Repositori UIN Alauddin Makassar

    Perbandingan Hasil Belajar Fisika yang Menggunakan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dan Model Pembelajaran Problem posing type Post Solution Posing terhadap Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Solor Timur

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui hasil belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Solor Timur yang diajar menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS)(2) Mengetahui hasil belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Solor Timur yang di ajar menggunakan model pembelajaran Problem Posing Type Post Solution posing (3) Mengetahui perbedaan hasil belajar fisika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dan model pembelajaran Problem Posing Type Post Solution Posing pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Solor Timur. Penelitian ini adalah quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Solor Timur yang berjumlah 53 siswa yang terbagi menjadi 2 kelas.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Jenuh. Dan yang menjadi kelas eksperimen I adalah kelas VIIA sebanyak 23 siswa, yang menjadi kelas eksperimen II adalah kelas VIII B sebanyak 30 siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah Two Group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 15 butir soal untuk pretest dan post test serta lembar observasi yang digunakan untuk mengamati aktivitas siswa selama proses kegiatan penelitian berlangsung.Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dananalisisinferensial. Sedangkanpengolahan data menggukan perangkat lunak Statistical Package for Social Sciences (SPSS) for Windows versi 16.Taraf signifikansi yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 0,05(α=0,05). Setelah diberikan perlakuan pada kedua kelompok diperoleh hasil analisis deskriptif rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen I = 61,17 sedangkan rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen II = 46,17. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa nilai Sign.= 0,000 dalam artian bahwa sign.<α. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar fisika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving dan yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Posing Type Post Solution posing.Dimana hasil belajar fisika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving lebih tinggi dibanding siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Posing Type Post Solution posing

    Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Alat Kontrasepsi Kondom sebagai Salah Satu Pencegahan HIV/AIDS di Lingkungan Buttadidia Kelurahan Mawang Tahun 2016

    Get PDF
    Di Indonesia Kematian karena kasus HIV/AIDS mencapai 5.430 kasus, dengan presentasi kasus HIV/AIDS yang tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 20-29 tahun (18,3%). Sebagaimana yang kita ketahui bahwa ini merupakan usia produktif dimana para pasangan usia subur harusnya menggunakan alat kontrasepsi. Kondom merupakan salah satu metode kontrasepsi barier yang mempunyai fungsi ganda yaitu salah satu pencegahan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang alat kontrasepsi kondom. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskiptif dengan besar sampel 128 pasangan usia subur. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa distribusi tingkat pengetahuan tertinggi yaitu Cukup sebanyak 174 orang (70,73%), kemudian yang memiliki tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 52 orang (21,13%), diikuti yang memiliki pengetahuan Tidak Baik sebanyak 13 orang (5,28%) dan terendah yaitu memiliki tingkat pengetahuan yang Baik sebanyak 7 orang (2,84%). Kesimpulannya bahwa tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang kondom sebagai salah satu pencegahan HIV/AIDS yaitu cukup. Saran bagi petugas kesehatan agar lebih memperbanyak sosialisasi/penyuluhan tentang alat kontrasepsi kondom untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat

    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)d i Kebupaten Bone

    Get PDF
    Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa secara simultan atau bersama-sama antara variabel bebas luas lahan tdak signifikan dan luas bangunan signifikan terhadap penerimaan PBB di Kabupaten Bone dengan nilai fhitung sebesar 31.569 dengan tingkat signifikansi 0,000 (0,0%) atau lebih kecil dari 5%. Hasil penelitian secara parsial luas bangunan sebagai variabel bebas yang berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan PBB dengan nilai thitung sebesar 6.727 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 atau 0,0 persen. Koefisien determinan (R2) sebesar 0,900 berarti variasi variabel bebas (luas lahan dan luas bangunan) menjelaskan variasi variabel terikat (penerimaan PBB) sebesar 90% sedangkan 10% dijelaskan oleh variabel yang lain

    Peranan Penyuluh Peternakan dalam Peningkatan Pendapatan Anggota Kelompok Peternak Sapi Potong di Kabupaten Sinjai (Studi Kasus: Desa Patallassang Kecamatan Sinjai Timur)

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2015. Lokasi penelitian bertempat di Desa Pattallassang Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan penyuluh dalam peningkatan pendapatan anggota kelompok peternak sapi potong di Desa Pattallassang Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Untuk mengetahui pendapatan usaha peternakan sapi potong maka digunakan analisa pendapatan yaitu П = TR – TC dengan П = keuntungan, TR = ( Total revenue ) total penerimaan, TC = ( Total Cost ) total biaya, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan rumus kelayakan usaha R/C ratio = TR/TC.Hasil analisis data menunjukkan bahwa penyuluh dari dinas peternakan memiliki peranan yang sangat besar dalam peningkatan pendapatan anggota peternak sapi potong di Desa Pattallassang Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Adapun pendapatan peternak sebelum adanya penyuluh yaitu Rp .2.045.000 per ekor sapi potong. Sementara itu, pendapatan peternak setelah adanya penyuluh adalah sebesar Rp .2.667.000 per ekor. Ini berarti pendapatan peternak meningkat sebesar Rp. 667.700 per ekor. Hasil analisis R/C Ratio di peroleh 1,4 . Hal ini menandakan bahwa R/C lebih dari satu ( 1,4 > 1 ), berarti usaha sapi potong memperoleh penerimaan total sebesar 1 rupiah untuk setiap total biaya yang dikeluarkan sebesar 1 rupiah. Usaha ternak sapi potong yang dilakukan oleh kelompok peternak di Desa Pattallassang Kecamatan Sinjai Timur menguntungkan secara ekonomis dan layak dikembangkan

    Pembinaan Perpustakaan Masjid Nurul Hakim dalam Meningkatkan Ilmu Pengetahuan Umat Islam di Kec. Pallangga Kab. Gowa

    Get PDF
    Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah pembinaaan perpustakaan Masjid Nurul Hakim di Kec. Palangga Kab. Gowa belum berperan secara maksimal dalam menunjang proses pembinaan perpustakaan serta kendala yang dihadapi yaitu kurangnya minat jamaah atau warga sekitar yang dapat memanfaatkan Masjid sebagai perpustakaan masjid dalam meningkatkan ilmu pengetahuan umat islam. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan perpustakaan Masjid dapat berperang penting dalam melaksanakan pembinaan demi meningkatkan ilmu pengetahuan umat islam

    Islamisasi Suku Bajo di Bima

    Get PDF
    Penelitian sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Suku Bajo sedapat mungkin ditingkatkan pelaksanaannya. Oleh karena itu, secara umum disarankan kepada seluruh pihak pemerintah yang ada di Indonesia khususnya di Bima, kiranya penelitian sejarah masuknya Islam tersebut dijadikan perioritas dan dimasukan dalam proyek penelitian sejarah. Hal ini penting, karena peristiwa-peristiwa masa lampau sangat bermanfaat sebagai bahan perbandingan peneliti-peneliti dimasa mendatang. Semoga Islam tetap disebarluaskan sampai keseluruh penjuru dunia melalui jalur dakwah Islam, supaya kedepannya Islam tetap berjaya yang pernah menguasai dua pertiga dunia

    Hukuman dan Kekerasan Fisik pada Anak dalam Hadis-Hadis Nabi (Tinjauan Fiqhul-Hadis)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untukn bagaimana hakikat hukuman dan kekerasan fisik pada anak, bagaimana kualitas hadist nabi tentang kekerasan fisik pada anak, dan Sejauh mana pemahaman hukum terhadap hadist tentang kekerasan fisik pada anak. Dalam menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan pendekatan multidisipliner, yaitu pendekatan yuridis dan pendekatan syar’i. Adapun sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, selanjutnya pengumpulan data yang digunakan bersumber dari buku yang memiliki relevansi dengan sumber yang dibahas, kemudian pendapat para pakar hukum, pendapat para Fuqaha (ahli hukum Islam) . Penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari buku-buku, jurnal, yang berhubungan dengan penulisan skripsi ini. Hukuman semestinya diberikan sebanding dengan kualitas penyimpangan yang dilakukan. Pemberian hukuman tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Biasanya pemberian hukuman dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang. Siapakah yang dimaksud sebagai pihak yang berwenang, sangat tergantung pada konteks persoalannya. Misalnya. Dalam konteks kehidupan di kantor, maka pihak berwenang adalah atasan. Dalam konteks kehidupan sosial pihak yang berwenang memberikan hukuman misalnya Polisi atau Pengadilan. Pemberian hukuman tidak diberikan setimpal dengan kualitas kesalahan. Lembaga peradilan biasaynya telah mengatur mekanisme pemberian hukuman. Setelah melakukan penelitian kualitas hadis maka penulis berkesimpulansemua hadis yang telah dicantumkan pad bab-bab terdahulu termasuk hadis shahih. Diantara tata cara mendidik anak, hukuman atau kekerasan fisik pada anak merupakan alternatif yang terakhir itupun masih mempunyai batasan-batasan diantaranya, a)tidak diperkenankan memukul pada bagian wajah, b)menampakkan kemarahan, c)memukul dalam keadaan sangat marah, d)bersikap terlalu keras dan kasar, e)memukul dengan benda keras sehingga berbekas. Implikasi penulis dalam skripsi iniagar orang tua mengasuh, mendidik dan membesarkan dengan penuhcinta dan kasih sayang

    Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif Terhadap Perceraian Akibat Suami Impoten (Studi Kasus di Pengadilan Agama Klas II A Sungguminasa)

    Get PDF
    Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah bahwa dalam hukum Islam perceraian dengan alasan suami tidak bisa memberikan nafkah bathin (impoten) adalah suatu kebolehan (mubah) oleh syariat. Kebolehan tersebut berdasarkan atas pengkompromian atas nilai ataupun konsep kebolehan, Sebagaimana hakim dalam putusannya merujuk pada kitab Sirojul Wahaj halaman 362, hal tersebut dibolehkan berdasarkan pertimbangan kemaslahatan secara umum. Serta berdasarkan pendapat para mahzab apabila suami berpenyakit impoten dan keimpotenannya mengakibatkan tujuan perkawinan tidak tercapai baik untuk berketurunan ataupun untuk mengadakan hubungan sebagai suami isteri serta menimbulkan penderitaan bagi isterinya. maka hakim dapat menceraikan keduanya. Sedangkan dalam Undang-Undang Perkawinan dalam pasal 19 huruf (e) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 mengenai perceraian dapat terjadi karena alasan-alasan yaitu salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit yang berakibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami. Namun UU Perkawinan tidak mengatur secara rinci penyakit yang dapat diajukan sebagai alasan perceraian. Patokannya adalah dimana cacat atau penyakit tersebut menganggu para pihak menjalankan kewajibannya sebagai suami isteri, maka cacat atau penyakit tersebut dapat diajukan sebagai alasan perceraian. Hal ini didasari pada pasal 34 poin 3 yaitu: “jika suami atau isteri melalaikan kewajibannya masing-masing dapat mengajukan gugatan kepada pengadilan”. Pertimbangan hukum hakim tersebut telah sejalan dengan alasan perceraian sebagaimana yang dirumuskan oleh Pasal 19 huruf (f) PP No. 9 tahun tahun 1975 jo Pasal 116 (f) KHI dan kitab Sirojul Wahajab hal 362. Dalam hal ini hakim mengabulkan gugatan penggugat berdasarkan tinjuan hukum Islam dan UndangUndang Perkawinan serta Peraturan Pemerintah yang tiada lain memberikan putusan yang mencegah terjadinya pengabaian hak-hak kemanusiaan yang seharusnya didapatkan oleh seorang isteri

    Pengaruh Motivasi Memakai Jilbab dan Implikasinya Terhadap Karakter Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

    Get PDF
    Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif diperoleh skor rata-rata motivasi memakai Jilbab adalah 42 terletak pada interval 42-40, hasil ini berada pada kategori baik. Sedangkan skor rata-rata Implikasi pembentukan karakter adalah 46 terletak pada interval 46-43, hasil ini berada pada kategori baik. Sedangkan hasil analisis pada pegujian statistik regresi sederhana, yaitu uji t, diperoleh hasil uji hipotesis bahwa bahwa ( )=12,147 =2,055. > (12,147>2,055)maka ditolak diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada motivasi memakai jilbab dan implikasinya terhadap pembentukan karakter mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar

    Sintesis dan Karakterisasi Silika Gel Ampas Tebu (Saccharum officinarum L.) Termodifikasi Difenilkarbazon

    Get PDF
    Hasil karakteristik dari silika gel termodifikasi difenilkarbazon dari analisis FTIR yaitu munculnya gugus Si-OH, Si-O-Si yang juga dapat diperkuat dengan munculnya gugus C꞊O, C꞊N, N-H dan N꞊N. Selain itu, karakterisasi dengan XRD menunjukkan perubahan silika amorf menjadi kristal yang ditandai dengan ukuran kristal 41,468 nm
    Repositori UIN Alauddin Makassaris based in ID
    Repository Dashboard
    Do you manage Repositori UIN Alauddin Makassar? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!

    We use cookies to improve our website.

    Learn more