JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
Not a member yet
    516 research outputs found

    Pemanfaatan Informasi Spasial SIG untuk Menganalisis Risiko Tanah Longsor di Kabupaten Tapanuli Utara

    Get PDF
    Bencana tanah longsor semakin sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah pegunungan selama musim hujan. Faktor seperti relief yang tinggi, adanya patahan, keberadaan batuan vulkanik rapuh, dan iklim tropis basah berkontribusi pada peningkatan potensi longsor. Selain itu, degradasi dan perubahan penggunaan lahan juga memperburuk situasi. Faktor manusia dan alam menjadi penyebab utama, menyebabkan hilangnya nyawa dan kerugian material yang besar. Kabupaten Tapanuli Utara di Provinsi Sumatera Utara adalah wilayah yang cukup rawan terhadap bencana tanah longsor. Untuk mengurangi risiko korban dan kerugian yang lebih besar, dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi daerah rawan longsor di sana. Penelitian ini menggunakan metode Sistem Informasi Geografis dan melibatkan tahapan pengumpulan data, scoring dan pembobotan parameter, overlay, penentuan total skor dan interval kelas, serta analisis tingkat kerawanan bencana tanah longsor. Hasil penelitian menunjukkan wilayah Tapanuli Utara termasuk daerah cukup rawan terhadap bencana tanah longsor, dengan kelas kerentanan tidak rawan mencakup 17,17% wilayah seluas 651,38 km², kelas kerentanan cukup rawan mencakup 77,78% wilayah seluas 2950,75 km², dan kelas kerentanan rawan mencakup 5,05% wilayah seluas 191,58 km². Upaya mitigasi perlu diperkuat di daerah ini untuk mengurangi potensi bencana dan melindungi masyarakat serta aset material yang berharga.Kata kunci: Tanah Longsor, Mitigasi Bencana,  SIG, Kerawanan, Tapanuli UtaraDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v12.i1.2829

    Tingkat Kesiapsiagaan Dasa Wisma dalam Menghadapi Bencana Banjir di Kelurahan Bidara Cina

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan Dasa Wisma dalam menghadapi banjir di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur yang difokuskan pada wilayah rawan banjir sepanjang sungai Ciliwung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan observasi, angket/kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dari penelitian ini berjumlah 284 anggota Dasa Wisma dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang berjumlah 74 anggota Dasa Wisma. Kemudian hasil pengambilan angket diolah dan dianalisis menggunakan teknik skoring yang mengacu pada LIPI-UNESCO dengan  parameter pengetahuan dan sikap, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi sumberdaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan Dasa Wisma paling tinggi berada di wilayah kerawanan banjir sedang diperoleh nilai indeks 79 kategori siap, dengan parameter tertinggi berada pada rencana tanggap darurat 86 kategori sangat siap Sedangkan, dilihat dari keseluruhan tingkat kesiapsiagaan Dasa Wisma dalam menghadapi banjir di Kelurahan Bidara Cina masuk dalam kategori siap dengan nilai indeks 75. Parameter tertinggi yang didapatkan oleh Dasa Wisma seluruh Kelurahan Bidara Cina berada pada sistem peringatan dini dengan nilai indeks 82 kategori sangat siap. Kata kunci: Banjir, Kesiapsiagaan, Dasa WismaDOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v12.i1.2906

    TRANSGRESI DAN REGRESI GARIS PANTAI DARI TAHUN 2014-2023 DENGAN MENGGUNAKAN DSAS DI WILAYAH KEPESISIRAN KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji perubahan garis pantai selama satu dekade (2014-2023) di wilayah kepesisiran Kabupaten Kulon Progo yang memiliki panjang garis pantai +- 25,5 km. Garis pantai didapatkan dari ekstraksi citra satelit Landsat 8-9 OLI dengan memanfaatkan Band NIR dan SWIR 1 dan 2. Model perubahan garis pantai didapatkan dari pengolahan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Perhitungan model perubahan garis pantai yang dipilih adalah End Point Rate (EPR) dan Linear Regression Rate (LRR). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa wilayah kepesisiran Kabupaten Kulon Progo seperti Pantai Congot, Pantai Glagah, Pantai Bidara, Pantai Bugel, dan Pantai Trisik serta Muara Sungai Progo setiap tahunnya mengalami kemunduran pantai yang ditunjukkan dengan nilai EPR dan LRR yang negatif. Erosi marin tertinggi yang terjadi di wilayah Kepesisiran Kabupaten Kulon Progo terdapat di Muara Sungai Progo, dengan  estimasi EPR dan LRR dapat mencapai erosi sejauh 20,4 m/ tahun (EPR) dan 23,1 m/tahun (LRR). Histori erosi marin di wilayah kepesisiran Kabupaten Kulon Progo menyebabkan hilangnya ekonomi dan mata pencaharian. Hasil dari penelitian ini dapat memandu para peneliti dan para pengambil keputusan untuk perencanaan dan pengelolaan wilayah kepesisiran yang berkelanjutan. Kata kunci: Wilayah Kepesisiran, erosi marin, DSAS, EPR, LRR DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v12.i1.28562 This study examines shoreline changes over a decade (2014-2023) in the coastal area of Kulon Progo Regency which has a coastline length of +- 25.5 km. The coastline was obtained from the extraction of Landsat 8-9 OLI satellite images by utilizing Bands NIR and SWIR 1 and 2. The shoreline change model was obtained from Digital Shoreline Analysis System (DSAS) processing. The selected shoreline change model calculations are End Point Rate (EPR) and Linear Regression Rate (LRR). From the results of the study, it was found that the coastal areas of Kulon Progo Regency such as Congot Beach, Glagah Beach, Bidara Beach, Bugel Beach, Trisik Beach and  Progo River Estuary annually experienced coastal retreat as indicated by negative EPR and LRR values. The highest marine erosion that occurs in the coastal area of Kulon Progo Regency is in the Progo River Estuary, with estimated EPR and LRR can reach marine erosion as far as 20.4 m/year (EPR) and 23.1 m/year (LRR). The history of marine erosion in the coastal area of Kulon Progo Regency has caused economic and livelihood losses. The results of this study can guide researchers and decision-makers for sustainable planning and management of coastal areas

    The Correlation Between Resilience Levels and Disaster Preparedness Among Students at SMP Negeri 26 Jakarta Regarding Flood Disasters

    Get PDF
    This study aims to explore the relationship between resilience levels and disaster preparedness. The research employs a descriptive quantitative method with a correlational approach. The study was conducted on 83 students of SMP Negeri 26 Jakarta who had experienced flooding. The findings show that the correlation coefficient is non-zero, indicating a relationship between resilience and disaster preparedness. This relationship is positive, with a correlation coefficient of 0.454, suggesting that higher resilience correlates with higher disaster preparedness. The resilience levels of students who experienced flooding were categorized as high to very high, which aligned with their disaster preparedness levels, predominantly categorized as ready to very ready. Keywords: Resilience; Disaster Preparedness; Correlation

    Spatial Analysis of Healthcare Facilities in Mersam Subdistrict

    Get PDF
    This study aims to assess and analyze healthcare facilities in the Mersam Subdistrict. The research employs a descriptive quantitative approach, utilizing a regional study design with a spatial analysis based on Geographic Information System (GIS) software. The author seeks to understand the distribution, accessibility, and performance of these healthcare facilities. The Mersam Subdistrict serves as the population unit for this research. The findings reveal that the distribution of healthcare facilities in the Mersam Subdistrict includes community health centers (Puskesmas), assistant community health centers (Puskesmas Pembantu), and village health posts (Poskesdes). Accessibility to these healthcare facilities is defined as 3,000 meters for Puskesmas, 1,500 meters for Puskesmas Pembantu, and 1,000 meters for Poskesdes. These radii are established based on the Indonesian National Standards (SNI) 03-1733-2004 regarding the planning of urban residential environments. The analysis indicates that the facilities can be accessed effectively by the community. Performance assessments of the healthcare facilities in Mersam, derived from questionnaire surveys, reveal mixed levels of satisfaction among the public. For the Puskesmas, the satisfaction survey indicates positive feedback for Mersam Puskesmas. Among the assistant community health centers, Mersam Pustu received satisfactory ratings, while Belanti Jaya Pustu received a rating of dissatisfaction. The village health posts (Poskesdes) predominantly indicated a level of dissatisfaction among users.Keywords: Distribution; Affordability; Performance of Health Facilitie

    Drone Multispektral Dalam Pemetaan Tutupan Lahan Kajai, Pasaman Barat, Sumatera Barat, Indonesia

    Get PDF
    Sumatra Island is the sixth-largest island in the world, with an area of 443,068.8 km2. West Sumatra often experiences earthquakes due to the subduction route, or the India-Australia and Eurasian tectonic plate route, the Mentawai Fault System on the western part of the West Sumatra Coast, and the Sumatran Fault Segment, as happened in West Pasaman Regency. The earthquake in West Sumatra was in Kenagarian Kajai, Talamau District, West Pasaman Regency. This research aim to obtain spatial information in the Kenagarian Kajai area, Talamau District, West Pasaman, which will later be implemented in the form of a map. This multispectral drone can produce images that can be processed digitally, so they can present images of objects that are simpler but informative in classifying them. By using drones, it is possible to obtain topographic measurement data with the same quality as terrestrial measurements but in a relatively shorter time.  Pulau Sumatera merupakan pulau terbesar keenam di dunia dengan luas mencapai 443.068,8 Km2. Sumatera Barat sering mengalami gempa bumi, akibat adanya jalur subduksi atau jalur lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia, Mentawai Fault System di bagian Barat Pantai Sumatera Barat, dan Segmen Sesar Sumatera, seperti yang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat. Gempa bumi di Sumatera Barat yaitu Kenagarian Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Dalam penelitian ini, kami menggunakan wahana peminderaan jauh berupa drone multispektral untuk memetakan tutupan lahan dan bertujuan untuk mendapatkan informasi spasial di wilayah Kenagarian Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat yang nantinya akan diimplementasikan dalam suatu bentuk peta. Drone multispektral ini dapat menghasilkan citra yang dapat melakukan pemrosesan secara digital, sehingga dapat menyajikan gambar-gambar objek yang lebih sederhana namun informatif dalam  mengklasifikasikannya. Dengan menggunakan drone sangat dimungkinkan untuk mendapatkan data pengukuran topografi dengan kualitas yang sama dengan pengukuran secara terrestrial akan tetapi delam waktu yang relative lebih singkat. Kata Kunci: drone multispektral, pemetaan, tutupan laha

    Pengaruh Pembuangan Limbah Plastik terhadap Sungai Ciwulan Menyebabkan Gangguan pada Ekosistem Perairan Sungai

    Get PDF
    Sungai Ciwulan di Jawa Barat, Indonesia, berperan penting sebagai ekosistem air tawar yang memberikan manfaat ekologis dan ekonomi kepada penduduk setempat. Namun, masalah serius timbul akibat pencemaran plastik dari limbah yang tidak terkendali di sungai ini. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tingkat pencemaran plastik di Sungai Ciwulan, mengidentifikasi jenis plastik yang umum ditemukan, serta menyebarkan dampaknya pada lingkungan sungai dan manusia. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan mikroplastik, terutama filamen, serat, dan fragmen yang paling umum. Konsentrasi fosfat yang tinggi dalam air sungai menjadi permasalahan serius yang dapat berdampak pada ekosistem perairan dan kesehatan manusia, yang disebabkan oleh deterjen rumah tangga. Dampak pencemaran plastik meliputi gangguan pada sumber air minum, kesehatan manusia, kerusakan ekosistem, dan kerugian ekonomi. Upaya penanggulangannya meliputi edukasi, pengurangan plastik sekali pakai, pengumpulan, daur ulang plastik, pembersihan sungai, regulasi lingkungan, dan inovasi teknologi. Dengan pemahaman lebih dalam tentang pencemaran plastik di Sungai Ciwulan, diharapkan tindakan ini dapat mengurangi dampak negatifnya, melindungi ekosistem sungai, dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Kata Kunci: Sampah Plastik; Ekosistem Sungai; dampak pencemaran plastik

    Spatiotemporal Dynamics of Mangrove Cover Change in Tanjungpinang City, Riau Islands Province

    Get PDF
    Tanjungpinang City is a coastal area surrounded by the sea and characterized by a mangrove ecosystem. Coastal regions are more dynamic and vulnerable compared to other areas, both naturally and due to human activities. This study aims to determine the rate of mangrove cover change in Tanjungpinang City from 2007 to 2023 and to predict changes in mangrove cover by the year 2035. The methodology employed involves spatiotemporal analysis of land cover change using Landsat 7 ETM+ imagery from 2007, Landsat 8 OLI imagery from 2015, and Sentinel-2A MSI imagery from 2023. The prediction for mangrove cover change in 2035 was conducted using the Land Change Modeler. The results indicate that from 2007 to 2023, there was a decrease in mangrove area of 323.40 hectares, with a rate of 20.21 hectares per year. The predicted mangrove coverage in Tanjungpinang City for the year 2035 is estimated to be 977.72 hectares, representing a reduction of 461.21 hectares (32.05%) from the coverage in 2023. Keywords: Land Change Modeler; Google Earth Engine; mangrove cover prediction; Landsat; Sentinel-2

    Analisis Pemetaan Tingkat Rawan Banjir di Kota Payakumbuh Berbasis Sistem Informasi Geografis

    No full text
    Indonesia rawan mengalami bencana hidrometereologi, salah satunya banjir. Kota Payakumbuh secara geografis berada pada daerah Pegunungan Bukit Barisan yang berjarak 124 km dari Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan tingkat rawan banjir di Kota Payakumbuh berbasis Sistem Informasi Geografis melalui software ArcGIS 10.4.1. Metode yang digunakan adalah skoring dan pembobotan terhadap parameter hujan yang kemudian di-overlay. Data penelitian berupa data sekunder yang diambil melalui berbagai sumber, diantaranya Geoportal Kota Payakumbuh, dan DEMNAS. Hasil yang diperoleh berupa peta rawan banjir dengan Kecamatan Payakumbuh Utara dan Kecamatan Payakumbuh Timur sebagai kecamatan dengan tingkat kerawanan banjir tertinggi. Faktor utama penyebab terjadinya banjir di Kota Payakumbuh adalah sedikit adanya lahan terbuka/tanah kosong sehingga rendahnya daya resap air hujan. Hal ini diperparah dengan intensitasnya curah hujan tahunan yang sangat tinggi pada musim penghujan yaitu mencapai kisaran >3000 mm/tahun. Kata Kunci: banjir, rawan bencana, Kota Payakumbuh, Sistem informasi Geografis

    Analisis Kesesuaian Lahan Pemukiman di Kawasan Pesisir Kabupaten Gorontalo

    Get PDF
    Pemanfaatan lahan di kawasan pesisir sering menimbulkan konflik antar masyarakat dan tumpang tindih dalam pemanfaatan lahan. Penataan kawasan pesisir dan analisis kesesuaian lahan merupakan hal yang penting dalam perencanaan pembangunan kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian lahan permukiman di kawasan pesisir Kabupaten Gorontalo. Variabel penelitian ini meliputi aspek fisik lahan, aspek aksesibilitas dan aspek ketersediaan prasarana lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan secara spasial menggunakan perangkat lunak sistem informasi geografis. Wilayah yang sangat sesuai untuk permukiman seluas 804.59 Ha (2.96%). Wilayah yang sesuai untuk permukiman di lokasi penelitian sebesar 5965.93 Ha (21.92%). Seluas 7815.69 Ha (28.72%) lahan kurang sesuai untuk permukiman. Wilayah penelitian dengan kelas tidak sesuai sementara yaitu seluas 12625.65 Ha atau sebesar 46.39%. Wilayah-wilayah yang berada di dekat garis pantai, didominasi oleh kelas sesuai, diikuti oleh kelas sangat sesuai untuk permukiman. Hal ini dikarenakan aksesibilitas dan prasarana lingkungan berupa jalan dan jaringan listrik terdapat dengan pola memanjang di sepanjang pantai Kabupaten Gorontalo. Kata kunci: kesesuaian lahan, permukiman, pesisir, skoring, spasial DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpg.v12.i1.29101

    497

    full texts

    516

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JPG (Jurnal Penelitian Geografi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇