KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
2378 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN SISTEM DRAINASE EKONOMIS DI WILAYAH DESA SUKA MAJU KECAMATAN KONGBENG
Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan saluran drainase ekonomispada Jalan Dharma Karya II, Desa Suka Maju, Kecamatan Kongbeng,Kabupaten Kutai Timur, guna mengatasi permasalahan genangan dan limpasanair hujan. Perhitungan dilakukan berdasarkan analisis hidrologi dan hidraulika,dengan pendekatan metode Gumbel dan Log Pearson Tipe III untuk menentukancurah hujan rancangan pada periode ulang 2, 5, dan 10 tahun. Uji kesesuaian datadilakukan menggunakan metode Smirnov-Kolmogorov dan Chi-Square untukmemastikan akurasi distribusi data. Hasil perhitungan debit banjir digunakanuntuk mendesain dimensi saluran drainase yang mampu menampung aliranhingga proyeksi tahun 2035. Penelitian ini menghasilkan desain penampangsaluran segiempat yang ekonomis berdasarkan efisiensi biaya konstruksi dankapasitas tampung yang memadai. Studi ini bermanfaat sebagai dasarpengambilan keputusan teknis bagi instansi terkait dalam merancang danmerehabilitasi sistem drainase yang berkelanjutan di wilayah penelitian
ANALISIS PENGARUH PENCAMPURAN ASBUTON LGA 50/30 TERHADAP STABILITAS MARSHALL PADA CAMPURAN AC-WC
Asbuton LGA 50/30 merupakan hasil inovasi dalam pengembangan material konstruksi.Penggunaan asbuton sebagai alternatif aspal minyak sejalan dengan upaya keberlanjutan.Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pencampuran Asbuton LGA 50/30 terhadap stabilitasMarshall dari campuran Asphalt Concrete - Wearing Course (AC - WC). Dalam penelitian ini,digunakan aspal penetrasi 60/70 dari Pertamina dan agregat kasar serta halus yang sesuai denganspesifikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian Marshall untukmenentukan stabilitas, flow, dan parameter lainnya dari campuran aspal. Variasi presentase AsbutonLGA 50/30 yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% dengan kadar aspal optimum adalah 6%.Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan Asbuton LGA 50/30 berpengaruh positif terhadapstabilitas Marshall, dimana semua variasi presentase memenuhi syarat spesifikasi yang ditetapkan.Stabilitas Marshall meningkat seiring dengan bertambahnya presentase Asbuton, dengan nilaidurabilitas yang diperoleh yaitu 101,781%, 103,540%, 107,477% dan 109,346% yang juga memenuhikriteria minimal yaitu 90%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan Asbuton LGA 50/30dapat dipertimbangkan sebagai alternatif dalam campuran AC-WC untuk meningkatkan kualitasperkerasan jalan. Hasil uji berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 revisi 3
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN MUSO SALIM – ABDUL MUTHALIB - TARMIDI KOTA SAMARINDA
Salah satu sektor dalam usaha mengembangkan salah satu daerah adalahmembangun sarana dan prasarana transportasi. Kebutuhan akanpelayanan jasa dan angkutan umum sangat berdampak pada semakintingginya angka kemampuan kepemilikan kendaraan bermotor dan sertaditunjang perubahan jalur jalan di kota Samarinda.Sehubungan dengan meningkatnya kemacetan pada jalan dikotaSamarinda yang diakibatkan semakin bertambahnya kepemilikankendaraan, serta terbatasnya dana untuk pembangunan di sektortransportasi darat mengakibatkan belum berfungsi dengan baiknyapengoperasian fasilitas lalu-lintas yang telah dimiliki.Dari hasil perhitungan pada ruas jalan Muso Salim – Abdul Muthalib -Tarmidi didapat hasil Tingkat pelayanan pada jam – jam puncak yaitupada ruas jalan Muso Salim dan Abdul Muthalib masuk dalam kategori D,Lalu lintas jenuh, kecepatan mulai merendah, Sedangakan Jalan Tarmidimasuk dalam kategori E , dimana Lalu lintas mulai macet, kecepatanrendah.Dari hasil yang telah disimpulkan, bahwa tingkat pelayanan ruas jalanTarmidi Samarinda sudah tidak mampu untuk melayani kendaraan yangmelewatinya dengan faktor-faktor utama yang mempengaruhi dan harusdiatasi dengan penertiban parkir liar.
EVALUASI KINERJA PERKERASAN JALAN DI KECAMATAN MUARA BADAK
Jalan lingkungan di Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan jalurpenghubung antara Desa yang memiliki jarak +28,446 km dan rata - rata lebar ruas jalan kurangdari 6 m. Jika dilihat secara kasat mata kondisi jalan di Kecamatan Muara Badak kurang baikmelihat volume lalu lintas harian dan beban kendaraan yang melewati Jalan dapat di katakanrendah. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan di cari tingkat kelayakan perkerasan jalan diKecamatan Muara Badak menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index).Jenis-jenis0 kerusakan yang banyak dijumpai di lapangan yaitu aligator cracking 2,596%,patching 1,445%, dan weathering ravelling 0,369% juga ada beberapa bagian yang mengalamikerusakan depression 0,245%, edge cracking 0,035%, shoulder drop off 0,016% dan potholes0,185%. Nilai kinerja perkerasan secara visual PCI didapatkan hasil nilai terendah berada padaseksi 14 sebesar 18 dengan kategori very poor sedangkan rating tertinggi berada pada seksi 15sebesar 79 dengan kondisi very good. Kerusakan yang didominasi oleh retakan tersebut terjadikarena aspal telah mengalami lelah (fatique) sehingga tidak mampu lagi menahan beban kendaraanyang melewatinya
PERENCANAAN KAWASAN CAGAR BUDAYA MASJID SHIRATHAL MUSTAQIEM DI SAMARINDA DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR LANSEKAP
Masjid Shirathal Mustaqiem yang berlokasi di Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang, cukup dikenal sebagai masjid tertua yang terletak di kawasan tepi Sungai Mahakam. Karena Masjid Shirathal Mustaqiem ini adalah peninggalan sejarah dan termasuk Masjid tertua yang ada di Samarinda dengan konstruksi masjid yang sangat unik dan masih berdiri kokoh dari tahun 1891. Tujuan dari perancangan ini dilakukan adalah untuk memberikan gambaran terhadap kondisi eksisting masjid, memberikan fasilitas sarana dan prasarana penunjang untuk pengunjung yang ingin berwisata untuk studi, wisata religi dan beribadah di Masjid tertua di Samarinda. Tahapan penelitian melalui observasi langsung ke Masjid Shirathal Mustaqiem untuk mendapatkan informasi mengenai fasilitas dan sarana yang tersedia di lokasi eksisting. Dengan penerapan konsep arsitektur lansekap berupa Softscapes dan Hardscapes. Dari hasil pembahasan analisa besaran ruang dengan luas Koefisien Dasar Bangunan 4355 m2 , luas Koefisien Dasar Hijau 5231,25 m2 dari 10 massa yang sudah termasuk bangunan Masjid Shirathal Mustaqiem. Dengan menerapkan konsep Arsitektur Lansekap di Masjid Shirathal Mustaqiem menggunakan material Softscapes seperti jenis tanaman apa saja yang digunakan pada perencanaan dan Hardscapes yang akan diterapkan pada motif pattern islami untuk keramik di sekitar taman masjid. Dan menjadikan Masjid sebagai “Vocal Point” di Kawasan tersebut, karena banyak para pengunjung yang pergi kesana hanya bisa memotret Masjid tersebut dari satu sisi
STUDI ANALISA PERBANDINGAN PEMAKAIAN FILLER SEMEN DAN TANPA FILLER DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT PALU DAN PASIR PALU PADA CAMPURAN LAPISAN ASPAL BETON ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL TEST
Material merupakan hal penting dalam suatu pekerjaan yang mempunyai dampaklangsung terhadap mobilitas penduduk, konektivitas antar wilayah, ekonomi, kesehatan,pendidikan serta pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaanpersatuan dan kesatuan bangsa, dan mempunyai peranan penting dalam memajukankesejahteraan umum. Untuk penggunaan agregat dari alam sudah banyak quarry yang beroperasidi daerah-daerah Indonesia terlebih khususnya di daerah Kalimantan Timur. Setiap agregatmemiliki karakteristik yang berbeda-beda dari suatu wilayah dengan wilayah lainnya, bahkandari suatu lokasi dengan lokasi yang lain dalam wilayah yang sama. Oleh karena itu penelitianini akan minunjau material yang ada di Palu Sulawesi Tengah. Dari hasil penelitian daricampuran LASTON AC-WC dengan presentase penggunaan material ex. Palu dengan pasir Paluadalah CA = 33%, MA = 32%, FA = 15%, dan Sand = 20% dengan kadar aspal optimum 6,2%didapat hasil uji masrhall selama 24 jam adalah stabilitas = 846,06 kg dan flow = 2,85 mm.Spesifikasi Umum Binamarga 2018
ANALISIS JARAK TEMPUH DAN BIAYA OPERASIONAL BUS KOTA SAMARINDA-BONTANG
Terminal lempake merupakan terminal tipe B berada di Kota Samarinda yang menampungbus-bus besar yang melayani rute Samarinda - Bontang maupun bus-bus sedang yang melayani ruteSamarinda kebeberapa kecamatan di kutai timur bagian hulu, seperti Sangatta, Bengalon,Sangkulirang, dan Wahau Menurut data Bappeda dan rencana induk Kota Samarinda TerminalLempakeMeningkatnya kepemilikan kendaraan roda empat berimbas pada kurangnya minatmasyarakat dalam melakukan perjalanan dengan menggunakan bus sebagai angkutan massal, hal initerlihat dari jumlah penurunan penumpang yang berangkat di Terminal Lempake menggunakan busAntar Kota Dalam Propinsi (AKDP) dari Samarinda ke Bontang begitu pula sebaliknyaPenilaian standar kinerja penilaian bus yang melayani rute dari Terminal LempakeSamarinda ke Terminal Bontang berdasarkan Departemen Perhubungan Darat (1996) serta hasilsurvai dan analisis, didapat
PERENCANAAN AGROWISATA BUAH DI KOTA SAMARINDA DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR ANALOGI
Kota Samarinda mempunyai potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan, hal ini menjadi daya tarik minat wisatawan. Untuk itulah perlunya perencanaan agrowisata sebagai ikon pariwisata dan mengenalkan budidaya buah khas Kalimantan. Maka tujuan penelitian adalah membuat agrowisata buah dengan menerapkan arsitektur analogi, dimana persamaan antara bangunan dengan dianalogikan. Pada hasil pembahasan menunjukkan besaran ruang sebesar 20.005,79 m2, dengan perbandingan KDB dan KDH yaitu 32% dan 68%. Dengan hubungan ruang yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu Indoor dan Outdoor. Untuk analisa site terpilih berada di Jalan Samarinda - Bontang, pada analisa struktur yaitu menggunakan pondasi batu kali pondasi foodplat, struktur Kolom beton, pasangan dinding bata, struktur atap spaceframe dan penutup atap ACP, Spandek, dan memberan. Untuk analisa utilitas dengan air bersih menggunakan PDAM dan pengairan tanaman buah menggunakan air Waduk yang ditampung dalam Groundtank. Pada konsep perencanaan agrowisata untuk gubahan massa bangunan menggunakan transformasi bentuk yang dianalogikan dari bentuk buah-buaha
ANALISA PENGUKURAN TOPOGRAFI TOTAL STATION DTM-322 DAN PESAWAT NIR AWAK DJI PHANTOM 3 PRO PADA PEMBUATAN KONTUR PERUMAHAN PINANG HILL’S DI KOTA SAMARINDA
Topografi dapat diartikan sebagai bentuk/penampakan permukaan bumi termasuk semuabangunan yang dibangun oleh manusia di permukaan bumi. Pekerjaan engineering sangatmembutuhkan peta topografi sebagai dasar penentuan lokasi terbaik. Total Station dapatmengukur sudut menggunakan metode pemindaian elektro-optik melalui piringan kaca atausilinder yang memiliki penunjuk skala yang sangat presisi. dengan fitur terbaru dapat mengukursudut dengan nilai akurasi hingga 0,5 detik busur. Sedangkan tipe Total Station biasa hanya bisamengukur sudut dengan nilai akurasi 5 sampai 10 arc-seconds. Fotogrametri didefinisikansebagai ilmu yang menganalisis informasi dari objek fisik dan sekitarnya melalui fotografi udara.Informasi dari objek fisik dan sekitarnya diperoleh melalui serangkaian proses pengolahan,pengukuran, dan interpretasi pada foto udara. Foto udara adalah gambar fotografi yang diperolehdari hasil liputan menggunakan kamera yang dipasang di pesawat terbang, balon, di udara.Pemotretan dilakukan mengikuti garis jalur terbang yang telah ditentukan pada peta kerja. Jalurpenerbangan biasanya dirancang dengan orientasi medan di utara, selatan atau barat timur yangsejajar satu sama lain. Dari koordinat yang diperoleh dengan menggunakan alat ukur TotalStation terdapat 791 titik kontur sedangkan koordinat yang diperoleh dengan menggunakan alatukur DJI Phantom 3 pro sebanyak 9515 titik kontur (dengan mengatur interval tiap titik per 2meter). Perbedaan hasil citra kontur yang terbentuk dari koordinat masing-masing alat ukurmembuktikan bahwa alat ukur DJI Phantom 3 Pro tidak dapat mengambil data secara langsungke tanah/atau permukaan yang ada karena terhalang oleh jumlah pohon yang menutupinyadibandingkan ke alat ukur Total Station DTM-322. yang mengambil data langsung dari tanahatau eksisting. Perbedaan elevasi yang sangat besar pada setiap sampel Long dan Cross Sectionyang telah dipelajari memperjelas bahwa hasil elevasi dari alat ukur DJI Phantom 3 Pro tidakdapat direkomendasikan sebagai penentuan contouring dan elevasi dibandingkan dengan alatukur Total Station DTM-322. Berdasarkan informasi diatas, dapat dipastikan bahwa alat ukurDJI Phantom 3 Pro tidak dapat direkomendasikan sebagai pengganti alat ukur DTM-322 TotalStation dalam formasi kontur dan elevasi
PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN CABLE STAYED DENGAN TWO VERTICAL PLANES SYSTEM TIPE FAN (STUDI KASUS JEMBATAN KEMBAR MAHAKAM IV)
Bridge is a construction aim to connect two piece of paths that caused of obstacles such asvalley, river, sea, lake, irrigation channel, train track, etc. Mahakam IV Twin Bridge in SamarindaCity is an Arch Bridge or cur ve steel who placed right beside Mahakam I bridge with the main spanabout 220 M and two side spans about 90 M each.Cable Stayed Bridge is composed of pylon element, girder, and conducted from cables thatconnect to pylon and girder it selves. This cable distributes it force from girder or bridge floor thatcaused of traffic load and dead load to pylon bridge.Curve Steel Bridge holds such strong load it selves, even more it lives load too as a nationalroad with a quite long span. It makes a quite strong load for over bridge structure. Depends on thiscase, this thesis will held about re-planning Mahakam IV Twin Bridge in Samarinda City withdifferent system, which is over bridge structure will able to pass just using pylon and cable, that isCable Stayed Bridge with Two Vertical Planes System Type Fan.From the planning result, the result of the top structure planning for girder using theGirder Prestress Box, Cable using VSL SSI 2000 Stayed cable System, Pylon Structure 5 mx 5 mwith 100 D-32 and lower structure for pylon foundation using 36 steel piles 100 cm with a depth of60