Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Pasir Pengaraian
Not a member yet
1818 research outputs found
Sort by
Development of an ethnomathematics-based e-module on the dori mpulor traditional house to enhance students' mathematical problem-solving ability
This study was motivated by the low performance of Indonesian students in mathematics, as reflected in the 2022 PISA results, which indicated that Indonesia’s average mathematics achievement remained below the OECD average. This condition shows the need for learning materials that can support students’ conceptual understanding and mathematical problem-solving ability through contextual and meaningful learning. This study aims to develop an ethnomathematics-based e-module on the Dori Mpulor traditional house to enhance students’ mathematical problem-solving ability. The research employed the ADDIE development model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The research subjects were 85 junior high school students from three schools in Landak, Sanggau, and Sekadau Regencies. Data were collected through observation, questionnaires, interviews, and mathematical problem-solving tests. The quality of the e-module was assessed based on validity, practicality, and effectiveness. The results showed that the e-module obtained an average validity score of 92.55%, categorized as very valid, and an average practicality score of 90.90%, categorized as very practical. The effectiveness test produced an N-Gain score of 0.76, categorized as high. These findings indicate that the ethnomathematics-based e-module on the Dori Mpulor traditional house is valid, practical, and effective in enhancing students’ mathematical problem-solving ability. The e-module also provides contextual learning experiences by connecting formal mathematical concepts with local cultural values
A Qualitative analysis of teacher feedback and student motivation in statistics didactic design
Teacher feedback plays an important role in supporting students’ learning motivation, particularly when it is integrated into the learning process through a well-structured didactic design. However, feedback in statistics learning is often still predominantly evaluative and has not been systematically used to guide students’ learning processes. This study aims to identify the types of teacher feedback provided to students in Class VII-A of SMP Negeri 26 Bandar Lampung and to describe students’ learning motivation after receiving feedback within a statistics didactic design. This research employed a qualitative case study design involving 31 seventh-grade students in the even semester of the 2023/2024 academic year. Data were collected through field notes, Likert-scale questionnaires on teacher feedback and student learning motivation, and interviews. The data were analyzed descriptively to identify patterns of teacher feedback and students’ motivational responses. The findings indicate that verbal feedback was the dominant form of feedback provided by the teacher. The most frequently observed feedback indicators were timely, specific, and process-focused feedback. In addition, students with high and moderate mathematical ability tended to show higher learning motivation than students with low mathematical ability. These findings suggest that process-oriented teacher feedback can support students’ motivation in learning statistics, especially when it is embedded in a structured didactic design
Penguatan Manajemen Keuangan Usaha Lobster Air Tawar pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Bumi Paccellekang Sejahtera
BUMDES Bumi Paccellekang Sejahtera memiliki unit usaha budidaya lobster air tawar yang berpotensi meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemui permasalahan pada aspek manajemen keuangan, seperti belum tertibnya pencatatan keuangan, belum tersusunnya laporan keuangan usaha, serta lemahnya pengelolaan arus kas sebagai dasar pengambilan keputusan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat manajemen keuangan usaha lobster air tawar pada BUMDES Bumi Paccellekang Sejahtera melalui peningkatan kapasitas pengelola BUMDES. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan manajemen keuangan usaha, pendampingan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan, serta evaluasi hasil kegiatan. Luaran dari kegiatan ini berupa peningkatan pemahaman pengelola BUMDES terhadap manajemen keuangan usaha, tersedianya pencatatan dan laporan keuangan sederhana, serta meningkatnya kemampuan BUMDES dalam mengelola usaha lobster air tawar secara transparan dan berkelanjutan
Implementasi Sistem Otomatisasi Konfigurasi Server Berbasis Ansible dan Semaphore pada Infrastruktur TI Perusahaan Ritel
Manajemen konfigurasi infrastruktur server secara manual pada perusahaan ritel dengan banyak cabang sering kali menghadapi kendala efisiensi waktu dan tingginya risiko kesalahan manusia (human error). Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem otomatisasi konfigurasi server DNS dan NTP menggunakan pendekatan Infrastructure as Code (IaC) dengan tools Ansible dan antarmuka manajemen Semaphore. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain Pre-test and Post-test Group serta pengujian kinerja (performance testing) dan validasi fungsional untuk membandingkan kinerja antara konfigurasi manual (konvensional) dan otomatisasi. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan. Pada skenario satu server, waktu konfigurasi berkurang dari 27 menit menjadi 8 menit dengan efisiensi sebesar 70,4%. Peningkatan kinerja yang lebih drastis terlihat pada implementasi skala luas (14 server), di mana metode otomatisasi mampu memangkas waktu dari estimasi 378 menit (metode manual) menjadi 9 menit berkat kemampuan eksekusi paralel, menghasilkan tingkat efisiensi waktu mencapai 97,6%. Selain kecepatan, sistem ini juga berhasil menstandarisasi konfigurasi, mengeliminasi kesalahan teknis, dan mempermudah pemantauan infrastruktur secara terpusat
Penerapan Teknologi Pengenalan Wajah Pada Sistem Absensi Guru Di Sdn 04 Bengkulu Tengah Dengan Metode Haar Cascade Classifier
Perkembangan teknologi informasi mendorong pemanfaatan sistem otomatis dalam berbagai bidang, termasuk dalam pengelolaan absensi di lingkungan pendidikan. Proses absensi guru di SDN 04 Bengkulu Tengah yang masih dilakukan secara manual berpotensi menimbulkan permasalahan seperti ketidakefisienan waktu, kesalahan pencatatan, serta peluang terjadinya kecurangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi pengenalan wajah pada sistem absensi guru menggunakan metode Haar Cascade Classifier. Metode Haar Cascade Classifier digunakan untuk mendeteksi wajah guru secara real-time melalui kamera, sehingga proses absensi dapat dilakukan secara otomatis tanpa kontak fisik. Sistem yang dikembangkan mampu melakukan proses login, pendeteksian wajah, pencatatan kehadiran, serta penyimpanan data absensi ke dalam basis data. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem absensi berbasis pengenalan wajah dapat meningkatkan keakuratan data kehadiran, mempercepat proses absensi, serta mengurangi potensi kecurangan dibandingkan dengan sistem absensi manual. Dengan demikian, penerapan teknologi pengenalan wajah menggunakan metode Haar Cascade Classifier pada sistem absensi guru di SDN 04 Bengkulu Tengah dapat menjadi solusi yang efektif dan efisien dalam mendukung pengelolaan kehadiran guru secara modern dan terintegrasi
Klasifikasi Risiko Diabetes Menggunakan Support Vector Machine Berbasis Feature Selection dan Hyperparameter Tuning
Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Deteksi dini risiko diabetes menjadi langkah strategis untuk mencegah komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular dan gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan algoritma Support Vector Machine (SVM) dalam klasifikasi risiko diabetes serta menganalisis pengaruh Feature Selection dan Hyperparameter Tuning terhadap kinerja model. Dataset yang digunakan berjumlah 100.000 data pasien yang diperoleh dari Kaggle  dengan distribusi kelas yang tidak seimbang antara pasien diabetes dan non-diabetes. Preprocessing dilakukan menggunakan Min-Max Normalization. Seleksi fitur diterapkan menggunakan metode ReliefF dan Mutual Information. Evaluasi model menggunakan 10-Fold Cross Validation untuk meminimalkan bias estimasi performa. Hyperparameter Tuning dilakukan menggunakan Optuna dengan optimasi parameter C, gamma, dan degree pada kernel Polynomial dan Radial Basis Function. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Hyperparameter Tuning meningkatkan recall kelas Diabetes dari 0,67 menjadi 0,94 serta meningkatkan akurasi keseluruhan dari 94,76% menjadi 98,90%. Jumlah false negative menurun dari 4.851 menjadi 915 kasus. Temuan ini menunjukkan bahwa optimasi parameter dan seleksi fitur berperan penting dalam meningkatkan sensitivitas model terhadap kelas minoritas pada dataset medis yang tidak seimbang
Peran Pengetahuan dan Pemberdayaan Ibu Hamil dalam Deteksi Dini Risiko Kehamilan: Tinjauan Literatur
This study aims to analyze the role of maternal knowledge and empowerment in the early detection of pregnancy risks through a literature review. Early detection of pregnancy-related risks is essential to prevent maternal and neonatal complications. In addition to antenatal care services, individual factors such as maternal knowledge and empowerment play an important role in improving the ability to recognize danger signs during pregnancy. This study employed a literature review method by searching articles from Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect within the period of 2015–2025. The findings indicate that maternal knowledge is associated with the ability to identify pregnancy danger signs, while empowerment contributes to health-related decision-making. Family and community support further strengthen the implementation of health behaviors. It can be concluded that improving maternal knowledge and empowerment is a key strategy in optimizing the early detection of pregnancy risk
ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIWULAN 3 DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS BATURITI I KABUPATEN TABANAN
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting dalam menilai status kesehatan ibu dan anak. Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia pada ibu hamil triwulan 3 dengan kejadian BBLR di Puskesmas Baturiti I Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilaksanakan pada 22 – 30 April 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 374 orang ibu hamil yang menjalani pemeriksaan kehamilan triwulan 3 di Puskesmas Baturiti I dengan mengambil data kohort dari bulan Januari – Desember 2024, sampel di ambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi data rekam medis mengenai kadar hemoglobin dan berat bayi saat lahir. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian anemia pada ibu hamil triwulan 3 dengan kejadian BBLR (p = 0,000). Seluruh ibu yang mengalami anemia melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa anemia pada triwulan 3 memiliki pengaruh singnifikan terhadap kejadian BBLR. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, pemantauan hemoglobin, dan pemberian tablet tambah darah (TTD) secara optimal selama kehamilan untuk menurunkan risiko BBLR.
Kata kunci: Anemia; Ibu Hamil; Triwulan 3; Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR
Evaluating the reliability of mathematical literacy assessment for pre-service teachers: A generalizability theory approach
Reliable assessment of pre-service teachers' mathematical literacy skills is crucial to ensure their readiness to teach. However, conventional reliability indices often fail to disentangle various sources of measurement error simultaneously. This study applies Generalizability Theory (G-Theory) to evaluate and diagnose the reliability of a mathematics literacy instrument. A two-facet nested design, denoted as , was employed involving 30 undergraduate students (p) with six open ended essay item (i) evaluated by three independent raters (r). A G-study was conducted to estimated variance components, revealing that the largest source of variance originated from raters (92.8%). The initial analysis yielded d generalizability coefficient of 0.27 and dependability coefficient of 0.01, indicating low reliability due to substantial rater inconsistency. A D-study was conducted to evaluate alternative designs, however the results showed that even by increasing the number of items and raters, the G-coefficient 0.38 above the threshold of 0.80. These findings highlight that rater effects pose a major threat to measurement stability and suggest that the current instrument requires fundamental refinement of its scoring rubrics and procedures. This study serves as a critical diagnostic for teacher education programs, providing an empirical basis for optimizing assessment design and institutionalizing rater calibration to improve the evaluation of future educators
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INISIASI MENYUSU DINI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ROKAN HULU
Inisiasi Menyusu Dini merupakan kemampuan seorang bayi untuk menyusu sendiri sesaat setelah lahir, yaitu dalam waktu 60 menit atau 1 (satu) jam pertama setelah bayi dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi tindakan inisiasi menyusu dini di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2023 dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana data yang digunakan merupakan data primer yaitu dengan cara mengisi kuesioner. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Kemudian, data dianalisis secara univariat dan bivariat (uji Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki pendidikan terakhir Dasar (33,4%), menengah (33,3%), dan perguruan tinggi (33,3%), pengetahuan cukup (66,3%), mendapatkan dukungan suami/keluarga (73,4%), peran/sikap bidan/tenaga kesehatan (51,7%).tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan nilai p = 0,117, tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan nilai p = 0,354. Dukungan suami/keluarga dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini bersifat konstan (homogen). Adanya hubungan antara peran bidan/tenaga kesehatan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan nilai p = 0,017. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan pengetahuan tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap pelaksanaan inisiasi menyusu dini, dukungan keluarga bersifat konstan dikarenakan semua responden mendapat dukungan keluarga, dan terdapat hubungan yang bermakna antara peran bidan/tenaga kesehatan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini