stiesia repository
Not a member yet
7862 research outputs found
Sort by
LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SKEMA: Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) “ESKALASI PRODUK BAHARI DESA KLAMPIS BARAT MELALUI PENDANAAN EKSTERNAL”
Produk bahari Desa Klampis Barat mempunyai potensi dalam menambah nilai produknya dan
meraih pangsa pasar yang lebih luas. Namun terdapat inkonsistensi dalam siklus produksi dan
perluasan area pemasaran. Sehingga konsumen akhir produk Usaha Mikro Kecil dan
Menengah (UMKM) desa hanya terbatas di penduduk sendiri dan wilayah sekitarnya. Dalam
prosesnya, tidak konsistennya para pengusaha kecil desa ini, didasari oleh sulitnya akses dana
dari pihak ketiga, karena untuk menambah nilai produk, diperlukan peralatan untuk membuat
kemasan yang menarik dan lebih tahan lama. Oleh karena itu, tim Pengabdian kepada
Masyarakat (PkM) dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya
berinisiatif menjalin kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) selaku lembaga
keuangan yang sudah terpercaya di wilayah Klampis untuk menjadi narasumber dalam
menjelaskan mengenai persyaratan pengajuan pinjaman usaha mikro. Pembekalan dari pihak
BRI menggerakkan partisipan untuk mengkonfirmasi beberapa item seperti lamanya pencairan
dana, survey lokasi hingga hal yang paling krusial yaitu penyalahgunaan pinjaman usaha.
Materi pengajuan dana eksternal ini juga berguna untuk menambah kiterasi keuangan dari para
pengusaha kecil desa. Harapan setelah dari pengabdian ini adalah dengan bertambahnya
pinjaman usaha sekaligus dengan kelancaran pembayarannya sehingga tidak mengganggu
status pengusaha itu sendiri. Dengan akses pendanaan eksternal, pengusaha Desa Klampis
Barat akan lebih kompetitif dalam meningkatkan nilai tambah produknya dalam area pasar
yang lebih luas
LEADER-MEMBER EXCHANGE, JOB SATISFACTION, ORGANIZATIONAL COMMITMENT AND SUSTAINABILITY, AND INNOVATION BEHAVIOR
This research investigates the direct impact and mediation roles of
leader-member exchange (LMX), organizational commitment, and
innovative employee behavior. Employee innovation plays a crucial
role in enhancing a company’s performance and competitive edge.
While the strong link between LMX and employee innovation has
been well-documented, some studies have yielded inconsistent
findings (Evers et al., 2024). To address this discrepancy, this study
introduces organizational commitment and job satisfaction as
mediating factors. The data, gathered from a survey of
245 employees in West Surabaya, Indonesia, were analyzed using
partial least square structural equation modelling (PLS-SEM).
The findings reveal that LMX positively influences job satisfaction,
organizational commitment, and innovative behavior.
Organizational commitment emerged as a key mediator between
LMX and innovative behavior, whereas job satisfaction did not
serve as a mediator. This study confirms that strong relationships
between leaders and team members boost job satisfaction and
organizational commitment, which in turn, foster innovative
behavior among employees. However, job satisfaction alone is
insufficient to mediate the effect of LMX on innovative behavior.
The practical implications underscore the need to reinforce
organizational commitment to fully harness employee innovation
through strong LMX relationships
PENGARUH PEMERIKSAAN, PENGAWASAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK TERHADAP KINERJA PENERIMAAN DENGAN PELATIHAN FISKUS SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
Penelitian bertujuan menguji dan menganalisis (1) pengaruh pemeriksaan
terhadap kinerja penerimaan pajak, (2) pengaruh pengawasan terhadap kinerja
penerimaan pajak, (3) pengaruh kepatuhan wajib pajak terhadap kinerja penerimaan
pajak, (4) pengaruh pelatihan fiskus dalam memoderasi hubungan antara pemeriksaan
dengan penerimaan pajak,(5) pengaruh pelatihan fiskus dalam memoderasi hubungan
antara pengawasan dengan penerimaan pajak,(6) pengaruh pelatihan fiskus dalam
memoderasi hubungan antara kepatuhan wajib pajak dengan penerimaan pajak. Objek
penelitian pada Kantor Pelayanan Pajak di Kanwil DJP Jawa Timur. Teknik
pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Penelitian menggunakan regresi
berganda dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa:(1)pemeriksaan berpengaruh positif namun tidak signifikan
terhadap kinerja penerimaan pajak ,(2) pengawasan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja penerimaan pajak, (3) kepatuhan wajib pajak berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja penerimaan pajak, (4) pelatihan fiskus memoderasi
pengaruh pemeriksaan terhadap kinerja penerimaan pajak dengan pengaruh positif dan
signifikan (5) pelatihan fiskus memoderasi pengaruh pengawasan terhadap kinerja
penerimaan pajak dengan pengaruh positif dan signifikan, (6) pelatihan fiskus
memoderasi pengaruh kepatuhan wajib pajak terhadap kinerja penerimaan pajak
dengan pengaruh positif dan signifikan
DETERMINAN KEPUTUSAN ETIS DENGAN RELIGIUSITAS SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
Penelitian bertujuan menganalisis:(1) pengaruh sifat machiavelli terhadap
keputusan etis,(2) pengaruh pengalaman kerja terhadap keputusan etis, (3)
pengaruh preferensi risiko terhadap keputusan etis,(4) pengaruh fee terhadap
keputusan etis,(5) pengaruh religiusitas dalam memoderasi hubungan antara sifat
machiavelli dan kuputusan etis,(6) pengaruh religiusitas dalam memoderasi
hubungan antara pengalaman kerja dan keputusan etis,(7) pengaruh religiusitas
dalam memoderasi hubungan antara preferensi risiko dan keputusan etis, (8)
pengaruh religiusitas dalam memoderasi hubungan antara fee dan keputusan etis.
Objek penelitian pada anggota Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) yang
memiliki pengalaman kerja lebih dari 2 tahun. Teknik pengambilan sampel
menggunakan pendekatan slovin. Penelitian menggunakan regresi berganda
dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa:(1) sifat machiavelli berpengaruh negatif terhadap keputusan etis,(2)
pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap keputusan etis, (3) preferensi
risiko berpengaruh positif terhadap keputusan etis, (4) fee tidak berpengaruh
terhadap keputusan etis, (5) religiusitas memperlemah pengaruh negatif sifat
machiavelli terhadap keputusan etis, (6) religiusitas memperkuat pengaruh
pengalaman kerja terhadap keputusan etis, (7) religiusitas memperlemah
pengaruh preferensi risiko terhadap keputusan etis, (8) religiusitas tidak
memoderasi pengaruh fee terhadap keputusan etis
PERAN JOB CRAFTING DAN WORK INTEGRITY TERHADAP INDIVIDUAL PERFORMANCE MELALUI INNOVATIVE WORK BEHAVIOR TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL DESA YANG DIMODERASI WORK LIFE BALANCE DI KABUPATEN KEDIRI
Penelitian ini mempunyai fokus permasalahan untuk mengeksplorasi peran
innovative work behavior dalam memediasi pengaruh job crafting, work integrity
terhadap individual performance tenaga pendamping profesional desa yang
dimoderasi work-life balance di Kabupaten Kediri. Pendekatan penelitian ini
menggunakan desain kuantitatif dengan melibatkan responden yaitu seluruh
tenaga pendamping profesional desa sebagai populasi dalam penelitian ini, dengan
metode pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sebanyak 203
responden. Pengambilan data menggunakan metode survey melalui kuisioner.
Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan SmartPLS 3.0
dengan statistik deskriptif dan inferensial, yang kemudian di uji menggunakan uji
hipotesis guna mengetahui peran mediasi dan moderasi pada masing-maisng
kontruk penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara langsung job crafting
berpengaruh signifikan terhadap innovative work behavior dan individual
performance. Work integrity secara langsung tidak berpengaruh terhadap
innovative work behavior dan individual performance. Innovative work behavior
tidak berpengaruh terhadap individual performance tenaga pendamping
profesional desa. Work-life balance memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
individual performance tenaga pendamping profesional desa. Innovative work
behavior tidak mampu memediasi pengaruh job crafting dan work integrity
terhadap individual performance. Work-life balance memoderasi pengaruh
innovative work behavior terhadap individual performance tenaga pendamping
profesional desa di Kabupaten Kediri. Temuan ini mengindikasikan perlunya
mengeksplorasi variabel mediasi lainnya yang memainkan peran dalam pengaruh
job crafting dan work integrity terhadap kinerja tenaga pendamping desa di
Kabupaten Kediri
DETERMINAN PENCEGAHAN KECURANGAN DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus fraud di industri
kosmetik dan skincare, yang menimbulkan kerugian finansial signifikan dan
merusak reputasi perusahaan. Meskipun telah banyak studi tentang pencegahan
fraud, penelitian yang mengintegrasikan peran SIA, SPI, dan GCG dengan budaya
organisasi sebagai variabel moderasi, terutama di konteks UMKM kosmetik di
Indonesia, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dipilih untuk mengisi
kesenjangan tersebut serta memberi kontribusi teoritis dan praktis dalam
pencegahan fraud.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
korelasional dan kausal komparatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan
adalah purposive sampling, menghasilkan 124 responden yang merupakan
karyawan perusahaan manufaktur kosmetik di Sidoarjo. Data dikumpulkan
melalui kuesioner dengan skala Likert 1-5. Analisis data menggunakan SPSS,
meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi
sederhana, berganda, dan Moderated Regression Analysis (MRA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIA, SPI, dan GCG secara positif dan
signifikan berpengaruh terhadap pencegahan fraud. Namun, budaya organisasi
tidak mampu memoderasi pengaruh SIA dan SPI terhadap pencegahan fraud,
kemungkinan karena karakteristik UMKM yang lebih berorientasi pada kepatuhan
formal dan fokus produksi. Sebaliknya, budaya organisasi terbukti mampu
memoderasi dan memperkuat pengaruh GCG terhadap pencegahan fraud,
menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya yang kuat menjadi katalisator penting bagi
efektivitas GCG dalam lingkungan berbasis kekeluargaan
KEPEMIMPINAN YANG MELAYANI MEMODERASI PENGARUH KETERLIBATAN KARYAWAN DAN KELINCAHAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN HOUSEKEEPING STUDI: PADA HOTEL BINTANG LIMA DI KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterlibatan karyawan
dan kelincahan kerja terhadap kinerja karyawan bagian housekeeping, serta
menguji peran kepemimpinan yang melayani sebagai variabel moderasi. Penelitian
dilakukan pada hotel bintang lima di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, yang
merupakan pusat destinasi pariwisata nasional dan internasional. Fenomena pasca
pandemi menunjukkan adanya penurunan kinerja karyawan, khususnya pada
bagian housekeeping yang memiliki peran penting dalam menciptakan citra dan
kualitas layanan hotel. Sampel penelitian terdiri atas karyawan housekeeping dari
beberapa hotel bintang lima yang tersebar di wilayah tersebut. Metode penelitian
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis PLS (Partial Least
Square).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan karyawan dan kelincahan
kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Selain itu, kepemimpinan
yang melayani secara signifikan memoderasi hubungan antara keterlibatan
karyawan dan kelincahan kerja terhadap kinerja. Kebaruan dalam penelitian ini
adalah penggabungan konsep kepemimpinan yang melayani dengan nilai-nilai
budaya lokal Bali, yaitu Tri Hita Karana, yang mencakup harmoni antara manusia,
Tuhan, dan alam. Konsep ini terbukti memperkuat keterlibatan dan kelincahan
karyawan dalam memberikan layanan optimal kepada tamu hotel. Penelitian ini
memperkaya literatur manajemen sumber daya manusia dengan konteks budaya
lokal serta memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan strategi manajerial
di industri perhotelan
STRATEGI MARKETING FUNDING DALAM MEMBANGUN LOYALITAS NASABAH KOTA DAN PINGGIRAN ( STUDI KASUS PT. BPR JATIM CABANG GRESIK )
Fokus penelitian ini dilatarbelakangi oleh dunia perbankan yang semakin ketat
persaingannya dimana baik buruknya lembaga keuangan tersebut tidak terlepas dari
kebijakan dan perlakukan pelayanan para pegawai kepada nasabahnya. Bank wajib memantau
kepuasan nasabah supaya terjalin ikatan yang baik dengan para nasabah maupun calon
nasabah. Peranan para marketing funding bukan hanya berperan sebagai penjual produk
dengan orientasi ekonomi yang tinggi jumlahnya melainkan harus mempunyai strategi yang
mampu meningkatkan, mempertahankan, dan mempromosikan produk atau jasa bank.
Dengan di dukung nasabah loyal, PT. BPR Jatim Cabang Gresik diharapkan mampu
meningkatkan kinerja yang lebih baik sesuai target yang ditetapkan. Kritik dan saran dari
para nasabah harus tetap diperhatikan dan menjadi fokus tersendiri bagi para marketing
funding sehingga tidak mempengaruhi tingkat kepuasaan serta loyalitas nasabah kota maupun
nasabah pinggiran.
Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian kualitatif. Konsep ini menggunakan
teori dari Jill Griffin serta Kotler dan Keller. Teori Griffin dalam Customer Loyalty
mengungkapkan bahwa loyalitas nasabah sebagai pembelian secara mengacak yang timbul
berdasarkan faktor kepercayaan ( trust ) kesadaran diri tanpa adanya suatu paksaan dalam
jangka waktu yang lama. Kotler dan Keller dalam teori Management Pemasaran menyatakan
bahwa kualitas pelayanan berpengaruh dan kepuasan konsumen akan membentuk minat
membeli atau menggunakan kembali suatu produk, yang artinya semakin baik bentuk
pelayanan yang diberikan dan didukung oleh tingkat kepuasan yang tinggi tentunya akan
membentuk loyalitas konsumen atau nasabah.
Hasil akhir dari penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi dua konseptual yaitu
loyalitas nasabah kota dan loyalitas nasabah pinggiran. Loyalitas nasabah kota dalam
memahami peranan marketing funding cenderung lebih kritis dari segi pelayanan,
kenyamanan, kepercayaan, maupun tingkat hubungan sosial yang berdampak pada tingkat
target yang di berikan pada perusahaan perbankan tersebut. Loyalitas nasabah pinggiran
dalam memahami peranan marketing funding cenderung lebih penurut dari segi pelayanan,
kenyamanan, kepercayaan, dan lebih mementingkan hubungan kekeluargaan atau tingkat
sosial yang tinggi. Sehingga standar operasional tidak sesuai dengan lapangan dan lebih
mempertahankan nilai - nilai sosial - budaya
PERAN MEDIASI KEPUASAN KERJA PADA PENGARUHKOMPENSASI NONFINANSIAL DAN KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Tujuan: mengembangkan sebuah konsep penelitian terkait dengan path goal theory
dan sebuah model penelitian empiris untuk mengisi kesenjangan penelitian mengenai
pengaruh kompensasi nonfinansial dan kepemimpinan transaksional terhadap kinerja
karyawan. Untuk mengisi kesenjangan tersebut, penelitian ini membangun sebuah
konsep mengenai kepuasan kerja yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja
karyawan. Secara terperinci penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis
pengaruh kompensasi nonfinansial, kepemimpinan transaksional terhadap kinerja
karyawan melalui kepuasan kerja baik secara langsung maupun secara tidak
langsung.
Metodologi: jenis penelitian ini kategori explanatory research. Populasi penelitian
ini seluruh karyawan perusahaan makanan dan minuman di Kota Surakarta dengan
kategori menengah dan besar dengan jumlah 1.302 orang. Sampel sebanyak 306
karyawan yang diambil secara proporsional pada masing-masing perusahaan,
menggunakan teknik insidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan
kuesioner dengan skala likert 1-10. Analisis data menggunakan analisis deskriptif
dan statistik inferensial. Alat analisis menggunakan SEM AMOS.
Temuan: kompensasi nonfinansial dan kepemimpinan transaksional secara langsung
berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Kompensasi nonfinansial
dan kepemimpinan transaksional melalui kepuasan kerja berpengaruh positif
signifikan terhadap kinerja karyawan.
Keterbatasan: peneliti tidak bisa melakukan pengamatan secara mendalam tentang
standar kinerja karyawan masing-masing perusahaan. Belum mendapatkan data
tentang nilai industri makanan dan minuman di Kota Surakarta sejak 2018-2020.
Kompensasi nonfinansial walaupun signifikan, namun pengaruhnya kecil yaitu
hanya 5,6 persen terhadap kinerja karyawan
PENGARUH PROFITABILITAS, RISIKO BISNIS DAN STRUKTUR ASET TERHADAP STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2019-2023
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, risiko bisnis dan struktur asset terhadap struktur modal perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2019-2023. Pada penelitian ini variabel struktur modal diproksikan dengan debt to equity ratio (DER), profitabilitas diproksikan dengan return on asset (ROA), risiko bisnis diproksikan dengan degree of operating leverage (DOL), serta struktur aset diproksikan dengan fix asset ratio (FAR).
Jenis penelitian yang digunakan adalah kausal komparatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 26 perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2019-2023. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan menggunakan kriteria tertentu sehingga diperoleh sampel sebanyak 15 perusahaan food and beverages. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan alat bantu aplikasi SPSS.
Hasil uji penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal, risiko bisnis berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal dan struktur aset tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI periode 2019-2023