SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM

    pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap debit puncak di sub das penggung kabupaten jember

    No full text
    Peningkatan jumlah penduduk yang semakin bertambah berdampak pada kebutuhan lahan yang semakin bertambah pula. Perubahan kawasan hutan dan lahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan berbagai peruntukan lainnya telah menimbulkan banyak dampak negatif terhadap sumberdaya lahan dan air yang terjadi pada wilayah daerah aliran sungai (DAS). Perubahan penggunaan lahan pada wilayah DAS akan mempengaruhi kondisi hidrologi DAS seperti meningkatnya debit puncak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas dan jenis perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Penggung tahun 2006 sampai dengan 2015. Menganalisis pengaruh luas penggunaan lahan terhadap debit puncak di Sub DAS Penggung tahun 2006 sampai dengan 2015.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pengambilan data menggunakan metode dokumentasi dan metode observasi.Data primer yang digunakan adalah data titik koordinat masing-masing penggunaan lahandandata sekunder yang digunakan adalah data debit sungai tahun 2006-2015, data curahhujanmulaitahun 2006-2015 dan data citra landsat 7 tahun 2006 sampai tahun 2012 dan citra landsat 8 tahun 2013 sampai  tahun 2015.Analisis citra landsat yang digunakan yaitu klasifikasi Supervised. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan statistika inferensial dengan metode regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan Penggunaan lahan yang banyak mengalami perubahan alih fungsi yaitu hutan. Hutan banyak mengalami alih fungsi menjadisawah dengan luas mencapai 4,14 km2. Pengaruh luas penggunaan lahan terhadap debit puncak adalah sebesar 32,4%.Dari hasil dari uji regresi simultan dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap debit puncak. Jenis penggunaan lahan yang berpengaruh signifikan terhadap debit puncak yaitu lahan terbangun dan lahan kosong. Dari jenis penggunaan lahan tersebut, jenis penggunaan lahan yang paling berpengaruh terhadap debit puncak yaitu lahan terbangun

    Preferensi Konsumen pada Produk “Fath Bordir” Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK Andrianis,Yovita. 2016. Preferensi Konsumen pada Produk “Fath Bordir” Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing:(I) Anik Dwiastuti, S.T, M.T (II) Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd.  Kata Kunci: Preferensi konsumen,Produk Fath Bordir, Industri kecil menengah di kecamatan Bangil. Produk bordir di daerah Bangil merupakan hasil karya masyarakat yang menjadi icon di Kabupaten Pasuruan, merupakan usaha turun temurun yang harus dilestarikan. Mengingat kerajinan bordir yang harus dilestarikan perlu juga memperhatikan poin-poin yang berkaitan dengan preferensi konsumen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan memaparkan preferensi konsumen pada produk Fath Bordir Bangil meliputi (produk kerudung, mukena, baju koko, lenan rumah tangga). Membentuk preferensi konsumen terhadap produk meliputi (variasi, desain, ukuran, jenis bahan, warna dan motif). Penelitian ini bermanfaat untuk menambah sumber belajar atau informasi mengenai preferensi konsumen bagi Jurusan Teknologi Program Studi Tata Busana Industri, bagi Mahasiswa, bagi Peneliti dan bagi Pengusaha dan Produsen Bordir khususnya di wilayah Bangil Kabupaten Pasuruan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi minat konsumen pada produk Fath Bordir. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen di Fath Bordir sejumlah 70 konsumen. Teknik analisis data menggunakan accidental sampling. Uji validitasmenggunakan metode SPSS For Windoes 16.0untuk dapat mengukur hasil preferensi konsumen pada produk Fath Bordir di daerah Bangil. Hasil penelitian diketahui bahwa preferensi konsumen produk Fath Bordir berada pada kategori peminat produk bordir pada mukena yang paling tinggi. Hasil penelitian ini dapat dismpulkan bahwa (1) banyaknya konsumen Fath Bordir menyukai produk dengan bahan cotton, (2) tersedianya pilihan warna, (3) desain yang ditampilkan, (4) bordiran yang rapi, (5) motif yang dipilih yaitu motif alam. Saran yang dapat disampaikan adalah (1)bagi Fath Bordir agar memenuhi kecenderungan pilihan konsumen harus selalu berinovasi terhadap motif dan desain untuk mengembangkan usahanya dan selalu menjadi pilihan konsumen, (2) bagi para peneliti selanjutnya sebagai pengumpulan data tambahan untuk observasi dan wawancara dengan topik yang sama sehingga data ini menjadi lebih lengkap.

    Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) untuk Menimngkatkan Kemmapuan Berpikir Analitis Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik

    No full text
    ABSTRAKArfiardy, Rizco Aditya. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analisis Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Wringianom Gresik.Skripsi, jurusan Geogragi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. HendriPurwito, M.Si (II) Ir. Juarti, M.PKata Kunci: Model PembelajaranGroup Investigation (GI), KemampuanBerpikir AnalitisKemampuan berpikiran alitis siswa kelas XIIPS2  SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik tergolong rendah, karena keterlibatan siswa dalam pembelajaran masih kurang. Kondisi tersebut membuat siswa menjadi bosan karena model pembelajaran yang digunakan kurang menarik, sehingga kemampuan berpikiran alitis siswa kurang berkembang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan model pembelajaran kooperatif yang mampu melibatkan peran siswa secara menyeluruh dalam pembelajaran. Dipilihnya model pembelajaran Group Investigation karena model ini merancang pola pembelajaran yang aktif dan melibatkan siswa dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikiran alitis siswa di SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikiran alitis siswa melalui model pembelajaran Group Investigation. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, dimana dalam setiap sikluster diri dari dua kali pertemuan dan satu kali tesakhir siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik tahun ajaran 2016/2017 yang terdiridari 30 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar obesrvasi kegiatan pembelajaran, tesesai, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan terhadap kemampuan berpikiran alitis siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik, dengan nilai rata-rata prasiklusse besar 69 meningkatmenjadi71,56padasiklus I denganpersentasekenaikan 3,71%, kemudian mengalami peningkatan juga menjadi 79,67 pada siklus II dengan persentase kenaikan 11, 33 %. Total persentase kenaikan nilai rata-rata siswa dari prasiklus hingga siklus II sebesar 15,46%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan kemampuan berpikiran alitis siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Wringinanom Gresik. 

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOGRAFI BERMUATAN AL-QUR'AN DAN HADITS MATERI DINAMIKA PLANET BUMI

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Vidia Izza. 2015. Pengembangan Bahan Ajar Geografi Bumi Bermuatan Al-Qur’an dan Hadits Materi Dinamika Planet. Skripsi.Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Pembimbing: (I) Dr. Achmad Amirudin, MPd, (II) Drs. Budi Handoyo, MSi Kata Kunci: Bahan Ajar Geografi, Al-Qur’an dan Hadits, Dinamika Planet Bumi Pembelajaran Geografi dalam kurikulum 2013 tentu perlu pengaitan dengan Al-Qur’an dan hadits untuk meningkatkan keimanan siswa.Namun, selama ini belum ada bahan ajar Geografi dengan pengaitan Al-Qur’an dan hadits. Menurut analisis kebutuhan dan karakteristik siswa juga dibutuhkan bahan ajar Geografi yang memberikan sentuhan nilai agama.Oleh karena itu, pengembang mempunyai ide untuk membuat produk berupa Bahan Ajar Geografi bermuatan Al-Qur’an dan Hadits. Tujuan dari pengembangan dan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk bahan ajar Geografi bermuatan Al-Qur’an dan hadits beserta menguji kelayakan produk tersebut. Pengembangan ini menggunakan model menurut Sadiman dengan tahap-tahap sebagai berikut.(1)   menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan instruksional dengan operasional dan khas, (3)  merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan, (4)  mengembangkan alat pengukur keberhasilan, (5)  menulis naskah media, (6) mengadakan tes dan revisi. Data penelitian berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skor validasi ahli materi, ahli bahasa, ahli desain pembelajaran, praktisi lapangan, validasi oleh siswa, nilai pre-test dan post-test siswa. Data kualitatif berupa saran dan komentar dari para validator di atas. Data-data ini berfungsi  untuk merevisi hasil produk bahan ajar Geografi. Nilaipre-test dan post-test berfungsi untuk mengetahui pengaruh bahan ajar Geografi bermuatan Al-Qur’an dan Hadits terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa presentase hasil validasi ahli materi, ahli bahasa, ahli desain pembelajaran, praktisi lapangan, pengguna secara berurutan adalah  86,7 %, 85%, 90%, 86,7%, 85%. Semua presentase ini berkriteria sangat valid. Namun hasil kriteria dari komentar dan saran berupa valid. Hasil analisis uji t dari hasi

    Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Model Point Counter Point Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Peserta didik Kelas XI IPS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRACT Fitriani, Maulida Nur. 2016. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Model Point Counter Point Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Peserta didik Kelas XIIPS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Geografi,Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Sudarno Herlambang, M.Si, (II) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si. Kata Kunci: Point counter point, berpikir analitisPemilihan model pembelajaran yang sesuai dapat memberikan peluang keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu model pembelajaranyang dapat dipilih guru untuk menumbuhkan kemampuan berpikir analitis adalahmodel point counter point. Kelebihan model pembelajaran point counter point mampu mengembangkan pemikiran peserta didik, mempertajam hasil pembicaraan,dan menganalisis permasalahan lebih mendalam. Penggunaan model point counterpoint disesuaikan dengan materi yang berbasis masalah dan menimbulkan berbagaisudut pandang pemikiran peserta didik sehingga peserta didik mencoba berpikir danmengungkapkan pendapat mengenai permasalahan yang dibahas dalam prosespembelajaran dengan beradu argumen. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh modelpembelajaran point counter point terhadap kemampuan berpikir analitis. Jenispenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasiexperiment) menggunakan desain Pretest-posttest Control Group Design. Penelitianini menggunakan dua kelas yaitu kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelasXI IPS 3 sebagai kelas kontrol. Pengukuran kemampuan berpikir analitismenggunakan 5 soal esai yang dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis datameliputi uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis menggunakan perhitungan uji tatau  Independent Sample T-test. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruhpembelajaran kooperatif model point counter point terhadap kemampuan berpikiranalitis peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil uji hipotesis yangmenunjukkan nilai rata-rata kemampuan berpikir analitis lebih tinggi. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah ada pengaruhpembelajaran kooperatif model point counter point terhadap kemampuan berpikir analitis peserta didik kelas XI IPS SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. 

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Menggunakan Media Video Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Peserta Didik Kelas XI IIS di SMA Negeri I Lawang.

    No full text
    ABSTRAK Yuda, Fransiska Devi. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Menggunakan Media Video Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Peserta Didik Kelas XI IIS di SMA Negeri I Lawang. Skripsi. Pendidikan Geografi, Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Drs. Mustofa, M.Pd Kata Kunci: model pembelajaran Problem Based Learning, berpikir analitis, media video Alasan kuat yang mendasari penelitian ini yaitu adanya perpaduan antara model pembelajaran Problem Based Learning dengan menggunakan media video yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi salah satunya kemampuan berpikir analitis peserta didik dalam memecahkan suatu masalah. Model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan media video merupakan model pembelajaran yang menyajikan permasalahan nyata dimana suatu masalah ditampilkan melalui tayangan video. Penerapan model pembelajaran ini di dalam kelas, memiliki kelebihan diantaranya mendorong peserta didik untuk bekerjasama dalam menyelesaikan suatu masalah yang ada dalam video secara berkelompok, melibatkan mereka dalam penyelidikan pilihan sendiri dan membantu mereka belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan media video terhadap kemampuan berpikir analitis peserta didik pada kelas XI IIS di SMA Negeri I Lawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan design penelitian post test control group design. Subjek penelitian yaitu kelas XI SMA Negeri I Lawang yang terdiri dari 5 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling berdasarkan nilai rata-rata UAS semester genap tahun ajaran 2015/2016. Dari teknik tersebut maka diperoleh 2 kelas yakni kelas XI IIS 2 sebagai kelas eksperimen dan XI IIS 1 sebagai kelas kontrol. Instrument yang digunakan berupa soal essay yang terdiri dari 5 soal. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan uji statistik parametrik yakni uji t. Hasil penelitian membuktikan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan media video berpengaruh signifikan terhadap kemampuan bepikir analitis pada kelas XI IIS di SMA Negeri I Lawang. Hal tersebut ditunjukkaan dengan nilai sig. 2 tailed sebesar 0.000 karena nilai probabilitas hasil uji t sebesar 0.000 < 0.05 dan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi yakni 78.61 dibanding kelas control yakni 66.50 maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan media video berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir analitis pada kelas XI IIS SMA Negeri I Lawang. Yuda, Fransiska Devi. 2016. The Influence Of Problem Based Learning Model Using Video Media Towards Analytical Thinking Ability In Grade  XI IIS At SMAN I Lawang. Thesis. Geography Education, Graduate University Of Malang. Supervisor: (I) Hadi Soekamto, Drs., S.H., M.Pd, (II) Mustofa, Drs., M.Pd. Keywords: learning model of Problem Based Learning, analytical thinking, video media Compelling reason that underlies this study is the combination between learning model Problem Based Learning using video media that are able to develop high-order thinking skills one of which analytical thinking skills of students in solving a problem. Learning model of Problem Based Learning using video media is a learning model that presents a real problem where a problem is displayed through the video content. In its application in the classroom, this model has advantages such as encouraging students to cooperate in resolving a problem that exists in the video in groups, engage learners in the investigation of their own choice and to help students become independent learners. This research aims to determine influence learning model of Problem Based Learning using video media towards analytical thinking ability in grade XI IIS at SMAN I Lawang. This research is a quasi experimental research design using a posttest only control group design. The research subject is class XI SMA Negeri I Lawang consisting of 5 classes. Sampling was done by simple random sampling technique based on the average value of UAS second semester of academic year 2015/2016. The technique of it is obtained two classes namely class X IIS 2 as an experimental class and class XI IIS 1 as a control class. Instrument used in the form of essay consists of 5 questions. Data analysis techniques to test the hypothesis using parametric statistical tests that the t test. The result prove that learning model of Problem Based Learning using video media significantly influence towards analytical thinking ablility in class XI IIS at SMAN I Lawang. This is indicated by sig. 2 tailed probability value of 0.000 because the t test results amounted to 0.000 < 0.05 and the average value of the experimental class higher at 78.61 compared to the control class 66.50, H0 rejected. It concluded that the that learning model of Problem Based Learning using video media significantly influence towards analytical thinking ablility in class XI IIS at SMAN I Lawan

    Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI di SMA Se-Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRACT Ariyanti, Aisofa. 2016. Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar Pada MataPelajaran Geografi Kelas XI di SMA Se-Kecamatan Pandaan KabupatenPasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ardyanto Tanjung, S.Pd,M.Pd, (2) Ir. Juarti, M.P. Kata Kunci: Pemanfaatan internet, Sumber Belajar.Internet merupakan salah satu bentuk perkembangan IPTEK yang mampumemberikan informasi secara cepat dimanapun dan kapanpun. Menyadari bahwabuku cetak yang menjadi pegangan siswa sebagai sumber belajar memiliki materiyang terbatas, sangat memungkinkan siswa untuk mencari tambahan referensilain. Salah satu alternatif untuk mencari tambahan materi yang pelajaran secaracepat dengan menggunakan fasilitas internet. Internet sebagai sumber belajardiharapkan mampu menjadi bagian dari suatu proses pembelajaran di sekolah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan internet sebagaisumber belajar pada mata pelajaran geografi SMA di Kecamatan Pandaan,mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pemanfaatan internet sebagaisumber belajar geografi SMA di Kecamatan Pandaan, dan seberapa besarpemanfaatan internet sebagai sumber belajar pada mata pelajaran geografi SMAdi Kecamatan Pandaan. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Analisis datapenelitian yang digunakan adalah persentase. Instrumen penelitian menggunakanangket yang sebelumnya sudah diuji validitas dan reliabelitasnya.  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan internetsebagai sumber belajar geografi SMA di Kecamatan Pandaan termasuk dalamkriteria sedang dengan rata-rata persentase dari 5 sekolah negeri/swasta adalahsebesar 57,75%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan internet sebagaisumber belajar pada mata pelajaran geografi SMA di Kecamatan Pandaan sudahbaik tetapi belum optimal penggunaannya sebagai sumber belajar. Saran diberikan kepada: 1) sekolah, agar memperbaiki fasilitas wifidisekolah; 2) siswa, supaya lebih optimal dalam pemanfaatan internet sebagaisumber belajar geografi; 3) peneliti, perlu dilakukan penelitian mengenaipemanfaatan internet sebagai sumber belajar geografi SMA pada wilayah yanglebih luas beserta kendala-kendala yang dapat menghambat. ABSTRACT Ariyanti, Aisofa. 2016. Utilization of the Internet as a Learning Resource OnGeography Lesson at Senior High School XI Grade in Pandaan SubdistrictPasuruan Regency. Thesis, Department of Geography Education, Faculty ofSocial Sciences, State University of Malang. Supervisor: (1) ArdyantoTanjung, S. Pd, M. Pd, (2) Ir. Juarti, M.P. Keywords: Utilization of the Internet, Learning Resources.Internet is one of the development of science and technology which is ableto provide a huge amount of  information wherever and whenever we need it.Recognizing that printed books which  have been a guideline for students as alearning resource has limited materials, students need to enrich their additionalmaterials as their additional supplement of references. One alternative that can beused as a additional material for studying is by using the internet facility. Internetas a learning resource is expected to be part of a learning process at school. This study aims to determine the use of the Internet as a source of learningon the subjects of geography at Senior high school in the Pandaan District,determine what factors are affecting the use of the Internet as a source of learninggeography at Senior high school in the Pandaan District, and how much the use ofthe Internet as a source of learning on the subjects of geography at Senior highschool in Sub Pandaan District. The research method used in this research isdescriptive. The data in this research was analyzed by percentage. The researchinstrument used in this research is a questionnaire that had previously been testedfor its validity and reliabelity. Based on the results of the study, it indicates that the use of the Internet as asource of learning geography at senior high school in the Pandaan District belongsto the average criteria in which the percentage of the use of internet in five publicschool / private sector reached to 57,75%. It can be concluded that the use of theInternet as a source of learning on the subjects of geography at senior high schoolin that Pandaan District is good but not optimal enough in using it as a learningresource. Advices are given to: 1) the school, in order to optimize the wifi facilities inschools; 2) students, in order to optimize in utilizing and using the Internet as asource of learning geography; 3) researchers, it is needed to do another researchon utilizing the Internet as a source of learning Geography at Senior high schoolin the wider region as well as the new challenges that might happen in its implementation

    Perbandingan Model Pembelajaran Think Pair Share dan Think Pair Square terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas XI IIS SMA Negeri 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK Musyrifin, Inayatul. 2015. Perbandingan Model Pembelajaran Think Pair Share dan Think Pair Square terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas XI IIS SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si. Kata Kunci: Think Pair Share, Think Pair Square, Kemampuan Berpikir Kritis Model pembelajaran Think Pair Share dan Think Pair Square mampu melatih kemampuan berpikir kritis. Kedua model ini memiliki tahapan yang hampir sama karena Think Pair Square hasil modifikasi dari Think Pair Share. Perbedaan antar keduanya terletak pada tahapan pengelompokkan, di mana Think Pair Share hanya terjadi satu kali pengelompokkan sedangkan Think Pair Square terjadi dua kali pengelompokkan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share dan Think Pair Square pada materi pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan (2) mengetahui apakah model pembelajaran Think Pair Square lebih baik dari pada Think Pair Share terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI IIS SMAN 9 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain post test only randomized group design. Subjek dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen 1 yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran Think Pair Share dan kelompok eksperimen 2 yang diberi perlakuan dengan menggunakan  model pembelajaran Think Pair Square. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dengan soal uraian. Analisis data menggunakan uji-t untuk hipotesis pertama dan membandingkan nilai rata-rata tes kedua kelas untuk menguji hipotesis kedua. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) uji hipotesis menunjukan nilai signifikan atau probabilitas 0,005 < 0,05, maka H0 ditolak. (2) nilai tes (post-test) kelompok eksperimen 1 dengan model pembelajaran  Think Pair Share sebesar 83,21 dan eksperimen 2 dengan model pembelajaran  Think Pair Square sebesar 89,94. Lebih tinggi kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen 2 sebanyak 6,73. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share dan Think Pair Square (2) model pembelajaran Think Pair Square lebih baik terhadap kemampuan berpikir kritis daripada model pembelajaran Think Pair Share. Model pembelajaran Think Pair Share dan Think Pair Square memiliki kelebihan yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, disarankan untuk digunakan dalam melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik. Didukung dengan pembelajaran yang bersifat kontekstual akan menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik. Musyrifin, Inayatul. 2015. Comparison of Think Pair Share and Think Pair Square Learning Model on Critical Thinking Ability of Grade XI Students of Social Sciences of SMA Negeri 9 Malang. Thesis, Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Malang. Supervisor: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si. Keywords: Pair Share Think, Think Pair Square, Critical Thinking Skills The learning model Think Pair Share and Think Pair Square were able to train critical thinking skills. Both models have almost the same phase as Think Pair Square modification of Think Pair Share. The difference between them lies in the stage grouping, where Think Pair Share only happened one grouping while Think Pair Square happened twice grouping. The purpose of this study is (1) determine differences in critical thinking skills of learners by using model Think Pair Share and Think Pair Square on material preservation of the environment and sustainable development (2) determine whether the learning model Think Pair Square is better than the Think Pair Share the critical thinking skills of students grade XI Social Sciences SMAN 9 Malang. The design of the study is a quasi-experiment (quasi-experimental) design with post test only randomized group design. Subjects in this study were divided into two groups: the experimental group 1 were treated with a learning model Think Pair Share and the experimental group 2 were treated using learning model Think Pair Square. The data collection techniques using test essay. The data analysis using t-test for the first hypothesis and compares the average value of the second test class to test the second hypothesis. The results of this study are: (1) the hypothesis test showed a significant value or probability 0.00

    Pengaruh Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation) terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Pare, Kabupaten Kediri

    No full text
    ABSTRAK Putra,  Yosia Vellanda. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation) Terhadap Kemampuan Berfikir Analitis Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Pare, Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Purwanto, S.Pd, M.Si., (2) Dr. Budi Handoyo, M.Si. Kata Kunci: Model Pembelajaran Group Investigation, Kemampuan Berpikir  Analitis Model pembelajaran yang berkembang dewasa ini adalah pembelajaran kooperatif yang menuntut siswa untuk aktif dan bekerja sama dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran kooperatif memiliki berbagai model, salah satunya adalah Group Investigation. Peneliti memilih model pembelajaran ini karena model ini memiliki berbagai kelebihan dan sintaknya sesuai dengan Kurikulum 2013. Dengan memadukan pembelajaran yang efektif dan berprinsip demokrasi, hal ini dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berpikir analitis dan memiliki keterampilan sosial yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan berpikir analitis pada siswa Kelas XI SMAN 2 Pare. Rancangan penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design yang termasuk dalam penelitian kuantitatif. Penelitian inidilaksanakan di SMA Negeri 2 Pare Kabupaten Kediri dengan XI IPA 5 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 6 sebagai kelas kontrol. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir analitis siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan awal dan tes kemampuan akhir. Analisis data dilakukan dengan membandingkan gain score antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan berpikir analitis siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Nilai probabilitas kelas eskperimen adalah 0,007 dan kelas kontrol adalah 0,032. Jika nilai probabilita

    Perubahan Pekerjaan dan Pendapatan Masyarakat di Ekowisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK   Nurrohmi, Yusnia. 2014. Perubahan Pekerjaan dan Pendapatan Masyarakat di  Ekowisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M. Si., (2) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M. Si.   Kata Kunci: perubahan, ekowisata mangrove bedul, pekerjaan, pendapatan   Perubahan kawasan Pantai Bedul sebagai kawasan ekowisata dengan nama Ekowisata Mangrove Bedul dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian hutan mangrove dan ekosistem di dalamnya terhadap pembalakan liar yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab serta untuk memberdayakan masyarakat lokal. Perubahan kawasan Bedul menjadi kawasan ekowisata menjadi peluang bagi masyarakat melakukan perubahan pekerjaan dari sektor nonwisata ke sektor wisata. Perubahan pekerjaan yang dilakukan masyarakat diharapkan memberikan perubahan pendapatan yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perubahan jumlah pengunjung Ekowisata Mangrove Bedul di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, (2) Mengetahui perubahan pekerjaan masyarakat di Ekowisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi, dan (3) Mengetahui perubahan pendapatan masyarakat di Ekowisata Mangrove Bedul Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini adalah jenis penelitian survey.   Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Perubahan jumlah pengunjung mengalami peningkatan sebesar 530% pada tahun 2009 sampai 2010, pada tahun 2011 mengalami penurunan sebesar 15,9%; pada tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 11,8%; pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 10,9%; dan pada tahun 2014 Bulan Januari sampai Oktober mengalami penurunan sebesar 34,3%; (2) Perubahan pekerjaan pokok yang dilakukan masyarakat sebesar 55%, sedangkan yang tidak mengalami perubahan pekerjaan pokok sebesar 45%; perubahan pekerjaan sampingan masyarakat sebesar 52,5%; sedangkan yang tidak mengalami perubahan pekerjaan sampingan sebesar 47,5%; dan (3) Rata-rata pendapatan pokok masyarakat mengalami peningkatan sebesar 43,8% dari Rp 507.250,- menjadi Rp 729.500,- sedangkan rata-rata jumlah pendapatan sampingan masyarakat mengalami peningkatan sebesar 543% dari Rp 42.500,- menjadi Rp 273.250,-.
    SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Repository Dashboard
    Do you manage SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!