antihiperurisemia ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) dan analisis komposisi senyawa yang terkandung telah selesai dilakukan. Metode yang digunakan adalah metode in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan GC-MS. Kontrol positif yang digunakan adalah allopurinol. Berdasarkan hasil uji fitokimia diketahui bahwa ekstrak kasar etanol mengandung metabolit sekunder alkaloid, tannin dan saponin. Aktivitas enzim xantin oksidase pada residu sebesar 0,0004 U/mL dan supernatan sebesar 0,00009 U/mL. Berdasarkan aktivitas xantin oksidase terhadap ekstrak kasar etanol daun sirsak (Annona muricata L.) pada konsentrasi 0,00007 diperoleh daya inhibisi 82,5%. Berdasarkan hasil uji dengan alat GC-MS dari ekstrak etanol pada hasil uji aktivitas antihiperurisemia paling baik diperoleh 22 komponen senyawa, diantaranya terdapat 2 senyawa yang dominan yaitu Acid mono (2-ethylhexyl) ester sebesar 16,70% dan vitamin E sebesar 13,50%. Ekstrak kasar etanol daun sirsak (Annona muricata L.) memiliki potensi sebagai antihiperurisemia

    CHARACTERISATION OF ACTIVATED CARBON FROM WHITE SNAPPER SCALES (Lates calcarife) WASTE

    Get PDF
    ABSTRACT               Research on the characterisation of activated carbon of white snapper (Lates calcarifer) scales waste, obtained through carbonisation process, fish scales were put in a furnace at 350 oC for 2 hours. Then cooled and sieved with a 100 mesh sieve, characterised by XRD, resulting in three peaks with the strongest intensity at 2θ regions of 26.45o, 32.69o, and 33.60o respectively. The surface acidity of carbon solids before and after activation were (4.48x10-3 and 7.77x10-3) mol/g, respectively. The activation process of white snapper scales (Lates calcarifer), increases the surface area of carbon can react with other chemicals. Subsequently, it was calcined at 450 oC under vacuum conditions for 2 hours with N2 gas, and characterised by XRD. The results showed a shift in 2θ peaks of 26.52o, 29.66o, and 32.77o, respectively. The carbon was activated by soaking with 3 M KOH activator for 15 hours, washed with distilled water, and dried in an oven at 110°C for 1 hour, characterised by XRD, and the peaks with the strongest intensity were obtained at 26.22°C, 29.12°C, and 32.43°C, with increasing basal spacing.   Keywords: activated carbon, white snapper scales, XR

    Synthesis and Characterization of Copper(II) Oxide (CuO-NP) Nanoparticles using Chemical Precipitation Method

    Get PDF
    This study aims to optimize the calcination temperature and see the effect of adding surfactant on the bandgap, particle size, crystallinity level of CuO nanoparticles (CuO-NP), and the activity of CuO nanoparticles as an antibacterial agent. CuO-NP was successfully synthesized using the chemical precipitation method with variations in calcination temperature of 400, 600, and 800 °C with NaOH as a precipitating agent. The synthesized nanoparticles were further characterized using a UV-Vis, XRD, and SEM-EDX spectrophotometer. The value of the CuO-NP bandgap increases with increasing temperature. The bandgap gets bigger when the absorbance value gets smaller. Increasing the calcination temperature causes the crystal size of CuO-NP to become larger. The best level of crystallinity of CuO-NP was obtained at 68,31% with a calcination temperature of 600 °C. Adding 1% PVP did not significantly prevent agglomeration between CuO-NP particles, thereby increasing the size of CuO-NP particles. Keywords: bandgap, CuO-NP, PVP, temperatur

    187

    full texts

    229

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL KIMIA MULAWARMAN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇