393 research outputs found

    Values of Moderation in Local Musical Traditions: Learning Religious Moderation from the Massamper Putri Tradition in the Multireligious Sangihe Community

    Get PDF
    This study investigates the Massamper Putri musical tradition as a cultural medium for internalizing religious moderation within the multireligious community of the Sangihe Islands, Indonesia. This research is important because it highlights local cultural practices as effective, lived approaches to fostering interreligious harmony beyond formal religious instruction. Using a qualitative ethnographic method, data were collected through participant observation, in-depth interviews with performers, cultural leaders, and interfaith figures, as well as documentation of performances and musical scores. The findings show that the musical structure of Massamper Putri—characterized by responsorial singing, four-part vocal harmony, lyrical repetition, and participatory tempo—creates an inclusive and egalitarian social space. The lyrics convey universal spiritual values such as gratitude, togetherness, and respect, enabling participation across religious boundaries. This study concludes that Massamper Putri functions as a form of lived religious moderation that strengthens social cohesion in a multireligious society.Penelitian ini menyelidiki tradisi musik Massamper Putri sebagai media budaya untuk menginternalisasi moderasi beragama dalam komunitas multiagama Kepulauan Sangihe, Indonesia. Penelitian ini penting karena menyoroti praktik budaya lokal sebagai pendekatan yang efektif dan hidup untuk menumbuhkan harmoni antaragama di luar pengajaran agama formal. Dengan menggunakan metode etnografi kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi peserta, wawancara mendalam dengan pemain, tokoh budaya, dan tokoh lintas agama, serta dokumentasi pertunjukan dan partitur musik. Temuan menunjukkan bahwa struktur musik Massamper Putri—yang ditandai dengan nyanyian responsorial, harmoni vokal empat bagian, pengulangan lirik, dan tempo partisipatif—menciptakan ruang sosial yang inklusif dan egaliter. Liriknya menyampaikan nilai-nilai spiritual universal seperti rasa syukur, kebersamaan, dan rasa hormat, memungkinkan partisipasi lintas batas agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Massamper Putri berfungsi sebagai bentuk moderasi beragama yang hidup yang memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat multiagama

    Sufistic Psychotherapy Through Wirid Dalail Khairat: Towards A Resilient Mental Character

    Get PDF
    Modernization has generated various life challenges that contribute to the rise of mental and psychological disorders, highlighting the need for alternative approaches beyond medical treatment. This study focuses on the Wirid Dalail Khairat as a form of Sufi psychotherapy in addressing mental health issues. The research employs a qualitative method using content analysis to examine the texts and meanings of Dalail Khairat, interpreted through the theoretical framework of Sufi psychotherapy. The findings indicate that the practice of Dalail Khairat contains psychological, moral, and spiritual dimensions that play a significant role in calming the mind, reducing stress, controlling excessive desires, fostering inner peace, and strengthening closeness to Allah. Therefore, Dalail Khairat can be understood as an effective Sufi psychotherapeutic method that contributes positively to individual well-being and quality of life in the context of modern challenges.  Modernisasi membawa berbagai persoalan kehidupan yang berdampak pada meningkatnya gangguan mental dan psikologis. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan alternatif selain medis, salah satunya melalui pendekatan spiritual. Penelitian ini berfokus pada kajian Wirid Dalail Khairat sebagai bentuk psikoterapi tasawuf dalam membantu pemulihan kesehatan mental. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap teks dan makna Dalail Khairat, yang dianalisis menggunakan kerangka teori psikoterapi sufistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Dalail Khairat mengandung dimensi psikologis, moral, dan spiritual yang berperan dalam menenangkan jiwa, mengurangi stres, mengendalikan hawa nafsu, serta menumbuhkan ketenangan batin dan kedekatan dengan Allah SWT. Dengan demikian, Dalail Khairat dapat dipahami sebagai salah satu metode psikoterapi tasawuf yang berkontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup individu.Kunci: Dalail Khairat, Psikoterapi, Sufisti

    Analisis Konsep Keadilan Syed Muhammad Naquib al-Attas Terhadap Krisis Kebenaran di Era Post-truth

    Get PDF
    This research aims to answer how Syed Muhammad Naquib al-Attas\u27s concept of justice can offer solutions to the crisis of truth in the post-truth era. The post-truth phenomenon is characterized by the dominance of hoaxes, misinformation, and manipulation of public emotions, which reflects the loss of intellectual discipline in treating knowledge. Epistemological defects occur when truth is treated on an equal footing with opinions and conjectures, thus giving birth to epistemic injustice. This study uses a qualitative approach through a literature review of al-Attas\u27 works. The analysis shows that the essence of justice according to al-Attas puts everything in its place and can be applied in the realm of knowledge through manners and the placement of knowledge. This perspective shows that efforts to counter hoaxes, misinformation, and information manipulation are not enough with technical verification alone, but require a reconstruction of epistemic consciousness rooted in the Islamic worldview.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana konsep keadilan Syed Muhammad Naquib al-Attas dapat menawarkan solusi bagi krisis kebenaran di era post-truth. Fenomena post-truth ditandai dengan dominasi hoaks, misinformasi, dan manipulasi emosi publik, yang mencerminkan hilangnya disiplin intelektual dalam memperlakukan pengetahuan. Kecacatan epistemologis terjadi ketika kebenaran diperlakukan setara dengan opini dan dugaan, sehingga melahirkan ketidakadilan epistemik. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka karya-karya al-Attas. Analisis menunjukkan bahwa esensi keadilan menurut al-Attas menempatkan segala sesuatu pada tempatnya dapat diterapkan dalam ranah pengetahuan melalui adab dan penempatan pengetahuan. Perspektif ini menunjukkan bahwa upaya penanggulangan hoaks, misinformasi, dan manipulasi informasi tidak cukup hanya dengan verifikasi teknis, tetapi membutuhkan rekonstruksi kesadaran epistemik yang berakar pada pandangan dunia Islam

    The Effect of Teaching Kitab of Hadith al-Arba’in al-Nawawiyah on Improving the Character of MAPK Makassar Students

    Get PDF
    This quantitative study explores the novel effect of teaching al-Arba\u27in al-Nawawiyah on character development among MAPK students in Makassar. By employing linear regression analysis on a sample of 92 students, we show that student motivation is the primary predictor of character development, explaining 23% of the variance. The data were collected through a questionnaire. While teaching methods and teacher qualifications were not significant predictors, the findings offer new insights into motivation-driven character formation in Islamic education. This study contributes to the growing body of literature by providing empirical evidence for the role of intrinsic motivation in enhancing moral and social behaviors among secondary school students, particularly in the context of hadith-based learning. Although the regression model used explained 23% of the variation in student character, student motivation was proven to be the main factor in better character formation  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengajaran kitab Hadis al-Arba’in al-Nawawiyah terhadap pembentukan karakter siswa di MAPK Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear. Sampel penelitian terdiri dari 92 siswa yang memilih untuk mengikuti pelajaran kitab hadis al-Arba’in al-Nawawiyah. Data dikumpulkan melalui angket yang mengukur variabel metode pengajaran, kualifikasi guru, motivasi siswa, dan karakter siswa. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pengajaran kitab hadis al-Arba’in al-Nawawiyah memiliki dampak positif terhadap karakter siswa. Berdasarkan analisis korelasi dan regresi menunjukkan bahwa motivasi siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan karakter siswa (p < 0,05), sementara metode pengajaran (p-value = 0,44) dan kualifikasi guru (p-value = 0,722 tidak memberikan pengaruh signifikan. Meskipun model regresi yang digunakan menjelaskan 23% variasi karakter siswa, motivasi siswa terbukti sebagai faktor utama dalam pembentukan karakter yang lebih bai

    Salat Jumat Perempuan di Gorontalo dalam Konstelasi Agama, Budaya, dan Ruang Publik: Analisis Filsafat Sosial

    No full text
    This research focuses on the controversy of women\u27s Friday prayers in Gorontalo which arises from differences in ideological views, worship practices, and dynamics of socio-religious relations. The purpose of this research is to uncover the root of the conflict, explain the causative factors, and examine its social impact through the lens of social philosophy, especially related to power relations, the structure of religious authority, and the formation of religious public spaces. The research methods used are qualitative with theological-normative, sociological, religious, and social philosophy analysis approaches through observation, interviews, and documentation. The analysis was carried out inducively through reduction, verification, and data presentation by utilizing the concept of Stuart Hall reception. The results of the study show that there is a diversity of interpretations of QS. al-Jumu\u27ah verse 9 and hadith related to Friday obligations that result in dominant reception, negotiation, and opposition. These differences affect the configuration of religious power, strengthen gender boundaries in the worship space, and cause disharmony.Penelitian ini berfokus pada kontroversi salat Jumat perempuan di Gorontalo yang muncul dari perbedaan pandangan ideologis, praktik ibadah, dan dinamika relasi sosial-keagamaan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap akar pertentangan tersebut, menjelaskan faktor penyebabnya, serta menelaah dampak sosialnya melalui kacamata filsafat sosial, khususnya terkait relasi kekuasaan, struktur otoritas keagamaan, dan pembentukan ruang publik religius. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teologis-normatif, sosiologis, religius, dan analisis filsafat sosial melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara induktif melalui reduksi, verifikasi, dan penyajian data dengan memanfaatkan konsep resepsi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman penafsiran terhadap QS. al-Jumu‘ah ayat 9 dan hadis terkait kewajiban Jumat yang menghasilkan resepsi dominan, negosiasi, dan oposisi. Perbedaan tersebut memengaruhi konfigurasi kekuasaan religius, memperkuat batas-batas gender dalam ruang ibadah, serta menimbulkan disharmon

    Implementasi Nilai-Nilai Sibaliparri’ Di Masyarakat Pesisir Kabupaten Majene Sulawesi Barat (Tinjauan Living Qur’an dan Hadis)

    Get PDF
    This research examines the implementation of Sibaliparri values (a local mutual assistance ethic) in coastal communities in Majene Regency, West Sulawesi with a review of the Qur\u27an and Hadith analyzed using a phenomenological approach. Sibaliparri represents a mutual assistance ethic in all situations such as Palluluareang (brotherhood), Siasayangngi (compassion), Sianauang pa\u27mai (care) and Sukku\u27 Mattulung, covering both material and spiritual aspects in Islamic values. Coastal communities primarily engaged in fishing must adopt adaptation strategies to address diverse life challenges, including by integrating Sibaliparri values into their social life. The research method used is a qualitative-descriptive to describe the meaning of lived experiences. The results showed that Sibaliparri is interpreted with various meanings, including; as an expression of gratitude, mutual cooperation and social solidarity, practicing Islamic teachings, economic activities, and manifestations of love and affection.Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai Sibaliparri (gotong royong) dalam masyarakat pesisir di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dengan tinjauan Al-Qur\u27an dan Hadis yang dianalisis menggunakan pendekatan fenomenologis. Sibaliparri mewakili etika saling membantu dalam segala situasi seperti Palluluareang (persaudaraan), Siasayangngi (kasih sayang), Sianauang pa\u27mai (perhatian) dan Sukku\u27 Mattulung yang mencakup aspek material dan spiritual dalam nilai-nilai Islam. Masyarakat pesisir yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan harus mengadopsi strategi adaptasi untuk mengatasi berbagai tantangan hidup, termasuk dengan mengintegrasikan nilai-nilai Sibaliparri ke dalam kehidupan sosial mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif untuk mendeskripsikan makna pengalaman hidup mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sibaliparri diinterpretasikan dengan berbagai makna, antara lain; sebagai ungkapan rasa syukur, kerja sama timbal balik, solidaritas sosial, mengamalkan ajaran Islam, kegiatan ekonomi, serta manifestasi cinta dan kasih sayang

    Living Hadis dan Moderasi Beragama : Analisis Toleransi Agama di Kota Manado, Sulawesi Utara

    Get PDF
    This study aims to analyze the implementation of religious tolerance values through the concept of Living Hadith within the framework of religious moderation in Manado City, North Sulawesi. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through interviews with religious leaders, community figures, local residents, as well as observations of interfaith social and religious activities. The analysis integrates hadith texts with field findings to explore how hadith values on tolerance, non-violence, humanity, national commitment, and respect for local traditions are internalized and manifested in social practices. The findings indicate that these values are embedded in communal traditions such as Mapalus, religious celebrations, customary events, and interfaith harmony. The Interfaith Harmony Forum (FKUB) plays a significant role as a platform for dialogue and conflict prevention. This study affirms that the Living Hadith concept contributes to fostering inclusive tolerance and strengthening religious moderation in Manado.Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan nilai toleransi agama melalui konsep Living Hadis dalam moderasi beragama di Kota Manado, Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, warga, serta observasi kegiatan sosial dan keagamaan lintas agama. Analisis dilakukan dengan memadukan teks hadis dan temuan lapangan untuk melihat bagaimana nilai-nilai hadis tentang toleransi, anti-kekerasan, kemanusiaan, komitmen kebangsaan, dan penghormatan terhadap tradisi lokal diinternalisasi dalam praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut hidup dalam tradisi gotong royong seperti Mapalus, perayaan keagamaan, kegiatan adat, serta harmoni antarumat beragama. FKUB berperan penting sebagai wadah dialog dan pencegahan konflik. Penelitian ini menegaskan bahwa Living Hadis mendukung terwujudnya toleransi inklusif dan moderasi beragama di Manado

    Evaluating Legal Handling of Child Sexual Abuse Cases: A Model from the Enrekang District Attorney\u27s Office through an Islamic Education Lens

    Get PDF
    This study examines the handling of child sexual abuse cases at the Enrekang District Attorney\u27s Office from the perspective of Islamic education. Using a qualitative approach, data is collected through in-depth interviews, observations, and documentation to evaluate the effectiveness of law enforcement. The results of the study show that the handling of the case has been in accordance with the applicable legal provisions and procedures, but still faces obstacles in proof, especially when the perpetrator has a close relationship with the victim or limited physical evidence. Islamic religious education plays an important role as a preventive effort through strengthening moral values and collective responsibility from an early age, which requires the involvement of families, communities, schools, law enforcement officials, and local governments. This study emphasizes the need for periodic evaluations to strengthen inter-institutional coordination, monitor victims\u27 psychological recovery, and assess the effectiveness of family, school, and community-based prevention.Penelitian ini mengkaji penanganan kasus pelecehan seksual anak di Kejaksaan Negeri Enrekang dari perspektif pendidikan Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk mengevaluasi efektivitas penegakan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan perkara telah sesuai dengan ketentuan hukum dan prosedur yang berlaku, namun masih menghadapi kendala dalam pembuktian, terutama ketika pelaku memiliki hubungan dekat dengan korban atau bukti fisik terbatas. Pendidikan agama Islam berperan penting sebagai upaya pencegahan melalui penguatan nilai moral dan tanggung jawab kolektif sejak dini, yang memerlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, sekolah, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah. Penelitian ini menekankan perlunya evaluasi berkala untuk memperkuat koordinasi antarlembaga, memantau pemulihan psikologis korban, serta menilai efektivitas pencegahan berbasis keluarga, sekolah, dan masyarakat

    Integrating Traditional Islamic Pedagogy and Communicative Language Teaching: The Use of the Muhādatsah Method in Arabic Speaking Instruction

    Get PDF
    Arabic language competence is essential in pesantren education for understanding classical texts, engaging in religious discourse, and academic communication. Despite emphasis on grammar and translation, many students lack active speaking skills (mahārah al-kalām). This study examines the implementation of the muhādatsah method at Sunan Drajat Islamic Boarding School, Lamongan, analyzing student responses and its impact on speaking skills. Using a qualitative classroom action research design over two cycles with third-semester students, speaking performance was assessed via a rubric covering fluency, pronunciation, vocabulary, grammar, and communicative confidence. Data were collected through observations, interviews, field notes, and pre- and post-assessments, analyzed descriptively with simple score comparisons. Findings indicate that systematic muhādatsah practice improved fluency, pronunciation, vocabulary, and confidence, fostering engagement. Despite small sample size and context-specific limitations, muhādatsah is effective for enhancing Arabic speaking skills in pesantren contexts.Kompetensi berbahasa Arab sangat penting dalam pendidikan pesantren untuk memahami teks klasik, berpartisipasi dalam diskusi keagamaan, dan komunikasi akademik. Meskipun pembelajaran menekankan tata bahasa dan terjemahan, banyak siswa masih kurang dalam keterampilan berbicara aktif (mahārah al-kalām). Penelitian ini menganalisis penerapan metode muhādatsah di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, menilai respons siswa dan dampaknya terhadap keterampilan berbicara. Penelitian menggunakan desain classroom action research kualitatif selama dua siklus dengan mahasiswa semester tiga. Kinerja berbicara dinilai melalui rubrik yang mencakup kefasihan, pengucapan, kosakata, tata bahasa, dan percaya diri komunikatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, catatan lapangan, serta asesmen sebelum dan sesudah pembelajaran, dianalisis secara deskriptif dengan perbandingan sederhana. Hasil menunjukkan penerapan muhādatsah secara sistematis meningkatkan kefasihan, pengucapan, kosakata, dan kepercayaan diri siswa. Meskipun terbatas sampel dan konteks, metode ini efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab di pesantren

    Spiritual Quotient (SQ) Of The Prophet Muhammad SAW. Perspectives Of Hadith and Sirah Nabawi

    Get PDF
    This research deals with spiritual quotient based on the perspective of the Prophet Muhammad\u27s hadith and Prophetic narrative (Sirah Nabawi). The research was conducted using hadith science and psychology as research approaches. This research is a scientific literature-based research that is descriptive qualitative and is a library research. The results found in this study that basically quotient is not only intellectual quotient and emotional quotient, but there is also what is called spiritual quotient. In Islam, the spiritual quotient has been taught by the Prophet Muhammad PBUH in life as well as in his various traditions which can be seen in the Sirah nabawi. The spiritual quotient taught by the Prophet Muhammad in his hadith and life (Sirah nabawi) is the main indicator of piety. Piety can be achieved by being generous, and getting closer to Allah swt. by interacting with Him through worship and remembrance (dhikr).Penelitian ini berkaitan dengan kecerdasan spiritual berdasarkan perspektif hadis Nabi Muhammad saw. dan sirah Nabawi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan ilmu hadis dan ilmu psikologi sebagai pendekatan penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbasis literatur ilmiah yang bersifat kualitatif deskriptif dan merupakan penelitian kepustakaan. Adapun hasil yang ditemukan dalam penelitian ini bahwa pada dasarnya kecerdasan tidak hanya kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional, namun terdapat juga yang disebut kecerdasan spiritual. Dalam Islam kecerdasan spiritual telah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan serta dalam berbagai hadis beliau yang dapat dilihat dalam sirah nabawi. Kecerdasan spiritual yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. dalam hadisnya serta dalam kehidupan (sirah nabawi) memiliki indikator utama yaitu ketakwaan. Ketakwaan tersebut dapat dicapai dengan bersikap dermawan, serta mendekatkan diri kepada Allah swt. dengan berinteraksi-Nya melalui ibadah dan zikir

    346

    full texts

    393

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Al-Ulum
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇