Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    28067 research outputs found

    Physical and Chemical Characteristics of Pakchong Grass Silage with Different Levels of Legume Additions

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan leguminosa pada taraf berbeda terhadap karakteristik fisik dan kimiawi silase rumput Pakchong serta menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan kualitas silase terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu P0 (100% rumput Pakchong), P1 (80% rumput Pakchong + 20% lamtoro), P2 (60% rumput Pakchong + 40% lamtoro), P3 (80% rumput Pakchong + 20% kaliandra), dan P4 (60% rumput Pakchong + 40% kaliandra), masing-masing dengan lima ulangan. Parameter yang diamati, meliputi: karakteristik fisik, pH, Fliegh Score, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, Neutral Detergent Fiber (NDF), dan Acid Detergent Fiber (ADF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan leguminosa berpengaruh nyata (P<0.01) terhadap karakteristik fisik dan kimiawi silase rumput Pakchong. Perlakuan P3 menghasilkan mutu fisik dan fermentatif terbaik. P2 menghasilkan kandungan protein kasar tertinggi dan komposisi kimia yang seimbang. Penggunaan kaliandra dalam taraf tinggi (40%) menurunkan kualitas silase, sementara lamtoro lebih stabil digunakan dalam jumlah tinggi.This study aimed to evaluate the effect of different levels of legume addition on the physical and chemical characteristics of Pakchong grass silage and to determine the optimal treatment combination for producing high-quality silage. A Completely Randomized Design (CRD) was employed with five treatments: P0 (100% Pakchong grass), P1 (80% Pakchong grass + 20% Leucaena leucocephala), P2 (60% Pakchong grass + 40% Leucaena leucocephala), P3 (80% Pakchong grass + 20% Calliandra calothyrsus), and P4 (60% Pakchong grass + 40% Calliandra calothyrsus), each replicated five times. The parameters observed included physical characteristics, pH, Fleigh score, crude protein, crude fiber, crude fat, neutral detergent fiber (NDF), and acid detergent fiber (ADF). The results indicated that legume supplementation influenced both the physical and chemical quality of Pakchong grass silage (P<0.01). Treatment P3 produced the most favorable physical and fermentative characteristics, while treatment P2 yielded the highest crude protein content along with a more balanced chemical profile. A high inclusion level of Calliandra calothyrsus (40%) tended to reduce silage quality, whereas Leucaena leucocephala demonstrated better stability and could be incorporated at higher proportions without compromising silage quality.PHC Nusantar

    Optimization of Vetiver Grass for Erosion Control Based on Soil Erodibility and CO2 Absorption Potential

    No full text
    Tanah longsor merupakan ancaman serius di wilayah perbukitan seperti Desa Petir, Kabupaten Bogor. Berbagai metode pengendalian erosi telah digunakan. Penggunaan beton berisiko tinggi terhadap lingkungan karena emisi karbon yang dihasilkan. Metode seperti hydroseeding memang ramah lingkungan dan mampu menyerap CO2, namun belum optimal dalam memperkuat lereng. Penggunaan tanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides) mampu meningkatkan perkuatan lereng sekaligus menyerap CO2 dari atmosfer. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas akar wangi sebagai alternatif ramah lingkungan dalam pengendalian erosi berdasarkan nilai erodibilitas tanah dan kemampuan penyerapan CO2. Hasil menunjukkan tanah di lokasi penelitian memiliki tingkat erodibilitas tinggi (K = 0,50–0,51). Hasil pengujian menunjukkan laju pertumbuhan akar meningkat sebesar 30-40 cm pada 60 HST dan 90 HST yang berfungsi mengikat tanah. Akar wangi terbukti mampu menyerap CO2 hingga 1,53 g/tanaman/hari dalam intensitas cahaya tinggi dan menyimpan karbon dalam biomassa. Akar wangi berpotensi menyerap hingga 2,844 ton CO2/ha/hari. Akar wangi dapat digunakan dalam pengendalian erosi sekaligus berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim.Landslides pose a serious threat in hilly regions such as Petir Village, Bogor Regency. Various erosion control methods have been applied, yet many remain suboptimal. Concrete-based structures, while effective, pose significant environmental risks due to high carbon emissions. Environmentally friendly alternatives such as hydroseeding can absorb CO2 but have limited effectiveness in slope stabilization. This study evaluates the use of Vetiveria zizanioides (vetiver grass) as an eco-friendly alternative for erosion control, based on soil erodibility and carbon sequestration capacity. The results show that the study site has high soil erodibility levels (K = 0,50–0,51). Root growth increased significantly, reaching 30–40 cm between 60 and 90 days after planting (DAP), contributing to soil reinforcement. Vetiver was found to absorb up to 1,53 g CO2/plant/day under high light intensity and store carbon within its biomass. Vetiver can potentially sequester up to 2,844 tons CO2/ha/day. Vetiver grass not only serves as an effective erosion control measure but also contributes to climate change mitigation through carbon capture

    Management of Narrow-Barred Spanish Mackerel (Scomberomorus commerson, Lacepède 1800) in the Java Sea FMA712

    No full text
    Ikan tenggiri merupakan salah satu jenis ikan ekonomis penting yang umum ditangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPPNRI) 712. Penelitian ini berfokus pada wilayah WPPNRI 712 dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari e-logbook Sistem Informasi Logbook Penangkapan Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Metode penelitian meliputi analisis CPUE, standarisasi alat tangkap, dan model produksi surplus. Penangkapan ikan tenggiri yang dilakukan nelayan menggunakan 12 jenis alat tangkap dengan alat tangkap dominan yang digunakan adalah jaring insang hanyut. Catch Per Unit Effort (CPUE) ikan tenggiri di Perairan Laut Jawa selama tujuh tahun terakhir memiliki nilai yang meningkat. Analisis model produksi surplus (MPS) yang dilakukan dengan lima macam model menujukan model Schnute dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 98,15% sebagai model yang paling menggambarkan kondisi sesungguhnya. Status stok ikan tenggiri dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir tergolong overfishing. Pengawasan dan penggunaan sistem e-logbook perikanan yang perlu ditingkatkan sehingga data yang terkumpul dapat memberikan informasi yang lebih akurat mengenai kondisi stok ikan yang sesungguhnya serta dapat mendukung pengambilan keputusan pengelolaan perikanan.The narrow-barred Spanish mackerel is one of the economically important fish species commonly caught in the Fisheries Management Area of the Republic of Indonesia (WPPNRI) 712. This study focuses on the WPPNRI 712 area, using secondary data obtained from the e-logbook of the Fishing Logbook Information System of the Ministry of Marine Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia. The metodology includes surplus production models, CPUE analysis, and fishing power index calculations. Fishermen catch narrow-barred Spanish mackerel using 12 types of fishing gear, with the dominant gear being drift gillnets. The Catch Per Unit Effort (CPUE) of narrow-barred Spanish mackerel in the Java Sea over the past seven years has shown an increasing trend. The surplus production model analysis, conducted using five different models, indicates that the Schnute model, with a coefficient of determination (R²) of 98,15%, best represents the actual condition. The stock status of narrow-barred Spanish mackerel over the past five years has been classified as overfished. Evaluating and monitoring the use of the e-logbook system in fisheries are essential. The data can provide more accurate information on the actual stock condition

    Efektivitas Seed Coating Fungi Mikoriza Arbuskula terhadao Perkecambahan dan Pertumbuhan Bibit Sengon pada Cekaman Kekeringan

    No full text
    Pemanasan global menyebabkan terjadinya bencana kekeringan yang menjadi faktor pembatas pertumbuhan pohon. Efek cekaman kekeringan mampu ditekan dengan memanfaatkan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) yang dapat diaplikasikan melalui seed coating. Penelitian bertujuan mengetahui respons perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit sengon pada cekaman kekeringan, efektivitas inokulasi FMA pada bibit sengon, serta efektivitas seed coating terhadap perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit sengon pada cekaman kekeringan. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap dua faktor yaitu cekaman kekeringan dan FMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman kekeringan menurunkan daya kecambah, pertumbuhan tinggi, berat kering, dan kadar air bibit sengon. Aplikasi seed coating FMA tidak memiliki pengaruh nyata dalam perkecambahan benih karena kolonisasi FMA dapat terjadi pada akar yang telah berkembang. Inokulasi FMA melalui seed coating menunjukkan tingkat pertumbuhan dan kolonisasi akar yang lebih tinggi daripada inokulasi pada media tanam yang mengindikasikan bahwa seed coating memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam mekanisme toleransi bibit sengon terhadap cekaman kekeringan.Global warming increases the evaporation rate, causing drought, which is a limiting factor for tree growth. Drought stress effect can be suppressed by utilizing Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) which can be applied through seed coating. The research aims to determine the response of sengon germination and growth to drought stress, the effectiveness of AMF inoculation on sengon seedling, and the effectiveness of seed coating on sengon germination and seedling growth under drought stress. Research was conducted in a completely randomized design with two factors: drought stress and AMF inoculation. Results showed that drought stress reduced germination, growth, dry weight, and moisture content of sengon seedlings. Seed coating had no significant effect on germination because AMF colonization occur on developed roots. AMF inoculation through seed coating showed a higher growth rate and root colonization than growing media inoculation, indicating that seed coating has a higher effectiveness in the tolerance mechanism of sengon seedlings to drought stress

    Antibiotic Resistance to Escherichia coli Isolated from Chicken Soto Meat in the Canteen of Dramaga Campus IPB University

    No full text
    Soto ayam merupakan makanan khas Indonesia yang berisikan suwiran daging ayam dan bahan pelengkap lainnya. Daging ayam berisiko terjadi kontaminasi Escherichia coli (E. coli) yang resistan antibiotik sehingga dapat menurunkan tingkat efektivitas antibiotik dalam menangani suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi resistansi antibiotik dari bakteri E. coli yang diisolasi dari daging ayam suwir soto ayam yang dijual di kantin Kampus Dramaga IPB University, Bogor. Sebanyak 43 isolat yang telah teridentifikasi E. coli digunakan untuk uji resistansi antibiotik dengan metode Kirby-Bauer disc diffusion dan mengacu pada Clinical Laboratory Standard Institute 2023. Isolat E. coli menunjukkan resistansi terhadap semua antibiotik, yaitu sebesar 86% (37/43) dengan persentase sefotaksim (60,5%), ampisilin (58,1%), sulfametoksazol-trimetoprim (46,5%), kloramfenikol (37,2%), streptomisin (37,2%), dan tetrasiklin (32,6%). Isolat E. coli juga menunjukkan resistansi tingkat intermediet pada antibiotik streptomisin (48,8%), ampisilin (9,3%), kloramfenikol (9,3%), tetrasiklin (7%), sefotaksim (7%), dan sulfametoksazol-trimetoprim (4,7%). Semua isolat bakteri masih sensitif terhadap tetrasiklin (60,5%), kloramfenikol (53,5%), sulfametoksazol-trimetoprim (48,8%), ampisilin (32,6%), sefotaksim (32,6%), dan streptomisin (14%). Isolat E. coli juga bersifat multi-drug resistance dengan prevalensi tertinggi pada 4 jenis antibiotik sebesar 30,2%. Keberadaan E. coli yang resistan antibiotik pada makanan dapat berdampak negatif pada kesehatan masyarakat.Chicken noodle soup is a typical Indonesian food containing shredded chicken and other complementary ingredients. Chicken meat is at risk of contamination with antibiotic-resistant Escherichia coli (E. coli), which can reduce the effectiveness of antibiotics in treating disease. This research aimed to identify the antibiotic resistance of E. coli isolated from shredded chicken in chicken soto sold in the canteen of the Dramaga Campus of IPB University, Bogor. A total of 43 isolates identified as E. coli were used for antibiotic resistance testing using the Kirby-Bauer disc diffusion method, referring to the Clinical Laboratory Standards Institute 2023. E. coli isolates showed resistance to all antibiotics, which was 86% (37/43) with percentages of cefotaxime (60,5%), ampicillin (58,1%), sulfamethoxazole-trimethoprim (46,5%), chloramphenicol (37,2%), streptomycin (37,2%), and tetracycline (32,6%). E. coli isolates also showed intermediate-level resistance to streptomycin (48,8%), ampicillin (9,3%), chloramphenicol (9,3%), tetracycline (7%), cefotaxime (7%), and sulfamethoxazole-trimethoprim (4,7%). All bacterial isolates were still sensitive to tetracycline (60,5%), chloramphenicol (53,5%), sulfamethoxazole-trimethoprim (48,8%), ampicillin (32,6%), cefotaxime (32,6%), and streptomycin (14%). E. coli isolates were also multi-drug resistant, with the highest prevalence on 4 types of antibiotics at 30,2%. The presence of antibiotic-resistant E. coli in food can have a negative impact on public health.Individ

    Analysis of Sectoral Investment Impact on the Employees Absoprtion in Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi sektoral terhadap penyerapan tenaga kerja formal di Indonesia selama periode 2010-2023, dengan fokus pada tiga komponen utama investasi: Penanaman modal asing (PMA), Penanaman modal dalam negeri (PMDN), dan kredit sektoral. Menggunakan analisis regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM), penelitian ini juga mengeksplorasi kemungkinan adanya hubungan nonlinier melalui penambahan variabel kuadratik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMDN dan PMA berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja, namun PMDN memiliki turning point di mana dampaknya menurun setelah tingkat tertentu. Kredit sektoral juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tenaga kerja. Temuan ini menyoroti pentingnya optimalisasi arah investasi ke sektor padat karya untuk memaksimalkan penciptaan lapangan kerja.This study aims to analyze the effect of sectoral investment on formal labor absorption in Indonesia during the 2010-2023 period, focusing on three main investment components: Foreign direct investment (FDI), Domestic direct investment (DDI), and sectoral credit financing. Using panel data regression analysis with the Random Effect Model (REM) approach, the study also explores the possibility of a non-linear relationship through the inclusion of quadratic variables. The results indicate that both DDI and FDI have a positive impact on labor absorption, although DDI exhibits a turning point where its effect diminishes beyond a certain level. Sectoral credit also shows a significant positive influence on employment. These findings highlight the importance of directing investment towards labor-intensive sectors to optimize job creation

    Evaluation of Nutrient Digestibility of Prill Fat Supplemented Wafer Feed in Male Garut Sheep

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemberian pakan wafer suplemen yang mengandung prill fat dengan level pemberian yang berbeda terhadap kecernaan nutrien dan konsumsi nutrien pada domba Garut jantan. Penelitian ini menggunakan domba Garut jantan sebanyak 16 ekor dengan rata-rata bobot badan 33,50±10,97 kg di peternakan Sejahtera Tani Farm, Cinangka. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari P0: Rumput Lapang + konsentrat (pakan kontrol), P1: Pakan kontrol + Wafer suplemen 200 g, P2: Pakan kontrol + Wafer suplemen 300 g, P3: Pakan kontrol + Wafer suplemen 400 g. Peubah yang diamati konsumsi dan kecernaan nutrien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian wafer suplemen yang mengandung prill fat dengan taraf 400 g (P3) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan konsumsi nutrien BK 905,96 g ekor-1 hari-1, BO 838,77 g ekor-1 hari-1, PK 119,96 g ekor-1 hari-1, LK 51,14 g ekor-1 hari-1, SK 243,37 g ekor-1 hari-1, BETN 420,55 g ekor-1 hari-1. Pemberian wafer suplemen mengandung prill fat lebih baik dibandingkan dengan pakan kontrol terhadap kecernaan nutrien.This study aims to evaluate the feeding of wafer supplements containing prill fat with different feeding levels on nutrient digestibility and nutrient consumption in Garut male sheep. This study used 16 male Garut sheep with an average body weight of 33.50±10.97 kg at Sejahtera Tani Farm Cinangka. This study used Randomized Group Design with 4 treatments and 4 replicates consisting of P0: Field Grass + concentrate (control feed), P1: Control feed + Wafer supplement 200 g, P2: Control feed + Wafer supplement 300 g, P3: Control feed + Wafer supplement 400 g. The observed variables were consumption and nutrient digestibility. The results showed that the provision of wafer supplements containing prill fat at the level of 400g (P3) had a significant effect (P < 0.05) on increasing nutrient consumption BK 905.96 g head-1 day-1, BO 838.77 g head-1 day-1, PK 119.96 g head-1 day-1, LK 51.14 g head-1 day-1, SK 243.37 g head-1 day-1, BETN 420.55 g head-1 day-1. Supplementary wafer feeding containing prill fat is better than the control feed on nutrient digestibility

    Analisis Pengaruh Hujan Terhadap Tingkat Kerawanan Longsor di Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Berbasis Sistem Informasi Geografis

    No full text
    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut mencatat 7 dan 8 kejadian longsor pada tahun 2020 dan 2023 di Kecamatan Banjarwangi. Hal tersebut dipicu oleh lereng curam hingga sangat curam dengan jenis tanah dan batuan peka longsor serta curah hujan tipe deras. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi area rawan longsor dengan berbagai variasi curah hujan maksimum dan rata-rata dari curah hujan harian, dasarian, bulanan, dan tahunan untuk mengevaluasi akurasi peta kerawanan longsor yang divalidasi dengan titik kejadian longsor menggunakan parameter DVMBG 2004. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi curah hujan maksimum memiliki klasifikasi rawan seluas 99,14%. Sementara itu, variasi curah hujan rata-rata, menunjukkan klasifikasi kurang rawan seluas 76,10%. Tinggi rendahnya curah hujan berpengaruh terhadap tingkat klasifikasi rawan atau kurang rawan, sehingga berdampak pada nilai validasi. Validasi kesesuaian area kerawanan longsor menunjukkan akurasi rendah dengan 45,5% tervalidasi dan 54,5% tidak tervalidasi. Sehingga model DVMBG 2004 perlu disesuaikan melalui pembaruan persamaan dasar detail skala pemetaan agar diperoleh akurasi yang lebih tinggi.The Garut District Disaster Management Agency (BPBD) and the Communication and Information Agency (Diskominfo) Garut Regency recorded 7 and 8 landslide incidents in 2020 and 2023 in Banjarwangi Subdistrict. These incidents were triggered by steep to very steep slopes with landslide-prone soil and rock types, as well as heavy rainfall. This study aims to identify landslide-prone areas with various variations in maximum and average rainfall from daily, decadal, monthly, and annual rainfall data to evaluate the accuracy of landslide hazard maps validated with landslide occurrence points using the DVMBG 2004 parameters. The analysis results show that maximum rainfall variation has a hazard classification of 99,14%. Meanwhile, average rainfall variation shows a less hazardous classification of 76,10%. The level of rainfall affects the hazard or less hazardous classification, thereby impacting the validation value. The validation of landslide hazard area suitability showed low accuracy, with 45,5% validated and 54,5% not validated. Therefore, the DVMBG 2004 model needs to be adjusted by updating basic equations of the mapping scale details in order to achieve a higher accuracy

    Competitiveness Analysis and Determinants of Indonesia's Frozen Shrimp Exports to Major Destination Countries

    No full text
    NAILA AZZAHRA. Analisis Daya Saing dan Determinan Ekspor Udang Beku Indonesia ke Negara Tujuan Utama. Dibimbing oleh SRI MULATSIH. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing dan faktor-faktor yang memengaruhi ekspor udang beku Indonesia ke delapan negara tujuan utama selama periode 2010–2023. Daya saing dianalisis dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), dan X-Model, sedangkan determinan ekspor dianalisis menggunakan regresi data panel. Hasil RCA menunjukkan bahwa udang beku Indonesia memiliki keunggulan komparatif kuat di Amerika Serikat, Hong Kong, dan Prancis. Berdasarkan EPD, Cina dikategorikan sebagai rising star, Amerika Serikat, Jepang, dan Belanda tergolong falling star, serta Prancis dan Hong Kong berada pada posisi retreat. Regresi dengan pendekatan Random Effect Model menunjukkan bahwa harga ekspor dan jarak ekonomi berpengaruh positif signifikan terhadap nilai ekspor, sementara nilai tukar riil berpengaruh negatif signifikan. GDP per kapita negara tujuan tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar, meningkatkan efisiensi harga, dan pemilihan pasar ekspor berdasarkan kekuatan logistik dan hubungan ekonomi yang kuat untuk meningkatkan daya saing ekspor udang beku Indonesia

    Hematological Profile of Beef Cattle with Different Breeds

    No full text
    Informasi mengenai pengaruh faktor genetik terhadap profil hematologi darah sapi pedaging masih terbatas, khususnya sapi wagyu-bali yang sedang dikembangkan di Indonesia. Profil hematologi darah sangat penting sebagai indikator status kesehatan ternak. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil hematologi darah sapi pedaging dari tiga rumpun berbeda, yaitu sapi bali, wagyu, dan wagyu-bali. Penelitian dilakukan menggunakan data sekunder dari 18 ekor sapi yang diperoleh dari dua lembaga pembibitan. Data dianalisis ragam untuk data yang terdistribusi normal dan dianalisis Kruskal-Wallis untuk yang tidak terdistribusi normal. Peubah yang dianalisis mencakup leukosit, diferensial leukosit, eritrosit, indeks eritrosit, platelet, dan indeks platelet. Hasil menunjukkan rumpun sapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap beberapa peubah hematologi, yaitu MON, %MON, NEU, RBC, MCV, MCH, dan MPV. Sapi wagyu memiliki MON dan %MON tertinggi, sedangkan sapi wagyu-bali memiliki RBC tertinggi. Sapi bali menunjukkan nilai MCV dan MCH tertinggi. Simpulan dari hasil penelitian bahwa profil hematologi antara sapi bali, wagyu, dan wagyu-bali berbeda dan dapat menjadi referensi dalam evaluasi kesehatan dan pemuliaan sapi pedaging.Information on the influence of genetic factors on the hematological profile of beef cattle remains limited, particularly for wagyu-bali crossbreeds currently being developed in Indonesia. Blood hematology profiles are crucial indicators of livestock health status. This study aimed to analyze the blood hematological profiles of beef cattle from three different breeds: bali, wagyu, and wagyu-bali. The study used secondary data from 18 cattle obtained from two breeding institutions. Data were analyzed using ANOVA for normally distributed variables and the Kruskal-Wallis test for non-normally distributed variables. The variables analyzed included leukocytes, leukocyte differentials, erythrocytes, erythrocyte indices, platelets, and platelet indices. The results showed that cattle breed had a significant effect (P<0,05) on several hematological variables, namely MON, %MON, NEU, RBC, MCV, MCH, and MPV. Wagyu cattle had the highest MON and %MON, while Wagyu-Bali cattle had the highest RBC. Bali cattle showed the highest MCV and MCH values. The results of this study indicate that the hematological profiles of bali, wagyu, and wagyu-bali cattle are different and can be used as a reference for health evaluation and beef cattle breeding programs

    6,241

    full texts

    28,067

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇