Jurnal Balitbanghub
Not a member yet
    761 research outputs found

    Stochastic Modelling of Aircraft Ground Time at Soekarno-Hatta International Airport

    Get PDF
    Ground time plays an important role in keeping flight on-time performance and passenger smooth flow. It varies depending on the aircraft type, procedures, passenger number and/or cargo amount, maintenance requirements, and ground handling service quality. This research aims to explore the ground time distribution pattern at Soekarno-Hatta International Airport. The daily flight historical data is divided into several categories based on the airlineโ€™s service type for local airlines, the airlineโ€™s origin for foreign airlines, the type of flight, and aircraft size. Ground time data of each flight category is then fitted to all possible distribution types by using the Distribution Fitting app in Matlab. The best-fitted distribution definition uses the Kolmogorov-Smirnov test by comparing the p-value of each distribution. 6 distributions fit 20 flight categories. Almost all local airlinesโ€™ ground time except full-service carrier international flights and low-cost carrier international flights with wide-body aircraft fit to Burr distribution. Full-service carrier international flight with narrow and wide-body aircraft, international flight with narrow-body aircraft operated by airlines from China and other countries fit Generalized Extreme Value distribution. Low-cost carrier international flights with wide-body aircraft and private flights fit to Inverse Gaussian distribution. International flights with wide-body aircraft operated by airlines from Korea, Japan, and other countries airlines fit for Nakagami distribution. While the cargo flights fit t Location-Scale distribution for wide-body aircraft and Weibull distribution for narrow-body aircraft. Then the stochastic models are developed based on each flight categoryโ€™s distribution parameters. These models are expected to be able to guide future research in ground time or apron capacity management as they provide the data distribution without more primary data needed

    Kualitas Pelayanan Waktu Tunggu Bus Trans Batam di Kawasan Batam Center

    Get PDF
    Kinerja operasional Trans Batam di kawasan Batam Center masih tergolong rendah, salah satunya pada aspek waktu tunggu bus. Waktu tunggu tersebut dipengaruhi oleh time headway yang masih terlalu jauh dan terdapat faktor eksternal di luar kendali pengelola Trans Batam yang dapat memengaruhi keterlambatan waktu tiba bus yang terkait aspek keruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas pelayanan waktu tunggu Trans Batam berdasarkan persepsi pengguna sehingga dapat diketahui prioritas perbaikan pelayanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan alat analisis, yaitu uji validitas dan reliabilitas, distribusi frekuensi, pembobotan skala Likert, dan Importance-Performance Analysis (IPA). Metode pengumpulan data meliputi data primer berupa kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan, serta data sekunder berupa dokumentasi dan survei instansional. Metode penarikan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling untuk pemilihan narasumber atau informan, sedangkan metode accidental sampling dilakukan untuk pemilihan responden melalui kuesioner yang disebarkan ke pengguna Trans Batam di kawasan Batam Center. Hasil analisis menunjukkan waktu tunggu bus yang lama dipengaruhi pula oleh aspek keruangan, yaitu pola ruang atau karakteristik penggunaan lahan eksisting yang memicu terjadinya bangkitan dan tarikan lalu lintas yang tinggi sehingga membuat terjadinya kepadatan lalu lintas / kemacetan pada jalur bus yang masih menyatu dengan kendaraan lain. Kondisi struktur ruang atau jaringan jalan juga memengaruhi waktu tunggu bus, seperti adanya kemacetan pada jam-jam tertentu dan perbaikan jalan yang mengganggu bahkan pada waktu tertentu menutup akses bus menuju ke halte. Oleh karena itu, faktor penting yang mendukung strategi perbaikan pelayanan waktu tunggu Trans Batam adalah mempersingkat time headway untuk semua koridor sehingga waktu tunggu menjadi cepat, membuat jalur khusus bus, serta membangun system bus priority pada lampu lalu lintas

    A Statistical Review of European Carriersโ€™ Flight Delays and the Assessment of Delay Factors

    Get PDF
    Disruption is an inherent risk that might arise because of the complexity and dynamic nature of air transport operations. In the aviation business, disruption can happen for a variety of reasons, including poor weather, strikes, and political factors. This study aims to analyse flight delays that European airlines encounter and assess the dependencies between different operation parameters through correspondence analysis in contingency tables that are visually represented using correspondence maps. This study examined data from selected European airlines between 2018 and 2022, which contained information on the length of delay, the reasons associated with it, and the specific characteristics of each flight, such as the type of flight, the type of aircraft, and the scheduled departure time. The result showed that even though there was a large decrease in the overall number of flights operated during the pandemic period in 2020 and 2021, the percentage of delayed flights still varies above 55%. Long-haul flights and larger aircraft tend to have longer delays. Except for 2020 and 2021, the percentage of delayed flights for different lengths of delays and scheduled departure times did not significantly change across the review years. The evaluation reason for delay appeared to increase with time due to airport or authority restrictions, while there was a tendency for the number of delayed flights related to technical aircraft, equipment, and ground operations to decrease. By developing an analysis of the root causes of flight delays using case studies that have already been published by different researchers and determining the degree to which an operating parameter contributes, we may provide guidelines for future studies that will uncover ways to minimize flight delays

    Comparative Analysis of Aircraft Modification Processes: EASA, FAA, and DGCA Indonesia

    Get PDF
    This study conducts a comparative analysis of aircraft modification certification processes within the aviation regulatory frameworks of the Federal Aviation Administration (FAA), the European Union Aviation Safety Agency (EASA), and the Directorate General of Civil Aviation (DGCA) in Indonesia. Using the TCAS 7.1 Software Updates modification on the A320-200 as a case study, the research explores Design Organization Approval (DOA) or Organization Designation Authorization (ODA) procedures. The findings reveal variations in Design Organization structures and certification processes, offering valuable insights for Indonesia's emerging aviation market. By adapting best practices from the FAA and EASA, the study aims to contribute to the enhancement of Indonesia's regulatory system, benefiting policymakers, regulators, and industry stakeholders

    Kajian Pergantian Moda Angkutan Umum (Studi Kasus: Jalan Arteri Pusat Kota Karawang โ€“ Cikampek)

    Get PDF
    Kabupaten Karawang merupakan daerah strategis yang berada pada perlintasan Jakarta menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur melalui jalan arteri jalur pantai utara (Pantura). Jalan arteri tersebut merupakan jalan yang menghubungkan antara pusat Kota Karawang menuju pusat kota Cikampek. Pada ruas jalan tersebut saat ini dilayani oleh empat trayek dengan total 464 kendaraan, namun jumlah penumpang yang menggunakan angkutan umum masih sangat rendah terlihat dari rata-rata load factor yang hanya 40%. Banyaknya mobil penumpang umum (MPU) yang tidak sesuai antara supply dan demand, menjadikan angkutan umum yang beroperasi kurang optimal sehingga perlu dilakukan analisis kinerja pelayanan angkutan umum pada ruas jalan arteri Karawang - Cikampek untuk mengetahui seberapa besar jumlah kebutuhan angkutan umum yang sesuai dengan permintaan masyarakat, selain itu untuk mengurangi tingkat kemacetan pada ruas jalan arteri yang menghubungkan pusat Kota Karawang menuju pusat Kota Cikampek, peneliti mencoba merencanakan untuk melakukan pergantian moda dengan kapasitas yang lebih besar (bus sedang kapasitas 30 kursi), harapannya dengan moda yang lebih besar akan mengurangi pergerakan kendaraan dengan tidak mengurangi permintaan yang ada. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan cara observasi di lapangan serta dilakukan survei statis dan dinamis angkutan umum. Selain itu juga dilakukan wawancara pengguna sepeda motor yang melintasi jalur arteri Karawang โ€“ Cikampek, wawancara dilakukan dengan teknik stated preference yang bertujuan untuk mendapatkan demand potensial dari pengguna sepeda motor yang bersedia berpindah ke angkutan umum usulan (bus sedang). Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji pelayanan angkutan umum saat ini, menganalisis jumlah kebutuhan kendaraan angkutan umum jenis mobil penumpang umum (MPU), usulan rencana pergantian moda serta pengembangan pola rute angkutan umum dengan kapasitas yang lebih besar (bus sedang), dan dari hasil analisis tersebut diperoleh jumlah kebutuhan armada ideal dengan kapasitas lebih besar (bus sedang) sebanyak 26 armada dengan pola rute trayek usulan dengan rute: terminal Tanjung pura-Karawang-Badami-Johar-Klari-Kosambi-Terminal Cikampek

    Simulasi Sistem Peringatan Tabrakan dan Penghindaran Otomatis UAV di Area Terbatas

    Get PDF
    Operasi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di wilayah yang relatif terbatas menghadapi tantangan dalam penerbangan berupa adanya pembatasan fisik pada operasi UAV dan kemampuan manuver menghindar yang terbatas. Penggunaan UAV dalam wilayah seperti ini memerlukan perhatian khusus terhadap kemungkinan tabrakan yang dapat mengakibatkan kerugian material dan bahaya bagi penggunaan UAV bagi manusia dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi risiko-risiko tersebut dengan mengembangkan sistem peringatan tabrakan dan penghindaran otomatis untuk UAV yang beroperasi di wilayah yang relatif terbatas. Penelitian ini menekankan pada simulasi dan analisis sistem peringatan potensi tabrakan dan penghindaran otomatis yang mengambil pendekatan yang sesuai dengan skenario tabrakan yang mungkin terjadi pada operasional di wilayah terbatas. Penelitian ini juga membahas cara kerja algoritma yang digunakan dalam sistem peringatan tabrakan dan penghindaran otomatis. Hasil simulasi kemudian di evaluasi dengan memvariasikan parameter seperti ambang batas jarak penghindaran dan sudut menghindar. Dari hasil simulasi, terlihat bahwa ambang batas jarak penghindaran memainkan peran penting dalam kemampuan UAV untuk menghindari tabrakan. Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan wawasan yang penting dalam pengembangan sistem peringatan tabrakan dan penghindaran otomatis untuk UAV yang beroperasi di wilayah terbatas, dengan tujuan meningkatkan keamanan operasional UAV di masa depan. Upaya ini dapat membantu mengurangi potensi risiko tabrakan, dan meningkatkan efisiensi operasional UAV

    Analisis Koefisien Drag terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Bus Normal Deck dan Double Decker Menggunakan Metode CFD

    Get PDF
    Salah satu jenis transportasi darat yang sangat populer di kalangan masyarakat adalah bus. Perusahaan otobus sebagai penyedia mengeluarkan berbagai jenis bus sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan yang mengatur ketentuan baru untuk jenis kendaraan buatan Indonesia. Oleh karena itu, muncul bus baru seperti high deck, super high decker, dan double bus tingkat. Perusahaan cenderung mengeluarkan bus baru dengan desain yang mendukung optimalisasi efisiensi bahan bakar, seperti meluncurkan bodi bus yang lebih ramping untuk mengurangi hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk aerodinamis dua model bus (normal deck dan double decker) terhadap konsumsi bahan bakar. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Solidworks 2013 untuk menghitung dan merancang CFD. Pada simulasi CFD, koefisien drag bus normal deck mencapai 0.863504 dan pada bus double decker mencapai 0.964067. Hasil koefisien drag tersebut diubah menjadi usaha perjalanan satu tahun, yaitu bus normal deck yang mencapai 660.577.482 kJ/tahun, sedangkan pada bus double decker dapat mencapai 972.861.070 kJ/tahun. Setelah memperhitungkan input energi hasil yang dibagi dengan efisiensi mesin yang dikeluarkan, persentase efisiensi konsumsi bahan bakar untuk normal deck mencapai 40,44% dan double decker mencapai 59,56%. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan kebijakan pemerintah dalam memberikan arahan kepada perusahaan bus dan karoseri agar selalu membuat desain bus dengan mengutamakan bentuk yang ramping untuk mengurangi konsumsi bahan bakar

    Studi Standar Pelayanan Minimal Angkutan Penyeberangan pada KMP. Swarna Kartika

    Get PDF
    Angkutan penyeberangan sangat dibutuhkan sebagai penyedia sarana transportasi antar pulau. Pelabuhan penyeberangan menyediakan sarana keterjangkauan antar pulau tersebut. Pelabuhan Taipa di Sulawesi Tengah telah terhubung dengan Pelabuhan Kariangu (Kalimatan Timur). Rute perintis tersebut telah disediakan oleh pemerintah melalui keberadaan pelabuhan penyeberangan, sedangkan kapalnya disediakan oleh perusahaan swasta dengan dukungan dari pemerintah melalui skema kewajiban pelayanan publik. Terdapat kapal penyeberangan yaitu KMP. Swarna Kartika yang melayari rute tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan survei terhadap kapal tersebut. Sampel dipilih dengan random sampling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelayanan angkutan penyeberangan di kapal KMP. Swarna Kartika dan menganalisis aspek yang harus ditingkatkan pada pelayanan penumpang, pemuatan kendaraan, dan pengoperasian kapal. Hasil penelitian ini adalah tingkat kesesuaian pelayanan penumpang di KMP. Swarna Kartika mencapai 47,36%, kesesuaian pelayanan pemuatan kendaraan sebesar 57,14%, dan tingkat kesesuaian pada pelayanan operasional kapal sebesar 75%. Tingkat kesesuaian tertinggi ada pada operasional kapal, diikuti oleh pelayanan pemuatan kendaraan. Adapun kesesuaian yang paling rendah adalah pelayanan terhadap penumpang. Tingkat pelayanan kurang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) angkutan penyeberangan sehingga kapal tersebut belum memenuhi kesesuaian dengan peraturan yang berlaku. Terdapat indikator yang perlu diperbaiki agar SPM angkutan penyeberangan terpenuhi yaitu aspek pelayanan penumpang, pemuatan kendaraan, dan pelayanan operasional kapal.

    Implementation of SORA Methodology Version 2.5 for Medical Delivery Using Quadrotor UAS in Remote Areas

    Get PDF
    The innovative quadrotor Unmanned Aircraft Systems (UAS) approach for delivery missions presents significant opportunities to address logistical distribution challenges (i.e. medical delivery) in remote areas. The efficiency of quadrotor UAS, which does not need additional infrastructure like runways, makes it increasingly applicable to remote regions. However, the potential implementation of UAS for medical delivery missions comes with considerable risks, such as collisions with manned aircraft or UAS crashes that could damage infrastructure and cause fatal injuries to human life. Therefore, in UAS operations, a method of operational risk assessment is needed to ensure safety, resilience, and operational success. The Joint Authorities for the Rulemaking of Unmanned Systems (JARUS) offers a risk assessment methodology named Specific Operational Risk Assessment (SORA) for UAS operations. The European Union Aviation Safety Agency (EASA) and the Indonesian Ministry of Transportation have recognised and approved this methodology as a risk assessment method for specific UAS categories. SORA provides a step-by-step framework in risk assessment to identify, evaluate, and determine necessary mitigation actions to achieve an acceptable means of compliance (MoC). EASA has announced using the latest version, SORA V2.5, planned for implementation in the fourth quarter of 2023. The Indonesian Ministry of Transportation also plans to adopt this latest version for UAS operations. Several updates and simplifications have been made to this version. Therefore, this paper presents the application of risk assessment using SORA V2.5 for medical delivery operations in remote areas using quadrotor UAS. The analysis in this paper covers each step of SORA V2.5, including risk identification and evaluation, as well as the implementation of mitigations in the conducted mission. The results indicate that SORA V2.5 can be implemented in this mission by taking appropriate mitigation actions to assure operational safety. There are also recommendations for optimising risk identification and it can complement the SORA methodology

    Penanganan Muatan Berbahaya di Tempat Penumpukan atau Penyimpanan Barang Berbahaya pada Terminal Petikemas Semarang

    Get PDF
    Logistik peti kemas merupakan layanan khusus yang terdapat pada pelabuhan yang memiliki terminal peti kemas. Layanan ini secara khusus menjadi lokasi transit antarmoda dengan kegiatan berupa stevedoring, cargodoring, dan receiving/delivery. Dalam proses penanganan peti kemas yang bermuatan barang berlabel berbahaya, operator wajib berhati-hati dan teliti ketika akan melakukan pemindahan barang tersebut karena jika salah bisa mengakibatkan ledakan atau kejadian lain yang tidak terduga yang dapat merugikan banyak pihak. Kerugian yang dimaksud tentunya beragam, mulai dari kerugian materi, kerusakan lingkungan, dan yang paling parah adalah kematian seseorang di sekitar lokasi kejadian. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk menjawab permasalahan pengelolaan kualitas tenaga kerja penanganan muatan berbahaya dan tingkat keefektifan pengelolaan tempat penumpukan barang berbahaya di Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa TPK Semarang telah memiliki sistem dan prosedur yang berkaitan dengan penanganan barang berbahaya, memisahkan muatan berbahaya dengan muatan lainnya di dipo peti kemas 02, dan telah mengajukan permohonan pelatihan penanganan muatan berbahayaย  (IMO Model Course 1.10) bagi seluruh karyawan yang bekerja di area penanganan muatan berbahaya serta secara rutin melakukan pelatihan pada setiap tahunnya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kualitas tenaga kerja penanganan muatan berbahaya dan tingkat keefektifan pengelolaan tempat penumpukan barang berbahaya di TPKS telah berjalan dengan baik sebagaimana mestinya

    592

    full texts

    761

    metadata records
    Updated in lastย 30ย days.
    Jurnal Balitbanghub is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! ๐Ÿ‘‡