SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM

    Pengaruh Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Mata Pelajaran Geografi Di SMAN 1 Lawang

    No full text
    ABSTRAK Chamidah, Nur. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mustofa, M.Pd, (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si. Kata Kunci:  Student Facilitator And Explaining, Kemampuan Pemahaman Konsep Salah satu model pembelajaran yang mampu melatih kemampuan pemahaman konsep adalah model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE). Model pembelajaran ini melatih peserta didik untuk belajar menyampaikan ide dan gagasannya dengan adanya peran fasilitator didalam kelompok kecil. Adanya fasilitator teman sebaya membuat peserta didik lebih mudah dalam memahami materi karena berkurangnya rasa canggung dan meningkatnya motivasi peserta didik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran SFAE terhadap kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada mata pelajaran geografi kelas X di SMAN 1 Lawang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pra tes dan pasca tes control group design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen yaitu peserta didik kelas X IIS 4 yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran SFAE dan kelompok kontrol yaitu peserta didik kelas X IIS 3 yang tidak diberi perlakuan khusus. Pemilihan kelas tersebut berdasarkan kesetaraan nilai ulangan harian peserta didik pada mata pelajaran geografi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essai. Analisis data yang digunakan adalah uji-t untuk menguji hipotesis. Hasil dari penelitian ini menjelaskan: (1) hasil uji hipotesis menunjukan nilai signifikan atau probabilitas 0,000 yang H1 diterima karena 0,00

    Faktor-Faktor yang berhubungan dengan tingkat kemiskinan nelayan di Desa Sumberanyar dan Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo

    No full text
    ABSTRAK   Purwanto, Edi. 2014. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kemiskinan Fisherman di Desa Sumberanyar Dan Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Singgih Susilo, M.S, M.Si (II) Satti Wagistina, S.P, M.Si   Kata kunci: Pendidikan, Jam Kerja, Pendapatan, Kepemilikan Alat, Usia, Status Perkawinan, Beban Tanggungan, Tingkat Kemiskinan   Masyarakat Kecamatan Banyuputih yang memiliki mata pencaharian sebagai fisherman sebanyak 7134 orang. Melihat jumlah masyarakat Banyuputih yang berprofesi sebagai fisherman perlu kiranya untuk mengetahui kondisi kehidupan fisherman dan bagaimana tingkat kemiskinan nelayan di Kecamatan Banyuputih. Hal ini diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi nelayan di Kecamatan Banyuputih khususnya nelayan di Desa Sumberanyar dan Desa Wonorejo sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kemiskinan nelayan di Desa Sumberanyar dan Desa Wonorejo Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode Purposive Sampling, dengan jumlah sampel 80 nelayan sedangkan teknik yang digunakan dalam penentu siapa saja yang menjadi sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik nelayan di Desa Sumberanyar dan Desa Wonorejo sebagaian besar nelayan memiliki tingkat pendidikan SD dengan jam kerja sebesar 6 jam dan pendapatan sebesar ≤ Rp. 700.000. Usia sebagian besar fisherman di kedua desa berada pada usia antara 31-40 tahun. beban tanggungan fisherman dari kedua desa sebagian besar sama yakni 4 orang, sedangkan untuk tingkat kemiskinan fisherman bervariasi tidak semua nelayan berada di bawah garis kemiskinan tetapi ada pula fisherman yang tegolong tidak miskin. Berdasarkan hasil analisis tabulasi silang diketahui bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kemiskinan nelayan di Desa Sumberanyar dan Desa Wonorejo antara lain pendapatan dan jenis armada. Jenis armada menjadi faktor yang berhubungan dengan tingkat kemiskinan nelayandikarenakan jenis armada menjadi penentu besarnya pendapatan yang diterima oleh nelayan. Saran kepada pihak pemerintah Kabupaten Situbondo, diharapkan untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada para fisherman dan keluarga fisherman dalam upaya peningkatan keterampilan masyarakat nelayan

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GEOGRAFI MAN 2 MALANG BATU

    No full text
    ABSTRAK   Nisa’, Aulia. 2015. Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Geografi  MAN 2 Malang Kota Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Budi Handoyo M.Si (II) Purwanto, S.Pd, M.Si   Kata Kunci : Model Problem Based Learning, Keterampilan Geografi   Proses pembelajaran yang tepat dalam kelas akan mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi. Salah satunya adalah dengan menggunakan model Problem Based Learning, karena model pembelajaran ini mengharuskan siswa untuk berperan aktif dan sistematis sehingga cocok untuk mengembangkan keterampilan geografi. Nantinya siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir untuk mencari solusi yang sesuai dengan pendekatan keruangan. Berdasarkan hasil observasi awal bidang studi Geografi yang dilaksanakan di MAN 2 Malang Kota Batu, di ketahui bahwa dari 28 siswa kelas X- 6, hanya 12 anak yang mampu mencapai SKM atau sekitar 42,84 dan sekitar 57,16% siswa belum mencapai SKM. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian dengan menerapkan model Problem Based Learning yang bertujuan untuk  meningkatkan keterampilan geografi siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas X- 6 dengan jumlah siswa sebanyak 28 dan data yang dikumpulkan berupa keterampilan geografi siswa. Instrumen yang digunakan yaitu, hasil observasi, catatan lapangan dan tes. Penelitian ini menggunakan komparasi antarsiklus yaitu prasiklus, siklus 1 dan siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada peningkatan hasil belajar geografi siswa kelas X-6 MAN 2 Malang Kota Batu. Ketuntasan belajar klasikal sebelum tindakan adalah sebesar 42,85% dan meningkat pada siklus I menjadi 71,42% kemudian pada siklus 2 meningkat menjadi 96,42%. Selama penelitian didapatkan beberapa temuan antara lain: (1) siswa dapat membuat tabel dan grafik  serta membaca grafik yang mereka buat dengan benar, (2) siswa  dapat menganalisis dan memvisualisasi peta dengan benar, (3) siswa dapat menggunakan alat termometer dan GPS untuk mengukur suhu dan ketinggian tempat dengan benar. Sehingga disarankan: Penerapan model Problem Based Learning sebagai salah satu model alternatif yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran karena pada tahap penyelidikan para siswa akan mendapatkan informasi dalam bentuk tabel, grafik, peta dan informasi lainnya

    Pengaruh Scientific Method Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Spasial Siswa SMA Negeri 1 Tanjunganom Kabupaten Nganjuk

    No full text
    ABSTRAK   Shinta, Rima Dwi. 2015. Pengaruh Scientific Method TerhadapKemampuanMemecahkanMasalahSpasialSiswa SMANegeri 1 TanjunganomNganjuk.Skripsi, JurusanGeografi, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budi Handoyo, M.Si, (II) Purwanto,S.Pd., M.Si.   Kata Kunci: scientific method, kemampuanmemecahkanmasalahspasial Scientific method merupakanmetode yang mengutamakanberfikirilmiah. Proses pembelajaranberbasisilmiahakanmenyentuhtigaaspekyaitusikap, pengetahuan, danketrampilan. Scientific methodlebihmenekankanpadapengembangankemampuanmemecahkanpermasalahandalamsuasana yang demokratisdimanapengetahuantidakdiajarkansecaralangsungkepadasiswa, tetapidiperolehmelalui proses pemecahanmasalah.Permasalahan yang seringmunculdalampembelajarangeografiyaitutentangpemecahanmasalah yangtidakmenggunakanpendekatanspasial. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuipengaruhscientific methodterhadapkemampuanmemecahkanmasalahspasialolehsiswa. Penelitianinimenggunakandesaineksperimensemu(quasy experimental design)dengansubjekpenelitianinikelas XI IPS 3 sebagaikelaseksperimenmenggunakanscientific method dankelas XI IPS 4 sebagaikelaskontrol yang menggunakanmetodeceramah. Metodepengumpulan data menggunakantes yang berisi 5soalesay.Analisis data dalampenelitianinimenggunakananalisisuji-tdenganbantuanSPSS 16.0 for Windows. Hasilpenelitianmenunjukkannilai rata-rata pretest kelaseksperimensebesar 70,85danuntukkelaskontrolsebesar 69,26. NilaiGain score kelaseksperimenlebihtinggi yaitu16,14dibandingkankelaskontroldengannilairata-rata 11,61.Hasilanalisis data menunjukkanbahwanilai sig. (2-tailed) adalah0,03 < 0,05sehingga Ho ditolak, haliniberartiadapengaruhscientific methodterhadapkemampuanmemecahkanmasalahspasialkelas XI SMA Negeri 1 Tanjunganom. Hal inijugadibuktikandengannilaigain score antarakelaseksperimendankelaskontrol yang diperolehadalah 16,14dan 11,61. Sehinggascientific methodberpengaruhterhadapkemampuanmemecahkanmasalahspasialolehsiswa. Sarandianjurkankepada guru geografiuntukmenerapkanscientific methodpadamateri lain yang mengacupadapenelitianilmiah, danuntukpenelitiselanjutnya yang berminatmelakukanpenelitianserupadapatmenambahvariabeldalampenelitia

    Hubungan Tingkat Pendapatan Keluarga Buruh Tani Lahan Kering dengan Tingkat Pendidikan Anak di Desa Resapombo Kecamatan Doko Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK &nbsp; Handayani, Lusiana. 2015. Hubungan Tingkat Pendapatan Keluarga Buruh Tani Lahan Kering dengan Tingkat Pendidikan Anak di Desa Resapombo Kecamatan Doko Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budi Handoyo, M.Si, (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Tingkat Pendapatan Keluarga Buruh Tani Lahan Kering, Tingkat Pendidikan Anak Penggunaan lahan di Desa Resapombo didominasi oleh lahan kering sehingga sebagian besar masyarakat banyak mengusahakan pertanian lahan kering. Petani lahan kering di Desa Resapombo dibedakan menjadi golongan pemilik tanah dan buruh tani. Buruh tani tersebut bekerja kepada pemilik tanah sehingga besar kecilnya pendapatan yang diterima tergantung pada upah yang diberikan oleh pemilik tanah. Pendapatan yang diterima oleh keluarga buruh tani digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya terutama dalam hal pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan keluarga buruh tani lahan kering dengan tingkat pendidikan anak di Desa Resapombo Kecamatan Doko Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini berdasarkan tujuannya berbentuk penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini didapatkan dengan menggunakan teknik random sampling yaitu sebesar 30 kepala keluarga buruh tani lahan kering. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan Chi Kwadrat untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan keluarga buruh tani lahan kering dengan tingkat pendidikan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis menggunakan Chi kuadrat untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat pendapatan keluarga buruh tani lahan kering terhadap tingkat pendidikan anak didapatkan hasil dengan nilai &chi;2hitung sebesar ˗20,78 dan &chi;2tabel sebesar 5,99 atau &chi;2hitung (˗20,78) &le; &chi;2tabel (5,99) maka H0 diterima. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendapatan keluarga buruh tani lahan kering dengan tingkat pendidikan anak di Desa Resapombo Kecamatan Doko Kabupaten Blitar. Berdasarkan kesimpulan maka diajukan saran kepada pemerintah daerah hendaknya dapat meningkatkan pendapatan keluarga buruh tani lahan kering dengan cara memberikan penyuluhan tentang usaha pengolahan hasil pertanian antara lain membuat tempe, menanam cambah, jamur atau memberikan pelatihan ketrampilan sebagai tukang. Bagi penelitian lanjut diharapkan untuk mengadakan penelitian buruh tani lahan basah dalam menyempurnakan penelitian ini

    HUBUNGAN TINGKAT PARTISIPASI ORANG TUA DENGAN KUALITAS PENDIDIKAN ANAK DI DESA KALIWUNGU KECAMATAN TEMPEH KABUPATEN LUMAJANG

    No full text
    ABSTRAK   Indriani, Puri. 2015. Hubungan Tingkat Partisipasi Orang Tua dengan Kualitas Pendidikan  Anak di Desa Kaliwungu Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Satti Wagistina, S.P, M.Si.   Kata Kunci:  tingkat partisipasi, kualitas pendidikan anak   Pendidikan merupakan salah satu jalan peningkatan kualitas pendidikan anak. Kualitas pendidikan yang dimaksud pada penelitian ini dilihat dari prestasi akademik anak. Kualitas pendidikan anak perlu ditingkatkan, karena dengan kualitas pendidikan anak yang baik maka anak memiliki pengetahuan yang luas. Anak yang memiliki kualitas pendidikan baik akan mampu bersaing pada era globalisasi seperti sekarang ini. Kemajuan suatu bangsa dimasa akan datang sangatlah bergantung pada kualitas pendidikan generasi muda saat ini, karena pemuda adalah ujung tombak dari kesuksesan suatu negara. Pemerintah berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak di Indonesia. Namun, usaha pemerintah tidak akan berjalan dengan lancar jika tidak ada partisipasi orang tua. Partisipasi orang tua dipandang sangat penting dalam mensukseskan kualitas pendidikan anak. Dalam penelitian ini wujud partisipasi orang tua berupa partisipasi buah pikir atau pendapat, partisipasi tenaga, dan partisipasi materi atau uang. Tingkat partisipasi orang tua dalam pendidikan anak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) tingkat partisipasi orang tua dalam pendidikan anak di Desa Kaliwungu Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang, 2) hubungan tingkat partisipasi orang tua dengan kualitas pendidikan anak di Desa Kaliwungu Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Variabel dalam penelitian ini meliputi: 1) kualitas pendidikan anak, 2) tingkat partisipasi orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan tabulasi tunggal dan chi-square. Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) tingkat partisipasi orang tua dalam pendidikan anak di Desa Kaliwungu Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang tergolong rendah, 2) ada hubungan antara tingkat partisipasi orang tua dengan kualitas pendidikan anak di Desa Kaliwungu Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Semakin tinggi tingkat partisipasi orang tua maka kualitas pendidikan anak akan semakin baik pula

    VALIDASI SOAL TRY OUT SEKOLAH BIMBINGAN KHUSUS SEMESTER GENAP MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 BANGIL KECAMATAN BANGIL KABUPATEN PASURUAN TAHUN AJARAN 2013/2014

    No full text
    ABSTRAK   Choirilia, Reza Laili. 2015. Validasi Soal Try Out Sekolah Bimbingan Khusus Semester Genap Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Bangil Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd (II) Drs. Hadi Soekamto, S.H., M.Pd, M.Si.   Kata Kunci: validasi, soal try out, kriteria soal baik.   Evaluasi merupakan salah satu komponen dalam pembelajaran yang bertujuan untuk mengukur hasil belajar siswa. Evaluasi biasanya menggunakan tes tulis dimana siswa menjawab soal yang dibuat oleh guru. Soal yang bermutu memiliki tingkat kesukaran, daya beda, validitas dan reliabilitas. Kenyataan dilapangan, soal try out sekolah diambil dari buku kumpulan soal latihan UNAS yang belum diujicoba dan belum dianalisis juga. Berdasarkan observasi awal pada soal try out, ditemukan kesalahan dari segi tanda baca, pengulangan kata, penyusunan kalimat, serta pengulangan soal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah soal try out bimbingan khusus semester genap mata pelajaran geografi di SMA Negeri 1 Bangil Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan tahun ajaran 2013/2014 yang telah diujikan valid, baik dari telaah soal, analisis validitas item, tingkat kesukaran, daya beda, reliabilitas, dan opsi jawaban. Penelitian ini dirancang menggunakan metode analisis isi (content analysis). Instrumen yang digunakan di dalam penelitian ini adalah berupa tabel telaah soal, tabel tabulasi jawaban siswa, serta rubrik penilaian dari masing-masing variabel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni pengukuran dengan menggunakan instrumen penelitian. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Pada item soal dilakukan analisis dari hasil pengolahan data pada masing-masing variabel tersebut dan kemudian soal dikategorikan sebagai soal tanpa revisi, soal dengan revisi, dan soal yang diganti. Hasil penelitian diperoleh bahwa soal try out bimbingan khusus semester genap mata pelajaran geografi di SMA Negeri 1 Bangil12 soal tanpa revisi, 26 soal dengan revisi, dan 12 soal yang diganti masih, yang artinya soal ini masih belum memenuhi kriteria soal yang baik. Hal ini dikarenakan guru kurang mengasah kembali kompetensi-kompetensi khusus untuk guru pembuat soal agar dapat menyusun soal dengan baik, kurang memperhatikan rambu-rambu penulisan soal yang baik, serta kurang teliti dalam menyusun soal.Berdasarkan hasil penelitian disarankan pada (1) guru pembuat soal perlu mengasah kembali kompetensi-kompetensi sebagai pembuat soal yang baik, lebih memperhatikan rambu-rambu penyusunan soal, serta soal yang telah disusun perlu diujicobakan pada siswa. Bila diperlukan, guru mengikuti pelatihan penyusunan soal yang baik, (2) pihak sekolah perlu melakukan koreksi pada soal try out sebelum diujikan pada siswa tidak hanya di mata pelajaran geografi saja tetapi di mata pelajaran yang lain juga, dan (3) peneliti selanjutnya perlu mengembangkan penelitian tidak hanya pada soal try out tetapi juga pada soal yang lain yang diujikan pada siswa

    Pengembangan Variasi Latihan Pliometrik terhadap Kecepatan Tendangan Mae Geri pada Atlet Karate Lemkari Lapangan Tembak Karate Club Lawang di Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Rosyidin, Mochamad Khulafa’ur. 2017. Pengembangan Variasi Latihan Pliometrik terhadap Kecepatan Tendangan Mae Geri pada Atlet Karate Lemkari Lapangan Tembak Karate Club Lawang di Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sulistyorini M.Pd., (II) Dr. Moch. Yunus, M.Kes.   Kata kunci: karate, latihan pliometrik, kecepatan, tendangan mae geri.   Karate adalah olahraga adalah seni beladiri dari Jepang yang berarti tangan kosong yang diambil dari kata ‘kara’ yang berarti kosong dan ‘te’ yang berarti tangan. Ada beberapa teknik dasar dalam karate, salah satu teknik dasar tersebut adalah teknik tendangan (geri), dalam hal ini teknik tendangan mae geri. Keterampilan dasar tendangan mae geri harus dilakukan dengan kecepatan, yaitu kecepatan luncuran dan tarikan kaki. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pelatih di Lemkari Lapangan Tembak Karate Club, latihan kecepatan tendangan mae geri kurang bervariasi. Pelatih jarang memberikan latihan tendangan mae geri secara menyeluruh dan menggunakan variasi lain. Setelah dilakukan analisis kebutuhan peneliti memperoleh data 98% atlet mengungkapkan menginginkan variasi latihan pliometrik terhadap kecepatan tendangan mae geri yang bervariasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan variasi latihan pliometrik terhadap kecepatan tendangan mae geri dengan membuat buku panduan latihan pliometrik diharapkan dapat mempermudah atlet dalam belatih kecepatan tendangan mae geri atlet di Lemkari Lapangan Tembak Karate Club Lawang Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dari teori Research and Development dari Borg dan Gall yang dimodifikasi dan disesuaikan dengan keadaan di lapangan yang mengacu dari teori Ardhana. Dari 10 langkah pengembangan yang dikemukakan oleh Borg dan Gall, peneliti hanya menggunakan 8 langkah dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga dan biaya. Dari evaluasi ahli memperoleh hasil ahli karate 95%, ahli kepelatihan karate 92% dan satu ahli media 77%. Sehingga produk ini dinyatakan layak untuk di uji cobakan. Pada uji coba kelompok kecil yang dilakukan oleh 8 siswa mem- peroleh hasil 87%. Sedangkan dari uji coba kelompok besar yang dilakukan oleh 30 siswa memperoleh hasil 87%. Sehingga produk pengembangan variasi latihan pliometrik untuk kecepatan tendangan dalam bentuk buku panduan ini dinyatakan layak digunakan untuk atlet karate Lemkari Lapangan Tembak Club Lawang Kabupaten Malang. Saran peneliti mengenai produk yang telah dikembangkan adalah, saran pemanfaatan produk, diharapkan dapat digunakan untuk berlatih dan dimanfaatkan oleh atlet karate Lemkari Lapangan Tembak Karate Club, dan membantu pelatih dalam memberikan materi latihan. Penyebarannya ke sasaran yang lebih luas, di klub yang berada dimasyarakat, dan ekstrakurikuler di sekolah, disebarkan kepada guru olahraga, kemudian produk yang sudah ada dikembangkan agar lebih baik.         ABSTRACT   Rosyidin, Mochamad Khulafa'ur. 2017. Development of Variety of Pliometric Exercises on Mae Geri Kick Speed at Karate Athlete Lemkari Lapangan Tembak Karate Club Lawang in Malang Regency. Thesis, Department of Sport Coaching Education, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Counselor: (I) Dra. Sulistyorini M.Pd., (II) Dr. Moch. Yunus, M.Kes.   Keywords: karate, plyometric training, speed, mae geri kick   Karate is sport is a martial art from Japan which means empty hand taken from the word 'kara' which means empty and 'te' which means hand. There are some basic techniques in karate, one of the basic techniques is kicking technique (geri), in this case kicking mae geri technique. Basic skills kick mae geri must be done with the speed, namely the speed of glide and pull legs. Based on observations and interviews with trainers at the Lemkari Field Shoot Karate Club, the practice of mae geri kick speed is less varied. Coaches rarely give you a thorough kick training and use other variations. After analyzing the needs of researchers obtained data 98% of athletes express want variations of pliometric exercise to varying speed of kick mae geri. The purpose of this study is to develop variations of pliometric training on the speed of kick mae geri by making pliometric exercise guide book is expected to facilitate the athlete in train the speed of kick mae geri athlete in Lemkari Field Shoot Karate Club Lawang Malang Regency. This research uses a development research design from Research and Development theory from Borg and Gall which is modified and adapted to the field situation which refers from Ardhana theory. Of the 10 development steps proposed by Borg and Gall, researchers only use 8 steps due to time, energy and cost. From the evaluation of experts gained the results of 95% karate experts, 92% karate coaching expert and a 77% media expert. So this product is declared feasible to be tested. In small group trials conducted by 8 students the results were 87%. While from large group trials conducted by 30 students obtained 87% results. So the product development of variation of pliometric training for the speed of kick in the form of this guide is declared feasible to be used for athletes karate Lemkari Field Tembak Club Lawang Malang Regency. The researcher's suggestion on the product that has been developed is, the suggestion of product, utilization is expected to be used to train and utilized by karate athlete Lemkari Field Shoot Karate Club, and assist trainer in giving practice material. Spread to a wider target, in clubs in the community, and extracurricular in schools, distributed to sports teachers, then existing products to be developed for the better

    Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Materi Lingkungan Hidup Siswa Kelas XI SMAN 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Aprilliya, Nunung. 2017.Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Materi Lingkungan Hidup Siswa Kelas XI SMAN 9 Malang. Skripsi. Jurusan Geografi Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Dr. Singgih Susilo, Ms, Msi, (2) Drs. Rudi Hartono, M.Si     Kata Kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Memecahkan Masalah.   Model pembelajaran merupakan salah satu hal penting yang dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Sesuai dengan kurikulum K13, model pembelajaran yang digunakan memiliki ciri-ciri proses pembelajarannya berpusat pada aktifitas siswa. Salah satu model yang sesuai dengan K13 adalah model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Model pembelajaran berbasis masalah didesain untuk melatih siswa belajar secara mandiri dengan menggunakan permasalahan yang mereka temui dimasyarakat untuk kemudian didiskusikan solusi pemecahan masalahnya dalam sebuah kelompok kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh model pembelajaran berbasis masalah (PBL) terhadap kemampuan memecahkan masalah materi lingkungan hidup siswa kelas XI SMAN 9 Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan Post TestGroup Design. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol dan XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen. Penentuan subjek penelitian menggunakan metode purposive sampling (berdasarkan nilai siswa). Instrumen penelitian yang digunakan yaitu soal Post Test yang terdiri dari 4 soal essay. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji-t dengan bantuan SPSS 16.00 for Windows. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan memecahkan masalah materi lingkungan hidup siswa kelas XI SMAN 9Malang.. Hal tersebut dibuktikan dari hasil post test kelas eksperimen yang memiliki nilai rata-rata lebih tinggi daripada kelas kontrol. Saran untuk guru mata pelajaran geografi adalah untuk menggunakan model pembelajaran berbasis masalah sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada siswa. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah mengujicobakan model PBL pada jenjang kelas serta materi yang berbeda atau bisa juga mengkombinasikan model PBL dengan model pembelajaran lain agar dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada siswa
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Repository Dashboard
    Do you manage SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!