41563 research outputs found
Sort by
Product bundling and substitution recommendation system: Facilitating marketing improvement strategy of retail business
A retail store is a place where a variety of everyday items are sold. Supermarkets need to use
different tactics to sell their products and attract consumers. According to an interview with an
employee of Supermarket X, one strategy supermarkets use is to bundle products. This involves
combining two or more products into one package and selling them at a discounted price.
Supermarkets sometimes need help choosing the products to bundle and finding similar
products due to limited stock. Based on the problem description, it can be inferred that the
supermarket system will utilize the Apriori algorithm for creating product bundling and the
Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method to
showcase similar products and predict if any products are running low on stock. The system's
performance has been evaluated through trials and validation at the supermarket. The findings
showed that they were able to determine which products may be included in the package with
the use of this product packaging automation system. The results were promising, indicating
that choosing replacement products can aid in lowering the inventory of goods that are not
doing well
Makna Anak Laki – laki dalam Budaya Tionghoa Berdasarkan Tinjauan Nilai Dasar Insani
presence of a son in a Chinese family is seen as more valuable because there is a certain value in a son. This literature research aims to analyze and explain the meaning of boys in terms of basic human values. This research is included in cultural psychology research. The results of this literature study show that there are 8 values for boys, including: traditional values, security, conformity, benevolence, prosperity, appreciation, strength, and stimulation. Referring to the results of literature research, a psychological approach can be applied in developing knowledge, understanding and insight about the meaning of boys in various cultures.
Kehadiran anak laki-laki dalam keluarga Tionghoa dipandang lebih berharga karena terdapat nilai tertentu dalam diri seorang anak laki-laki. Penelitian literatur ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan makna anak laki-laki ditinjau dari nilai dasar insani manusia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian psikologi budaya. Hasil studi literatur ini menunjukkan ada 8 nilai terhadap anak laki-laki antara lain: nilai tradisi, keamanan, konformitas, kebajikan, kemakmuran, penghargaan, kekuatan, dan stimulasi. Mengacu pada hasil penelitian literatur, pendekatan psikologis dapat diterapkan dalam mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan wawasan tentang makna anak laki-laki dalam berbagai budaya
Rancangan Service Blueprint Pencairan Dana Pensiun Asabri di Pt Pos Indonesia Kcu Surabaya
Laporan ini disusun berdasarkan hasil Praktik Kerja Lapangan pada PT Pos
Indonesia KCU Surabaya yang membahas tentang rancangan service blueprint dengan metode poka yoke pada proses layanan pencairan dana pensiun ASABRI. Metode yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Masalah yang muncul saat proses magang yaitu waktu antri yang lama dan alur proses layanan yang tidak teratur sehingga mengakibatkan komplain dari konsumen. Rancangan service blueprint dengan metode poka yoke bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Rekomendasi yang diberikan dari rancangan ini yaitu dengan menerapkan Checklist Visual dan Notifikasi Pra- Kunjungan, melakukan sosialisasi di awal proses dan membuat poster atau banner, penambahan staff, penguatan sinyal, serta membuat sistem yang userfriendly, membuat nomor antrian dan kode nomor fisik, monitoring stok. Rancangan service blueprint dengan menggunakan metode poka yoke dapat memberikan manfaat bagi PT Pos Indonesia KCU Surabaya dalam hal peningkatan kualitas layana
Analisis Penyertaan Pemilik Kapal dalam Kasus Perikanan Ilegal Ditinjau dari Undang-undang Perikanan
Indonesia sebagai negara maritim dengan luas wilayah lautan mencapai 70 dari total wilayah menghadapi tantangan serius terkait tindak pidana perikanan ilegal. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2023, Indonesia mengalami kerugian sebesar 23 miliar Dolar Amerika Serikat akibat aktivitas penangkapan ikan ilegal. Salah satu tindak pidana perikanan yang terjadi di Indonesia adalah kasus penangkapan ikan menggunakan alat yang dilarang menurut Undang-Undang Perikanan oleh KM. SLFA 4654 yang dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana dalam penyertaan tindak pidana perikanan ilegal ditinjau dari UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek hukum terkait tanggung jawab AW sebagai pemilik kapal terhadap tindak pidana perikanan yang dilakukan oleh RS sebagai Nakhoda yang dipekerjakan. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menemukan bahwa AW sebagai pemilik kapal KM. SLFA 4654 dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana sebagai uitlokker berdasarkan Pasal 85 UU Perikanan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP karena terbukti menyuruh RS yang bekerja sebagai nakhoda untuk melakukan penangkapan ikan menggunakan alat yang dilarang di wilayah perairan Indonesia. AW sebagai pemilik Kapal Motor SLFA 4654 dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana dalam penyertaan tindak pidana perikanan ilegal karena telah memenuhi unsur-unsur pertanggungjawaban pidana sebagai penganjur (uitlokker) sesuai Pasal 85 UU Perikanan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP
Evaluasi Efektivitas Internal Control Perusahaan X Untuk Mengurangi Fraud
Studi ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah parktis terkait evaluasi efektivitas internal control yang perusahaan x terapkan untuk mengurangi kecurangan di perusahaan. Lebih spesifiknya, penelitian ini menggali mengenai bagaimana efisiensi dari penerapan internal control perusahaan untuk dapat mengurangi fraud. Dengan tujuan memperoleh informasi yang lengkap, komprehensif, dan minim bias, penelitian menggunakan paradigma explanatory research. Melalui metode pengumpulan data wawancara, observasi, dan analisis dokumen, peneliti menemukan bahwa perusahaan X tetap dalam mengurangi tindak kecurangan melalui sistem pengendalian internal mereka. Walaupun terdapat kecurangan akibat sistem yang kurang tetapi kejadian kecurangan tersebut terjadi sudah lama. Alhasil, sekarang perusahaan dapat mengurangi tindak kecurangan dengan mengoptimalkan sistem internalnya. Peneliti membagi pembahasan ke dalam tiga aktivitas kunci, antara lain: kebijakan serta SOP perusahaan, efektivitas internal control melalui komponen COSO, serta analisis internal control untuk mengurangi fraud. Berdasarkan ketiga aktivitas kunci tersebut, penelitian ini menguraikan jenis-jenis pengendalian yang berlaku di perusahaan X Surabaya. Penelitian ini memiliki keterbatasan, yakni didasarkan pada sistem pengendalian internal yang terdapat pada Perusahaan X Surabaya dan bukan ditujukan untuk merepresentasikan sistem internal perusahaan lain. Walaupun peneliti telah menyatakan beberapa temuan, penelitian ini tidak dimaksudkan untuk secara khusus memberikan rekomendasi praktis dalam meningkatkan sistem pengendalian internal Perusahaan X Surabaya. Penelitian yang dibuat oleh penulis hanya bedasarkan wawancara dari pihak yang terkait dengan sistem internal perusahaan. kebijakan perusahaan dan keuangan secara penelitian ini tidak menyoroti dari sisi semua karyawan dan setiap departemen yang bekerja di Perusahaan X, selain itu penulis
memakai perusahaan yang berada bidang manufaktur yang bisa dimana sistem internal perusahaaan di bidang lain berbeda dengan manufaktur sehingga diperlukan studi lebih lanjut mengenai mengeksplorasi bagaimana kebutuhan, kendala, efektivitas dari interal control di berbagai sektor industri, seperti jasa keuangan atau public dan melihat dari sisi setiap departemen yang ada mengenai internal control serta kecurangan di perusahaaan
What Drives the Purchase of MSME Products? The Role of Social Media Marketing in Emerging Markets
This research aims to identify external factors that influence purchase intention in the use of social media for
Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in emerging markets, focusing on how user attitudes towards
social media marketing strategies can influence consumer intentions to purchase MSME products. Quantitative
approach is used with an explanatory research type, by collecting survey data from 413 social media users who
engage with MSME products in East Java, Indonesia. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural
Equation Modeling (PLS-SEM) to determine the significance of each factor. The results show that interactivity,
informativeness, word of mouth (WOM), personalization, trendiness, entertainment, usefulness, and flow
experience significantly positively affect Purchase Intention. Conversely, Irritation has a negative effect. User
attitude towards social media is an important mediating factor that strengthens the influence of these variables
on purchase intention, suggesting that positive experiences on social media can increase consumers' likelihood of
purchase. Limitation of this study is conducted only within specific geographical area (East Java), which may affect
the generalizability of the results. Further research can be conducted with a broader sample to validate these
findings in other regions and markets. This research provides insights into the role of social media attributes and
user experience in driving Purchase Intention in the MSME sector in emerging markets. It highlights the
importance of positive user attitudes, thus filling the research gap regarding the impact of social media on
consumer behavior in the context of MSMEs
Hubungan Keharmonisan Keluarga dengan Interaksi Sosial pada Siswa Homeschooling
Terbatasnya waktu untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang di lingkungan
sosial karena homeschooling menjadi tantangan tersendiri bagi siswa. Ditambah dengan
adanya keraguan orang tua akan kemampuan bersosialisasi sang anak semakin
memperkecil kesempatan untuk berkomunikasi dengan kawan sebaya. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara keharmonisan keluarga dengan
interaksi sosial pada siswa homeschooling di Surabaya. Penelitian ini dilakukan pada
siswa-siswa yang menjalani homeschooling di tingkat SMP dan SMA. Sebanyak 75 siswa
homeschooling berpartisipasi di dalam penelitian ini. Dengan menggunakan metode
penelitian analisis korelasi Pearson Product Moment, ditemukan hasil bahwa terdapat
hubungan yang positif dan signifikan antara keharmonisan keluarga dengan interaksi sosial
pada siswa homeschooling (r = 0.353 , p = 0.002 , p 0.05). Penelitian ini juga menemukan
bahwa komunikasi yang efektif berperan dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial
siswa homeschooling. Berdasarkan hasil yang didapatkan oleh peneliti, dapat disimpulkan
bahwa peran keluarga yang harmonis dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial
pada siswa homeschooling. Siswa akan mencontoh dan menerapkan apa yang ia pelajari di
lingkungan keluarganya kepada lingkungan sosialnya. Tidak hanya itu, dukungan keluarga
dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa untuk berinteraksi dengan orang-orang di
lingkungan sosialnya
Eksplorasi Objek Wisata Desa yang Unik dan Potensial untuk Pengembangan Kecamatan Wisata dengan Pendekatan Participatory Action Research: Studi Kasus di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto
Destinasi wisata yang menarik, unik, atau baru seperti yang ditampilkan di media sosial, menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Pengembangan objek wisata baru oleh desa perlu dikemas menjadi objek yang unik dan menarik. Studi eksplorasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mendapatkan destinasi wisata yang unik dan potensial yang dikembangkan oleh desa untuk mengembangkan kawasan wisata di suatu kecamatan. Objek kajian ini adalah desa-desa di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Metode kajian yang digunakan adalah metode aksi partisipatif dengan melibatkan tim peneliti bersama camat, perangkat desa, dan pengelola objek wisata. Identifikasi potensi wisata di seluruh 13 desa dilakukan dengan data yang diperoleh dari wawancara semi terstruktur atau Focus Group Discussion dan observasi objek wisata. Sebanyak lima objek wisata unik telah dikaji dan diusulkan sebagai objek wisata yang perlu dikembangkan. Kajian ini memberikan kontribusi ilmiah dengan memperkaya literatur pengembangan desa wisata dalam konteks kecamatan pariwisata. Hasil kajian dapat digunakan oleh kecamatan dan desa untuk mengembangkan objek wisata baru. Kajian ini menyarankan bahwa pengembangan desa wisata perlu dikoordinasikan di tingkat kecamatan sehingga terjadi sinergi yang saling meningkatkan kualitas dan jumlah kunjungan
The Effect of Toxic Leadership on Turnover Intention, Counterproductive Work Behaviour, and Job Satisfaction
This study aims to analyze the influence of toxic leadership on turnover intention, counterproductive work behavior (CWB), and job satisfaction in employees of PT. X Indonesia. The phenomenon of increasing employee resignation rates and indications of negative work behavior is an important background for this study. This study used a quantitative approach with a census method, involving 54 respondents from various levels of position. The data analysis technique was carried out using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the help of SmartPLS 4.0 software. The results of the external model evaluation showed that all indicators used met the criteria for validity and reliability, with the value of loading factor, Average Variance Extracted (AVE), and composite reliability above the minimum threshold. Furthermore, the results of the inner model test showed that toxic leadership had a significant positive effect on turnover intention (? = 0.729), and CWB (? = 0.697), and had a significant negative effect on job satisfaction (? = -0.683), all with a p value of < 0.001. The R² value obtained indicates the model's predictive ability to be moderate for all endogenous variables. This study confirms that toxic leadership is a determinant factor that significantly decreases job satisfaction and increases employee exit intention and counterproductive behavior. The implications of this study emphasize the importance of early detection of toxic leadership practices and the development of a healthy organizational culture through managerial interventions and strategic HR policies
Pengaruh Website Design E-Commerce Home Product Terhadap Customer Satisfaction Di Indonesia
The rapid growth of E-commerce in Indonesia has changed consumer shopping habits, particularly for household products. E-commerce offers the convenience of shopping without visiting offline stores. However, the research on the impact of e-commerce website design on customer satisfaction in the household product sector remains limited. This study aims to analyze the effects of website design, information quality, security, responsiveness, and trust on customer satisfaction. A quantitative approach is used, involving 374 respondents who have purchased household products online in the past six months in platforms like IKEA, Ace Hardware, or Informa. The data was collected via Google Forms and was analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with Smart PLS 4 software. The results indicate that website design, information quality, responsiveness, and trust significantly impact customer satisfaction, while security does not. Based on these findings, E-commerce companies in Indonesia are advised to improve website design, enhance information quality, and offer responsive customer service to boost customer satisfactio