SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir

    ANALISIS TEGANGAN TERMAL PADA DINDING BEJANA TEKAN REAKTOR PWR

    Get PDF
    ANALISIS TEGANGAN TERMAL PADA DINDING BEJANA TEKAN REAKTOR PWR. Bagian utama di dalam PLTN tipe Pressure Water Reactor (PWR) adalah bejana tekan dan sistem pendingin reaktor. Bejana tekan reaktor sering mendapatkan beban termal, radiasi, tekanan dan kemungkinan korosi. Salah satu masalah di dalam sistim keamanan suatu PLTN adalah, bejana tekan harus mampu menahan tegangan akibat beban termal. Oleh karena itu kajian tentang integritas struktur dari bejana tekan perlu dikaji sehingga integritas struktur dapat dijaga selama umur pa-kainya. Salah satu kajian tentang integritas struktur adalah analisis struktur yang ditinjau berdasarkan tegangan dengan cara menvariasikan beban termal. Penyelesaian masalah menggunakan simulasi komputasi elemen hingga dengan perangkat lunak MSC-NASTRAN. Simulasi komputasi menggunakan data bejana tekan reaktor AP1000. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan ana-lisis struktur berdasarkan tegangan akibat beban termal. Analisis tegangan akibat beban termal dil-akukan pada dinding bejana tekan. Hasil simulasi komputasi menunjukkan bahwa pengaruh perbe-daan temperatur inlet dan outlet yang besar akan meningkatkan tegangan termal. Pada kondisi tem-peratur di inlet dan outlet sebesar 427 oC dan 250 oC diperoleh tegangan termal sebesar 248 MPa. Hasil analisis tegangan termal pada kondisi ini masih aman karena besar tegangan yang diizinkan sebesar 1/3 dari nilai tensile strength material.Kata kunci: dinding bejana tekan, tegangan-termal, Code MSC-NASTRAN, PW

    STUDI SENSITIVITAS KETINGGIAN TERAS REAKTOR DALAM DESAIN HTR PEBBLE BED

    Get PDF
    STUDI SENSITIVITAS KETINGGIAN TERAS REAKTOR DALAM DESAIN HTRPEBBLE BED. HTR pebble bed adalah reaktor temperatur tinggi berbahan bakar pebble danberpendingin gas helium dengan teras densitas daya rendah. Teras HTR pebble bed disebut terasgrafit penuh karena mengggunakan struktur grafit sebagai moderator dan reflektor, partikel bahanbakar berlapis grafit dan elemen bakar grafit lengkap. Makalah ini mendiskusikan sensitivitasketinggian teras reaktor dalam desain HTR pebble bed. Perhitungan dikerjakan dengan programtranspor Monte Carlo MCNP5 pada temperatur kamar. Berbagai opsi matriks bahan bakar UO2,PuO2 dan ThO2/UO2 dieksaminasi untuk konfigurasi teras dengan rasio F/M 1:0 dan F/M 1:1. Hasilperhitungan memperlihatkan kondisi kritis teras dengan bahan bakar PuO2 untuk rasio F/M 1:0 di-capai pada ketinggian 66 cm, ThO2/UO2 pada ketinggian 88 cm dan UO2 pada ketinggian 106 cmsedangkan ketinggian kritis konfigurasi teras PuO2 dengan rasio F/M 1:1 terjadi di 78 cm, ThO2/UO2 di 124 cm dan UO2 di 138 cm. Hasil-hasil ini menyimpulkan bahwa selain pengkayaan, radiuskernel, fraksi packing partikel TRISO dan dimensi reflektor grafit, ketinggian teras reaktormerupakan salah satu parameter neutronik yang harus dipertimbangkan dalam desain HTR pebblebed dengan matriks bahan bakar yang spesifik.Kata Kunci : HTR pebble bed, ketinggian teras, MCNP5, ENDF/B-VI, rasio F/

    PEMODELAN SISTEM KONVERSI ENERGI RGTT200K UNTUK MEMPEROLEH KINERJA YANG OPTIMUM

    Get PDF
    RGTT200K adalah konsep Reaktor Gas Temperatur Tinggi (RGTT) yangdidesain berdaya termal 200 MW. Reaktor ini berpendingin gas helium dengan temperatur outletreaktor 950 oC. Sistem konversi energi untuk pemanfaatan energi termal dari reaktor ini menerapkansistem kogenerasi untuk pembangkit listrik, produksi hidrogen dan desalinasi air laut. Sistemkonversi energi RGTT200K dimodelkan sebagai siklus Brayton dengan menempatkan turbin gasdalam satu siklus langsung. Selain turbin gas, komponen utama dalam sistem konversi energiRGTT200K adalah Intermediate Heat Exchanger (IHX), rekuperator, precooler dan kompresor gas.Dalam makalah ini diuraikan hasil pemodelan sistem konversi energi RGTT200K untuk memperolehhasil kinerja yang optimum. Analisis pemodelan sistem konversi energi dilakukan denganmemvariasikan temperatur outlet reaktor. Pemodelan dan perhitungan parameter termodinamikadilakukan dengan menggunakan paket program komputer ChemCAD 6.1.4. Efisiensi termal danfaktor pemanfaatan energi (Energy Utilization Factor / EUF) digunakan sebagai parameterpembanding. Pemodelan dengan variasi temperatur outlet reaktor dilakukan antara 900 oC hingga1000 oC pada kondisi daya termal reaktor 200 MW. Hasil perhitungan model sistem konversi energiRGTT200K menunjukkan bahwa efisiensi termal dan faktor pemanfaatan energi (EUF) optimaldiperoleh pada temperatur outlet reaktor 950 oC

    STUDI KOMPARASI PERHITUNGAN LAJU DOSIS PADA KASUS SUMBER TITIK ISOTROPIK

    Get PDF
    Perhitungan laju dosis dapat ditentukan dengan 2 jenis metode perhitungan, yaitu metode deterministik dan metode stokastik. Untuk berbagai aplikasi keperluan praktis, metode deterministik lebih baik mengingat waktu perhitungan yang jauh lebih cepat dan pemodelan yang jauh lebih seder-hana daripada metode stokastik. Metode deterministik dapat dilakukan dengan menerapkan teknik penyelesaian „point kernel‟ sebagai basis perhitungan. Salah satu program computer (code) yang mengadopsi teknik tersebut dan telah digunakan secara luas adalah QAD-CGGP-A. Selain dengan code, dewasa ini juga telah banyak dikembangkan program aplikasi sejenis yang bisa diakses dari personal komputer ataupun gadget seperti program aplikasi freeware “Rad Pro Calculator versi 3.26“ dan aplikasi android “Radiation Calculator”. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan code QAD-CGGP-A, program aplikasi Rad Pro Calculator dan Radiation Calculator untuk menghitung laju dosis gamma pada suatu sumber radiasi berbentuk sumber titik isotropik. Hasil perhitungan diverifikasikan dengan hasil perhitungan teoritis berdasarkan persamaan aproksimasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung penetrasi sumber gamma dalam bentuk laju dosis sumber standar Co-60 sebagai sumber titik isotropik dan juga untuk mengetahui dan memverifikasi sejauh mana komparasi hasil perhitungan berbasis program aplikasi dengan perhitungan teoritis. Secara umum, hasil perhitungan laju dosis dengan ketiga program menunjukkan hasil yang lebih kecil da-ripada hasil perhitungan teoritis berdasarkan rumus aproksimasi. Hasil perhitungan laju dosis dengan aplikasi Radiation Calculator memiliki perbedaan sekitar 11 %, sedangkan hasil perhitungan QAD-CGGP-A dan Rad. Pro Calculator memiliki perbedaan sekitar 26% dengan hasil teoritis

    KAJIAN FLUKS NEUTRON TERAS REAKTOR DAYA GENERASI LANJUT

    Get PDF
    KAJIAN FLUKS NEUTRON TERAS REAKTOR DAYA GENERASI LANJUT. Pada saat ini sedang dikembangkan sistem energi nuklir generasi keempat (SEN Gen IV) atau generasi lanjut oleh Generation IV International Forum (OIF). Sistem energi nuklir tersebut adalah : (1) Gas-Cooled Fast Reactor (GFR), (2) Lead-Cooled Fast Reactor (LFR), (3) Molten Salt Reactor (MSR), (4) Sodium-Cooled Fast Reactor (SFR), Super Critical Water Reactor (SCWR), dan (6) Very High Temperature Reactor (VHTR). Dalam perkembangannya reaktor generasi lanjut diharapkan akan bisa menggantikan PLTN yang sedang beroperasi sekarang ini. Agar suatu reaktor bisa beroperasi sesuai dengan yang diharapkan, maka kajian teras reaktor merupakan suatu hal yang sangat penting untuk beroperasinya suatu reaktor. Sebagai langkah awal untuk memahami reaktor generasi lanjut, maka pada penelitian ini telah dilakukan kajian fiuks neutron teras reaktor daya generasi lanjut dari reaktor jenis GFR dengan daya 600 MWth berbahan bakar UPuC/SiC dengan komposisi (UPuC=70% dan SiC=30%) dengan kandungan Pu =20%. Hasil perhitungan dengan mengunakan program komputer MCNP IVB diperoleh fiuks neutron 1,851 x 1015 n/cm 2 Idt

    KARAKTERISASI PROSES PENANGKAPAN PENGOTOR N2 DAN O2 PADA KARBON AKTIF SISTEM PEMURNIAN RGTT200K

    Get PDF
    RGTT200K adalah Reaktor Gas TemperaturTinggi 200MWth Kogenerasi. RGTT200K menggunakan helium sebagai pendingin. Kemurnianhelium harus selalu dijaga dari pengotor berbentuk partikel padatan dan gas. Untuk menjaminkeselamatan operasional reaktor, RGTT200K dilengkapi dengan sistem pemurnian pendingin reaktor.Ada 4 tahapan proses dalam sistem pemurnian helium untuk mengendalikan kotoran-kotoranyang muncul selama operasi, yaitu penyaringan partikulat padat, oksidasi gas pengotor, penyaringanmolekuler, dan adsorpsi kriogenik. Dalam proses pemurnian helium, temperatur dan tekanan mempunyaiperan yang sangat menentukan dalam keberhasilan pemurnian. Makalah ini membahas analisispengaruh tekanan dan temperatur terhadap proses penyaringan gas pengotor dengan Karbon Aktif.Unit operasi Karbon Aktif dimodelkan dengan software Super Pro Designer. Hasil analisismenunjukkan bahwa kenaikan temperatur dari: 200oChingga 0oC menurunkan kapasitas serap KarbonAktif terhadap O2 dari 0,000103 g/L hingga 0,000033 g/L. Sedangkan untuk pengotor N2 dengankenaikan temperatur yang sama menurunkan kapasitas serap Karbon Aktif dari 0.00009 g/L hingga0.000029 g/L. Hubungan temperatur dengan jumlah O2 dan N2 yang tertangkap oleh Karbon Aktifditunjukkan oleh persamaan linier yaitu: Y = -3.10(-7)X+2.10(-5). Kenaikan tekanan dari 5 bar hingga50 bar meningkatkan kapasitas serap Karbon Aktif terhadap O2 dari 0,000048 g/L hingga 0,000463g/L. Hubungan tekanan dengan jumlah O2 yang tertangkap ditunjukkan oleh persamaan linier: Y = -9.10(-6)X+2.10(-5). Demikian pula pada kenaikan tekanan yang sama kapasitas serap terhadap N2 meningkatdari 0,000043 g/L menjadi 0,0000405 g/L. Hubungan tekanan dengan jumlah N2 yang tertangkapoleh Karbon Aktif ditunjukkan oleh persamaan linier Y = -8.10(-6)X+2.10(-5)

    PENGENDALIAN DAYA HEATER PADA FASILITAS EKSPERIMEN KANAL MENGGUNAKAN MEKANISME PWM BERBASIS LABVIEW

    Get PDF
    PENGENDALIAN DAYA HEATER PADA FASILITAS EKSPERIMEN KANAL MENGGUNAKAN MEKANISME PWM BERBASIS LABVIEW. Fasilitas Eksperimen Kanal (ExNal) merupakan fasilitas penelitian fenomena pada bahan bakar reaktor. Dalam pengoperasiannya, ExNal perlu dilengkapi dengan heater sebagai simulator kalor yang dihasilkan reaksi fisi bahan bakar nuklir. Untuk itu, perlu adanya suatu kontrol untuk mengendalikan daya heater sesuai kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kemampuan kontrol PWM terhadap daya heater dan mengetahui pada frekuensi berapa tegangan output heater bekerja sesuai duty cycle yang diberikan. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak pengolah grafis LabVIEW. Analisis perhitungan dilakukan berdasarkan nilai duty cycle yang terbaca pada grafik waktu terhadap tegangan dan arus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari delapan frekuensi yang diuji dari 0,1 Hz hingga 5 Hz, daya rata-rata heater berbanding lurus dengan duty cycle yang diberikan. Namun demikian daya heater optimal akan diperoleh pada frekuensi di atas 1 Hz. Kata kunci : daya heater, duty cycle, eksperimen kanal, LabVIEW, PWM

    CALCULATION OF PROBABILITY OF TRISO PARTICLE FAILURE USING TIMCOAT AND PEBBED CODE

    Get PDF
    CALCULATION OF PROBABILITY OF TRISO PARTICLE FAILURE USING TIMCOAT AND PEBBED CODE. The calculation of the failure probability for fuel particles (TRISO) in the HTGR type reactor has been successfully carried out. This study aimed to estimate the failure probability of the fuel particles in the HTR-10 and HTR-PM, as well as to analyze the fuels of those reactors by varying the SiC thickness. The initial layer thickness of SiC in the HTR-10 and HTR-PM is 35 µm. The PEBBED code was used to simulate calculations resulting in the power distribution data, which is then compared with the results from the TIMCOAT simulation process. The TIMCOAT simulation calculation results, which are based on the SiC thickness variation, showed that the thickness failure is smaller if applied to the HTR-10 and HTR-PM. Based on the comparison between the two reactors, the failure probability of HTR-PM fuel particle has the value smaller than that of the HTR-10 with the difference of 10-5 .Keywords: failure particle, HTR-10, HTR-PM, TRISO, TIMCOAT

    ANALISIS PENGARUH WATER INGRESS TERHADAP PERTUMBUHAN GAS CO DAN H2 DALAM PENDINGIN RGTT200K

    Get PDF
    RGTT200K adalah reaktor berpendingin gastemperatur tinggi 200 MW termal kogenerasi yang direncanakan dibangun di Indonesia untukmemenuhi kebutuhan energi nasional. Helium dipilih sebagai media pendingin RGTT200Kdikarenakan helium adalah senyawa inert dan mempunyai kapasitas panas tinggi. Guna memperolehkeselamatan dan keandalan operasi RGTT200K maka kandungan gas pengotor dalam pendinginharus diupayakan sesuai dengan persyaratan operasi yang telah ditetapkan. Water ingress adalahsalah satu penyebab meningkatnya kandungan gas pengotor dalam pendingin RGTT200K yang perludiminimisasi serendah mungkin. Dalam makalah ini dianalisis pengaruh water ingress terhadappertumbuhan gas CO dan H2 dalam pendingin RGTT200K.Tujuan analisis ini adalah untukmengetahui pengaruh water ingress terhadap kuantitas spesi gas CO dan H2 dalam pendingin. Datahasil analisis selanjutnya digunakan untuk perancangan sistem yang terkait dengan penekananproses water ingress dalam pendingin RGTT200K. Analisis dilakukan dengan pemodelan reaksioksidasi grafit dan air pada kondisi temperatur operasi RGTT200K menggunakan perangkat lunakSuperPro Designer. Hasil analisis menunjukkan bahwa kenaikan laju water ingress dalam pendinginRGTT200K mulai dari 0,005 hingga 0,024 kg/jam akan berdampak terhadap degradasi grafit mulaidari 0,003 hingga 0,016 kg/jam, dan pertubuhan kuantitas gas CO mulai dari 0,007 hingga 0,037 kg/jam serta gas H2 mulai dari 0,001 hingga 0,003 kg/jam

    PERHITUNGAN NOISE HIDRODINAMIKA DALAM KATUP KONTROL PADA SISTEM INSTRUMENTASI DAN KENDALI MENGGUNAKAN SMART PLANT

    Get PDF
    Telah dilakukan perhitungan karakteristikkatup kontrol pada Sistem Instrumentasi dan Kendali dengan menggunakan software Smart plant. Perhitunganini dilakukan agar katup kontrol yang akan dipasang sebagai bagian dari sistem instrumentasi dan kendalimemberikan kinerja sesuai dengan desain. Karakteristik-karakteristik yang telah dihitung adalah Reynoldsnumber factor yang berkaitan dengan rezim aliran dalam katup, Critical pressure factor, Valve cavitation indexdan Hydrodynamic noise. Dalam makalah ini pembahasan akan dibatasi pada hal berkaitan dengan proses pembangkitanHydrodynamic noise dengan model yang digunakan adalah sistem instrumentasi dan kendali yangada di desain pabrik yellow cake pada kegiatan PIPKPP tahun 2012. Hasil perhitungan noise pada katup yangada pada desain tersebut berkisar antara 9.58 ~ 70.1 dBA
    SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir
    Access Repository Dashboard
    Do you manage SIGMA EPSILON - Buletin Ilmiah Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! CORE Repository Dashboard!