Jurnal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Not a member yet
30914 research outputs found
Sort by
Penerimaan Inovasi Pembayaran Digital dalam Pelayanan Kesehatan
The development of digital technology has driven significant transformation in healthcare services, including in the aspect of service payment systems. Digital payment innovations, such as QR code-based cashless payments, digital wallets, and mobile banking, are seen as important components in realizing efficient, transparent, and patient-oriented healthcare services. This study aims to comprehensively examine the acceptance of digital payment innovations in healthcare services through a literature review approach. The results show that global healthcare services are moving towards a digital-first system that integrates telemedicine, electronic health records (EHR), artificial intelligence (AI), and digital payment systems into a single service ecosystem. Digital payments play an important role in improving administrative efficiency, speeding up transactions, and supporting the integration of clinical and financial services. The acceptance of digital payment innovations is influenced by ease of use, perceived benefits, trust and security, and supporting infrastructure conditions, especially in the aftermath of the COVID-19 pandemic. However, challenges such as cybersecurity risks, digital literacy gaps, and dependence on technological infrastructure remain barriers to implementation.
Keywords: digital payments, healthcare services, digital health, innovation acceptance
Readiness Of Health Workers To Implement Digital Integrated Patient Progress Notes For Interprofessional Collaboration: A Conceptual And Systematic Review
Digital transformation in healthcare services has encouraged the adoption of electronic documentation, including digitally based Integrated Patient Progress Notes (IPPN). The implementation of this system has the potential to enhance the effectiveness of interprofessional collaboration through accurate and real-time access to clinical information. However, the success of implementation is highly dependent on the readiness of health workers. This article aims to examine the readiness of health workers in implementing digitally based Integrated Patient Progress Notes to support interprofessional collaboration and to identify supporting and inhibiting factors. This study employs a conceptual approach and a systematic literature review of scientific articles published from 2018 to 2025 sourced from national and international databases, with the selection process conducted in accordance with the PRISMA 2020 guidelines. The review indicates that digital literacy, technological competence, understanding of clinical documentation, attitude toward innovation, organizational support, training, and infrastructure availability are the main factors influencing readiness for implementation. The application of digital systems has been proven to strengthen interprofessional communication and improve the quality of data-driven clinical decision-making. The implementation of digitally based Integrated Patient Progress Notes has the potential to support interprofessional collaboration if supported by adequate health worker readiness and infrastructure. These findings provide a conceptual framework that can serve as the basis for developing implementation strategies in healthcare facilities. Practical implications include the need for continuous digital literacy training and managerial support in the transformation of technology-based clinical documentation
Analisis Sistem Antrian pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (Studi Kasus: SPBU Batui II)
This study aims to analyze the queuing system at SPBU Batui II, located on Jalan Trans Sulawesi, Banggai Regency, focusing on motorcycle fuel service. The applied model is the Multiple Channel Queuing System (M/M/S), used to assess service efficiency based on 30-day observation data and customer perceptions collected through questionnaires. The observations revealed that the average service time is 3.89 minutes, with a facility utilization rate of 90.7%, indicating a near-saturation condition. A simulation with an additional service lane demonstrated a significant decrease in waiting time and the number of customers in the queue. The normality test showed that the service time data followed an approximately normal distribution, supporting the use of parametric statistical analysis. Additionally, over 90% of respondents reported satisfaction with the current service system. The study concludes that increasing the number of service lanes improves system efficiency and that the M/M/S model is effectively applicable to high-traffic fuel station queue management
Adsorption Mechanism of Chitosan Biopolymer on Sandstone Media: Salinity and Concentration Effects
This study aims to analyze the adsorption mechanism of shrimp chitosan on 40-mesh silica sand under varying salinity and concentration conditions as a basis for evaluating its potential as an environmentally friendly polymer for Green Enhanced Oil Recovery (EOR) applications. Chitosan was prepared at concentrations of 5000, 10000, and 15000 mg/L, with NaCl salinities of 10000 and 20000 mg/L. Batch adsorption experiments were conducted, and adsorption behavior was evaluated using Henry, Freundlich, Langmuir, and Harkins–Jura isotherm models. The results show that the Freundlich and Langmuir models provide a better representation of chitosan adsorption behavior than the Henry and Harkins–Jura models. Chitosan adsorption exhibits greater stability at higher salinity and tends to follow a monolayer adsorption mechanism on heterogeneous surfaces. These findings highlight the importance of a multi-isotherm approach in understanding biopolymer adsorption behavior and indicate that shrimp chitosan has potential as an environmentally friendly polymer for chemical injection in sandstone reservoirs.
Pengaruh Diabetes Miletus terhadap resiko terjadinya katarak : Sebuah Studi Tinjauan Pustaka
Diabetes melitus (DM) adalah salah satu penyakit metabolik yang paling sering ditemui dan dapat mengakibatkan berbagai komplikasi, termasuk masalah penglihatan seperti katarak. Katarak adalah penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah, dan jumlah penderitanya lebih tinggi di antara mereka yang menderita DM.
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi keterkaitan antara diabetes melitus dan munculnya katarak melalui tinjauan sistematis artikel-artikel terkait.Studi ini mengadopsi metode tinjauan sistematis dengan pendekatan prisma. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, dan BMC menggunakan kata kunci yang relevan. Sebanyak 3. 878 artikel ditemukan, lalu disaring dan dianalisis menurut kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 10 artikel yang layak untuk ditelaah.Kebanyakan artikel menunjukkan bahwa diabetes melitus adalah faktor risiko yang signifikan bagi munculnya katarak. Faktor lain yang mempengaruhi termasuk usia tua, lama menderita DM, pengendalian glikemik yang buruk, tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, serta paparan sinar ultraviolet. Kesimpulannya, ada hubungan yang konsisten antara DM dan kejadian katarak. Deteksi awal serta pengelolaan DM yang baik dapat membantu mengurangi risiko kebutaan akibat katarak pada individu yang menderita diabetes.
Kata Kunci: Diabetes melitus, Katarak, Faktor risiko, Komplikasi Mat
Hubungan Beban Fisik Dengan Kejadian GOTRAK Pada TKBM Pelabuhan di Pelabuhan Pekanbaru
GOTRAK adalah semua gangguan kesehatan dan cedera yang mengenai sistem gerak tubuh yang disebabkan atau diperberat oleh berbagai faktor risiko pekerjaan dan/ atau lingkungan kerja. Sekitar 15-25% ditemukan GOTRAK pada pekerja di Indonesia, dikarenakan perbedaan jenis pekerjaan paparan beban kerja,masa kerja serta kondisi ergonomi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Beban Fisik, Masa Kerja, IMT dan Umur dengan Kejadian GOTRAK pada TKBM Pelabuhan di Pelabuhan Pekanbaru. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain studi penampang analitik. Sampel yang diambil adalah 126 pekerja yaitu seluruh populasi. Data primer dikumpulkan dengan cara observasional langsung, wawancara dengan menggunakan kuesioner, pengukuran berat beban dengan RWL dari NIOSH dan BRIEF Survey. Dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan multiple regresi analitik. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara Beban Fisik dengan Kejadian GOTRAK pada TKBM Pelabuhan (p = 0.000), POR = 21.219 (95%CI: 7.930 – 56.776). Masa kerja Confounding dengan beban fisik. Tidak ada hubungan IMT dan Umur dengan kejadian GOTRAK. Beban fisik ≥ 25 kg dengan PBM yang tidak benar berpengaruh terjadinya GOTRAK dibandingkan dengan beban fisik < 25 kg. Direkomendasikan kepada K-TKBM untuk mengikutsertakan anggota TKBM dalam Pelatihan PBM agar dapat mengurangi terjadinya GOTRAK
Penerapan Teori “Comfort” Kolcaba dengan Rom Pasif dan Genggam Bola Karet Bergerigi pada Pasien Cerebrovaskular Accident Infark
Cerebrovaskular accident (CVA) adalah gangguan saraf akut yang terjadi pada bagian otak akibat dari kekurangan suplai aliran oksigen. Pasien yang mengalami penyakit stroke ini akan terjadi penurunanan kekuatan otot atau hemiparesis. Seseorang dalam kondisi sakit akan mengalami berbagai perubahan dalam hidup. Salah satunya tingkat kenyamanan yang menurun dalam proses penyakit. Penatalaksanaan secara non farmakologi dengan pemberian terapi range of motion (ROM) pasif dan genggam jari dengan bola karet bergerigi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan teori kenyamanan Kolcaba dengan ROM pasif yang dikombinasikan dengan terapi genggam bola bergerigi pada pasien stroke infark. Metode dalam penelitian ini menggunakan laporan kasus (case report). Pengkajian menggunakan lembar pengkajian dan observasi, pengukuran kekuatan otot menggunakan Muscle Strength Grading dengan nilai 0-5. Hasil penelitian ini setelah diberikan intrvensi selama lima hari pasien dengan pendekatan teori kenyamanan Kolcaba pada pasien stroke dapat membantu dalam memeuhi kebutuhan dasar pasien dalam mengatasi masalah kenyaman. Dengan latihan kombinasi antara range of motion (ROM) pasif dan genggam bola karet berigiri meningkatan kekuatan otot pasien secara bertahap
ANALISIS KESIAPAN TPACK GURU FISIKA BERDASARKAN PERSEPSI SISWA DI SMAN 3 TANJUNG JABUNG BARAT
Kompetensi Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) menjadi tuntutan mendasar bagi guru fisika di era pembelajaran abad ke-21, mengingat tingginya tingkat abstraksi materi fisika yang memerlukan integrasi teknologi secara pedagogis dan kontekstual. Namun, kajian mengenai kesiapan TPACK guru yang didasarkan pada perspektif siswa, khususnya di sekolah menengah daerah, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan TPACK guru fisika berdasarkan persepsi siswa kelas XI MIPA 2 di SMAN 3 Tanjung Jabung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert empat tingkat yang disebarkan kepada 30 siswa menggunakan Google Form, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan TPACK guru fisika berada pada kategori "Sangat Siap" dengan rata-rata skor keseluruhan sebesar 3,69 atau 92,26%, di mana seluruh komponen CK, PK, TK, TCK, TPK, dan TPACK berada pada kategori yang sama. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian TPACK berbasis persepsi siswa di sekolah menengah daerah yang selama ini kurang terwakili dalam literatur akademik
Perancangan Jaringan Distribusi Sepatu yang Efisien dengan Pendekatan Center of Gravity dan Saving Matrix
PT. MEC is a shoe company in Mojokerto, East Java. This company markets its products throughout Indonesia. To meet the demand for these products promptly, a new central distribution warehouse location was required. It is intended that companies can compete and survive with imported products and other local brand products. Products that reach the hands of consumers at the right time will win the market. This study aims to determine the location of warehouses that are efficient and effective in product marketing channels and minimize transportation costs by using the center of gravity and saving matrix methods. The processed data is primary data that focuses on 13 marketing area cities, especially on the island of Java. The calculation results are obtained using the center of gravity method, the new warehouse is located in Bantul, Yogyakarta with coordinate points (- 7.977838; 110.367226) and more optimal transportation costs of 47%. Furthermore, the data is processed using the saving matrix method, the distribution route is divided into 6 with a total distance traveled of 687.19 km
LITERASI GIZI MASYARAKAT UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA MUSLIMAT YPWI KOTA JAMBI
Masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang pesat sekaligus fase rentan terhadap masalah gizi, khususnya anemia pada remaja putri. Rendahnya literasi gizi dan kurangnya pemahaman dalam mengenai tanda serta gejala anemia menyebabkan upaya pencegahan anemia tidak optimal sehingga berpotensi menurunkan konsentrasi belajar dan prestasi akademik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi gizi dan kesadaran remaja putri dalam upaya pencegahan anemia melalui edukasi berbasis media visual.Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif dengan media poster dan diskusi kepada 32 siswi SMA Muslimat YPWI Kota Jambi. Materi edukasi mencakup pengertian anemia, tanda dan gejala, sumber makanan kaya zat besi, , serta strategi pencegahan melalui perbaikan pola makan dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah. Kegiatan dilaksanakan selama 60 menit dan diikuti sesi tanya jawab untuk memperkuat pemahaman peserta.Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dan keterlibatan aktif peserta dalam proses edukasi. Siswa mampu mengidentifikasi tanda dan gejala anemia serta memahami strategi pencegahannya. Edukasi berbasis media visual membantu penyampaian informasi gizi secara lebih sederhana dan mudah dipahami. Kegiatan ini menegaskan pentingnya literasi gizi sebagai strategi promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan remaja secara berkelanjutan